Perusahaan
( 1089 )Semester I, Mitratel Cetak Laba Bersih Rp 879 Milliar
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel membukukan laba bersih sebesar Rp 879 miliar hingga semester I-2022, meningkat 25,5% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 701 miliar. Pencapaian ini sesuai dengan guideline yang ditetapkan perseroan. Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama mengatakan, pihaknya berhasil membukukan kinerja laba bersih sesuai dengan target yang sudah ditetapkan pada awal tahun. Dari sisi angka revenue dari ABITDA, juga in-line dengan guideline. Mungkin, yang berubah alokasi antara Bulit to Suit (B2S) and kolokasi," ujar Hendra kepada Investor Daily. Lalu dari sisi EBITDA, emiten yang berencana menjadi perusahaan digital telco ini juga memperlihatkan kinerja apik dengan pembukuan sebesar Rp 2,8 triliun, tumbuh sekitar 16,9% dibandingkan EBITDA Juni tahun lalu yakni Rp 2,4 triliun. Perihal kolokasi, tahun ini MTEL mengincar sejumlah penyewa (tenant) kolokasi melonjak signifikasi sebanyak 3.000 sampai 4.000 yang utamanya berasal dari PT Indosat Ooredoo Hutchinson Tbk (ISAT). (Yetede)
Arwana Citra Mulia Raup Penjualan Rp 1,35 Triliun
PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) mencatatkan penjualan neto sebesar Rp1,35 triliun pada semester I-2022, tumbuh 8,98% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,24 triliun. Kenaikan tersebut mendorong perolehan laba bersih melonjak 38% menjadi Rp305,79 miliar. Emiten produksi keramik tersebut mampu membukukan peningkatan pendapatan sebanyak Rp112 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini, menjadi Rp 1,35 triliun. Sementara beban pokok penjualan stabil diangka Rp805 miliar, yang membuat perseroan meraup laba kotor senilai Rp 552,99 miliar atau naik 20,25% dibanding semester I-2021 yang sebesar Rp 441,02 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Senin (18/7), aset perseroan mencapai Rp 2,21 triliun per 30 Juni 2022, berkurang tipis dari catatan per 31 Desember 2021 yang senilai Rp 2,24 triliun. Liabilitas perseroan juga menurun per 30 Juni 2022 menjadi Rp 663,4 miliar, dibanding pada 31 Desember yang sebesar Rp 670,35 miliar. (Yetede)
Semester I, Laba Mitrabahtera Melesat 6,884%
PT Mitra bahtera Segara Sejahtera Tbk (MBSS) mencatatkan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2022 sebesar 6.884,7% secara year on yera (yoy) menjadi US$ 4,69 juta dibandingkan laba bersih semester I-2021 sebesar US$ 67.182.Mengutip laporan keuangan konsolidasi perseroan periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2022 (unaudited), pendapatan emiten jasa pelayanan tersebut hanya naik 15,61% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) menjadi US$ 38,5 juta. Namun MBSS mampu mempertahankan biaya beban langsung di kisaran US$ 28 juta, seperti pada semester I-2021. Namun pada posisi keuangan konsolidasi, jumlah liabilitas MBSS pada akhir Juni 2022 naik 144% menjadi US$ 20,79 juta dari US$ 8,53 juta pada akhir tahun lalu. Total liabilitas di akhir kuartal II-2022 ini terdiri atas liabilitas jangka pendek senilai US$ 8,89 juta yang naik 48,41% dibandingkan 31 Desember 2021 year on date. (Yetede)
PTPN Group Dukung Pencapaian Swasembada Pangan Nasional
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (persero)) atau PTPN Group melalui anak-anak usahanya terus melakukan riset dan pengembangan guna mendukung dan menyukseskan program swasembada pangan nasional. Hasil riset dan pengembangan termutahkhir yang tengah yang tengah diimplementasikan perusahaan BUMN tersebut di lapangan adalah meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan tebu sekaligus meningkatkan produksi kedelai melalui pilot project tumpang sari (intercropping) tebu-kedelai (Sistem Bule). Gagasan Sistem Bule tersebut diinisiasi oleh PTPN Group dan Kementerian BUMN yang mana dari luasan areal yang dimiliki PTPN turut memberikan andil dalam meningkatkan produksi kedelai di Indonesia dan khususnya produksi tebu untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi nasional. Untuk mengawal kesuksesan pengembangan Sistem Bule tersebut, PTPN Group bekerja sama dengan dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institute Pertanian Bogor (IPB). (Yetede)
United Tractors akan Buyback Saham Rp 5 T
PT United Tractors Tbk (UNTR) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Aksi korporasi ini diharapkan dapat menyetabilkan harga saham UNTR dalam kondisi pasar yang fluktuatif, selain memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham perseroan secara fundamental. "Pembelian kembali saham juga memberikan felsitabilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, dimasa saham treasuri dapat dijual dimasa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan penambahan modal," kata Corporate Secretary United Tractors Sara K Lobis dalam keterbukaan informasi, Rabu. Sara mengungkapkan bahwa saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor perseroan. Buyback akan dilakukan secara bertahap untuk periode tiga bulan terhitung sejak tanggal 13 Juli 2022 sampai dengan 12 Oktober 2022. Pelaksanaan transaksi pembelian saham akan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). (Yetede)
Ekspansi ke Pabrik Kloset, Mark Dynamic Siapakan Capex Rp280 Miliar
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) tengah menyiapkan ekspansi ke pabrik produk sanitasi berupa kloset duduk dengan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 280 miliar. Dalam keterbukaan informasi produsen cetakan sarung tangan yang berkedudukan di Medan tesrebut dikemukakan, Rp 70 miliar dari capex itu akan digunakan untuk pembangunan pabrik, sisanya Rp210 miliar untuk pengadaan mesin. Nanti pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi hingga 1.700 unit per bulan. "Tahun ini dalam proses analisis pasar atau feasibility studi. Diharapkan, tahun depan kami sudah ekspansi ke produk kloset," ujar Direktur Keuangan Mark Dynamics Indonesia Budi Muharsyah di Jakarta, Jumat (1/7). Selain memproduksi kloset dengan beragam varian, perseroan juga berencana menggarap bisnis aksesoris kloset seperti tutup kloset dan lainnya. (Yetede)
Melonjak 98%, Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp 9,9 Triliun
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp 9,9 triliun pada Januari-Mei 2022, melonjak 98% dibanding periode sama tahun lalu Rp 5,0 triliun. "Beberapa kontrak baru yang didapatkan ADHI, diantaranya adalah Pekerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen seksi 6, dan pembangunan Lambaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPKS) Cibitung," kata Sekretaris Perusahaan Farid Budiyanto dalam keterangan resminya. berdasarkan segmentasi sumber dana, sambung Farid, realisasi kontrak baru yang bersumber dari Pemerintah sebesar 18% dan sumber BUMN dan BUMND sebesar 6%. Sedangkan proyek kepemilikan swasta/lainnya termasuk proyek investasi sebesar 76%. Terbaru, kata farid, perseroan bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan China CAMC Engineering Co Ltd telah meneken kontrak paket pekerjaan pembangaunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, senilai Rp4,15 triliun. "Kontrak ini merupakan salah satu jejak yang dibuat ADHI di Juni 2022," tegas dia. (Yetede)
Melonjak 98%, Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp 9,9 Triliun
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp 9,9 triliun pada Januari-Mei 2022, melonjak 98% dibanding periode sama tahun lalu Rp 5,0 triliun. "Beberapa kontrak baru yang didapatkan ADHI, diantaranya adalah Pekerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen seksi 6, dan pembangunan Lambaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPKS) Cibitung," kata Sekretaris Perusahaan Farid Budiyanto dalam keterangan resminya. berdasarkan segmentasi sumber dana, sambung Farid, realisasi kontrak baru yang bersumber dari Pemerintah sebesar 18% dan sumber BUMN dan BUMND sebesar 6%. Sedangkan proyek kepemilikan swasta/lainnya termasuk proyek investasi sebesar 76%. Terbaru, kata farid, perseroan bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan China CAMC Engineering Co Ltd telah meneken kontrak paket pekerjaan pembangaunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, senilai Rp4,15 triliun. "Kontrak ini merupakan salah satu jejak yang dibuat ADHI di Juni 2022," tegas dia. (Yetede)
Tahan Banting Kargo Bandara
Para pengelola bandara domestik terus berinovasi dengan segmen bisnis kargo yang nyaris tidak terganggu oleh pandemi Covid-19. Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero), Rahardian G Yogisworo, mengatakan entitasnya justru sedang membagi klarifikasi bandara sesuai dengan karakter di setiap lokasi. "Dengan skema hub estabilishment, beberapa bandara di proyeksikan menjadi hub kargo domestik dan internasional," ucap dia kepada Tempo, kemarin. Dari 15 bandara perseroan, terdapat tujuh lokasi yang akan menjadi hub spesialis. Bandara Juanda di Surabaya, Rahardian mencontohkan, bakal dijadikan hub untuk ekspor-impor produk industrial. Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali akan menjadi hub transhipment atau pemindahan muatan penerbangan internasional. Sedangkan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar akan menjadi hub distribusi produk laut dan farmasi di wilayah Indonesia Timur. (Yetede)
DLTA Incar Pertumbuhan di Area Wisata
Produsen Bir Anker, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) optimistis dapat mencetak pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2022 ini. Hal ini seiring dengan pertumbuhan kinerja sepanjang kuartal I-2022. Sepanjang kuartal I-2022, DLTA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 198,82 miliar atau naik 13,49% secara year on year (yoy) dari Rp 175,18 miliar yang dicetak pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Pemasaran Ronny Titiheruw menjelaskan, pertumbuhan penjualan tersebut disebabkan karena meredanya kasus Covid-19, yang akhirnya berimbas pada pembukaan daerah-daerah turis. Dia mencontohnya pembukaan Bali untuk wisatawan. Lebih lanjut dia bilang, untuk akhir 2022, DLTA optimistis kinerja dapat tumbuh secara maksimal. Perusahaan berharap dapat mencetak pertumbuhan baik dari sisi pendapatan atau laba bersih di atas pencapaian tahun lalu, tapi dia enggan menyebutkan target besaran pertumbuhannya.
Sebagai gambaran, DLTA berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 24,68% yoy menjadi Rp 546,33 miliar di akhir 31 Desember 2021. Sementara, laba bersih laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 51,60% yoy Rp 188,04 miliar sepanjang tahun lalu. "Banyak daerah-daerah turis seperti Labuan Bajo dan lainnya, tapi tentu tergantung pandemi Covid-19 juga. Mudah-mudahan pandemi cepat selesai sehingga situasi pasar kembali normal," kata Ronny kepada Kontan, Rabu (22/6)








