;

"Cyber Sex" Menghawatirkan

Yoga 05 Aug 2024 Kompas

Kasus kejahatan seks di dunia maya atau cybersex telah menggurita, bahayanya merasuk hingga ke lini terkecil dalam kelompok masyarakat. Beragam kasus diungkap, tapi tak sedikit yang gentayangan tak terjamah. Kasus terakhir menimpa AD (24), model yang juga anak musisi kenamaan di Indonesia. Video asusila dengan pemeran mirip dirinya dijadikan ladang uang oleh dua tersangka, MRS (22) mahasiswa asal Pasuruan, Jatim dan JE (35) pengangguran di Padang, Sumbar. Mereka berasal dari kelompok yang berbeda, dengan hobi yang sama, yakni menyebarkan video asusila. Salah satunya video dengan pemeran berwajah mirip AD. Kasus ini terungkap setelah Subdirektorat Siber Dirkrimsus Polda Metro Jaya menerima laporan jika video itu disebarkan melalui platform X dan Telegram.

Salah satu tersangka, yakni MRS, menjual konten tersebut demi meraup keuntungan. Dalam sebulan, dia memperoleh keuntungan Rp 2 juta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Sabtu (3/8) menuturkan, kasus ini bermula saat tim siber Dirkrimsus Polda Metro Jaya melakukan patroli siber yang merupakan tindak lanjut dari laporan warga. Dua tersangka diringkus di tempat berbeda. Hingga kini, tim masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk menahan dua tersangka dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk mengecek gawai milik tersangka dengan menerapkan laboratorium forensik. Polisi akan memanggil AD untuk memastikan apakah pemeran di itu dirinya atau pemeran lain yang mirip dirinya.

Untuk mendapatkan video penuh, tersangka menawarkan paket, yakni paket VIP dengan tariff Rp 35.000 dan paket VVIP dengan harga Rp 100.000. Pembayaran dilakukan melalui transaksi digital. MRS diketahui sudah beroperasi sejak Desember 2023 sampai Juli 2024 dengan omzet bulanan Rp 2 juta. Adapun jumlah pelanggan yang telah mengikuti kanal Telegram milik MRS mencapai 212.843 pelanggan. Tersangka JE mengunggah konten video asusila yang diduga milik AD melalui akun X, yakni @Hwandongzhou. Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka memiliki peran sebagai admin kanal Telegram. Ade khawatir jika kasus ini tidak dituntaskan segera, anak-anak bisa menjadi korban.

Ada ribuan pelanggan yang ada dalam Telegram tersebut. Tidak tertutup kemungkinan salah satu pelanggannya adalah anak-anak. Ade berharap masyarakat tidak ikut menyimpan atau menyebarkan konten pornografi tersebut. Sebab, jika itu dilakukan, mereka akan dijerat dengan UU Pornografi dan UU ITE. Dari hasil penelusuran, semua konten yang disebarkan oleh kedua tersangka masih bisa diakses hingga Minggu (4/8). Aktivitas jual beli konten pornografi yang kian marak menandakan tingginya konsumen yang ingin menikmati konten tersebut. ”Fenomena ini akhirnya dimanfaatkan oleh sindikat penyebar video porno untuk meraih keuntungan,” kata Kriminolog Universitas Muhammadiyah, Palembang, Sri Sulastri. (Yoga)


Pengalihan Dana ke Singapura: Tindak Pidana dan Upaya Bersih-Bersih

Yoga 05 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Eksodus dana dari Indonesia ke Singapura dinilai terkorelasi dengan aktivitas tindak pidana terutama di sektor keuangan, sehingga patut ditelusuri oleh pemangku kebijakan.Di antaranya adalah transaksi yang berkaitan dengan judi daring, hingga penyembunyian aset atau harta yang secara historis acapkali dilakukan oleh individu maupun korporasi. Pada saat bersamaan, Pemerintah Singapura tengah fokus melakukan pembenahan untuk membersihkan stigma negatif sebagai negara pusat pencucian uang. Aksi ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk mempererat koneksi dua negara dalam menangkal “transaksi hitam”. (Yoga)


Dampak dari Performa Ekonomi

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan yang relatif baik di awal semester II/2024, dengan kenaikan 3,46% ke level 7.308,12 hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Namun, pada Jumat pekan lalu, IHSG terkoreksi 0,24% akibat pelaku pasar merespons sentimen negatif dari kontraksi kinerja manufaktur dalam negeri yang telah berlangsung selama empat bulan berturut-turut. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang dirilis oleh S&P Global menunjukkan penurunan dari 54,2 pada Maret menjadi 49,3 pada Juli 2024, yang menjadi alarm bagi pemangku kepentingan industri.

Beragam masalah di sektor manufaktur, seperti penurunan produktivitas, infrastruktur yang tidak memadai, pungutan liar, dan memburuknya iklim usaha, memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Kontraksi ini berdampak luas pada sektor-sektor usaha lainnya, termasuk industri dasar kimia, barang konsumsi, ritel, transportasi, infrastruktur, dan konstruksi, yang sudah menunjukkan tanda-tanda tekanan ekonomi yang berkepanjangan.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk kuartal II/2024, di mana pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5%—5,2%. Namun, kekhawatiran terhadap transisi pemerintahan dan ketidakpastian global tetap membayangi. Pergerakan IHSG pun tidak bisa dilepaskan dari dinamika ekonomi global, terutama di Amerika Serikat, yang mengalami pelambatan dan berdampak negatif pada bursa Asia.

Dalam kondisi ini, pemerintah diharapkan segera melakukan pembenahan di sektor manufaktur yang merupakan salah satu motor utama penggerak ekonomi, meskipun situasi global yang tidak mudah menambah tantangan yang harus dihadapi.

Jembrana Tingkatkan Peran Kelapa dan Kakao sebagai Motor Ekonomi

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Bisnis Indonesia
Pemerintah Kabupaten Jembrana, di bawah kepemimpinan Bupati I Nengah Tamba, berencana meningkatkan peran komoditas perkebunan kelapa dan kakao sebagai motor perekonomian daerah. Bupati Tamba menekankan bahwa kelapa dan kakao merupakan produk unggulan Jembrana, berkat kondisi geografis yang mendukung. Langkah-langkah strategis telah dilakukan, termasuk pemberian bibit kelapa genjah dan kakao dari Kementerian Pertanian, untuk meningkatkan produksi dan mendukung perekonomian petani. Selain itu, pemerintah juga memperluas area tanam kakao guna memenuhi kebutuhan pabrik cokelat lokal dan pasar ekspor, dengan ekspor biji kakao berkualitas premium sudah berlangsung ke Eropa dan Amerika Serikat.

PDIP Siap Hadapi Bobby Nasution di Pilkada Sumut 2024

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Bisnis Indonesia
PDIP kemungkinan besar akan berhadapan sendirian melawan Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo, dalam Pilkada Sumatra Utara 2024. Bobby mendapat dukungan kuat dari berbagai partai besar, termasuk PKS, yang sebelumnya merupakan oposisi. Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan pentingnya penyelenggaraan Pilkada yang adil dan transparan, mengingat salah satu kandidat adalah menantu Presiden. Djarot juga memastikan bahwa PDIP akan melawan setiap bentuk kecurangan yang terjadi selama Pilkada Serentak.

KINERJA Emiten Besar Mengendalikan Arah Bursa Saham

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Kontan (H)

Mayoritas emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah merilis laporan keuangan periode semester I-2024. Di barisan 20 market cap terbesar, ada 16 emiten yang sudah mengumumkan kinerja enam bulan pertama tahun ini. Hingga menutup perdagangan akhir pekan lalu (2/8), 20 penguasa market cap emiten di sektor komoditas, perbankan, konsumer dan industri. Jika ditotal, nilai market cap 20 emiten tersebut mencapai 7.905,72 triliun. Nilai ini setara 63,69% dari total market cap BEI sebesar Rp 12.410 triliun. Dus, dengan kapitalisasi pasarjumbo, 20 emiten big cap bisa jadi penggerak dan pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan pekan lalu, IHSG bertengger di 7.308,12. Jika diakumulasi sejak awal tahun ini, IHSG naik sebesar 0,49%. Sebagai gambaran, posisi 10 teratas market cap diduduki PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Selain itu, ada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Berikutnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Astra International Tbk (ASII). Selebihnya dihuni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada menilai, kinerja emiten big caps yang bervariasi cenderung sesuai ekspektasi. Realisasi kinerja itu menunjukkan kondisi setiap sektor industri dan strategi masing-masing emiten menyesuaikan diri dengan dinamika bisnis. Pengamat & Praktisi Pasar Modal, Riska Afriani sepakat, kinerja emiten big caps pada paruh pertama tahun ini relatif sesuai ekspektasi. Riska menyoroti pertumbuhan kinerja emiten bank, yang menandakan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat di tengah tahun politik dan sejumlah tantangan ekonomi. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni mengatakan, peluang emiten big caps memperbaiki kinerja di semester II-2024 semakin terbuka. Terlebih, ada harapan pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada September nanti dan ada transisi pemerintahan di bulan Oktober. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama memperkirakan, kinerja para emiten yang positif di semester I-2024 berpeluang kembali terapresiasi hingga akhir tahun ini. "Harga saham emiten itu juga akan semakin terapresiasi," ujarnya. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menimpali, di semester II, kinerja sejumlah emiten big caps masih akan moncer. Sentimen utamanya adalah Pilkada 2024 di akhir tahun nanti. Transisi pemerintahan dan pemilihan kabinet juga memberikan sentimen positif.

JALAN PANJANG DALAM PROSES MENUJU NEGARA KELAS SATU

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Kontan

Perjalanan Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi dinilai masih sangat panjang. Hal ini mengingat laju pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Indonesia tumbuh melambat. Bank Dunia menyatakan, lebih dari 108 negara, termasuk Indonesia, China, Argentina, Brasil dan India masuk dalam kategori negara berpendapatan menengah (middle income countries) dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita berkisar US$ 1.136 hingga US$ 13.845. Berdasarkan laporan Bank Dunia bertajuk World Development Report 2024: The Middle Income Trap, negara-negara ini merupakan rumah bagi 6 miliar orang yang setara  75% populasi global, serta menghasilkan lebih dari 40% PDB global. Dalam laporan tersebut, Indonesia memang masuk kategori upper middle income countries atau negara berpendapatan menengah-atas. GNI per kapita Indonesia mencapai US$ 4,870 pada tahun 2023. Namun, posisi Indonesia paling rendah dibandingkan 11 negara lain yang masuk kategori ini. Misalnya, Rusia mencatatkan GNI per kapita US$ 14.250.

Kemudian China membukukan US$ 13.400. Bahkan Malaysia mencatat GNI per kapita jauh di atas Indonesia, yakni US$ 11.970. Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill memprediksi Indonesia setidaknya membutuhkan waktu 70 tahun untuk bisa mencapai pendapatan per kapita setara negara maju alias high income countries. Bank Dunia menilai ada sejumlah faktor yang membuat negara-negara berpendapatan menengah terjebak dalam stagnasi ekonomi, mulai dari penuaan populasi, peningkatan proteksionisme, serta kebutuhan transisi energi. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menghitung, jika pertumbuhan GNI per kapita Indonesia ke depan masih sama dengan rata-rata pertumbuhan dalam satu dekade terakhir di level 2,75% per tahun, maka perlu 39 tahun bagi Indonesia untuk memasuki era pendapatan kelas atas atau US$ 14.005 per kapita. Staf Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menambahkan, program pembangunan infrastruktur secara merata harus tetap dilakukan. Juga memacu hilirisasi bukan hanya di sektor pertambangan, namun juga pertanian dan perkebunan.

Saham Komoditas dan Perbankan Semakin Menguat

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Kontan
Saham berbasis komoditas dan perbankan masih mendominasi barisan top leaders penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sedangkan saham yang pergerakan harganya masih tertinggal (laggards) diisi emiten dari sektor beragam. Sejak awal tahun ini hingga perdagangan Jumat (2/8), 10 besar saham top leaders dihuni saham-saham dengan kapitalisasi jumbo (lihat tabel). Sedangkan top 10 saham laggards ditempati oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Lalu ada PT Astra International Tbk (ASII), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mengamati, pergerakan saham penggerak (movers) IHSG relatif sudah priced in dengan kinerja emiten dan prospek bisnis mereka. Faktor kondisi ekonomi makro akan tetap menjadi katalis penting yang dicermati pelaku pasar. Di sisi lain, suku bunga tinggi saat ini masih berkorelasi negatif terhadap sektor teknologi yang \ jadi pemberat indeks. Seperti GOTO, secara year to date mengakumulasi penurunan 38,37% dan BUKA melorot 45,37%. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana merekomendasikan spekulasi beli BBCA, ADRO, SMGR dan BRPT dengan target harga masing-masing Rp 10.550, Rp 3.500, Rp 4.200 dan Rp 1.250 per saham.

Kompetisi Ketat di Sektor Telekomunikasi

Hairul Rizal 05 Aug 2024 Kontan

Kinerja emiten telekomunikasi diprediksi masih akan tumbuh positif pada 2024. Didukung peningkatan penetrasi internet di Indonesia yang masih berlanjut. Pada sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan Indosat Tbk (ISAT) telah memaparkan kinerja semester I-2024. TLKM masih mampu mencetak pertumbuhan pendapatan 2,47% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 75,29 triliun. Tapi laba bersih turun 7,8% menjadi Rp 11,76 triliun. Ini disebabkan kenaikan beberapa pos beban. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus melihat tren kenaikan penetrasi internet masih akan berlanjut, mengingat tingkat penetrasi internet di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara Asia lain. Ditambah, perkembangan ekosistem digital di Indonesia masih berkembang. Namun, dia menegaskan ekosistem digital tidak akan ada artinya jika tidak didukung dengan infrastruktur yang dibangun. Apalagi seperti di luar daerah yang masih banyak merasakan susah sinyal.

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, juga dapat menjadi sentimen positif untuk meningkatkan kinerja industri telekomunikasi. Terlebih, ada rencana merger antara FREN dan EXCL akan menjadi katalis positif bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, sentimen pasar terhadap sektor emiten telekomunikasi saat ini cenderung positif, terutama dengan meningkatnya penetrasi internet dan kebutuhan akan konektivitas yang semakin tinggi. Untuk ISAT, meskipun mengalami pertumbuhan kinerja di semester I-2024, namun dengan peningkatan piutang usaha senilai Rp 3 triliun yang belum tertagih, dapat memberikan tekanan negatif terhadap harga saham ISAT. Dengan begitu, Sukarno merekomendasikan wait and see ISAT dengan target harga Rp 11.100–Rp 11.400 per saham. Untuk TLKM, Sukarno mengatakan kinerjanya secara jangka panjang masih baik, dari valuasinya yang semakin menarik. Hal ini tercermin dari harga saat ini yang sudah undervalued

Ekonomi Lemah menurunkan Daya Beli

Yuniati Turjandini 05 Aug 2024 Investor Daily (H)
Sejumlah ekonom menginformasikan daya beli masyarakat  melemah tahun ini, terlihat pada turunnnya penjualan semen dan otomotif, deflasi berkepanjangan, maraknya manufaktur pada Juli 2024, pertama sejak Agustus 2021. Keadaan ini dikhawatirkan bisa menggerus pertumbuhan ekonomi nasional. Per Juni 2024, berdasarkan data BRI Danareksa Sekuritas, penjualan semen turun 0,3% sedangkan di Juni turun 2,8%. Penjualan semen kantong menurun 1,9% sepanjang tahun ini. Sementara itu, penjualan mobil merosot 19% menjadi 408 ribu unit selama semester I-2024, sedangkan sepeda motor 1%. Selama ini, penjualan semen dan otomotif merupakan salah satu indikator daya beli masyarakat. (Yetede)

Pilihan Editor