Alibi Saka Tatal dalam Dugaan Pembunuhan EKy dan Vina Cirebon
Beban Biaya Insentif ASN ke IKN
Siapa Untung dengan PP Kesehatan Industri Rokok atau Pengendalian Tembakau
Kontroversi Seragam Perempuan di Olimpiade 2024
Semester I-2024, Laba Bersih Barito Pacific Tumbuh Positif
Hati-hati Daya Beli Melemah
Pertumbuhan Perbankan Melesat
Kekuatan Dana Segar
Kebijakan The Fed
LUNTUR OPTIMISME MANUFAKTUR
Menurunnya optimisme pelaku industri manufaktur di Indonesia, yang terlihat dari penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia ke zona kontraksi pada Juli 2024, setelah hampir tiga tahun berada di zona ekspansif. Kondisi ini menjadi peringatan bagi perekonomian nasional karena manufaktur merupakan pilar penting dalam pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
Penurunan PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2024 menjadi alarm bagi perekonomian nasional. Beberapa faktor, seperti penurunan permintaan domestik, tantangan eksternal, dan kebijakan impor, berkontribusi pada kondisi ini. Tokoh seperti Paul Smith dari S&P Global, Wakil Ketua Umum Kadin Yukki Nugrahawan Hanafi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, semuanya menekankan pentingnya sinergi kebijakan pemerintah dan penguatan koordinasi untuk mengatasi pelemahan di sektor manufaktur.









