;

Daya Beli Kelas Menengah Juga Harus Ditingkatkan

Hairul Rizal 06 Aug 2024 Kontan

Menggenjot daya beli menjadi pekerjaan rumah pemerintah jika ingin roda perekonomian nasional kembali melaju. Tak hanya kelas bawah, tetapi juga memacu daya beli kelas menengah. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 sebesar 5,05% year on year (yoy). Angka ini melambat dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,11% yoy. Menurut data BPS, tersendatnya pertumbuhan ekonomi periode April-Juni tahun ini disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) menjadi hanya 9,98% yoy, dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh dua digit mencapai 24,29% yoy. Ini seiring dengan berakhirnya pemilihan presiden. Selain itu, pertumbuhan konsumsi pemerintah jauh melambat dari 19,90% yoy pada kuartal I menjadi hanya 1,42% yoy. LNPRT dan konsumsi pemerintah memang hanya menyumbang 1,32% dan 7,31% terhadap produk domestik bruto (PDB). Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di sepanjang semester I-2024 tercatat 5,08% yoy. Sementara itu, jika pemerintah mau ekonomi tahun ini tumbuh 5% yoy, maka pemerintah harus bisa mengejar pertumbuhan ekonomi 4,92% yoy di paruh kedua tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah akan mengandalkan belanja untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di sisa akhir tahun.

Bukan hanya itu, pemerintah juga akan mendorong kinerja usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), salah satunya dengan memberikan restrukturisasi kredit kepada pengusaha UMKM. Yang jelas, pemerintah berupaya agar pertumbuhan ekonomi di semester II-2024 di level 5,1%. "Kita nanti di semester kedua ini, yaitu kuartal III dan kuartal IV akan terus melihat faktor-faktor untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi bisa tetap terjaga 5,1% bahkan kalau bisa 5,2%," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi mengatakan, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat agar tetap tinggi. Menurut dia, deflasi yang terjadi beberapa bulan terakhir menandakan daya beli masyarakat melemah. "Di samping belanja pemerintah yang tepat sasaran, kami mengharapkan daya beli masyarakat dijaga agar tetap tinggi," ujar Chandra kepada KONTAN, Senin (5/8). Meski demikian, Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalia mengatakan, skenario terburuk, ekonomi di sepanjang 2024 hanya akan mencapai angka 4,9% yoy sejalan dengan kondisi manufakur yang terkontraksi dan menyebabkan kenaikan angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Ditambah lagi, tren deflasi yang telah terjadi selama tiga bulan berturut-turut.

Dividen Manis di Tengah Lesunya Pasar

Hairul Rizal 06 Aug 2024 Kontan

Berbarengan dengan musim rilis laporan keuangan semester I-2024, sejumlah emiten menebar bonus dalam bentuk dividen interim. Setidaknya sudah ada tujuh emiten yang dijadwalkan membagi dividen interim pada bulan Agustus. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memberikan dividen interim sebesar Rp 986,85 miliar atau setara Rp 50 per saham. Cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi sudah berlangsung pada 2 Agustus 2024.Sementara cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 6 Agustus 2024. Lalu, ada PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) yang mengalokasikan dana Rp 201,55 miliar sebagai dividen interim atau Rp 35 per saham. Emiten lain yang akan menebar dividen adalah PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK). Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menilai, pembagian dividen interim kali ini relatif sudah in line dengan kinerja emiten.

Beberapa mengalami penurunan nilai akibat pertumbuhan laba melambat. Meski begitu, Audi sepakat emiten yang secara historis gemar membagi bonus kepada para pemegang sahamnya berpotensi kembali memberi dividen interim di tahun ini. "Di tengah ketidakpastian pasar, pembagian dividen interim bisa menjadi penopang pergerakan saham emiten," kata Audi kepada KONTAN, Senin (5/8). Namun, hal ini bisa membuat pelaku pasar merespos secara terbatas katalis dari dividen interim. Founder Stocknow.id Hendra Wardana sepakat, tekanan IHSG akan mengikis daya tarik terhadap katalis dari dividen interim. Dus, pelaku pasar harus semakin selektif untuk menghindari dividend trap di tengah goncangan bursa saham. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto punya pandangan serupa. Sejauh ini belum ada pergerakan signifikan dari saham yang akan membagi dividen interim. Apalagi ketika IHSG ikut melemah karena penurunan bursa global. Tapi di antara saham pembagi dividen interim, William melihat saham AKRA, SMSM dan AMAR masih menarik untuk buy on weakness. Hendra juga merekomendasikan buy on weakness saham AKRA, dan trading buy saham SMSM.

Harga Bitcoin Terpuruk Akibat Penurunan Pasar Global

Hairul Rizal 06 Aug 2024 Kontan
Harga bitcoin (BTC) loyo di lima hari terakhir. Setelah bergerak naik turun di atas Rp 1 miliar hingga Jumat malam (2/8), harga bitcoin terus turun hingga tembus ke level Rp 800 jutaan per BTC. Penurunan paling tajam terutama terjadi pada Minggu malam (4/8). Tercatat, harga bitcoin anjlok dari semula Rp 947,41 juta pada Minggu (4/8) menjadi Rp 876,90 juta pada Senin dini hari (5/8). Setelahnya, harga BTC turun dengan pergerakan lebih mini, yakni ke level US$ 54.470 atau sekitar Rp 882 juta pada Senin (5/8). Dus, dalam lima hari terakhir, harga BTC sudah turun sekitar 16%. Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, harga BTC terus menurun akibat faktor ekonomi dan geopolitik yang berdampak negatif pada pasar kripto. Seperti sentimen risk-off dan kekhawatiran perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS). Ini memicu aksi jual besar-besaran. Diperparah penurunan di pasar saham global. Di Jepang dan Korea Selatan, penurunan tajam di pasar saham mencerminkan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas. CEO Triv, Gabriel Rey bilang, kondisi pasar yang bergejolak masih akan berdampak pada harga kripto dalam waktu dekat ini. Ia memproyeksi, harga BTC ada di sekitar US$ 60.000-US$ 70.000 pada akhir tahun ini. Secara teknis, bitcoin memiliki peluang menguji ulang level support di sekitar US$ 44.000 hingga US$ 48.000. Level support kritis berada di sekitar US$ 44.000 - US$ 48.000 (Rp 712 juta - Rp 777 juta. Jika harga dapat bertahan di atas US$ 50.000 (Rp 809 juta), ada kemungkinan kembali naik ke kisaran US$ 52.000  (Rp 842 juta). 

Ekonomi Indonesia 2024

Yuniati Turjandini 06 Aug 2024 Tempo
KONSUMSI rumah tangga masih menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga paruh pertama tahun ini. Badan Pusat Statistik mencatat kontribusi konsumsi rumah tangga mencapai 54,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2024. Jenis pengeluaran ini mendominasi faktor pendukung ekonomi lain, seperti belanja pemerintah, investasi, serta ekspor. 

Peran signifikan konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia sudah berlangsung bertahun-tahun. Setidaknya dalam 10 tahun terakhir, selama pemerintahan dua periode Presiden Joko Widodo, porsinya konsisten berada di kisaran 55 persen terhadap PDB. 

Peneliti dari Center for Strategic International Studies (CSIS) Deni Friawan mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari besarnya pasar di dalam negeri. "Ada 275 juta orang di sini," katanya kepada Tempo, kemarin. 
Besarnya pasar dalam negeri yang ditopang oleh banyaknya jumlah penduduk Indonesia memang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Syaratnya, kesejahteraan masyarakat mesti tumbuh supaya daya beli tetap terjaga. (Yetede)

Daya Beli Masyarakat Melemah Efek Ekonomi Melemah

Yuniati Turjandini 06 Aug 2024 Tempo
EKONOMI Indonesia pada kuartal kedua 2024 hanya tumbuh 5,05 persen. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi tersebut melemah dibanding pertumbuhan pada kuartal pertama yang sebesar 5,11 persen. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Mohammad Edy Mahmud mengatakan penurunan itu disebabkan oleh perlambatan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 54,93 persen.

Pada kuartal kedua 2024, pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 4,91 persen. Pertumbuhan itu lebih rendah dari kuartal kedua 2023 yang sebesar 5,22 persen. Angka itu juga lebih kecil dari pertumbuhan pada kuartal yang sama di 2022, yakni 5,52 persen. Edy menuturkan beberapa sub-kelompok mengalami perlambatan, seperti pakaian dan transportasi. Pelemahan tecermin dari melambatnya indeks perdagangan eceran dan riil, juga merosotnya penjualan wholesales kendaraan bermotor pada periode April-Juni 2024. 

Kondisi itu menjadi sorotan sejumlah ekonom karena dinilai sebagai sinyal perlambatan ekonomi. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies Nailul Huda mengatakan saat ini daya beli masyarakat tertekan oleh kenaikan harga kebutuhan. Ditambah kenaikan nilai tukar dolar yang mendorong lonjakan harga barang-barang impor (imported inflation). Nailul memprediksi kondisi tersebut berlanjut hingga akhir tahun ini. "Karena tampaknya daya beli masyarakat masih tertekan, terlebih harga komoditas tidak kunjung stabil," ucapnya kepada Tempo, Senin, 5 Agustus 2024. Ia memperkirakan hingga akhir tahun ini pun pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,85-5,05 persen. (Yetede)

Skandal Guru Besar Pertaruhkan Nama Besar Kementerian Pendidikan

Yuniati Turjandini 06 Aug 2024 Tempo
Temuan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengenai kecurangan akademik kenaikan jabatan profesor dalam skandal guru besar, yang turut diungkap majalah Tempo, awal Juli 2024, memperlihatkan terpuruknya integritas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan. Terungkapnya kasus ini memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin Ditjen Dikti yang punya seabrek regulasi bisa dengan mudah dijebol oleh komplotan tim penilai angka kredit dosen alias asesor (reviewer) serta para dosen dan pesohor pemuja nafsu yang kebelet menjadi profesor?

Sesungguhnya, perburuan guru besar tengah mengalami evolusi, yaitu dari perburuan jabatan menjadi gelar belaka. Fenomena ini jelas tak sesuai dengan Undang-Undang Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan. Aturan itu sebetulnya diterbitkan untuk menyediakan kanal bagi pesohor atau tokoh publik untuk memperoleh gelar profesor tanpa mengganggu jabatan profesor bagi warga kampus. Di dunia akademis, para dosen yang mengajar secara tetap di perguruan tinggilah yang pantas menyandang jabatan profesor “betulan”. Adapun gelar profesor kehormatan versi aturan di atas disebut sebagai profesor tidak tetap. Bagi kalangan akademikus, julukan itu pun jadi candaan dengan sebutan profesor “kadang-kadang”. (Yetede)

Taman Budaya Sebagai Badan Layanan Umum

Yuniati Turjandini 06 Aug 2024 Tempo

Tradisi Taman Budaya sebagai ruang publik, berakar kuat pada peradaban Nusantara semula jadi. Prasasti Tulang Tuo bertajuk 23 Maret 684M, mengisahkan pembangunan Taman Ksetra oleh Sri Jayanasa, sebagai tempat terbuka bagi para pejalan yang kehausan badan dan pengetahuan. Tempat untuk penyegaran diri dan berdialog saling mengingatkan bagi pemuliaan budi. Bentuk paling monumental Taman Budaya adalah pendirian Borobudur sebagai Kamulan Bumi Sambara. Yakni tempat untuk menyemai dan memetik kebajikan, keindahan dan pengetahuan (prasasti Kayumwungan 824M). Dari generasi ke generasi, rasa rindu akan taman budaya ini, terekam pada arkatipe kolektif; hingga kita memperoleh bayangannya pada lanskap IKN ibu kota Nusantara.

Sejak Kongres Kebudayaan Magelang 1948, "Taman Kebudayaan" untuk pengajaran, selalu dibicarakan bersamaan dengan "Taman Siswa" untuk pendidikan. Namun baru pada Dirjen Kebudayaan Prof Ida Bagus Mantra, keinginan terpendam ini dihidupkan. Setelah mewakafkan tanah keluarganya, dibangunlah Taman Budaya Bali (salah kaprah diterjemahkan sebagai Bali Art Centre) dan diselenggarakan Pesta Kesenian Bali pertama kali pada tahun 1978, yang semarak dan berkelanjutan hingga saat ini. Bali kemudian menjadi model dan rujukan pendirian Taman Budaya di berbagai propinsi, yang dikelola secara langsung oleh Dirjen Kebudayaan. Untuk kegiatan kesenian, pengaruh dari Taman Ismail Marzuki, yang lebih dahulu berdiri 1968, tak terelakan. Meskipun awal tujuan pendirian Taman Budaya, arahan Prof Mantra;"... akan berfungsi sebagai laboratorium dan etalase, sekaligus juga sebagai tempat pendidikan dan pelatihan seni." (Yetede)

Ekonomi yang Tengah Lesu

Yuniati Turjandini 06 Aug 2024 Investor Daily (H)

Meski mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi diatas 5%, namun kinerja perekonomian Indonesia kuartal II-2024 dinilai menyimpan masalah. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II tersebut menyimpang dari pola pertumbuhan ekonomi kuartal II sebelum-sebelumnya yang selalu diatas kuartal I. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 tercatat 5,05%, lebih rendah dari kuartal I-2024 yang berada di level 5,11%. Sementara pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,46% atau lebih tinggi dari kuartal I yang hanya sebesar 5,02%. Sedangkan tahun lalu, pertumbuhan ekonomi kuartal II tercatat 5,17% atau di atas kuartal I yang hanya sebesar 5,04%. Kondisi tersebut harus mulai diwaspadai, lantaran menunjukkan indikasi bahwa  perekonomian Indonesia tengah berada dalam kondisi yang kurang bergairah. "Kita harus melihat perkembangan bulan Agustus dan September 2024, jika kondisinya masih kurang bergairah dipastikan pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2024 akan menurun kembali," ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. (Yetede)

Perbankan Makin Tergerus

Yuniati Turjandini 06 Aug 2024 Investor Daily (H)

Pada paruh pertama tahun ini, industri perbankan mengalami penyusutan di sisi profitabilitas. Hal ini sejalan dengan tren suku bunga tinggi namun tidak diimbangi dengan kenaikan suku bunga kredit. Merujuk data OJK, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan nasional per Juni 2024 berada di level 4,57%, angka ini menyusut dibandingkan  posisi Juni 2024 2023 yang sebesar 4,8%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa secara umum rerata tertimbang suku bunga  dana pihak ketiga (DPK) dalam tren meningkat sejalan dengan naiknya suku bunga acuan selama setahun terakhir. "Di sisi lain, pergerakan rerata secara suku  bunga kredit cenderung flat, dengan suku bunga kredit modal kerja (KMK) dan kredit konsumtif (KK) menurun dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan prioritas bank untuk tetap menjaga kualitas kreditnya meskinpun NIM menjadi turun," ujar Dian. (Yetede)

Pasar Modal Saat Ini Tetap Jadi Pilihan Investor

Yuniati Turjandini 06 Aug 2024 Investor Daily (H)

Kalangan investor tetap menjadikan pasar modal sebagai pilihan investasi dalam jangka panjang. Koreksi tajam indeks harga saham gabungan (IHSG)  hingga 3,4% ke level 7.059 pada Senin (5/8/2024) juga diyakini hanya bersifat sementara, dengan potensi rebound masih terbuka lebar. Optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia ditunjukkan dari hasil Capital Sensitif Analysis Index (CSA Index) yang dirilis Senin (5/8/2024). CSA Index merupakan indikator yang didasarkan pada survei dan pandangan pelaku pasar akan kinerja IHSG dan sektor yang menggambarkan keyakinan dan pandangan para pelaku pasar dan analis terhadap kinerja IHSG di masa mendatang. CSA Index dikompilasi oleh CSA Institute bekerja sama dengan Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dari respon kusioner yang dikirimkan ke seluruh anggota AAEI dan alumi dari CSA Institute. Kemudian hasil diverifikasi untuk memastikan objektivitas dan validasi dari respon yang dikirim. (Yetede)

Pilihan Editor