;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Investasi di Goto Akan Untungkan Telkom 2023

KT1 08 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) optimistis investasi di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan mendatangkan keuntungan besar mulai tahun 2023. Adapun penurunan harga saham GOTO dalam beberapa hari terakhir dipicu aksi profit taking para investor dan bersifat sementara. Chief Executive Officer Telkom Ririek Adriansyah menilai, Goto adalah perusahaan dengan fundamental baik. Namun, hanya saja setelah  periode penguncian saham (lock up) dibuka, terjadi aksi profit taking di pasar negosiasi. Hal ini yang membuat harga saham GOTO menurun. “Setelah aksi profit taking ini selesai, harga saham GOTO diproyeksikan kembali stabil,” jelasnya kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (7/12/22). “Artinya, harga saham GOTO saat ini adalah low based, sehingga besar kemungkinan GOTO akan memberikan potensi pendapatan yang tinggi pada tahun depan,” ujar dia. “Artinya, harga saham GOTO saat ini adalah low based, sehingga besar kemungkinan GOTO akan memberikan potensi pendapatan yang tinggi pada tahun depan,” ujar dia. (Yetede)

Investasi di Goto Akan Untungkan Telkom 2023

KT1 08 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) optimistis investasi di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan mendatangkan keuntungan besar mulai tahun 2023. Adapun penurunan harga saham GOTO dalam beberapa hari terakhir dipicu aksi profit taking para investor dan bersifat sementara. Chief Executive Officer Telkom Ririek Adriansyah menilai, Goto adalah perusahaan dengan fundamental baik. Namun, hanya saja setelah  periode penguncian saham (lock up) dibuka, terjadi aksi profit taking di pasar negosiasi. Hal ini yang membuat harga saham GOTO menurun. “Setelah aksi profit taking ini selesai, harga saham GOTO diproyeksikan kembali stabil,” jelasnya kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (7/12/22). “Artinya, harga saham GOTO saat ini adalah low based, sehingga besar kemungkinan GOTO akan memberikan potensi pendapatan yang tinggi pada tahun depan,” ujar dia. “Artinya, harga saham GOTO saat ini adalah low based, sehingga besar kemungkinan GOTO akan memberikan potensi pendapatan yang tinggi pada tahun depan,” ujar dia. (Yetede)

Pemerintah Didesak Cegah PHK Semakin Meluas

KT3 02 Dec 2022 Kompas

Pemerintah diminta segera mencari solusi terhadap PHK yang marak di Indonesia agar tak semakin meluas. Respons cepat diperlukan untuk mencari solusi terbaik dengan melibatkan pengusaha dan serikat pekerja. Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, mengingatkan, gelombang PHK pada tahun ini telah melanda sejumlah sektor industri, di antaranya industri tekstil, garmen, serta sepatu dan alas kaki. Berdasarkan data Kemenaker, jumlah tenaga kerja yang dikenai PHK hingga Oktober 2022 sebanyak 11.626 pekerja. Berdasarkan data Asosiasi Persepatuan dan Alas Kaki Indonesia, sejak pandemi Covid-19 hingga kini terjadi PHK terhadap 25.700 pekerja bidang persepatuan dan alas kaki. Selain itu, ratusan ribu pekerja dirumahkan dan terjadi pengurangan jam kerja dari rata-rata 40 jam per minggu menjadi 30 jam per minggu yang berdampak pada penurunan upah.

”Pemerintah perlu bertindak cepat dan mencegah agar PHK tidak terus meluas,” kata Robert dalam konferensi pers ”Pelayanan Publik Bidang Ketenagakerjaan:Respons Pemerintah atas Badai PHK yang Terjadi”, secara daring, Kamis (1/12). Dari temuan Ombudsman RI, fenomena PHK massal disinyalir merupakan dampak penetapan upah minimum provinsi(UMP) yang baru ditetapkan pemerintah. Penetapan kebijakan UMP dinilai minim pelibatan para pihak, seperti unsur pemberi kerja, asosiasi, serikat pekerja, lembaga tripartit, dan Dewan Pengupahan. Di samping itu, Ombudsman menilai terdapat dualisme regulasi, yaitu PP No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dengan Permenaker No 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023. (Yoga)


Laba TBS Energi Melonjak karena Batubara

KT3 29 Nov 2022 Kompas

Pendapatan emiten sektor batubara PT TBS Energi Utama Tbk naik 63,57 % hingga kuartal ketiga tahun ini. Seiring kenaikan harga batubara global, sektor usaha penjualan batubara menyumbangkan pendapatan paling besar bagi TBS Energi. Hal ini disampaikan Direktur Utama TBS Energi Dicky Yordan, Senin (28/11) pada laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2022. (Yoga)

Pengusaha Uji Aturan Upah

KT3 29 Nov 2022 Kompas

Sepuluh asosiasi pengusaha resmi mendaftarkan permohonan uji materi atas Permenaker No 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023 ke MA, Senin (28/11). Selain melanggar sejumlah peraturan perundangan yang lebih tinggi, regulasi itu dinilai menimbulkan ketidakpastian yang memperburuk iklim investasi. Sepuluh asosiasi itu ialah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI),Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Selain itu, ada pula Himpunan Penyewa dan Peritel Indonesia (Hippindo), Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi), dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Mereka menunjuk firma Indrayana Centre for Government, Constitution, and Society (Integrity) sebagai kuasa hukum.

Dalam keterangan persnya, firma hukum Integrity menilai Permenaker No 18/2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023 melanggar sejumlah peraturan perundangan. Peraturan yang dilanggar itu, antara lain, PP No 36/2021 tentang Pengupahan, UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah dengan UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja, serta Putusan MK No 91/PUU-XVIII/2020 tentang UU Cipta Kerja. Selain itu, Menaker dinilai tidak berwenang mengatur upah minimum yang sudah didelegasikan pengaturannya dalam PP Pengupahan. Pengubahan kebijakan melalui Permenaker No 18/2022 tersebut dinilai mendadak dan tanpa sama melibatkan para pihak terkait,termasuk tanpa ada pembahasan dengan Dewan Pengupahan Nasional dan Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional. Hal itu dianggap membuat ketidakpastian yang memperburuk iklim investasi nasional. (Yoga)


First Media Proyeksikan Kinerja Kinclong 2023

KT1 26 Nov 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT First Media Tbk (KBLV) mengincar kinerja tahun 2023 berakhir dengan performa kinclong. Laba bersih dan saldo laba positif bakal menjadi destinasi untuk memperbaiki kinerja perseroan dibandingkan tahun sebelummya. Corporate Secretary Harianda Noerlan menyampaikan bahwa pada tahun depan perseroan akan mengoptimalisasikan seluruh sumber daya untuk mengejar profitabilitas sehingga saldo laba kembali pada posisi positif. Caranya, emiten penyedia layanan internet dan media ini berencana melakukan efisiensi biaya operasi. Dengan begitu, arus kas dan modal kerja perusahaan serta unit-unit usahanya diproyeksikan akan dapat kembali sehat. Bukan hanya itu, pada tahun depan, KBLV juga bakal memacu nilai operasional dari setiap perusahaan yang berada dalam kantong portofolio. “Kemudian, merampingkan biaya dan lebih meningkatkan efisiensi operasional,” terang Harianda melalui materi paparan publik, Jumat (25/11). Sampai kuartal III-2022 atau September lalu, KBLV tercatat mencetak pendapatan sebesar Rp 91,34 miliar. Perolehan ini sedikit menguji pendapatan perseroan pada tahun sebelumnya yang membukukan Rp 108,51 miliar. Namun, bila ditengok dari sisi laba bruto, perseroan berhasil membukukan kenaikan meski tipis di kisaran 4,6% menjadi Rp 45 miliar. (Yetede)

STRATEGI BISNIS, Mengelola Ketakutan

KT3 26 Nov 2022 Kompas

Pandemi Covid-19 belum usai, PHK di mana-mana, dan masa depan ekonomi yang membingungkan. Belum lama karyawan bisa berkumpul di kantor, kini mereka diminta kembali bekerja dari rumah karena kasus Covid-19 kembali meningkat. Keadaan sekarang benar-benar membuat karyawan ketakutan. Secara fisiologis, ketidakpastian ini diterjemahkan menjadi ketakutan yang pasti memengaruhi tubuh kita. Sebenarnya itu bukan tanda kelemahan, hal itu hanya cara kita membangun persepsi. Kontributor Forbes, Brendan P. Keegan, menyarankan, jika Anda harus membuat daftar keterampilan yang paling penting bagi para pemimpin bisnis, manajemen rasa takut jadi keterampilan yang dibutuhkan saat ini. Ketakutan dipastikan mengganggu pekerjaan. Mayoritas kekhawatiran terkait pekerjaan bukanlah jenis yang membuat kita benar-benar melihat ke apa yang sudah terjadi, pekerjaan jadi telantar. Fokus pikiran akan berkurang yang berarti kita kurang kreatif dan kurang produktif. Pekerja yang dalam ketidakpastian dan kecemasan adalah pekerja yang selalu khawatir. Pekerja yang terus khawatir jadi tak bahagia dan tak mau terlibat urusan kantor. Karena itu, para pemimpin di tempat  kerja sebaiknya belajar memperlakukan ketidakpastian sebagai tantangan bisnis. Mereka perlu jujur, lugas, dan konsisten dalam berkomunikasi dengan karyawan. Karyawan juga harus membuka pikiran. Tak cukup duduk dan diam.

Penulis buku The Long Game: How to Be a Long-Term Thinker in a Short-Term World, Dorie Clark, dalam wawancara di Fast Company, berkata, pemikiran strategis tak perlu menghabiskan banyak waktu. Anjuran ini lebih tentang membingkai ulang cara kita berpikir dan menemukan kesempatan berjarak dengan berbagai masalah, kemudian menciptakan lebih banyak ruang untuk mulai bertindak pada hal-hal yang ingin dilakukan. Setelah memiliki gagasan tentang hal-hal yang menarik minat dan telah membuat sedikit ruang di dalam kalender, lalu menguji gagasan dan melihat apakah itu sesuatu yang ingin dijelajahi lebih dalam di tengah ketidakpastian. Beri diri Anda tugas, seperti membaca buku tentang orang atau industri yang Anda minati. Siapkan wawancara dengan orang-orang yang memiliki keterkaitan. Hal ini sebagai cara menguji berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di luar, melampaui masalah yang sedang berada di sekitar kita. Karena itu, pemimpin dan karyawan perlu melakukan sesuatu sesuai kapasitas mereka. Mereka mungkin frustrasi dan sangat cemas. Situasi seperti ini harus mendapatkan solusi. Bila tidak, semua akan mengalami masalah yang lebih hebat. (Yoga)


Perusahaan Teknologi Hadapi Krisis

KT3 23 Nov 2022 Kompas

Setelah booming bertahun-tahun, perusahaan teknologi terkena krisis. Terjadi penurunan pendapatan dan PHK. ”Setiap orang telah mengingatkan dalam dua dekade terakhir bahwa ini pasti berakhir. Akhirya pertumbuhan tahun demi tahun berakhir juga,” kata Marc Weil (35), Manajer Teknisi Stripe, yang juga kehilangan pekerjaan (The Washington Post, 14 September). Mendadak berubah kejayaan perusahaan teknologi yang pernah meraih kinerja akbar. Microsoft dan Google adalah dua perusahaan teknologi dengan valuasi tertinggi ke-3 dan ke-4 di dunia setelah Apple dan Saudi Aramco. Pada tahun 2020, industri teknologi menyumbang 10,2 % PDB AS. Kenaikan harga-harga saham Amazon, Google, Microsoft, Facebook, Netflix, Tesla, Salesforce, dan lainnya telah mengisi rekening dana pensiun jutaan orang AS. Perusahaan teknologi berkontribusi 30 % total kapitalisasi S&P 500 pada Maret 2022. Situasi kini berbalik. Indeks Nasdaq, berisikan perusahaan teknologi, anjlok 30 % sejak Januari 2022. Rentetan PHK melanda Meta (Facebook), Twitter, Stripe, Coinbase, Shopify, Netflix, Microsoft, Snap, Robinhood, Lyft, Chime, WATCH.

Lebih dari 35.000 karyawan di-PHK sejauh ini di AS. Hal itu juga melanda perusahaan serupa di dunia walau belum separah AS. ”Situasinya mirip krisis dotcom di era 2000,” kata Lise Buyer, seorang analis. Era perekrutan dengan gaji tinggi, minimal 200.000 USD per tahun, untuk lulusan terbaru universitas telah berakhir. Masalah bagi perusahaan teknologi tergolong bukan gambaran umum perekonomian AS. Perusahaan teknologi terpukul setelah pandemi Covid-19 mulai mereda. Saat pandemi perusahaan-perusahaan tergiur berekspansi karena mendadak warga beralih ke dunia daring. Pejabat keuangan (CFO) Zoom Video Communications Inc, Kelly Steckelberg, menuturkan, warga mengurangi pertemuan daring. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan telanjur menghabiskan uang untuk investasi termasuk Metaverse. ”Saya salah perkiraan,” kata Mark Zuckerberg (Associated Press, 10 November). Lalu ada kenaikan suku bunga AS. Pada era suku bunga rendah, sangat mudah mendapat uang, kini berubah. Bayangan resesi membuat penerimaan iklan menurun. ”Banyak Perusahaan akan lenyap,” kata pemimpin Credit Suisse, Axel Lehmann. (Yoga)


Musim PHK Perusahaan Digital

KT1 19 Nov 2022 Tempo (H)

JAKARTA-Satu per satu kabar pemutusan hubungan pekerjaan (PHK) datang dari perusahan rintisan (startup) teknologi Tanah Air. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau  GoTo mengumumkan PHK 1.300 karyawannya, disusul PT Ruang Raya Indonesia atau Ruangguru pada Jumat kemarin, 18 November 2022. Seorang pegawai Tokopedia bercerita kepada Tempo bahwa Chief Executive Officer (CEO) GoTo Andre Soelistyo, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan Chief Operating Officer (COO) Tokopedia Melissa Siska Juminto menyampaikan keputusan PHK dalam rapat virtual perseroan yang digelar  secara online bersama seluruh karyawan. Pada paruh pertama GoTo masih tercatat rugi bersih Rp13,64 triliun atau meningkat 117% dari rugi bersih Rp 6,28 triliun pada semester pertama 2021. PHK perusahaan teknologi tidak hanya terjadi di Indonesia. Sebelumnya Twitter, Meta, Amazon, hingga Tencent juga dilaporkan telah menempuh langkah serupa. (Yetede)

Pemecatan Hingga Tahun Depan

KT1 19 Nov 2022 Tempo (H)

JAKARTA-Gelombang pemutusan hubungan pekerjaan (PHK) oleh perusahaan teknologi tidak hanya terjadi didalam negeri, Di Amerika Serikat, Meta Platforn Inc, Twitter Inc, serta terakhir Amazone.com Inc memutuskan memangkas sejumlah pekerja. Bahkan pengurangan karyawan bakal berlangsung hingga tahun depan. Kabar pengurangan jumlah karyawan di Amazon muncul setelah Meta Platform Inc mengumumkan pemecatan 11 ribu atau sekitar 13% karyawannya pada 9 November lalu. PHK di induk perusahaan Facebook tersebut dilakukan lantaran meroketnya biaya pengoperasian, inflasi tinggi, suku bunga yang meningkat pesat, dan pasar periklanan yang lemah. 

"Bukan hanya perdagangan online kembali ke tren sebelumnya. Penurunan ekonomi makro, meningkatkan persiangan, dan hilangnya sinyal iklan juga telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan," kata CEO Mark Zuckerberg. Sebelumnya, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus, mengatakan situasi dan kondisi perusahaan teknologi global tengah menghadapi ketidakpastian. Penyebabnya adalah tren inflasi serta kenaikan tingkat suku bunga yang memicu krisis di berbagai negara.(Yetede)

Pilihan Editor