;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Sinar Mas Multiartha Terbitkan Obligasi Jumbo Rp 5 Triliun

KT1 19 Mar 2024 Investor Daily

PT Sinar Mas Muliaartha Tbk (SMMA) akan melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III dengan target dana Rp 5 triliun. Sebagai tahap awal, perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2024 senilai Rp 1,5 triliun. Dana hasil penerbitan surat utang ini rencananya digunakan untuk pelunasan (refinancing) obligasi, kebutuhan investasi dan modal kerja perseroan.

Manajemen Sinar Mas Multiartha dalam prospektus yang dipublikasikan Senin (18/3) mengungkapkan, obligasi senilai 1,5 triliun ini akan memasuki masa penawaran awal pada 18-22 Maret 2024 dengan target efektif pada 28 Maret 2024, masa penawaran umum pada 2 April 2024, tanggal penjatahan pada 3 April 2024, tanggal distribusi saham secara elektronik danpengembalian uang pemesanan pada 5 April 2024 serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 16 April mendatang. Perseroan telah mendapat peringkat idAA atau double A dari Kredit Rating Indonesia untuk obligasi ini. (Yetede)

Chandra Asri Spin Off Lini Bisnis Infrastruktur

KT1 18 Mar 2024 Investor Daily

Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berencana memisahkan (spin off) unit usaha di bisnis infrastruktur, yaitu pelabuhan, dermaga (jetty) dan fasilitas penyimpanan kepada anak usahanya yang bergerak di bidang pengangkutan dan pergudangan, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPAT).

GM of Legal & Corporate Secretary TPIA Erri Dewi Riani menyebutkan, spin off unit-unit usaha ini akan memiliki empat manfaat. Pertama, optimalisasi pengelolaan asset; kedua, akselerasi dan diversifikasi pengembangan usaha; ketiga, potensi kerjasama strategis dan sinergis; dan keempat, menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.  (Yetede)

Tata Kelola Buruk, Utang BUMN Karya Bengkak

KT3 15 Mar 2024 Kompas

Masalah beban utang menumpuk yang membelit sejumlah BUMN di sektor konstruksi atau BUMN Karya ditengarai muncul karena permasalahan internal dalam tata kelola. Situasi ini diperparah beban penugasan proyek dari pemerintah yang tidak dilandasi perencanaan matang. Salah satu BUMN Karya yang terbelit beban utang adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Berdasarkan laporan keuangan triwulan III-2023, perseroan tercatat memiliki liabilitas Rp 84,1 triliun, tertinggi dibanding beban utang BUMN karya lainnya. Proporsi utang terhadap total aset perseroan mencapai 87,1 %. Sementara itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tercatat sebagai BUMN Karya dengan nilai liabilitas tertinggi kedua sebesar Rp 55,6 triliun. Dengan total aset Rp 66,6 triliun, proporsi utang perseroan terhadap total aset sebesar 83,5 %.

Pengamat BUMN dari UI, Toto Pranoto, mengatakan, tumpukan beban utang yang ditanggung BUMN Karya dipicu masalah internal terkait tata kelola perseroan. Contohnya, Waskita Karya yang enam tahun terakhir mengubah model bisnis dari kontraktor menjadi investor. ”Bisnis model investor adalah mereka berupaya membangun banyak jalan tol, untuk kemudian dijual. Keuntungan yang lebih tinggi dari hasil penjualan akan dinvestasikan atau digunakan untuk proyek di tempat lain,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (14/3). Persoalan di Waskita Karya, terjadi sebab kecepatan perseroan mendivestasi aset tol yang mereka kerjakan terhambat oleh sejumlah hal.

Salah satunya adalah harga jual yang kelewat mahal. Padahal, modal pembangunan tol, mulai dari untuk akuisisi lahan hingga konstruksi jalan tol, bersumber dari berbagai instrumen utang. Di tengah upaya merestrukturisasi utang, perseroan mendapatkan penugasan-penugasan pemerintah untuk membangun infrastruktur lain. Kondisi ini justru malah menambah beban keuangan dari Waskita Karya. Terlebih lagi, penugasan pemerintah kerap tidak diimbangi dengan penempatan ekuitas. ”Akhirnya semua menumpuk hingga tiba di suatu masa mereka mengalami problem likuiditas. Itu menyebabkan BUMN Karya berada dalam situasi seperti saat ini di mana kebutuhan kreditor tidak bisa dipenuhi dan utang jatuh tempo tidak bisa dibayar,” ujar Toto. (Yoga)

Niro Granite Indonesia Ekspansi ke Balikpapan

KT1 13 Mar 2024 Investor Daily (H)

Niro Granite Indonesia, perusahaan manufaktur porcelain tiles dibawah Niro Ceramic Group, resmi membuka showroom Creative Lab by Niro Granite di Balikpapan, Kaltim. Manajemen Niro Granit Indonesia menilai bahwa strategi ini merupakan hal yang sangat apik untuk diambil dalam menggarap potensi pasar di Kalimantan yang semakin positif, terutama seiring dibangunnya Ibukota Negara Nusantara (IKN) di Kaltim.

“Melalui showroom pertama di Kalimantan ini, kami ingin mendekatkan diri ke public, bukan hanya dengan beragam pilihan porcelain tiles, namun juga service yang terbaik,” ucap Choong Be Ren, CEO Niro Granite Indonesia di Jakarta, dalam keterangan tertulis baru-baru ini. (Yetede) 

Bahaya, Salah Sebut Nama Orang di Dalam Perusahaan

KT3 13 Mar 2024 Kompas

Beberapa orangtua belakangan makin rumit dan aneh memilih nama untuk anaknya. Akibatnya, saat anak itu kelak berada di dunia kerja, orang sering kali salah mengucapkan nama teman, karyawan, atau atasan di dalam perusahaan atau sebaliknya. Perusahaan internasional makin sering mengalami masalah seperti ini karena karyawan berasal dari berbagai bangsa. Salah ucap nama menjadi urusan panjang di dalam sebuah tim atau organisasi. Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Namecoach, sebuah perusahaan yang memfasilitasi pengucapan nama dengan menggunakan audio secara daring, 38 % responden melaporkan bahwa nama mereka salah diucapkan di tempat kerja. Sebaliknya, 74 % karyawan mengatakan, mereka sulit mengucapkan nama orang di tempat kerja. Akibatnya, beberapa karyawan enggan memperkenalkan, berbicara, atau menelepon rekan kerja tersebut.

Laporan MIT Sloan Management Review terbaru menyebutkan, meski salah mengucapkan nama karyawan mungkin tampak tidak berbahaya, hal ini menimbulkan kerugian yang besar. Pengucapan nama yang benar adalah praktik yang sering diabaikan. Padahal, pengucapan nama yang benar akan mendorong inklusi dan rasa memiliki di tempat kerja, yang mungkin sangat relevan bagi karyawan internasional. Penelitian menunjukkan, pengucapan nama yang tepat meningkatkan rasa memiliki dan keamanan psikologis. Dalam konteks tim, pengucapan yang benar mendorong pembentukan, pengembangan, dan kohesi tim. Ketika perusahaan makin mengglobal. para pemimpin serta pemikir modern merencanakan cara-cara inovatif untuk menghilangkan masalah segregasi etnis dan olok-olok soal nama. Persoalan ini serius karena kesalahan nama mengurangi inklusivitas dan mengurangi rasa memiliki di dalam perusahaan. (Yoga)

Investasi di Jateng Naik, Lapangan Kerja Baru Terus Meningkat

KT3 13 Mar 2024 Kompas

Berbagai upaya Pemprov Jateng dalam menurunkan angka pengangguran layak diapresiasi. Berdasarkan catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, nilai investasi di provinsi itu melonjak, selama tahun 2023 mencapai Rp 77,02 triliun. Meningkat dibanding taun 2022 di rp 68,4 triliun. Sektor yang diminati investor diantaranya industri barang dari kulit dan alas kaki, mesin elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, makanan dan jasa. 

Pj Gubernur Jateng Nana Sujana mengatakan, sebagai penumpu industri nasional, arah kebijakannya adalah peningkatan produktivitas industri pengolahan, pengembangan industri bahan baku lokal,  penguatan rantai pasok antar industri didukung konektivitas dan logistik pendukung, serta penumbuhan Kawasan Peruntukan Industri (KPI ) baru. 

Menurut data DPMPTSP Jateng, investasi yang masuk di wilayahnya selama 2023 mampu menyerap 280.643 tenaga kerja, meningkat dibanding 2022 yang menyerap 215.775 tenaga kerja. Tingginya penyerapan tenaga kerja itu disebabkan sektor padat karya masih menjadi unggulan investasi di Jateng. Dampaknya, berdasar data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jateng tahun 2023 sebesar 5,13 %, lebih kecil dari TPT nasional di 5,32 %. (Yoga)

Setoran Dividen BUMN 2024 Dipatok Rp 85,8 Triliun

KT3 09 Mar 2024 Kompas

Pemerintah meminta BUMN tidak berhenti bertransformasi di tengah indikasi berlanjutnya pelemahan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan. Kontribusi BUMN terhadap negara dalam bentuk setoran dividen diharapkan bisa meningkat tahun ini hingga mencapai Rp 85,8 triliun. Di hadapan para direktur utama perusahaan pelat merah, Menteri BUMN Erick Thohir menagih komitmen para pemimpin BUMN dalam melakukan terobosan dan inovasi demi meningkatkan kontribusi mereka kepada negara. ”Pemerintah AS sudah mulai mendeteksi perekonomian global akan kembali slowing down. Kita sebagai negara kembali ditantang untuk melakukan terobosan-terobosan, termasuk BUMN,” ujarnya dalam BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) di Jakarta, Kamis (7/3) malam.

Ia menegaskan, proses transformasi BUMN tidak boleh berhenti demi meningkatkan setoran dividen kepada negara dari tahun ke tahun. Ia mengingatkan para dirut BUMN untuk dapat menyetorkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 85,8 triliun, meningkat dibandingkan realisasi dividen tahun sebelumnya. Guna merealisasikan target tersebut, BUMN harus berkomitmen melanjutkan proses transformasi model bisnis sekaligus meningkatkan daya adaptasi terhadap berbagai perubahan dalam peta perekonomian global yang akan terjadi ke depan. ”Meski telah menyetorkan dividen Rp 82,1 triliun sepanjang 2023, negara membutuhkan lebih. Saya sudah bertemu secara personal dengan para dirut (BUMN), mengingatkan tahun depan dividennya harus naik lagi menjadi Rp 85 triliun,” ujarnya. (Yoga)

Akses Pendidikan Terbuka, Kesetaraan Kerja Tertinggal

KT3 09 Mar 2024 Kompas (H)

Akses perempuan Indonesia terhadap pendidikan sudah setara dengan laki-laki. Bahkan, partisipasi perempuan dalam jenjang pendidikan menengah hingga tinggi meningkat lebih cepat dibandingkan laki-laki. Namun, hal ini belum diikuti dengan akses dan kesetaraan bagi perempuan di dunia kerja. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2022 yang dirilis BPS memperlihatkan nilai IKG tahun 2022 sebesar 0,459, turun 0,006 poin dibanding tahun 2021 yang sebesar 0,465. Nilai IKG yang makin turun menunjukkan kesetaraan jender makin baik.

Sementara itu, indikator persentase perempuan berusia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat lebih tinggi dibanding laki-laki, yakni dari 34,87 % pada 2021 menjadi 36,95 % pada 2022. Sementara persentase laki-laki meningkat dari 41,30 % menjadi 42,06 %. Mengacu data Pangkalan Data Diktiristek, di jenjang pendidikan tinggi, jumlah mahasiswi mencapai 3,25 juta orang, lebih banyak dibandingkan mahasiswa yang berjumlah 3,09 juta orang. Sekjen Kemendikbudristek Suharti, di Jakarta, Jumat (8/3) mengatakan, dari sisi akses pendidikan, partisipasi perempuan telah melebihi laki-laki.

Menurut Suharti, kesetaraan jender dalam akses pendidikan semakin baik. Namun, dalam ranah ekonomi dan publik, baru 52-53 % perempuan terlibat. ”Ada tantangan dalam peningkatan pendidikan perempuan yang makin setara dalam pendidikan. Masih perlu peningkatan kesetaraan perempuan dalam ranah ekonomi, bidang STEM (sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika), hingga kepemimpinan di dunia kerja,” kata Suharti.

Akses perempuan pada pendidikan yang sudah lebih terbuka itu belum dibarengi dengan akses dan kesetaraan perempuan di dunia kerja. Pada Profil Pendidikan dan Ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan Jenis Kelamin 2021-2023 dari BPS, laki-laki mendominasi partisipasi angkatan kerja dibanding perempuan. Kemudian upah buruh laki-laki juga masih lebih tinggi dibandingkan buruh perempuan. (Yoga)

Bukit Asam Jajaki Kemitraan dengan Perusahaan China untuk Hilirisasi

KT1 09 Mar 2024 Investor Daily
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah menjajaki kemitraan dengan perusahaan asal China, East China Engeneering Sciece and Technology Co. Ltb untuk menggarap program hilirisasi yang direncanakan pemerintah seperti gasifikasi batu bara menjadi dimenthyl ether (DME) dan mengkaji produk turunan lain semisal metanol dan etanol. Penjajagan tersebut sehubungan dengan mundurnya perusahaan Amerika Serikat, Air Product & Chemical Inc (APCI) yang sebelumnya digadang-gadang menjadi calon mitra kuat PTBA untuk menjalankan program hilirisasi. "Dengan mundurnya Air Product, jadi PTPA tetap berkomitmen  mendukung hilirisasi yang dilkukan  atau yang diprogramkan pemerintah. Jadi, untuk DME kami memang  sedang melakukan penjajakan dengan beberapa perusahaan di China," ujar Direktur Utama PTBA Arsal Ismail. (Yetede)

Perusahaan Tak Butuh Sarjana

KT3 08 Mar 2024 Kompas

Banyak perusahaan global yang makin mengabaikan gelar sarjana. Mereka membutuhkan keterampilan dan kecekatan dibandingkan dengan berba gai gelar. Sejak Desember tahun lalu, tidak sedikit perusahaan dunia yang percaya diri dengan tidak mencantumkan syarat sarjana dalam setiap lowongan kerja. Mereka lebih mendeskripsikan kemampuan yang dibutuhkan dan memanggil mereka yang siap untuk berkompetisi merebut peluang itu. Hampir separuh perusahaan di AS berencana menghapus syarat sarjana dalam iklan lowongan pekerjaan dalam survei yang dilakukan oleh Inteligent.com pada November 2023. Survei terhadap 800 perusahaan di AS itu memberi wawasan baru tentang bagaimana perusahaan berencana menghilangkan syarat gelar sarjana untuk lowongan kerja pada 2024. Mereka juga tengah memikirkan alat lain yang bisa digunakan untuk mengevaluasi kandidat pekerjaan.

Laporan Forbes terbaru menyebutkan, banyak perusahaan beramai-ramai menghapus gelar sarjana dari iklan pekerjaan mereka. Mereka telah mengubah konsep dari perekrutan berdasarkan gelar pendidikan ke perekrutan berbasis keterampilan. Beberapa waktu yang lalu, Walmart mengumumkan rencananya untuk menghapus keharusan syarat sarjana. Sebelumnya, General Motors mengatakan, pihaknya mencabut keharusan syarat gelar empat tahun untuk banyak pekerjaan. Awal tahun itu, Delta Air Lines menjadi berita utama karena menghapus gelar sebagai prasyarat saat merekrut pilot. Penyebabnya, yang dibutuhkan perusahaan adalah keterampilan, juga alasan sosial ekonomi, yakni orang makin sulit menjangkau gelar sarjana.

Sejak pandemi, semakin banyak pemimpin bisnis yang mengatakan gelar sarjana tidak lagi diperlukan untuk pekerjaan yang dapat menghasilkan banyak uang. Mereka melihat banyak tenaga yang dengan pendidikan terbatas bisa mengerjakan sejumlah tugas. Laporan Higher Edi Div menyebutkan, dengan meningkatnya biaya pendidikan dan biaya hidup, mereka yang memiliki masalah ekonomi beralih mencari pendidikan yang murah dan dirasa lebih cocok dibanding mencari gelar sarjana. Di Indonesia, beberapa perusahaan mulai mencoba cara ini meski tidak terbuka. Mereka mengatakan lebih melihat keterampilan kandidat dibandingkan dengan gelar yang didapat. (Yoga)