;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

PENGELOLAAN AIR BERSIH : PAM Jaya Siap Beroperasi Penuh

HR1 28 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya bersiap melaksanakan operasional pelayanan air secara penuh pascaberakhirnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PAM Jaya dengan mitra swasta. Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan bahwa instansinya telah mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk menyaksikan secara langsung inspeksi final kesiapan operasional secara penuh PAM Jaya mulai 2 Februari 2023. Kegiatan inspeksi final ini merupakan puncak rangkaian persiapan operasional PAM Jaya. Persiapan tersebut telah dimulai dari kick-off yang diisi rangkaian kegiatan pemaparan tugas dan tanggung jawab, finalisasi teknis gladi bersih hari H (alur kerja, jadwal, lokasi), finalisasi checklist kesiapan hari H. ”PAM Jaya sudah siap dari berbagai aspek untuk melakukan operasional penuh air minum perpipaan di DKI Jakarta,” ujarnya. Tim Bersama Gladi Bersih juga telah memastikan tersedianya proses bisnis pengelolaan SPAM yang akan dijalankan, termasuk sistem dan aplikasi yang siap digunakan untuk peng operasian penuh dan tersedianya alat serta material penunjang operasional dan pelayanan. Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyatakan berakhirnya kontrak PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan Aetra tidak akan berdampak terhadap karyawan. “Kontrak dari Palyja dan Aetra ini akan berakhir 1 Februari 2023, dan kontrak sudah berlangsung dari 2022. Kami melihat tidak ada masalah khususnya untuk karyawan dengan berakhirnya kontrak Palyja dan Aetra,” ujar Heru, Rabu (11/1).

Gen Z Mencintai Perusahaan Mapan

KT3 28 Jan 2023 Kompas

Pergolakan di dalam ekonomi global belakangan ini dan masa depan yang tidak menentu mulai mengubah orientasi generasi Z dalam memilih tempat bekerja. Sekian tahun lalu usaha rintisan (start up) menjadi idola anak muda, kini mereka mulai berubah. Perusahaan mapan kembali menjadi pilihan. Perusahaan yang terkesan kuno dan tak berubah biasanya akan sulit mendapatkan talenta baru. Generasi Z yang lahir pada 1997-2010 (di Indonesia kerap disebut lahir pada 2000-2010) memiliki ciri dan keinginan yang berbeda. Sebuah laporan tentang mereka dari Adobe yang berjudul ”Future Workforce Study” dikeluarkan pecan ini. Adobe menyurvei lebih dari 1.000 mahasiswa dan lulusan baru untuk mendapatkan wawasan dan pemikiran mereka tentang pasar kerja dan prospek ekonomi.

Temuan paling mencolok dari penelitian ini adalah, hanya 16 % responden gen Z mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk bekerja di perusahaan rintisan atau perusahaan kecil, sementara 52 % responden mengatakan mereka akan mengejar karier dengan perusahaan besar dan mapan, karena Gen Z percaya perusahaan besar dan mapan memiliki peluang lebih baik untuk mengatasi badai ekonomi yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. ”Mereka yang baru dan akan lulus dari perguruan tinggi telah melewati ketidakpastian yang signifikan beberapa tahun ini, termasuk tantangan yang ditimbulkan pandemi dan kekhawatiran tentang resesi yang akan datang. Sebagian besar pekerja gen Z sedang mencari peluang karier dengan perusahaan  mapan, perusahaan yang dapat menawarkan lebih banyak stabilitas dan peluang untuk tumbuh,” kata Direktur Senior Akuisisi Talenta AdobeTricia Guyer, seperti dikutip Fast Company. (Yoga)


Saratoga Investasi US$ 150 Juta Tahun Ini

KT1 27 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana investasi US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,24 triliun tahun ini. Investasi ini akan menyasar ke perusahaan baru maupun perusahaan yang sudah dimiliki, dengan target tingkat pengembalian investasi (return) 20% per tahun. Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menegaskan, sektor energi baru dan terbarukan (EBT) masih akan menjadi fokus investasi perseroan pada 2023. Di samping itu, perseroan akan fokus pada sektor bisnis teknologi finansial (tekfin), kesehatan, logistik, dan konsumer. “Saratoga saat ini memiliki portofolio di PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang bergerak di sektor pertambangan. Tetapi, kami sudah melakukan beberapa inisiatif untuk mentransformasi bisnis mereka guna mendukung kendaraan listrik (electric vehicle/EV),” ujar Devin usai Saratoga Investment Summit 2023 di Fairmont, Jakarta, Kamis (26/1/2023). (Yetede)

Ketidakpastian Pasar Kerja Menekan Kaum Muda

KT3 24 Jan 2023 Kompas

Sribu, lokapasar bagi para pekerja lepas atau freelancer, mencatat, jumlah angkatan kerja yang mendaftar sebagai pekerja lepas di platform cenderung bertambah. Tahun lalu, total pendaftar 500.000 orang, sementara yang lolos kurasi hanya 28.000 orang. Dibandingkan dengan tahun awal berdiri Sribu pada 2011 dan sekarang, latar belakang pendaftar semakin ke sini 70 % berasal dari pekerja yang sebenarnya sudah punya pekerjaan tetap. Hanya 30 % yang sehari-hari adalah pekerja lepas. Sribu mengakomodasi pekerja lepas terampil di bidang pemrograman laman, copy writing, video dan fotografi, pemasaran digital, penerjemah, dan data entry. Mereka yang mendaftar dan lolos kurasi umumnya berusia 28-35 tahun. Salah satu persyaratan lolos kurasi adalah berpengalaman mengerjakan bidang keterampilan yang diajukan. Meski pendaftar cenderung naik, permintaan kerja diakui oleh Sribu justru lesu karena kondisi ketidakpastian ekonomi yang membuat perusahaan cenderung mengurangi jumlah pekerja, termasuk pemakaian jasa pekerja lepas.

Staffinc Jobs, penyedia aplikasi  yang menghubungkan pencari kerja kerah biru dengan perusahaan, mencatat kenaikan jumlah pekerja tiga kali lipat menjadi lebih dari 1 juta orang sejak pandemi. Sektor logistik, ritel, serta makanan dan minuman menjadi sektor yang paling banyak diincar di aplikasi ini. Dua temuan di atas muncul bersamaan dengan fenomena PHK masif di sektor industri padat karya, disusul perusahaan rintisan bidang teknologi digital. Adapun sektor industri pariwisata mulai booming kembali merekrut karyawan, tetapi belum sepenuhnya tinggi seperti sebelum pandemi Covid-19. Banyak yang menilai, fenomena kenaikan jumlah karyawan tetap menambah pekerjaan sampingan sebagai pekerja lepas adalah fenomena gaji pokok yang diperoleh tidak bisa diandalkan. Organisasi Buruh Internasional (ILO) melalui laporan berjudul ”Work Employment and Social Outlook Trends 2023” menyebutkan, prospek global untuk pasar tenaga kerja memburuk secara signifikan selama 2022. Ketegangan geopolitik yang muncul, konflik Rusia-Ukraina, pemulihan yang tidak merata dari pandemi, dan hambatan yang terus berlanjut dalam rantai pasokan telah menciptakan kondisi untuk episode stagflasi. Kesenjangan pekerjaan global mencapai 473 juta orang pada 2022, atau 12,3 $. Kesenjangan pekerjaan global adalah ukuran baru dari kebutuhan yang belum terpenuhi akan pekerjaan di dunia. Ini terdiri dari 205 juta pengangguran dan 268 juta orang yang memiliki kebutuhan pekerjaan yang tidak terpenuhi, tetapi berada di luar angkatan kerja karena tidak memenuhi kriteria untuk dianggap menganggur. (Yoga)


Dampak Perilaku CEO ke Merek

KT3 21 Jan 2023 Kompas

Dunia terus menyoroti Elon Musk. Dari soal disrupsi yang dilakukan, aksi korporasi, hingga perilakunya. Selama ini dia mendapat puja-puji, tetapi belakangan public ”menghukumnya”. Citra perusahaan jadi bermasalah. Perilaku CEO memang tak bisa dilepaskan dari citra perusahaan. Publik memiliki penilaian sendiri kendati CEO berusaha memoles diri. Bisnis perusahaan bisa terdampak. Survei terbaru yang dilakukan oleh Morning Consult Brand Intelligence dan dikutip Forbes menyebutkan, saat ini hanya 13,4 % orang dewasa AS yang suka Tesla, perusahaan Elon Musk. Angka ini turun dibandingkan bulan lalu 16 % dan 28,4 % pada Januari 2022. Turun 15 % selama setahun. Masalah bisnis dan keterbelahan politik jadi penyebab penurunan itu. Problem Musk yang tak menentu di Twitter dan investor Tesla frustrasi karena Musk terlalu fokus pada platform media sosial. Di sisi lain, popularitas Tesla buruk di kalangan orang yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Partai Demokrat. hasil survei itu makin menarik ketika kita melihat lebih detail. Hanya 3 % orang dewasa itu yang memiliki penilaian baik terhadap merek kendaraan listrik itu. Angka ini turun dari 10,3 % pada Desember 2022. Kelompok orang dewasa ini penting karena memiliki daya beli.

Kesimpulan umum menyebutkan bahwa perilaku CEO berpengaruh terhadap citra perusahaan dan merek. Riset di Lituania dengan 186 responden yang merupakan konsumen potensial dari perusahaan Lituania yang sukses menunjukkan, ciri-ciri psikologis dan perilaku verbal dan nonverbal CEO memiliki dampak tertinggi bagi merek. Sebaliknya, kepemimpinan CEO memiliki dampak terendah pada kepercayaan konsumen terhadap organisasi. Di Malaysia, riset terhadap 102 responden di peritel dengan spesialis produk  kecantikan di Kuala Lumpur menunjukkan persepsi merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Di sisi lain, persepsi terhadap CEO tak berpengaruh signifikan terhadap konsumen saat membeli produk kosmetik. Riset di Korsel untuk produk fashion menunjukkan, citra CEO dalam hal kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan daya tarik pribadi berdampak pada citra perusahaan. Dampak citra itu berwujud dalam citra produk, citra tanggung jawab social perusahaan, dan citra kultur perusahaan. CEO Net Reputation Adam Petrilli dalam sebuah tulisannya di Ceoworld Magazine menyebutkan, citra CEO bernilai 50 % dari reputasi merek. Reputasi CEO buruk, otomatis berpengaruh pada nilai reputasi merek. (Yoga)


Microsoft Bersiap Pangkas Karyawan Lagi

KT3 19 Jan 2023 Kompas

Perusahaan teknologi Microsoft bersiap memangkas lebih banyak karyawan secara global sebagai bagian mengatasi situasi ekonomi yang sulit. Bloomberg melaporkan, pemutusan hubungan kerja diumumkan di divisi teknik Microsoft, Rabu (18/1). Sky News menyebutkan, sekitar 5 % dari 220.000 pekerja Microsoft akan terkena pemangkasan atau 10.000-12.000 orang. (Yoga)

Perbaiki Permintaan Lapangan Kerja

KT3 19 Jan 2023 Kompas

Fokus pelaksanaan program Kartu Prakerja tahun 2023 adalah meningkatkan kemampuan hingga memberikan keterampilan baru yang dibutuhkan oleh angkatan kerja usia produktif. Oleh karena itu, penerima manfaat program bisa berasal dari warga yang sedang mencari kerja, sudah bekerja, dan terkena dampak PHK. Program seperti ini perlu diimbangi dengan upaya pemerintah memperbaiki permintaan lapangan kerja. ”Kami tidak menjanjikan jaminan, seperti jaminan peserta bisa langsung terserap industri (pasar kerja) ataupun berwirausaha. Program ini menyiapkan suplai angkatan kerja,” ujar Direktur Kemitraan, Komunikasi, dan Pengembangan Ekosistem Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Kurniasih Suditomo, Rabu (18/1) di Jakarta. Program Kartu Prakerja perlu dilihat sebagai upaya pemerintah memberikan ”beasiswa” pelatihan keterampilan dan keahlian kerja bagi angkatan kerja usia produktif 18-64 tahun.

Bagi siswa/mahasiswa tidak diperbolehkan ikut serta. Begitu pula dengan ASN, TNI, dan Polri juga dilarang. Lantaran pendekatannya adalah ”beasiswa” pelatihan, Kurniasih menjelaskan bahwa satu nomor induk kependudukan angkatan kerja usia produktif hanya boleh sekali berkesempatan menjadi penerima manfaat. Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies Yose Rizal Damuri berpendapat, isu ketenagakerjaan semestinya dilihat dari sisi permintaan dan suplai tenaga kerja. Kedua hal ini perlu berjalan seimbang. Sayangnya, pemerintah sering kali cenderung focus memperbaiki dari sisi suplai tenaga kerja. Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Hempri Suyatna, mengatakan, pelaksanaan program Kartu Prakerja perlu bersinergi dengan perusahaan/industri untuk memastikan agar program berjalan efektif, terutama untuk membantu mengatasi pengangguran. Harapannya adalah agar penerima manfaat Kartu Prakerja dapat mudah terserap ke pasar kerja. (Yoga)


Nyaman Bekerja dari Mana Saja

KT3 15 Jan 2023 Kompas

Karina Claudia Syukur (24), pegawai agensi penjualan daring untuk perusahaan yang ingin mempromosikan jenamanya ditemui Selasa (10/1) pada sebuah café di Bekasi. Ia bekerja dengan lancer karena Internet nirkabel kencang. Sudah empat bulan ia bekerja di agensi itu. Jika di rumah saja, Karina penat juga. Apalagi, pekerjaan bidang e-commerce atau perdagangan elektronik bisa digarap di mana saja. ”Ke kantor hanya seminggu sekali, untuk rapat dan memantapkan koordinasi,” ucapnya. Karina bisa memilih lokasi yang dianggap paling kondusif dengan work from anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja, tetapi ia tak memungkiri pula kendala-kendalanya. ”Waktu, misalnya, kayak enggak dibatasi. Godaannya banyak banget,” ujarnyaTantangannya, mengatur waktu,” ujar warga Jatimulya, Bekasi, tersebut. Ia harus menyiapkan biaya untuk dua hingga tiga kali makan dan minum per minggu. Setiap ke kafe, ia menghabiskan Rp 50.000-Rp 100.000. Ia bosan jika terus dikungkungi tembok. Karina yang ekstrover itu lebih produktif dengan sesekali pergi. Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unas Jakarta Arni Karina mengingatkan generasi muda yang mengimplementasikan WFA untuk tidak kebablasan karena lapar mata ketika bekerja di luar. Dia menarik benang merah terkait pekerja muda yang tidak memikirkan investasi. ” Kemampuan pegawai pemula membeli kebutuhan urgen, rumah, misalnya, semakin lemah,” ucapnya. Banyak karyawan memilih menghabiskan uangnya dengan liburan

Intan Aprilia (28) sengaja mencari kantor yang memperbolehkannya WFA, setelah ia bekerja dari rumah di kantor lama akibat pandemi. Sejak Mei 2022, Intan bekerja sebagai content strategist perusahaan teknologi bidang kesehatan yang menerapkan WFA. Ia bekerja dari rumah selama Senin-Jumat. ”Ke kantor buat ketemu doing atau ada acara. Aku bisa dua bulan sekali ke kantor,” ucap warga Sudimara Pinang, Tangerang, Banten, itu. Ia bisa mengatur waktu lebih baik, berolahraga di pusat kebugaran tiga kali seminggu. Selain itu, pengeluaran makan, jajan, kosmetik, dan transportasi lebih hemat. Intan mengakui sejumlah tantangan, ia harus janjian untuk rapat virtual dengan rekan kerja di berbagai lokasi di Indonesia dan Eropa. Tantangan lain, pentingnya menjaga interaksi langsung dengan rekan kantor untuk sekadar mengingatkan bahwa ia memiliki tim, melepas unek-unek, atau mengobrol. Selain mengerjakan tugasnya, Intan rata-rata mengikuti rapat virtual 12 kali seminggu. Lama rapat 15 menit sampai satu jam. Bila suntuk, ia memilih untuk bekerja di kafe bersama teman-teman dari kantor lamanya. Intan pergi ke kafe tiga  kali sebulan. Intan mematok maksimal pengeluaran sekitar Rp 150.000 sekali ke kafe. Berkat kesadaran finansialnya, Intan bisa menabung 50 % dari gaji. (Yoga)


DKI Evaluasi BUMD Penataan Kabel Utilitas

KT3 14 Jan 2023 Kompas

Dua badan usaha milik daerah (BUMD) menjadi pelaksana pekerjaan perapian dan penataan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT). Namun, kinerja kedua BUMD tersebut dinilai belum maksimal sehingga akan dievaluasi. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menegaskan hal tersebut, Jumat (13/1). Untuk pekerjaan merapikan dan penataan SJUT itu, DKI menunjuk dan menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PD Sarana Jaya. (Yoga)

INOVASI BISNIS, Berkah Ketidaknyamanan

KT3 12 Jan 2023 Kompas

Morela Hernandez dan kawan-kawan membuat riset tentang situasi yang kadang membuat tidak nyaman, tetapi penting dalam pengambilan keputusan. Riset yang dimuat dalam MIT Sloan Management Review, Desember 2022, menyarankan para eksekutif untuk mempertimbangkan  ketidaknyaman dalam pengambilan keputusan. Pembuat keputusan sering kali ingin melepaskan diri dari ketidaknyamanan psikologis. Mereka ingin melepaskan salah satu bentuk ketidaknyamanan, yaitu ambivalensi, dengan membuat pilihan secepat mungkin. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami ambivalensi tidak selalu bisa mengidentifikasi dengan benar apa yang menyebabkan konflik, semisal antara emosi positif dan negatif. Menyadari keadaan ini, ambivalensi yang teridentifikasi dapat mengarahkan kita pada pengambilan keputusan yang lebih efektif.

Naomi B Rothman dan kawan-kawan dalam tulisan berjudul ”Embracing the Power of Ambivalence” di Harvard Business Review beberapa waktu yang lalu menyebutkan, dalam menghadapi ketidakpastian tentang masa depan, banyak karyawan mungkin telah memupuk ambivalensi emosional, berupa perasaan campur aduk. Situasi seperti itu muncul saat menghadapi masalah seperti kemunduran prestasi kerja dan rintangan dalam pekerjaan yang dialami. Akan tetapi, penelitian mereka menunjukkan bahwa ambivalensi emosional juga dapat membuat orang lebih mudah beradaptasi karena membantu  mereka memikirkan berbagai hal dengan cara yang lebih fleksibel. Situasi itu juga memungkinkan mereka menemukan cara alternatif untuk mendekati sebuah masalah. Menurut Rothman, pemimpin dapat menggunakan pendekatan yang diilhami oleh wawancara motivasi untuk membantu karyawan mengeksplorasi sisi positif dan negative dari suatu masalah sehingga ketidaknyamanan emosi malah memberi dampak baik. Ketidaknyamanan tak perlu dihindari, tetapi dicari manfaatnya dan kemudian diselesaikan ketika berpotensi merusak dan merugikan semua pihak. (Yoga