Perusahaan
( 1089 )Erick Thohir: Kontribusi BUMN ke Negara Naik Rp.68 Triliun
JAKARTA, ID – Jurus jitu Menteri BUMN Erick Thohir dalam mentransformasi BUMN membuahkan hasil. Terbukti, selama tiga tahun terakhir, akumulasi kontribusi BUMN ke pemasukan negara dalam bentuk setoran pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 1.198 triliun, naik Rp 68 triliun dibandingkan perolehan 2016- 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. “Sementara itu, kalau kita melihat buku BUMN, laba bersih tahun ini naik signifikan sekitar Rp 144 triliun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Erick saat berkunjung ke kantor Berita Satu Media Holdings (BSMH), Jakarta, Kamis (15/9). Bila BUMN sehat bugar, tutur Erick, program ekonomi kerakyatan juga akan dapat mudah terealisasi. Salah satunya merger PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) dan PT Pegadaian untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai ujung tombak ekonomi.
Laba Bersih Copper Melesat 1,549% Jadi Rp 1,43 Triliun
JAKARTA, ID – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berhasil mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 96,79 juta atau setara Rp 1,43 triliun pada semester I-2022. Perolehan laba bersih ini tumbuh 1.549,51% dibanding periode sama tahun sebelumnya US$ 5,86 juta. Fowler menjelaskan, perseroan memperoleh pendapatan tambahan sebesar US$ 94 juta dari penjualan NPI oleh anak usahanya PT Merdeka Battery Materials (MBM). Pendapatan tersebut berasal dari penjualan 5.041 ton nikel dengan harga jual rata-rata US$ 18.669 per ton. “Pendapatan ini merupakan penjualan NPI pasca penyelesaian akuisisi MBM pada 17 Mei 2022,” ujar dia. Tahun ini, produksi NPI dari masing-masing anak usaha, yakni PT Cahaya Smelter Indonesia (CSIS) dan PT Bukit Smelter Indonesia (BSIS) diperkirakan mencapai 17.000 hingga 19.000 ton nikel di NPI dengan AISC US$ 13.500-15.500 per ton. Salah satu komponen biaya utama smelter adalah bahan baku bijih, yang harganya ber variasi tergantung pada harga nikel. (Yetede)
Vale Indonesia Garap Proyek Jumbo Rp 127 Triliun
JAKARTA, ID – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah menggarap tiga proyek besar senilai total US$ 8,6 miliar atau setara Rp 127,54 triliun. Ketiga proyek tersebut adalah smelter nikel Bahodopi di Sulawesi Tengah senilai US$ 2,3 miliar, smelter nikel Sorowako Limonite di Sulawesi Selatan senilai US$ 1,8 miliar, dan smelter Pomalaa di Sulawesi Tenggara sebesar US$ 4,5 miliar. Manajemen Vale Indonesia dalam materi paparan publik yang dikutip Minggu (11/9/2022) mengungkapkan, smelter nikel Bahodopi akan menghasilkan 73 ribu ton nikel dalam FeNi. Proyek yang diperkirakan menghabiskan investasi US$ 2,3 miliar tersebut untuk fasilitas pengolahan nikel Reduction Kiln-Electric Furnace (RKEF) dan tambang. Pengerjaan proyek berlangsung pada 2022- 2025. Di proyek Bahodopi, perseroan akan bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok Taiyuan Iron & Steel (Group) Co Ltd (Tisco) dan Shandong Xinhai Technology Co Ltd (Xinhai). “Tahun ini menjadi tahun yang bersejarah, dan menjadi fase yang penting antara perseroan, Xinhai, dan Tisco, dengan disepakatinya penandatanganan perjanjian investasi Blok Bahodopi. Pekerjaan di lapangan bisa dipercepat dan diharapkan segera rampung pada tahun 2025 sesuai dengan kontrak karya,” kata Direktur Utama Vale Indonesia Febriany Eddy dalam acara penandatanganan kerja sama dan investasi untuk proyek Blok Bahodopi di Jakarta, pekan lalu. (Yetede)
Melesat 8.771% Laba Bersih, Bumi Resource Tembus Rp 2,49 T
JAKARTA, ID – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 167,7 juta atau sekitar Rp 2,49 triliun pada semester I-2022, terbang jauh 8.726% dari periode yang sama tahun lalu yang sebanyak US$ 1,9 juta. Pendapatan konsolidasi sepanjang semester I-2022 sebesar US$ 3,81 miliar, meningkat 66% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 2,29 miliar. “Pendapatan BUMI naik. (Kenaikan) ini diperoleh dari realisasi kenaikan harga batu bara sebesar 92%,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava dalam keterangan resmi, Kamis (1/9/2022). Beban usaha BUMI periode hingga 30 Juni 2022 adalah US$ 159,5 juta. Ini lebih besar 39% dari periode sama 2021 di US$ 114,4 juta. Sedangkan laba usaha US$ 931, juta pada semester I-2022. Angka itu meningkat 151% dibandingkan semester I-2021 yang berjumlah US$ 370,9 juta. Margin usaha di semester pertama tahun ini meningkat tajam jadi 24,4%, dibanding 16,2% pada semester I-2021. (Yetede)
Pemasukan Negara dari Freeport Capai US$ 7,5 Miliar
MIMIKA, ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang kontribusi PT Freeport Indonesia bagi pemasukan negara, mencapai US$ 7,5 miliar pada tahun 2021. Selain berkontribusi bagi pemasukan negara, PT Freeport Indonesia juga berperan sebagai pemicu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bagi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. "Saya senang karena pendapatan dari PT Freeport Indonesia pada tahun lalu berada di sekitar, enggak tahu ini moga-moga enggak salah saya, di angka US$ 7,5 miliar. Ini juga angka yang gede banget,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan jajaran karyawan dan pimpinan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, pada Rabu (31/8). Presiden Jokowi mengungkapkan, selain berkontribusi bagi pemasukan negara, PT Freeport Indonesia juga berperan sebagai pemicu pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bagi Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. (Yetede)
Sarana Menara Akuisisi Aset Fiber Optik Alita Rp801 Miliar
Emiten Infrastruktur Telekomunikasi Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), memborong aset fiber optik PT Alita Praya Mitra senilai Rp 801 miliar. Berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli , BIT akan membeli aset beroptik milik Alita dengan nilai transaksi Rp 801 miliar, tunduk pada penyesuaian berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli,” kata Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Monalisa Irawan dalam keterangan resmi, Senin (8/8/2022). Selain meneken perjanjian pengikatan jual beli aset ber-optik antara BIT selaku pembeli dan Alita sebagai penjual, dalam transaksi tersebut juga ditandatangani perjanjian jaminan perusahaan oleh anak usaha TOWR yang lain yaitu PT Iforte Solusi Infotek (Iforte). Penandatanganan jaminan perusahaan ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1 huruf bangka 2 POJK 42 tentang transaksi antara sesama perusahaan terkendali yang paling sedikit 99% sahamnya dikuasai perseroan. (Yetede)
Adaro Energy Bangun Pusat Persemaian di Kalsel
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) meraih kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membangun dan mengelola pusat persemaian berkapasitas 10-12 juta batang pohon per tahun di Liang Anggang, Banjar baru, Kalimantan Selatan (Kalsel). “Pusat Persemaian ini disiapkan sebagai penyuplai bibit untuk rehabilitasi lahan dan pemulihan lingkungan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan sekitarnya,” kata Presiden Direktur. Adaro Energy Indonesia, Garibaldi Thohir dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan pusat persemaian di Liang Anggang, Banjarbaru, Kalsel, Kamis (4/8). “Untuk itu, berbekal pengalaman kami dalam melakukan rehabilitasi, serta pengelolaan lahan bekas tambang dan lahan kritis maupun rehabilitasi daerah aliran sungai, kegiatan ini akan memberi manfaat yang luas bagi Kalsel dan bumi Indonesia tercinta,” ujar dia. (Yetede)
6 Emiten Raih Predikat Top Performing Listed Companies 2022
Sebanyak enam emiten meraih predikat Top Performing Listed Companies dalam ajang Best Listed Companies Awards 2022 yang digelar Majalah Investor. Keenam emiten tersebut yaitu PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK). Indonesia salah satu negara yang berhasil melalui tekanan pandemi Covid-19 lebih cepat. Hal itu terlihat dari sejumlah indikator ekonomi makro Indonesia yang menunjukkan tren positif. Pemulihan ekonomi Indonesia sudah tampak sejak tahun lalu. Momentum pemulihan benar-benar dimanfaatkan kalangan emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mayoritas emiten mencetak pertumbuhan kinerja yang signifikan pada tahun buku 2021. Tidak sedikit yang kinerjanya tumbuh sangat impresif, karena mampu mengoptimalkan peluang yang ada, seperti kenaikan harga komoditas pangan dan energi, maupun tingginya kebutuhan layanan kesehatan. (Yetede)
Jababeka akan Bangun The Next Silicon Valley di Indonesia
PT Jababeka Tbk akan meluncurkan proyek Jababeka Silicon Valley pada semester II 2022. Proyek ini merupakan suatu pengembangan kawasan pusat inovasi dan bisnis modern terpadu berbasis teknologi terbesar dan diyakini sebagai "The next sillicon valley" di Indonesia. Untuk itu, PT Jababeka Tbk secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU yang menggandeng BRIN AI (PT Bisa Artifisial Indonesia) dan Indogen Capital. "Untuk mewujudkan Indonesia 4.0 PT Jababeka Tbk berkomitmen untuk menciptakan lingkungan serta ekosistem yang mendukung, agar seluruh stakeholder dapat memanfaatkan teknologi dengan berkelanjutan dan efisien. Dalam hal ini, keterlibatan BRIN, Indogen Capital, dan BISA AI menjadi langkah strategis untuk memfasilitasi pelaku industri agar bergabung dalam lingkungan yang tak hanya tech-savvy, namun juga kreatif dan kolaboratif," kata Tjahjadi Rahardja, Direktur Utama PT Jababeka Tbk melalui siaran pers, Jumat (27/7). (Yetede)
Home Credit Dapat Suntikan Rp 156 Miliar
PT Home Credit Indonesia memperoleh guyuran dana USD 10,4 juta atau Rp 156 miliar dari Deutsche Bank untuk penyaluran pembiayaan berkelanjutan berbasis Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola Perusahaan (ESG). Direktur Home Credit Indonesia Volker Giebitz mengatakan, kerjasama ini selaras dengan visi perusahaannya untuk terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan di Indonesia. (Yoga)









