Tumbuh Kembang Asean di usia 57 Tahun
IHSG Bergerak Menguat
Kredit Macet UMKM
Prospek UMKM untuk bertumbuh masih besar, namun dampak dari berakhirnya kebijakan restrukturisasi terdampak Covid-19 diprediksi masih akan terasa bagi debitur UMKM. Hal ini akan mengakibatkan potensi risiko kredit macet UMKM juga akan naik, sehingga pemerintah tengah menggodok skema kebijakan restrukturisasi utamanya untuk kredit usaha rakyat (KUR). OJK menyatakan rencana berkepanjangan restrukturisasi KUR sedang dimatangkan oleh tiga kementerian. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menjelaskan, pemerintah mengusulkan skema atau kriteria yang perlu diberikan rileksasi kebijakan ini, termasuk periode akad atau pencairan kredit oleh debitur. (Yetede)
Dampak Buruk PHK Massal
Masyarakat Berdaya Beli Lemah
Kunjungan Presiden ke IKN Bersama Jurnalis Vs Influencer
Berebut Pengaruh UU TNI dan Polri
Potensi Kelapa Dalam Negeri
Tempat Penitipan Anak
Kesibukan orangtua di masyarakat urban dalam bekerja membuat daycare atau tempat penitipan anak sudah menjadi kebutuhan. Namun, kasus penganiayaan anak di daycare Wensen School Indonesia di Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jabar, menjadi pembelajaran agar lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak. Dalam kasus di Wensen School, polisi telah menangkap MI karena diduga melakukan kekerasan terhadap M (2) dan HW (9 bulan). Terbongkarnya kasus ini bermula dari adanya video di media sosial yang memperlihatkan seorang anak yang berbaju putih duduk di belakang pintu. Dari balik pintu, seorang perempuan dewasa masuk dan melempar anak tersebut.
Terlihat pula seorang anak yang lebih besar, yang berbaju merah, dianiaya secara fisik. Terdengar jelas suara tangis anak-anak itu. Kasus ini mengingatkan orangtua agar sebelum menitipkan anaknya ke daycare, perlu melakukan riset dulu untuk memastikan ”rumah kedua” sang anak tersebut terjamin kualitas dan keamanannya, karena saat ini banyak orangtua yang memilih menitipkan anaknya ke daycare karena dinilai lebih aman dan terjamin. Daycare ada berbagai jenis, mulai dari daycare sehari-hari, daycare setelah sekolah, daycare di rumah, hingga daycare di kantor yang banyak disediakan perusahaan tempat orangtua bekerja. Masing-masing dapat dipilih tergantung dari kebutuhan
Sebelum menentukan pilihan, orangtua perlu cermat. Pastikan daycare yang dipilih memiliki izin resmi. Cek daycare tersebut apakah memiliki NPWP, nomor induk berusaha (NIB), rekomendasi dinas pendidikan setempat, dan sertifikasi standar usaha. Yang tak kalah penting, pastikan pemilik dan para pengasuh yang ada di daycare tersebut memiliki kompetensi dalam bidang pengasuhan anak. Tenaga pengasuh dari lulusan pendidikan anak usia dini dan psikologi sangat direkomendasikan.
”Pilihlah daycare yang pemiliknya betul-betul menguasai, punya pengalaman dan kompetensi untuk membuka daycare. Karena, dia akan menyeleksi guru dan stafnya dengan baik juga,” kata psikolog anak Novita Tandry, di Jakarta, Jumat (2/8). Kemudian, sarana dan prasarana daycare tersebut harus memenuhi ketentuan, mulai dari lokasi dan sarana yang sehat, aman, ramah anak, hingga media pembelajaran yang edukatif. Novita menyoroti maraknya bisnis daycare di Indonesia yang tidak berstandar. Ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah dan juga bagi orangtua agar lebih berhati-hati. (Yoga)
Bangun Kerjasama Strategis
Kunjungan Menhan Prabowo Subianto ke sejumlah negara Asia dan Eropa menunjukkan upaya presiden terpilih itu untuk membangun relasi strategis di kancah global. Selain mencari dukungan demi pemenuhan kepentingan strategis dan stabilitas nasional, langkah tersebut ditengarai diambil lantaran Prabowo ingin lebih aktif dalam pergaulan dunia. Prabowo tiba di Tanah Air setelah lawatan sepekannya ke sejumlah negara Asia dan Eropa, Kamis (1/8). Pada 24-31 Juli, Prabowo berkunjung ke Perancis, Serbia, Turki, dan Rusia.
”Saya baru tiba kemarin sore, jadi hari ini saya minta waktu (untuk) laporan kepada Presiden (terkait) kunjungan saya kemarin, (menghadiri) pembukaan Olimpiade, bertemu empat mata dengan Presiden Macron, dan beberapa (pemimpin) negara lainnya,” kata Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/8). Dalam lawatannya ke luar negeri pada 24-31 Juli, Prabowo mengunjungi Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Serbia Aleksandar Vucic, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kedatangan Prabowo ke negara-negara sahabat tersebut selalu disambut hangat.
Para pemimpin negara menjemput langsung, bahkan juga mengantarkan kembali Prabowo ke kendaraan yang ditumpanginya. Prabowo memulai kunjungannya ke Perancis dan diterima Presiden Macron di Istana Elysee, Paris, Rabu (24/7). Keduanya membahas isu keamanan global dan rencana peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, seperti modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), industri pertahanan, pendidikan dan latihan, serta forum dialog. Prabowo juga menghadiri pembukaan Olimpiade Paris 2024, Sabtu (27/7).
Selain itu, Prabowo juga menemui Presiden FIFA Gianni Infantino membahas upaya Pemerintah Indonesia dalam memajukan sepak bola di Tanah Air. Dari Perancis, Prabowo terbang ke Serbia, Senin (29/7) dan bertemu Presiden Aleksandar Vucic untuk memperkuat dialog politik serta mengembangkan dan mendorong kerja sama ekonomi. Lalu, Prabowo terbang ke Turki menemui Presiden Recep Tayyip Erdogan, membahas komitmen kerja sama kedua negara di bidang pertahanan, termasuk peningkatan kapasitas angkatan bersenjata hingga industri pertahanan.
Terakhir, Rabu (31/7) Prabowo menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, membahas penguatan kerja sama RI-Rusia di bidang pendidikan, pariwisata, ketahanan pangan, dan pertahanan. Selain itu, dibahas pula kerja sama mengenai energi nuklir. Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai positif rangkaian kunjungan kerja Prabowo. ”Indonesia negara yang strategis dalam percaturan global, sebagai presiden terpilih Pak Prabowo punya kepentingan menjadikan Indonesia penting dan strategis di dunia,” tuturnya. (Yoga)









