;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

FIFGroup Bukukan Laba Rp 3,17 Triliun

KT1 25 Feb 2023 Investor Daily (H)

PT Federal International Finance (FIFGroup) membukukan laba bersih mencapai Rp 3,17 triliun atau tumbuh 28,62% secara year on year (yoy) pada 2022. Peningkatan skala bisnis diikuti kualitas pembiayaan baik mendukung perolehan laba tersebut. Mengacu laporan keuangan perseroan, piutang pembiayaan konsumen dicatatkan mencapai Rp 31,27 triliun atau tumbuh 3,36% (yoy). Pening[1]katan tersebut mendorong total aset FIF Group naik 5,79% (yoy) menjadi Rp 34,54 triliun di akhir 2022. Peningkatan skala bisnis tersebut mendongkrak tipis jumlah pendapatan 1,38% (yoy) menjadi Rp 8,96 triliun. Namun total beban turun sampai dengan 13,75% (yoy), dari Rp 5,66 triliun pada 2021 menjadi Rp 4,88 triliun pada 2022.

Semua pos biaya FIFGroup dicatatkan menurun, mulai dari beban usaha, beban bunga dan keuangan, sampai penurunan pada penyisihan kerugian pembukuan nilai pembiayaan konsumen. Salah satu faktornya adalah keberhasilan perusahaan dalam mengelola pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross yang terjaga di level 0,90%. CEO FIFGroup Margono Tanuwijaya menyampaikan, pihaknya menyambut tahun ini dengan lebih optimistis. Pembiayaan baru ditutup sekitar Rp 36 triliun pada 2022 dan akan meningkat menjadi Rp 44 triliun pada tahun ini. Proyeksi tersebut didasarkan dari asumsi pertumbuhan penjualan kendaraan baru motor bisa lebih baik di tahun ini. Hal tersebut akan didukung dengan supply pasokan chips semikonduktor yang mulai berjalan normal. (Yetede)


Melesat 51,5% Laba Bersih Matahari Tembus Rp 1,4 Triliun

KT1 25 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan penjualan sebesar Rp 12,4 triliun pada 2022, tumbuh 20,7% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut turut mengerek laba bersih 2022 menjadi Rp 1,4 triliun, naik 51,5% dibanding 2021 dan melampaui era sebelum pandemi di 2019. JAKARTA, ID – PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan penjualan sebesar Rp 12,4 triliun pada 2022, tumbuh 20,7% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut turut mengerek laba bersih 2022 menjadi Rp 1,4 triliun, naik 51,5% dibanding 2021 dan melampaui era sebelum pandemi di 2019. Dalam keterangan resmi manajemen Matahari menjelaskan, penjualan yang tinggi pada 2022 didorong oleh permintaan yang tertahan di awal tahun lalu, serta kuatnya penjualan Lebaran, kampanye kembali-ke-sekolah, dan Natal. “Margin kotor sepanjang 2022 berada di level 35,7% dibanding 35,0% pada 2021, didukung oleh merchandise yang baru dan lebih sedikit aktivitas obral. Sedangkan EBITDA 202 mencapai Rp 2,0 triliun, naik 50,9% dari 2021,” ungkap manajemen Matahari. (Yetede)

Melonjak 152% Laba Bersih Indo Tambangraya US$ 1,2 Miliar

KT1 24 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih US$ 1,2 miliar sepanjang 2022, melonjak 152,34% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 475,57 juta. Laba bersih per saham dasar dan dilusian perseroan pada 2022 mencapai US$ 1,07 dari US$ 0,43. Berdasarkan laporan keuangan Indo Tambangraya, dikutip Kamis (23/2/2023), pendapatan 2022 mencapai US$ 3,63 miliar, meningkat 75% dari 2021 yang sebesar US$ 2,07 miliar. Adapun beban pokok pendapatan perseroan mencapai US$ 1,74 miliar, naik dari US$ 1,16 miliar pada 2021. Selanjutnya, laba kotor perseroan terdongkrak menjadi US$ 1,89 miliar dari US$ 916,53 juta. Adapun laba sebelum pajak penghasilan mencapai US$ 1,54 miliar tahun lalu, melesat dibandingkan 2021 senilai US$ 621,08 juta. Di sisi lain, analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo mencatat, perseroan membukukan penurunan laba bersih sebesar 46,6% secara kuartalan (quarter to quarter/qoq) menjadi US$ 231,4 juta kuartal IV tahun lalu. (Yetede)

Asing Semakin Mencengkeram Bisnis Broker Saham

HR1 24 Feb 2023 Kontan (H)

Perusahaan jasa broker saham atau sekuritas  asing terus merangsek pasar  bisnis sekuritas dalam negeri. Mereka berbondong-bondong  masuk Indonesia dan meramaikan peta persaingan bisnis broker saham  di Tanah Air yang kian bergairah seirama tumbuh suburnya masyarakat investor di dalam negeri. Kabar terbaru, Webull Securities Limited (Webull Securities) asal Hong Kong masuk ke Indonesia dengan mencaplok PT Mahastra Andalan Sekuritas (Mahastra). Kini, Mahastra berganti nama menjadi PT Webull Sekuritas Indonesia (Webull Sekuritas). Webull Sekuritas memiliki modal kerja besih disesuaikan sebesar Rp 31,21 miliar dengan izin usaha perantara perdagangan efek. Sejauh ini tidak banyak informasi mengenai Webull Securities. Masuknya Webull ini semakin menambah dominasi asing di industri sekuritas, terutama bisnis broker saham Tanah Air. Dari sisi nilai transaksi, volume transaksi dan frekuensi dikuasai asing. Berdasarkan daftar 10 pemain broker terbesar dari sisi nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) misalnya, tujuh  perusahaan sekuritas merupakan entitas asing. Toh, pemain lokal tak gentar, Mereka masih mencatatkan pertumbuhan di tahun lalu. Tengok saja PT BRI Danareksa Sekuritas, anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk itu mencatatkan pertumbuhan agresif di lini bisnis brokerage di tahun 2022, melampaui pertumbuhan transaksi brokerage di pasar modal di tahun yang sama. Sepanjang tahun lalu, kinerja equity brokerage BRI Danareksa Sekuritas melesat 55%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan equity brokerage secara industri. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Laksono Widodo mengatakan, kenaikan kinerja bisnis perusahaan tersebut didukung oleh peningkatan kinerja bisnis institusional.

Investasi UMK dan Alarm Kerja Layak

KT3 23 Feb 2023 Kompas

Pada konferensi pers pemaparan realisasi investasi triwulan IV-2022 yang digelar akhir Januari 2023 lalu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membuka data nilai investasi dan tingkat penyerapan tenaga kerja di usaha mikro kecil atau UMK. Tahun lalu, UMK yang mendapat nomor induk berusaha (NIB) mencapai 1,8 juta pelaku usaha dengan total nilai investasi Rp 318,6 triliun. Meskipun dari segi nilai masih jauh di bawah capaian investasi jumbo yang Rp 1.207,2 triliun, dampak penciptaan lapangan kerja yang dibawa oleh investasi UMK jauh lebih besar, yakni sampai enam kali lipat melebihi investasi menengah-besar. Kementerian Investasi mencatat, sepanjang 2022, investasi UMK mampu menyerap tenaga kerja 7,6 juta orang, jauh di atas jumlah penyerapan tenaga kerja investasi menengah-besar, yaitu 1,3 juta orang. Dampak investasi terhadap penciptaan lapangan kerja akhir-akhir ini memang semakin memprihatinkan. Pada tahun 2013, investasi Rp 1 triliun menyerap hingga 4.594 orang tenaga kerja. Pada 2021 dan 2022, investasi yang sama hanya bisa menyerap 1.340 orang dan 1.081 orang.  

Sekilas, menjamurnya wirausaha baru, meningkatnya investasi mikro-kecil, serta banyaknya lapangan kerja di sektor UMK itu terkesan positif karena bisa membantu mengatasi problem pengangguran. Meski demikian, ”tanggung jawab” penyerapan tenaga kerja yang bergeser dari investasi besar ke UMK perlu dipandang sebagai alarm peringatan. Perekonomian yang terlalu bergantung pada UMK menunjukkan realita sosial ekonomi yang rapuh. Mengutip pengajar ekonomi Universitas Parahyangan dan peneliti AKATIGA, Indrasari Tjandraningsih, dalam penelitiannya ”Pekerja Informal dan Reformasi Kebijakan Ketenagakerjaan di Indonesia” (2021), pekerja UMK dan informal memiliki karakteristik pendidikan dan keterampilan yang lebih ren dah, serta kondisi dan perlindungan kerja lebih buruk daripada pekerja formal. Tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor UMK serta rendahnya penciptaan lapangan kerja lewat investasi besar seharusnya bukan hal yang dibanggakan. Mengutip kajian ”Pathways to Middle Class Jobs in Indonesia” oleh Bank Dunia pada 2021, kondisi itu bahkan bisa kian mempersulit Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. (Yoga)


INOVASI BISNIS, Saatnya Mengubah Hierarki

KT3 22 Feb 2023 Kompas

Perusahaan sebesar Meta yang dulunya Facebook melihat bahwa hierarki yang ada sudah tertinggal. Perubahan teknologi, pandemi, dan perubahan kultur menjadi pendorong perusahaan untuk mulai memikirkan ulang hierarki yang ada. CEO Meta Mark Zuckerberg saat pertemuan manajemen dengan investor, media, dan pihak lainnya mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk terus menahan biaya setelah melakukan sejumlah analisis. Dia menjanjikan tahun ini sebagai ”Tahun Efisiensi” dan mengatakan bahwa Meta akan lebih proaktif dalam memotong berbagai hal dengan prioritas rendah dan juga peran dengan kinerja rendah. Meta akan merampingkan struktur organisasinya dan menghapus beberapa lapis manajemen menengah agar mereka bisa membuat keputusan lebih cepat.

Majalah MIT Sloan Management Review edisi Januari membahas persoalan perubahan hierarki. Penulis artikel ini, Nicolai J Foss and Peter G Klein, mengatakan, sekian lama orang berputar-putar di sekitar gagasan menghilangkan struktur organisasi untuk menciptakan organisasi yang lebih gesit dan simple, kenyataannya hierarki perusahaan tetap saja sama. Hierarki memungkinkan kecerdasan dan kreativitas manusia berkembang di dalam skala yang lebih besar. Ide dan kreativitas bisa terwujud menjadi produk dan layanan yang bisa menjangkau lebih banyak orang. Dari berbagai contoh masalah bisnis, kecepatan menjadi sangat penting. Intinya menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik. (Yoga)


Kreditplus Menargetkan Pembiayaan Rp 9 Triliun

HR1 22 Feb 2023 Kontan

PT KB Finansia Multi Finance (Kreditplus) menatap tahun 2023 dengan penuh harapan. Perusahaan ini membidik kenaikan perolehan laba bersih pada tahun ini dibandingkan tahun 2022 lalu. Direktur Kreditplus Peter Halim menuturkan, target laba yang diincar pihaknya berkisar Rp 210 miliar. Tahun 2022 lalu, perusahaan ini mampu mencetak laba Rp 158,12 miliar. Dia bilang, target ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan penyaluran pembiayaan ke konsumen pada akhir tahun 2023. Kreditplus optimistis dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 9 triliun.

Terbebani Rentetan Proyek Penugasan

KT1 22 Feb 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak Kamis pekan lalu, menandakan besarnya beban  finansial badan usaha milik negara di sektor konstruksi alias BUMN karya tersebut. Perdagangan saham, obligasi, serta sukuk Waskita dibekukan kerana tertundanya pembayaran bunga obligasi. Dalam surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia No. KSEI-0440/DIR/0223, Bursa mencantumkan penundaan pembayaran bunga ke-15 obligasi berkelanjutan III Waskita Karya tahap IV tahun 2019 Seri B. Nilai kewajiban itu diketahui sebesar Rp 2,3 triliun. Bursa belum memutuskan kapan suspensi perdagangan saham itu dicabut. "Pembukaan suspensi akan dilakukan setelah penyebabnya telah terselesaikan oleh perseroan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, kemarin. 

Amman Mineral Jajaki IPO Saham US$ 1 Milliar

KT1 22 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menjajaki penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai US$ 1 miliar semester I tahun ini. Perusahaan emas dan tembaga nomor dua nasional itu dikabarkan tengah berdiskusi dengan penasihat keuangan untuk mengeksekusi rencana itu. Demikian dilaporkan Bloomberg, Selasa (21/2/2023), mengutip keterangan beberapa pihak yang mengetahui rencana IPO AMNT. Nilai IPO AMNT bisa saja berubah, karena proses masih terus berlangsung. Prinsipnya, manajemen AMNT terus mengevaluasi berbagai peluang dan opsi untuk memacu pertumbuhan. Manajemen AMNT akan memutuskan opsi terbaik ketika waktu dan kondisi sudah tepat. Manager External Communications AMNT Ananta Wisesa enggan berkomentar ketika dimintai konfirmasi Investor Daily terkait rencana IPO saham. “Terima kasih atas pertanyaannya. Kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait hal tersebut,” kata dia (Yetede)

Tugas Berat Mengembalikan Kepercayaan Investor

KT1 22 Feb 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Performa saham emiten badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi diproyeksikan meredup sejalan dengan kondisi keuangan perseroan yang terus turun. Empat BUMN Karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbl (PTPP), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berpotensi kehilangan kepercayaan investor. Hal ini ditandai dengan merosotnya harga saham secara bersamaan. Dalam sepekan terakhir, kinerja empat emiten itu berada di zona merah. Terlebih setelah saham WSKT disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Februari lalu akibat penundaan pembayaran bunga obligasi. Harga saham WSKT terakhir berada di level 348. Adapun saham ADHI kemarin ditutup melemah 1,27% menjadi 468, WIKA turun 2,22% menjadi 660 sedangkan PTPP stagnan di level 665. Senior Investmen Informasi Mirea Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, mengatakan persoalan keuangan BUMN Karya yang terjerat tumpukan kewajiban utang melebihi ekuitasnya sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. (Yetede)