Perusahaan
( 1089 )Adaro Energy Perpanjang Buyback Saham Rp 4 T
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) memperpanjang masa pembelian kembali (buyback) saham perseroan selama tiga bulan pada 20 Juni-19 September 2022. Untuk mendukung program buyback tersebut, emiten pertambangan batu bara papan atas ini menganggarkan dana hingga Rp 4triliun. "Perseroan bermaksud melakukan perpanjangan kembali buyback selama tiga bulan sejak tanggal keterbukaan informasi ini sejalan dengan berakhirnya periode perpanjangan kedua pembelian kembali saham perseroan pada 21 Juni 2022," kata Corporate Secretary Adaro Energy Indonesia, Mahardika Putranto dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/6). Selain itu, Mahardika menambahkan, masih terdapat sejumlah saham yang dapat dibeli kembali oleh perseroan dari ketentuan jumlah maksimal pembelian kembali saham sebagaimana digariskan Peraturan OJK Nomor 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Kembali Oleh Emiten atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuatif Secara Signifikan. (Yetede)
KINO Meminta Restu Penambahan 25 Kegiatan Usaha
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) berencana menambah kegiatan usaha yang belum terdapat di Anggaran Dasar. Total, ada 25 kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan oleh KINO, mulai dari menjalankan usaha industri pengasinan/pemanisan buah-buahan dan sayuran hingga industri alat kesehatan.
"Kami tentunya mengharapkan bahwa kegiatan usaha baru tersebut akan membantu meningkatkan kinerja penjualan dan laba perseroan," jelas manajemen KINO seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Senin (13/6). Pihak KINO juga melihat peluang-peluang usaha dan potensi yang menarik dari kegiatan usaha baru yang akan ditambahkan tersebut.
Dengan dijalankannya penambahan kegiatan usaha tersebut, KINO memprediksi bisa meningkatkan laba perusahaan antara 0,25% hingga 2,11%.
Untuk memperlancar rencananya, KINO akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan digelar Rabu ini (15/6).
Ikhtiar Membayar Utang Krakatau Steel
Sejumlah BUMN direncanakan menambah modal melalui aksi memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias right issue pada semester II 2022. Salah satu yang akan melaksanakan aksi korporasi tersebut adalah perusahaan asal pelat merah, PT Krakatau Steel, Tbk. Right Issue menjadi salah satu yang direncanakan Krakatau Steel guna mendapatkan dana segar untuk membayar utang. Tahun ini perseroan ditargetkan melunasi utang sebesar US$524 juta. Dana segar dari right issue direncanakan dipakai Krakatau Steel untuk pelunasan utang Tranche B dan pengembangan usaha. "Harapannya, publik akan yang men-subscribe, tanpa partisipasi pemerintah, " ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat bersama DPR, 8 Juni lalu. "Di tahun 2022 kami berencana melakukan pengurangan jumlah utang hingga 50% dari total utang pada MRA (Master Restructuring Agreement) di tahun 2020," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim.
Lagi, Developer Meminta Pelonggaran Syarat Pengajuan KPR
Developer meminta agar kalangan perbankan melonggarkan persyaratan pengajuan persyaratan kredit kepemilikan rumah (KPR). Di sisi lain pemanfaatan KPR diprediksi kembali mencapai di atas 70%. Menurut Arvin F Iskandar, Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima Tbk (Gapuraprima), di tengah pandemi Covid-19, ada kebijakan perusahaan yang membuat status karyawan dari tetap menjadi tidak tetap. Padahal karyawan yang bersangkutan masih memiliki daya beli yang cukup. "Semestinya, aturan karyawan itu mempertimbangkan juga situasi perusahaan di tengah pandemi Covid-19," kata Arvin. Syarat yang memudahkan konsumen untuk membeli hunian dinilai bakal memberi angin segar penjualan di tengah pandemi Covid-19. "Kami harapkan pengurangan filter dari perbankan agar konsumen kembali ke bank yang karena pandemi Covid-19 presentase pemanfaatan KPR menurun, (Yetede)
Kevin B Aluwi Perkuat Jajaran Komisaris GoTo
Co-Founder CEO Gojek Kevin B Aluwi yang saat ini menjabat sebagai direktur PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan bertransisi dari jabatan eksekutifnya di Gojek untuk memperkuat jajaran Komisaris di GoTo. Kevin akan mendukung manajemen di GoTo dalam pencapaian misi dan visinya untuk mendorong kemajuan bagi para pengguna dan mitra di dalam ekosistem perusahaan, serta masyarakat di mana GoTo beroperasi. Dalam perannya sebagai Dewan Komisaris GoTo nanti, Kevin akan fokus mendukung pengembangan kendaraan listrik di Gojek sebagai bagian dari komitmen perusahaan menuju 'nol emisi' pada 2030. Setelah mendapat persetujuan pemegang saham, peran dan tanggung jawab Kevin sebagai CEO Gojek akan dipegang oleh Andre Soelistyo yang juga menjabat sebagai CEO GoTo. Andre akan bekerja secara erat bersama tim manajemen Gojek untuk menjalankan strategi bisnis on-demand GoTo. (Yetede)
Astra International Tinggalkan Batubara
Sejalan dengan strategi keberlanjutan, dengan kian peduli pada lingkungan yang bersih dan hijau, Grup Astra Internasional terus mengembangkan sumber energi baru terbarukan. ”Kami mulai meninggalkan batubara, termasuk tak lagi menambah investasi di bidang ini,” kata Dirut PT Astra International Tbk. Djony Bunarto Tjondro dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi media yang tergabung dalam Kompas Gramedia (KG), Senin (6/6), secara daring di Jakarta. (Yoga)
Pisah dari MIND ID, Inalum Fokus Garap Smelter
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bakal berpisah atau split-off dari entitas Holding Industri Pertambangan atau Mineral Industry Indonesia (MIND ID) pada kuartal III atau IV tahun ini. Selanjutnya, Inalum akan beroperasi secara mandiri menjadi perusahaan pengoperasian smelter aluminium. Dengan pemisahan ini maka MIND ID akan berperan sebagai investment holding. Sementara Inalum akan fokus menjalankan kegiatan operasional. Pemisahan Inalum operating dari MIND ID sendiri merupakan bagian dari rencana Initial Public Offering (IPO). Seperti diketahui, holding pertambangan BUMN sendiri telah terbentuk sejak tahun 2019 yang lalu. Inalum ditunjuk menjadi induk holding yang bernama MIND ID tersebut. Setelah berpisah dengan operasional Inalum, MIND ID bakal bertindak sebagai strategic holding company. Kepemilikan sahamnya masih akan dikuasai pemerintah 100%. (Yetede)
Kuartal II, GoTo Targetkan Pendapatan 5,6 Triliun
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menargetkan pendapatan bruto (gross renevue) pada kuartal II-2022 sekitar Rp 5,3 triliun hingga Rp5,6 triliun dengan gross transaction value (GTV) sekitar Rp142 triliun hingga Rp150 trilun. Pengembangan bisnis yang cukup kuat dikuartal II-2022 menjadi bekal perseroan untuk melanjutkan tren kinerja positif. "Untuk itu, dikuartal II-2022 guidance kami untuk GTV akan berada diantara Rp142 trilun sampai Rp150 triliun. Jad range-nya disekitar itu. Dan grass renevue akan berada dikisaran Rp5,3 triliun sampai Rp 5,56 triliun," ucap Direktur Utama PT Go To Gojek Tokopedia Andre Soelistyo dalam konferensi pers, Senin (30/5). DItambah lagi, jika berkaca pada performa GoTo pada kuartal I-2022 yang membukukan kinerja solid diketiga bisnis utamanya yaitu bisnis segmen on demand, e-commerce, dan financial technology. Secara keseluruhan, Andre menyebut, nilai GTV perseroan tumbuh 46% secara yoy menjadi Rp 140 triliun. (Yetede)
PPRE Mengantongi Kontrak Baru Rp 1,7 Triliun
PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 1,7 triliun dalam lima bulan pertama tahun ini. Direktur Perencanaan Bisnis & HCM PPRE Rebimun mengatakan, realisasi tersebut masih sesuai dengan target perusahaan.
"Kami proyeksikan sampai Juni 2022 kontrak baru kami sebesar Rp 1,98 triliun, jadi ini masih on track," ujarnya dalam konferensi pers penawaran umum obligasi PPRE tahun 2022, Senin (30/5).
WIKA Incar Proyek Rp 21 Triliun
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meraih fasilitas kredit modal kerja Rp 340 miliar dari Bank Tabungan Negara (BBTN). Pinjaman itu untuk menyokong proyek Smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur.
WIKA meraih pinjaman itu untuk keperluan pembiayaan modal kerja dalam rangka penyelesaian proyek. "Terutama pembiayaan atas pekerjaan pemancangan dan sipil area CE proyek Smelter Manyar yang berlokasi di Gresik," kata Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk, dalam keterbukaan informasi, Kamis (25/5). Di sisi lain, WIKA terus berupaya mengejar target kontrak baru sebesar Rp 42,57 triliun pada tahun 2022. Terkait target kontrak baru pada kuartal-kuartal ke depan, Mahendra bilang, WIKA menyasar proyek pemerintah dan BUMN yang akan ditenderkan sampai akhir tahun ini. Di saat yang sama mereka mengincar proyek di luar negeri seperti di Asia dan Timur Tengah. "Total nilai tender yang kami ikuti sampai saat ini mencapai Rp 21 triliun dan masih akan ada lagi tender yang diikuti hingga akhir tahun 2022," ujar dia, Jumat (27/5).









