Lima Ketahanan Pangan Indonesia
BEI Menempati Peringkat ke-7
OJK Telah Mengeluarkan RPOJK UMKM
Pulihnya Harga Batu Bara
PT Penggadaian Membukukan Penjualan Rp 2,2 triliun
PT Penggadaian Membukukan Penjualan Rp 2,2 triliun atas dua jenis sukuk terbarunya selama masa book building pada 23 juli hingga 6 Agustus 2024, sejauh melebihi target yang hanya Rp 1,5 triliun. Kedua intrusmen investasi tersebut berupa sukuk mudahrabah Berkelanjutan III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosiala Berkelanjutan Tahap I dan Tahap II. "Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan keprcayaan yang diberikan. Saya juga menghargai partisipasi aktif dari investor dan masyarakat atas pencapaian yang luar biasa ini," kata Direktur Keuangan dan Perencaaan Strategis Penggadaian Ferdian Timur Satyagraha. Ferdian mengatakan, peluncuran kedua jenis suku tersebut merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam menjalankan prinsip Environment Social, and Governance (ESG) sekaligus memberikan peluang investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dan kontribusi positif terhadap masyarakat. (Yetede)
Biomassa Sebagai Pengganti Batu Bara di PLTU.
Pembengkakan Biaya Kilang Pertamina
Reshuffle Kabinet di Akhir Pemerintahan
Kekeringan Berpotensi Menyebabkan Penurunan Produksi Beras
Tantangan untuk Meningkatkan Pasar Modal
Otoritas pasar modal Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mencapai target jangka panjang yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik saat ini maupun di masa mendatang, di bawah pemerintahan baru. Tantangan ini semakin berat dengan adanya perubahan lanskap investasi yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan domestik, serta geopolitik.
Salah satu target ambisius adalah kapitalisasi pasar yang diharapkan mencapai Rp15.000 triliun pada tahun 2027, sementara saat ini baru mencapai Rp12.302 triliun. Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, optimistis bahwa target yang lebih tinggi yaitu Rp22.000 triliun, seperti yang diinginkan oleh tim presiden terpilih Prabowo Subianto, dapat dicapai dengan memacu perusahaan besar untuk melakukan initial public offering (IPO).
Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menekankan bahwa pasar modal telah menjadi motor perekonomian nasional, dengan penghimpunan dana yang signifikan. Namun, pelaku pasar dan pengamat seperti Nafan Aji Gusta dan Budi Frensidy menekankan pentingnya perlindungan investor dan transparansi dalam perdagangan saham untuk mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan.









