Perusahaan
( 1089 )Kementerian BUMN Bubarkan Tiga Perusahaan
Kementerian BUMN membubarkan 3 perusahaan milik negara yang sudah tidak beroperasi. Pembubaran ini secara resmi masih menunggu PP yang rencananya dikeluarkan Juni 2022. Ketiga BUMN tersebut adalah PT Kertas Kraft Aceh (Persero) yang berhenti beroperasi sejak 2008, PT Industri Gelas (Persero) yang berhenti beroperasi tahun 2015, dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero) yang berhenti sejak 2018. PT Industri Gelas, misalnya, memproduksi kemasan gelas, tetapi sudah lama tidak mendapatkan order. Sementara PT Kertas Kraft Aceh, produsen kertas pembungkus semen, kesulitan mendapatkan bahan baku. Padahal, kapasitas terpasang perusahaan itu mencapai 135.000 ton per tahun. Sementara PT Industri Sandang memproduksi benang tenun dan karung. ”Perusahaan yang sudah berhenti beroperasi tentu tidak boleh terus terkatung. Kita tidak boleh menjadi pemimpin zalim yang tidak memastikan penyelesaian yang baik,” kata Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (17/3). (Yoga)
Properti, Inovasi Pembiayaan untuk Serap Kelebihan Pasokan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sedang mengkaji skema baru pembiayaan sewa beli (rent to own), yang memudahkan konsumen menikmati terlebih dulu tempat tinggal yang ingin dimilikinya sebelum memutuskan untuk membeli. ”Skema (rent to own) ini ada pasarnya, terutama bagi kaum milenial yang senangnya tidak terikat di satu lokasi. Jadi, (mereka) sewa terlebih dahulu. Di tahun kelima apabila sudah betah, cocok, bisa memutuskan untuk memiliki,” ujar Wadirut BTN Nixon LP Napitupulu, Senin (21/2). Skema rent to own juga disiapkan untuk mengatasi permasalahan kelebihan pasokan hunian, khususnya unit apartemen. BTN juga terus berinovasi mengimplementasikan digitalisasi perbankan dalam fokus bisnis utamanya, yakni pembiayaan perumahan, dimana manfaat dan nilai tambah yang didapatkan nasabah semakin besar. (Yoga)
OVO Tunjuk Eddy Martono Menjadi COO Yang Baru
PT Visionet Internasional (OVO), platfrom pembayaran digital, dan layanan finansial pilihan masyarakat, baru-baru ini telah menunjuk Eddy Martono selaku Chief Operating Officer (COO) OVO, Eddy menggantikan Jaygan Fu Ponnudurai yang kini menjabat sebagai CEO OVO. Sebelum ditunjuk sebagai COO OVO, Eddy merupakan partner di The Boston Consulting Group. Eddy bekerja sama dengan perusahaan dari berbagai industri dan geografi terkait transformasi, model operasi digital, dan managemen portfolio. "Latar belakang Eddy memampukannya untuk melihat langkah-langkah perkembangan dan ekosistem OVO dari berbagai sisi dan pihak, serta memastikan agar semuanya dapat berjalan secara terpadu." tutur Jaygan. (Yetede)
Evergrande Kembali Menangguhkan Perdagangan Saham
Raksasa pengembang Tiongkok Evergrande kembali mengumumkan perusahaan kembali menangguhkan pedagangan sahamnya di Hong Kong, sebelum menyampaikan kemungkinan aksi korporasi. Evergrande tenggelam dalam kewajiban sebesar US$ 300 miliar, berjuang untuk melakukan pembayaran kepada pemegang obligasi dan investor. Tindakan keras pemerintah tiba-tiba mematikan kran likuidasi. "Atas permintaan perseroan, perdagangan saham perseroan dihentikan pada pukul 09.00 pada 3 Januari 2022 menunggu rilis pengumuman oleh perusahaan yang berisi informasi orang dalam," kata group itu dalam sebuah pernyataan singkat di bursa saham Hong Kong. Selama beberapa bulan terakhir, perusahaan telah berulangkali mengatakan akan menyelesaikan proyek yang belum selesai dan merampungkan serah terima kepada pembeli. Ini menjadi upaya putus asa untuk menyelamatkan perusahaan dari utangnya. meskipun telah melewatkan pembayaran untuk lebih dari US$ 1,2 miliar (Yetede)
Dua Pabrik Chandra Asri Raih Proper 2021
Perusahaan petrokimia terbesar terintegrasi di Indonesia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) meraih predikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Hijau 2021 untuk dua pabrik di Puloampel dan Ciwandan. Corporate Affairs Chandra Asri Suryandi mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan Chandra Asri dalam menjalankan komitmen pada pengelolaan lingkungan, serta berkontribusi untuk pengembangan masyarakat. Dalam menjalankan tanggung jawab perusahaan sebagai produsen petrokimia terintegrasi, Chandra Asri berkomitmen pada tiga prinsip, yakni People, Planet, Profit, dengan mengadopsi pendekatan environment, social, and govermance. Untuk meningkatkan kinerja lingkungan , Chandra Asri melakukan berbagai upaya, termasuk menerapkan seluruh indikator Proper dalam melakukan perbaikan usaha. (Yetede)
Indocement Siap Buyback Saham Maksimal Rp 3 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berencana membeli kembali (buyback) saham maksimal Rp 3 triliun. Pembelian saham bakal dimulai pada 6 Desember. Adapun jumlah saham tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar sebesar 7,5% dari modal disetor.
Direktur dan Corporate Secretary Indocement Oey Marcos menyampaikan bahwa buyback saham ini akan memberikan tingkat pengembalian yang baik kepada pemegang saham dan meningkatkan kepercayaan investor. Dia menegaskan, pembelian saham tidak memberikan dampak terhadap pemberian perseroan. Karena itu, perseroan memiliki permodalan dan arus kas yang baik dan cukup.
Sementara itu, kalangan analis menilai bahwa Indocement kembali menghadapi tantangan berat menjelang akhir tahun ini akibat peningkatan beban produksi. Kenaikan terbesar beban produksi datang dari kenaikan harga batu bara. Sedangkan besarnya kas internal dan posisi tanpa hutang tetap menjadikan katalis tetapposisitf bagi perseroan. (Yetede)
Perusahaan Perakit Iphone Mau Bangun Pabrik Mobil dan Motor Listrik di RI
Perusahaan yang terkenal sebagai perakit produk iPhone, Hon Hai Precision Industry (Foxconn) bakal berinvestasi di Indonesia pada industri kendaraan listrik. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan telah memperoleh komitmen dari perusahaan elektronik Taiwan tersebut.
Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kami menanti kerja sama Foxconn di Indonesia karena sejalan dengan visi besar dalam melakukan transformasi ekonomi untuk menciptakan nilai tambah.
Pada kesempatannya, Chairman Foxconn Young Liu menjelaskan bahwa Foxconn berencana membangun industri baterai listrik dan kendaraan listrik secara menyeluruh di Indonesia. Kendaraan listrik yang akan dikembangkan adalah roda empat dan roda dua.
Pabrik yang "Direbut" RI dari China Kini Ekspor Mesin Cuci ke Jepang
Sejumlah perusahaan asing telah merelokasi atau memindahkan pabriknya dari China ke Indonesia. Salah satunya produsen mesin cuci dari PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI). Perusahaan tersebut kini berhasil melakukan ekspor perdana ke Jepang.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, relokasi dan ekspor produk mesin cuci ke Jepang tersebut sangat membanggakan. Sebab, negara tersebut dikenal memilik pasar yang sangat sensitif dan selektif terhadap kualitas produk. Artinya, kualitas mesin cuci produksi PT PMI telah diakui.
Lima Fakta Krisis Utang Evergrande yang Disebut Mirip Lehman Brothers
Perusahaan raksasa properti Cina Evergrande mendapat sorotan karena kesulitan membayar bunga atas beberapa pinjaman bank. Kasus Evergrande ini mengingatkan akan skandal Lehman Brothers, bank investasi di Amerika Serikat yang memicu krisis keuangan global 2008.
Evergrande kesulitan membayar utang jumbo yang jatuh tempo pada Kamis pekan ini. Evergrande harus membayar bunga obligasi sebesar US$ 83,5 juta atau lebih Rp 1,2 triliun. Ada pula pembayaran bunga surat utang senilai US$ 47,5 juta atau sekitar Rp 676 miliar. Kedua obligasi akan gagal bayar apabila Evergrande tidak melunasinya dalam waktu 30 hari.
Berikut lima hal yang perlu diketahui tentang krisis yang membelit Evergrande:
1. Ekspansi Jor-joran Pendiri Evergrande
2. Berbisnis Mengandalkan Utang
3. Diskon Besar Demi Tarik Dana Masyarakat
4. Nasib Investor Terkatung-katung
5. Potensi Dampak Krisis di Tiongkok
Banyak Pabrik Gula Berusia Ratusan Tahun, Revitalisasinya Butuh Rp 20 Triliun
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Mohammad Abdul Ghani mengatakan industri gula nasional membutuhkan investasi lebih dari Rp 20 triliun untuk membangun SugarCo. SugarCo merupakan induk holding yang menggabungkan 35 pabrik gula yang ada di Indonesia.
Menurut Ghani, investasi tersebut akan dipakai untuk membangun ulang pabrik-pabrik gula menggantikan bangunan yang eksisting saat ini. Musababnya, pabrik gula di sejumlah tempat telah memenuhi kapasitas maksimal produksi dan tidak mungkin direvitalisasi. Pabrik pun banyak yang telah berusia ratusan tahun.
Dengan pembangunan baru, produksi gula dalam negeri akan meningkat sehingga swasembada gula konsumsi terpenuhi. Ghani mengatakan PTPN telah melakukan divestasi saham untuk mencukupi pendanaan tersebut. Adapun porsi saham senilai 49 persen akan ditawarkan kepada investor dan kini memasuki proses valuasi aset.









