;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Pola Rekrutan Tenaga Kerja Sektor Formal Bergeser

KT3 24 Feb 2024 Kompas (H)

Model perekrutan tenaga kerja untuk pekerjaan formal mengalami pergeseran dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan semakin diandalkannya faktor jejaring dan sistem perekrutan hibrida. Pada saat bersamaan, perusahaan juga cenderung mencari tenaga kerja yang sudah memiliki paket keterampilan siap pakai. Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar saat dihubungi, Jumat (23/2) di Jakarta, berpendapat, tak semua perusahaan mau menyediakan program pelatihan kerja bagi karyawan baru. Perusahaan saat ini dituntut cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan ketidakpastian kondisi perekonomian global.

”Perekrutan kandidat baru menggunakan faktor jejaring menitik beratkan pemberi rekomendasi harus bisa memastikan kandidat punya paket keterampilan siap kerja. Pemberi rekomendasi pasti mempertaruhkan kariernya,” ujar Timboel. Kendati pemerintah mewajibkan perusahaan-perusahaan melaporkan perkembangan ketenagakerjaannya, kenyataannya kebijakan ini tak berjalan optimal. Alasan pertama, adanya kecenderungan perusahaan mengandalkan perekrutan berbasis jejaring profesional ataupun agen. Alasan kedua, sistem basis data pasar ketenagakerjaan di Indonesia belum berkembang secara ideal. ”Situasinya berbeda dengan negara lain, di mana sistem informasi pasar kerja untuk lowongan pekerjaan sector formal selalu ter-update setiap minggu,” ucap Timboel. (Yoga) 

Kerja Keras agar Mendapat Pekerjaan

KT3 23 Feb 2024 Kompas (H)

Tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2023 mencapai 5,32 % atau 7,8 juta orang, turun 0,54 % dibanding pada Agustus 2022. Meski begitu, angka itu tergolong besar. Sekalipun informasi bertebaran di dunia maya tentang lowongan pekerjaan, nyatanya para pecari kerja tetap harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Masih ada jutaan orang yang berjibaku melamar pekerjaan. Mereka harap-harap cemas untuk segera memperoleh pekerjaan. Pukul 10.31. Pagu Ginting (24) setengah berlari menuju barisan paling belakang antrean di Mega Career Expo, Smesco Exhibition Hall, Jakarta, Kamis (22/2). Kedua tangannya cekatan mengeluarkan berkas lamaran kerja dan CV (riwayat hidup) yang jumlahnya belasan. Satu per satu dimasukkannya ke amplop berwarna coklat yang jumlahnya sama. ”Sudah setahun (cari kerja). Semoga keterima,” ujar Pagu sembari menyeka peluh di keningnya.

Setahun yang lalu, Pagu meninggalkan Sumut dengan harapan berdikari di Jakarta. ”Ternyata (itu) susah. (Saya) sudah memasukkan lamaran (kerja) lewat Jobstreet, Linkedin, ikut job fair di TMII, enggak ada panggilan sama sekali,” kata Pagu. Ratusan pencari kerja berdatangan sejak pagi ke Mega Career Expo, di Smesco Exhibition Hall, yang berlangsung dua hari, yakni 21 dan 22 Februari 2024, dimana Setidaknya ada 40 perusahaan nasional dan multinasional dengan ketersediaan lebih dari 200 lowongan kerja. Diantara pencari kerja, ada lulusan SMA dan sederajat, sarjana, lulusan baru, hingga lulusan yang sudah lama mencari kerja. Mereka mengantre dalam dua baris sambil menyiapkan berkas dan amplop dengan satu harapan, segera mendapatkan pekerjaan.

Lena (29) celingak-celinguk sambil mengantre. Sebelumnya, dia pernah mengikuti bursa kerja di Mangga Dua Square, Jakut, Oktober 2023, tetapi apa daya belum ada panggilan kerja. ”Terakhir kerja tahun 2022. Selama ini sudah cari sana-sini, cuma belum ada yang kecantol,” ucap Lena. Di kala banyak pelamar menunggu panggilan, pertimbangan bagian SDM di perusahaan terhadap calon pekerja ternyata cukup selektif. Mereka terutama mengharapkan kandidat yang mempunyai keterampilan lunak (soft skill). Kebanyakan kandidat seperti ini ditemukan dari rekomendasi sejawat ketimbang bursa kerja. (Yoga) 

PT DI Perluas N129 di Singapore Airlines

KT1 21 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT Dirgantara Indonesia atau PT DI pengembangkan pasar ke wilayah global untuk produksi pesawat penumpang jenis N219, serta produk pertahanan CN235 dan NC235 dan NC212i. Pada pameran terbesar di Asia, Singapore Airshow 2024 yang berlangsung 20-25 Februari 2024 di Changi Exhibition Centre, PT DI memamerkan beragam produknya sekaligus  kesempatan untuk menggaet konsumen komersial global. Direktur Utama PT Dirgantara  Gita Aperiawan mengatakan Singapore Airshow 2024 merupakan salah satu ajang penting bagi PT DI untuk memamerkan sekaligus memperluas pasar unggulan produksi Indonesia, khususnya pesawat N219 dan CN235. "Tahun lalu, Kementerian Pertahanan RI sudah menyepakati pembelian pesawat N219 untuk mendukung misi TNI AD, dan kami percaya bahwa momentum di Singapore Airshow 2024 ini akan menjadi tonggak penting bagi PT DI untuk perluasan  pasar N219 dan memperoleh kontrak yang lebih tinggi di tahun 2024," kata Gita. (Yetede) 

Pilu Nasib Buruh di Hilirisasi Morowali

KT3 14 Feb 2024 Kompas

Puluhan ribu buruh industri hilirisasi nikel di Morowali bertarung dengan mimpi setiap hari. Mereka memenuhi kamar sumpek di atas laut, jalanan penuh sampah, hingga debu yang tiada habisnya. Kecelakaan kerja yang mengancam nyawa membayangi tak kenal waktu. Di tengah rinai hujan yang mengguyur Bahodopi, Morowali, Sulteng, Amin (40) beranjak pulang. Ia satu dari puluhan ribu karyawan hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang pada Rabu (7/2) sore itu telah selesai kerja. Sebagian lainnya masih lembur atau baru masuk. Kamar kosnya berukuran sekitar 4x7meter dengan satu sekat ruangan serupa ruang tamu dan satu kamar tidur dengan sewa Rp 700.000 per bulan. Ia menetap di tempat ini sejak dua tahun lalu setiba dari Palopo, Sulsel, untuk mengadu nasib di Morowali. Industri pemurnian dan pengolahan nikel PT IMIP menjadi tujuan utamanya. Bertani di kampung dianggapnya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup sekeluarga.

Sebelum berangkat, Amin kursus dan membuat SIM B2 untuk alat berat. Ia menghabiskan modal sekitar Rp 10 juta. Amin langsung diterima sebagai operator yunior dengan gaji pokok Rp 2,9 juta. Ditambah uang perumahan, bonus produksi, tunjangan, dan lembur, ia mendapatkan Rp 6 juta. Tak lama, ia jadi operator permanen dengan upah Rp 7,9 juta. Upah itu jauh dari harapan Amin, sebesar Rp 10 juta. Irsan (27), buruh lainnya, punya pengalaman pahit saat bekerja. Pada 2021, ia terkena pelat baja di perut saat bekerja di mesin pengemasan. Pemuda asal Sulsel ini mendapatkan 18 belas jahitan akibat kejadian itu. ”Saya harus istirahat sebulan. Yang lebih heran, saya kena surat peringatan (SP) 1. Di dalam (perusahaan) begitu, yang korban dan yang terlibat kena sanksi semua,” tuturnya.

Kawasan IMIP adalah daerah hilirisasi nikel dengan tenaga kerja mencapai 80.000 orang. Perusahaan yang mengelola 6.000 hektar lahan ini mengolah bahan baku nikel menjadi tiga kluster besar, yaitu baja nirkarat, baja karbon, dan komponen baterai. Investasi di kawasan ini mencapai 21 miliar USD pada 2022. Hasil ekspor triliunan yang sebagian besar dikirim ke China itu menjadi bagian nilai tambah nikel yang rutin disampaikan pemerintah. Akan tetapi, kecelakaan kerja memang menjadi momok di kawasan ini. Dalam penelitian Trend Asia, sepanjang 2015-2022, kecelakaan kerja telah memakan 53 korban jiwa dan 76 korban luka di 15 lokasi smelter nikel di Sulawesi dan Maluku. Di IMIP saja telah terjadi 18 insiden kecelakaan yang memakan 15 korban jiwa dan 41 korban luka. Direktur Program Trend Asia Ahmad Ashof Birry mengatakan, nasib buruh di program hilirisasi nikel pemerintah sangat miris. Mereka terancam dalam keselamatan kerja, upah, dan kecelakaan berulang. Situasi ini, ia melanjutkan, terjadi akibat struktur kerja sama yang cenderung potong ongkos sana-sini. (Yoga) 

Kekuatan Serikat Pekerja

KT3 12 Feb 2024 Kompas

Sejarah panjang telah membuktikan, buruh menjadi elemen penting dalam memperjuangkan kemerdekaan. Bahkan, sebelum kemerdekaan, di kalangan serikat buruh sudah muncul keyakinan kuat bahwa Indonesia harus meninggalkan perekonomian ekstraktif dengan upah buruh murah plus rendah keterampilan menuju masyarakat industri dengan peningkatan kualitas SDM. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Indonesia ditargetkan memiliki pendapatan per kapita setara negara maju, sekitar 30.300 USD pada 2045. Untuk masuk ke dalam golongan negara berpendapatan tinggi, Bank Dunia mematok gross national income (GNI) per kapita Indonesia harus di atas 13.205 USD, atau PDB per kapita 14.000 dollar AS. Gaji minimal pekerja di Tanah Air harus setara Rp 10 juta per bulan. Padahal, rata-rata UMP buruh tahun 2023 baru Rp 2,96 juta per bulan.

Dengan formulasi penghitungan kenaikan UMP tahun 2023 dan tren kenaikan upah sejak 1997, simulasi yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan pada 2045 rata-rata UMP buruh baru mencapai Rp 6 jutaan. Untuk itulah, peran serikat pekerja menjadi penting dalam hubungan industrial. Liputan Kompas terkait kesejahteraan buruh pekan lalu menemukan banyak serikat pekerja perusahaan yang memiliki kekuatan dan menjadi pilar yang sangat penting pada hidup perusahaan. Mereka terus melakukan penguatan dan pendampingan kepada anggotanya, meningkatkan produktivitas anggotanya, memberikan solusi masalah anggotanya, bahkan mengurus kebutuhan keseharian anggotanya, mulai dari problem keluarga hingga urusan kematian. Serikat juga menjadi penjaga utama budaya perusahaan berbasis pada nilai-nilai yang dianut para pendirinya.

”Direktur bisa datang dan pergi, kamilah yang bekerja dan mengawal perusahaan terus-menerus. Maka, kalau ada manajemen yang langkahnya tidak sesuai dengan kultur perusahaan, kami bisa memecatnya,” ujar Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) Djoko Wahyudi, yang berkali-kali memecat direktur SDM perusahaan. Karena mampu membangun kapasitas anggotanya, serikat pekerja sangat dipandang dan dihargai oleh manajemen. Serikat menjadi mitra setara dalam bahu-membahu membangun perusahaan. Pendanaan mereka setiap bulan diambil dari potongan 1 % gaji anggotanya. Salah satu yang berhasil mereka lakukan adalah tetap berproduksi di masa pandemi Covid-19, dengan menetapkan standar yang sangat ketat pada proses produksi di saat perusahaan yang lain tutup. (Yoga)

Magang Kerja, Bikin Traumatis atau Optimistis?

KT3 11 Feb 2024 Kompas

Program magang kerja bisa memberi hasil yang berbeda bagi peserta yang menjalaninya. Ada yang merasa mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan. Ada pula yang malah trauma dan akhirnya memutuskan tidak akan menggeluti bidang di mana ia magang. Aisha Ferkin (22) mahasiswa Antropologi Sosial UI, yang magang di sebuah organisasi LSM terkaget-kaget saat mendapat tugas turun ke lapangan untuk mencari data dalam waktu singkat. Akibatnya, ia harus uber-uberan dengan waktu dan terpaksa mengorbankan waktu libur demi lembur menyelesaikan tugas. ”Selama kuliah, aku menangkap kalau antrop (antropologi) berkaitan dengan turun langsung ke masyarakat adat, tinggal bersama mereka, dan mempelajari kehidupan mereka,” ujarnya pada Rabu (31/1) di Kampus UI, Depok, Jabar. Awalnya ia mengira, ketika turun lapangan selama magang lima bulan di LSM yang berfokus pada advokasi masyarakat adat, ia akan punya cukup waktu untuk tinggal dan mempelajari kelompok masyarakat adat yang jadi sasaran pendataan. Ternyata ia salah.

Proses pengumpulan data lapangan hanya satu-dua minggu sehingga tak cukup waktu untuk mengenal kelompok adat lain. Ia kalang kabut ketika harus mencari data masyarakat adat di Kalimantan. Keterbatasan waktu membuat pengerjaan tugas kerap tak mulus walau ada teman magang lain dalam satu kelompok. Mendata masyarakat adat tidak bisa dilakukan secara cepat, mengingat perlu pendekatan pada sasaran. Waktu luang warga juga tak menentu, tergantung kesibukan mereka. Selain itu, tak semua warga mau berkompromi. ”Kami harus siap mengalokasikan waktu libur untuk turlap (turun lapangan). Ketika turlap pun diwarnai berbagai dinamika. Misalnya, ada kelompok masyarakat menolak advokasi yang kami lakukan dan memberi data yang kami butuhkan dalam waktu singkat,” ungkap Aisha. Pengalaman itu membuatnya trauma dan ragu menekuni karier di LSM.  

Fatma Bandar (21) justru mendapat pengalaman magang yang menyenangkan dan mendapat tambahan pengetahuan dan ilmu baru sesuai jurusan kuliah. Fatma, yang baru lulus dari Ilmu Komunikasi peminatan periklanan UI, merasakan hal tersebut ketika magang di posisi marketing communication. Praktik kerja dia lakukan di sebuah industri pendidikan psikologi di Jaksel. ”Pekerjaan aku copywriting, riset konten, riset audiens, dan desain. Tren selalu berkembang. Jadi, pengalaman yang aku sukai adalah gimana aku tetap beradaptasi dengan tren, menganalisis perilaku konsumen yang dinamis, dan lainnya,” tuturnya, di Depok, Sabtu (27/1). Posisi saat magang memang sejalan dengan jurusan, tetapi Fatma menyadari bahwa tetap ada Ilmu-ilmu yang baru ia dapat saat magang. Salah satunya, belajar menyajikan data dan kreativitas dalam konten dapat hadir secara bersamaan. Berkat magang selama empat bulan, ia optimistis akan berkarier di bidang periklanan. Apalagi, ia sudah tertarik pada industri kreatif dan riset sejak SMA. (Yoga)

Jangan Sekadar Bicara Upah Buruh

KT3 09 Feb 2024 Kompas

Sebanyak 43 % responden dari jajak pendapat Kompas pada pertengahan Januari 2024 menyatakan, buruh kini belum hidup layak, bahkan memburuk, disebabkan sistem pengupahan yang kurang berpihak kepada buruh. Meski UU Cipta Kerja disusun dengan dalih untuk upaya penciptaan kerja, formula penghitungan upah minimum dalam undang-undang itu dinilai tidak berpihak kepada buruh. Argumentasi kerap diungkapkan baik oleh buruh maupun pengusaha terkait formula pengupahan itu, hasilnya kehidupan buruh faktanya tidak kian membaik. Ketimpangan pun kian terlihat.

Harian Kompas pada awal minggu ini melaporkan, pada kabupaten tujuan investasi di Sulawesi, kesejahteraan buruh tidak lebih baik. Dengan upah yang diterimanya, tidak mudah bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi untuk menabung bagi kehidupan di hari tua. Demi meningkatkan kehidupan buruh, semua pihak idealnya dapat kembali duduk bersama. Dengan kepala dingin, ada baiknya didiskusikan formula penghitungan upah minimum. Yang tidak kalah pentingnya adalah buruh dan serikat buruh jangan hanya sekadar bicara upah. Idealnya, ada pendelegasian peran pada perwakilan buruh atau serikat buruh untuk memikirkan masa depan buruh, untuk memastikan tetap ada pekerjaan bagi buruh dalam dunia yang berubah begitu cepat.

Di sisi lain, pemerintah harus memastikan agar angka investasi jangan sekadar angka. Peningkatan investasi idealnya berbanding lurus dengan hadirnya kesempatan kerja. Di Cikarang, Jabar, Kompas menjumpai pabrik besar dengan pekerja yang sangat minim karena mekanisasi. Disrupsi teknologi kini semakin mewarnai kehidupan. Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berdampak positif untuk mengefisienkan kerja manusia, tetapi sebaliknya dapat menyingkirkan pekerja dengan keterampilan dan produktivitas yang rendah. Jika perdebatan terkait urusan buruh hanya terfokuskan pada pengupahan, ada potensi justru pekerjaan itu sendiri yang menghilang dalam jangka menengah atau panjang. (Yoga)

China Kelola Warga Senior

KT3 09 Feb 2024 Kompas

China tengah berupaya mengelola penduduk yang berusia tua. Pemerintah China selama empat tahun belakangan berulang kali mengutarakan gagasan bahwa usia pensiun pekerja di negara itu akan ditambah, walau disambut negatif masyarakat, baik tua maupun muda. Data terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi China di tengah terus menurunnya angka kelahiran memungkinan penaikan usia pensiun semakin tidak terelakkan. Laporan terkini itu diterbitkan oleh Economist Intelligence Unit(EIU), divisi analisis dan riset majalah The Economist, Rabu (31/1). Mereka menganalisis penurunan angka kelahiran dengan beban ekonomi, termasuk beban pensiun yang akan ditanggung oleh China per tahun 2035 (Kompas.id, 7/2/2024). China mau tak mau harus segera menaikkan umur pensiun agar sistem pensiun di negara itu tetap berkelanjutan.

Dengan umur pensiun saat ini, laki-laki 60 tahun dan perempuan 55 tahun, akan memunculkan beban fiskal. Sebab, dana pensiun di negara itu ditanggung tiga pihak, yaitu negara, perusahaan, dan karyawan atau pegawai. Pada saat yang sama, China ingin mengelola warga senior sehingga tetap produktif dan bekerja ditengah angka kelahiran yang menurun. Proporsi kelompok senior yang besar diharapkan bisa tetap bekerja di berbagai bidang. Bila usia pensiun dinaikkan, akan mengurangi beban fiskal 20 %. Melihat langkah yang ditempuh China, akan ada beberapa akibat. Beban pada fiskal akan berkurang,tetapi akan menghasilkan tekanan baru, yaitu kelompok senior yang seharusnya menikmati dana pensiunnya terpaksa harus menanti beberapa tahun lagi untuk mengakses dana pensiun.

Mereka harus tetap bekerja. Otomatis akan memunculkan masalah kesejahteraan atau kualitas hidup warga senior. Dampak lainnya adalah tekanan dari warga berusia muda. Kaum muda berpendapat bahwa peningkatan jumlah pekerja yang lebih tua akan mengurangi kesempatan kerja mereka. Kemarahan mereka terpantau dalam berbagai unggahan media sosial di negara itu. China sudah membuat percontohan perpanjangan usia pensiun di Provinsi Jiangsu. Secara sukarela orang boleh mengusulkan untuk menunda usia pensiun. Provinsi lain menunggu uji coba di Jiangsu. (Yoga)

SMK dan Industri Tak Kunjung Selaras

KT3 07 Feb 2024 Kompas

Sekolah menengah kejuruan atau SMK belum mampu menyediakan lulusan dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja. Berdasarkan pengalaman pelaku industri, sangat sedikit lulusan pendidikan vokasi yang mempunyai kematangan sikap dan mental untuk siap menghadapi budaya kerja secara profesional. Imbas dari ketidaksinkronan antara kompetensi yang dihasilkan dan kebutuhan industri tersebut, lulusan SMK menjadi kontributor utama pengangguran terbuka di Indonesia. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2023, jumlah lulusan SMK yang menganggur 1,6 juta orang atau 20 % dari total penganggur yang mencapai 7,99 juta orang. Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Darwoto mengatakan, penyerapan lulusan SMK masih minim karena masalah link and match atau keselarasan yang rendah antara kualifikasi pasokan tenaga kerja yang dicetak SMK dan kebutuhan industri.

”Penyerapan tenaga kerja oleh dunia usaha saat ini dilakukan hanya kepada mereka yang dinilai sudah siap  kerja. Namun, sayangnya, tidak semua lulusan SMK punya kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/2). Menurut Darwoto, payung hukum Perpres No 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi sudah menjadi koridor yang baik untuk menyelaraskan pasokan tenaga kerja yang dicetak pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Namun, pada tataran implementasi peraturan, koordinasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha masih kerap menemui hambatan. Terdapat tiga kompetensi penting yang harus dikuasai oleh calon tenaga kerja, yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan perilaku (attitude). Sayangnya, Darwoto melanjutkan, kebanyakan penyelenggara pendidikan vokasi terlalu berfokus pada pembentukan skill calon tenaga kerja. Padahal, knowledge dan attitude juga merupakan bekal penting untuk kematangan cara bekerja di industri. Karenanya, Apindo kini bekerja sama dengan pemerintah, menjalin kolaborasi antara pemerintah dan para pengusaha untuk menyiapkan lulusan-lulusan yang terhubung dan selaras dengan dunia kerja. (Yoga)

Upah Buruh Antar Daerah Masih Timpang

KT3 07 Feb 2024 Kompas (H)

Belum semua buruh di pabrik-pabrik pengolahan menikmati kesejahteraan yang setimpal, terindikasi dari perbandingan antara nilai upah minimum provinsi atau UMP dan upah riil yang diterima buruh. Menurut data BPS, pada 2023, buruh manufaktur di Indonesia secara rata-rata nasional menerima upah riil Rp 92.164 lebih sedikit dari UMP. Dilihat dari sebarannya, buruh sektor manufaktur di 21 dari 34 provinsi di Indonesia menerima upah bersih bulanan lebih kecil dari UMP di provinsi tersebut. Jumlah selisih antara UMP dan upah riil yang diterima secara rata-rata di 21 provinsi itu mencapai Rp 500.008. Jumlah buruh industri pengolahan di 21 provinsi ini mencapai 4,48 juta orang atau 23,2 % total buruh manufaktur di Indonesia.

”Seharusnya memang UMP adalah upah safety net. Upah riil buruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan UMP menunjukkan produktivitas buruh lebih tinggi sehingga pengusaha mau membayar lebih dibanding UMP. Sementara buruh yang menerima upah kurang dari UMP mengindikasikan tiga hal, yaitu rendahnya produktivitas, banyaknya pencari kerja, dan sektor industri/formal belum berkembang dengan baik sehingga pengusaha dengan mudah memberikan upah lebih rendah dari UMP karena tetap mendapatkan tenaga kerja yang mau menerima,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI) Teguh Dartanto, Selasa (6/2).

Berdasarkan data BPS, provinsi dengan selisih upah paling besar adalah Aceh. Buruh pabrik pengolahan di provinsi tersebut hanya menerima upah bersih bulanan sebesar Rp 1,68 juta. Padahal, UMP 2023 provinsi ujung barat Indonesia tersebut berada di angka Rp 3,41 juta. Provinsi lain dengan kesenjangan UMP dan upah riil yang cukup besar adalah Gorontalo (Rp 1.076.169), NTB (Rp 789.890), dan Sumasel (Rp 725.048). Apabila buruh di keempat provinsi itu dijumlahkan, terdapat sekitar 781.000 buruh industri manufaktur yang menerima upah rata-rata lebih rendah dari UMP provinsi masing-masing. (Yoga)