;

Pembengkakan Biaya Kilang Pertamina

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Tempo
LEBIH dari setengah jam Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif berkeliling di kawasan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur pada Ahad siang, 11 Agustus 2024. Sudah setahun tak mengecek langsung ke kilang Pertamina ini, dia girang melihat konstruksi fasilitas baru sudah berdiri. Pertamina menyatakan progresnya sudah 91,6 persen dari target. 

Namun, di balik kemajuan itu, proyek revitalisasi kilang Pertamina ini masih menyimpan masalah. "Ada hal yang harus diselesaikan antara pemilik proyek dan kontraktor," ujarnya.  Enggan menjelaskan secara spesifik, Arifin mengatakan tantangannya berkaitan dengan biaya proyek yang bertambah. Wabah pandemi Covid-19 hingga perang Rusia dan Ukraina menjadi pemicu kenaikan ongkos proyek yang seharusnya rampung pada 2021 ini. Dalam kesepakatan final investasinya, proyek ini bernilai US$ 7,5 miliar.

Pembengkakan biaya ini mulai terdeteksi sejak 2022. Sumber Tempo yang terlibat dalam proyek RDMP Balikpapan menyatakan ada kenaikan ongkos US$ 1,2 miliar per 2022. Menurut dia, konsorsium kontraktor yang, salah satunya, terdiri atas Hyundai Engineering Co Ltd mengklaim tambahan biaya akibat aktivitas konstruksi terhambat pembatasan kegiatan selama masa pandemi berlangsung. Kontraktor juga harus menanggung kenaikan ongkos sewa peralatan dan pengiriman barang dari luar negeri. (Yetede)

Reshuffle Kabinet di Akhir Pemerintahan

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Tempo
SEBULAN setelah merombak kabinetnya, Presiden Joko Widodo dikabarkan akan kembali mengganti sejumlah anggota kabinetnya. Reshuffle kabinet tersebut kabarnya digelar pekan ini. Tiga narasumber Tempo dari partai pendukung pemerintahan Jokowi serta seorang pejabat di Istana Negara bercerita dalam perombakan kali ini, politikus Partai NasDem dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang akan dikeluarkan dari Kabinet Indonesia Maju. Keduanya adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Siti Nurbaya dikeluarkan dari kabinet karena dianggap kurang kooperatif, terutama dalam urusan memperlancar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Adapun Yasonna diganti karena mengesahkan perubahan kepengurusan DPP PDI Perjuangan tanpa memberi tahu terlebih dahulu Presiden Jokowi. (Yetede)

Kekeringan Berpotensi Menyebabkan Penurunan Produksi Beras

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Tempo
PRESIDEN Joko Widodo alias Jokowi mengatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog masih cukup untuk memenuhi konsumsi domestik. "Mencapai 1,7 juta ton," ujarnya saat mendatangi Pasar Beringin Buntok, Kalimantan Tengah, Kamis, 27 Juni lalu. Meski begitu, Presiden mewanti-wanti ancaman kekeringan yang berpotensi terjadi pada Juli hingga Oktober tahun ini. Menurut Jokowi, kekeringan berpotensi menyebabkan penurunan produksi beras. Dia meminta Kementerian Pertanian menambah bantuan pompa air hingga 70 ribu unit sebagai sarana mitigasi kekeringan dan untuk mencegah kegagalan panen. Apalagi, Jokowi melanjutkan, saat ini harga beras di seluruh dunia mulai mengalami kenaikan akibat gelombang kekeringan.

Kekhawatiran itu cukup beralasan. Sebab, menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, produksi beras pada 2024 berpotensi turun hingga 2 juta ton. Berdasarkan Kerangka Sampel Area BPS, produksi beras pada Januari-Juni 2024 sebesar 16,43 juta ton. Sedangkan di periode yang sama pada 2023, angka produksi beras mencapai 18,63 juta ton. Dengan demikian, terjadi penurunan jumlah produksi sebesar 2,2 juta ton dibanding produksi tahun lalu.  

Penurunan jumlah produksi itu berimbas kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Pelaksana tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan jumlah kota dan kabupaten yang mengalami kenaikan harga beras pada akhir Juni 2024 bertambah menjadi 63. Namun secara nasional harga beras menurun 0,95 persen dibanding pada Mei 2024.  Kementerian Pertanian tak menampik fakta bahwa produksi beras di dalam negeri terus menyusut. Untuk mengatasi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sudah memaksimalkan penggunaan pompa di sentra produksi supaya produksi gabah tetap maksimal meski pada musim kemarau. (Yetede)

Tantangan untuk Meningkatkan Pasar Modal

Hairul Rizal 13 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Otoritas pasar modal Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mencapai target jangka panjang yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik saat ini maupun di masa mendatang, di bawah pemerintahan baru. Tantangan ini semakin berat dengan adanya perubahan lanskap investasi yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan domestik, serta geopolitik.

Salah satu target ambisius adalah kapitalisasi pasar yang diharapkan mencapai Rp15.000 triliun pada tahun 2027, sementara saat ini baru mencapai Rp12.302 triliun. Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, optimistis bahwa target yang lebih tinggi yaitu Rp22.000 triliun, seperti yang diinginkan oleh tim presiden terpilih Prabowo Subianto, dapat dicapai dengan memacu perusahaan besar untuk melakukan initial public offering (IPO).

Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menekankan bahwa pasar modal telah menjadi motor perekonomian nasional, dengan penghimpunan dana yang signifikan. Namun, pelaku pasar dan pengamat seperti Nafan Aji Gusta dan Budi Frensidy menekankan pentingnya perlindungan investor dan transparansi dalam perdagangan saham untuk mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan.

Pergerakan Fluktuatif Sektor Manufaktur

Hairul Rizal 13 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkhawatirkan penurunan produktivitas manufaktur nasional yang terlihat dalam beberapa bulan terakhir, yang disoroti dalam Rapat Sidang Kabinet Perdana di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Senin, 12 Agustus 2024. Berdasarkan Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juli 2024, indeks ini turun ke level 49,3, menunjukkan kontraksi setelah 34 bulan berturut-turut mengalami ekspansi.

Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan permintaan domestik, peningkatan biaya impor bahan baku, serta masuknya produk impor yang membanjiri pasar domestik. Meskipun Indonesia memiliki potensi besar sebagai destinasi investasi manufaktur dengan lokasi strategis dan sumber daya alam yang melimpah, pemerintah dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan industri manufaktur.

Presiden Jokowi menekankan pentingnya penggunaan produk dan bahan baku lokal, serta perlindungan terhadap industri dalam negeri. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kolaborasi erat dan koordinasi antar-kementerian untuk memastikan kebijakan yang saling mendukung dan tidak tumpang-tindih. Dengan kebijakan yang tepat dan pro-industri dalam negeri, PMI manufaktur Indonesia diharapkan dapat kembali ke posisi ekspansi.

Strategi Meningkatkan Daya Saing Manufaktur

Hairul Rizal 13 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kondisi manufaktur nasional yang mengalami kontraksi, sebagaimana terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang turun ke level 49,3 pada Juli 2024, menandakan penurunan pertama dalam hampir tiga tahun terakhir. Dalam rapat di Istana Garuda pada 12 Agustus 2024, Jokowi meminta jajarannya untuk menyelidiki penyebab utama dari penurunan ini, termasuk melemahnya permintaan domestik, tingginya biaya impor bahan baku, dan serbuan produk impor.

Sejumlah tokoh dari berbagai sektor, seperti Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani dan Ketua Umum API Jemmy Kartiwa, mengusulkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, termasuk penegakan hukum terhadap impor ilegal, pengendalian harga predatory, dan kemudahan akses bahan baku bagi industri. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tetap optimis bahwa dengan kebijakan pro-bisnis yang tepat, seperti ketersediaan bahan baku dan harga gas industri yang kompetitif, kinerja manufaktur nasional bisa bangkit kembali.

Perluasan Tol Cipali Selesai Akhir 2024

Hairul Rizal 13 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Astra Tol Cipali memastikan jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Jawa Barat akan semakin lebar dengan selesainya pembangunan lajur ketiga pada akhir tahun ini. Group Chief Executive Officer Astra Infra, Firman Yosafat Siregar, menyatakan bahwa penambahan lajur ketiga, khususnya di KM 87+350 hingga KM 110+359 wilayah Kabupaten Subang, merupakan komitmen Astra Infra untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan tol.

Direktur Operasional Astra Tol Cipali, Rinaldi, menjelaskan bahwa pembangunan lajur tambahan ini dilakukan karena peningkatan mobilitas masyarakat di Tol Cipali sering menyebabkan antrean panjang. Penambahan lajur ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan tol dan mendukung perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.

Ruang Gerak Penghindaran Pajak Makin Terbatas

Hairul Rizal 13 Aug 2024 Kontan (H)

Celah wajib pajak perorangan maupun korporasi nakal menghindari kewajiban perpajakan makin sempit. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini punya kewenangan kuat atas praktik anti penghindaran kewajiban atas akses informasi keuangan. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 47 Tahun 2024, yang merupakan perubahan ketiga atas PMK No. 70/2017 tentang Petunjuk Teknis Mengenai Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan memberikan kewenangan  itu. Selama ini, Ditjen Pajak berwenang mengintip rekening keuangan milik orang pribadi dengan saldo minimal Rp 1 miliar. Bahkan, Ditjen Pajak bisa memelototi rekening keuangan entitas tak ada batas nominal. Lembaga keuangan wajib melaporkan informasi itu kepada Ditjen Pajak melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kini pemerintah mempertegas hal tersebut. Lewat Pasal 30A PMK 47/2024 terbaru, pemerintah menegaskan larangan kesepakatan atau praktik yang bertujuan menghindari kewajiban atas akses informasi keuangan untuk keperluan perpajakan. Bahkan, Ditjen Pajak juga punya kewenangan menentukan kesepakatan yang termasuk dalam penghindaran itu. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Dwi Astuti juga bilang, PMK 47/2024 menambah satu tahapan baru, yaitu penelitian yang diatur Pasal 31. Konsultan Pajak Botax Consulting Indonesia, Raden Agus Suparman mengatakan, sudah saatnya Ditjen Pajak melakukan pengawasan berdasar rekening keuangan. Sebab, "Selama ini data rekening keuangan sulit untuk dibantah oleh wajib pajak, dan sedikit sengketa antara petugas pajak dengan wajib pajak jika berdasarkan rekening bank," jelas dia. Pengamat Pajak Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mewanti-wanti petugas pajak agar lebih objektif dan terukur. Sebab melalui PMK ini, mereka punya kewenangan lebih luas dalam menetapkan kesepakatan atau praktik penghindaran kewajiban perpajakan. "Jangan sampai menimbulkan abuse dari kewenangan ini," kata Fajry.

Kenaikan Rasio Utang Perbesar Risiko Ekonomi

Hairul Rizal 13 Aug 2024 Kontan

Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan kemungkinan lonjakan utang di era pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto. Dengan berbagai program populis yang akan dijalankan, rasio utang pemerintah bisa naik signifikan. Dalam 2024 Article IV Consultation edisi Agustus 2024, IMF mengimbau pemerintah dalam lima tahun ke depan mengelola belanja dengan baik. Sebab, belanja yang lebih tinggi bisa membuat defisit fiskal mencapai batas maksimal sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB) dalam lima tahun ke depan. Akibatnya, tren utang akan naik bertahap. Bahkan, berisiko menembus 41% PDB pada 2029, melampaui level saat pandemi Covid-19 pada 2021 sebesar 40,7% PDB. "Meskipun angka ini berada di bawah batas maksimum utang PDB sebesar 60%, hal ini membawa risiko signifikan berupa potensi pelanggaran batas atas defisit 3% PDB," jelas IMF dalam laporan tersebut. Adapun Kementerian Keuangan (Kemkeu) memperkirakan defisit anggaran tahun ini sebesar Rp 609,7 triliun, setara 2,70% PDB.

Angka itu melebar dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar Rp 522,8 triliun atau 2,29% PDB. Sementara itu, posisi utang pemerintah per akhir Juni 2024 sebesar Rp 8.444,87 triliun setara 39,13% PDB. Dengan penarikan utang yang masih akan dilakukan hingga akhir tahun, kemungkinan posisi sekaligus rasio utang pemerintah meningkat. Ekonom Universitas Paramadina Jakarta, Wijayanto Samirin memperkirakan, rasio utang pemerintah bahkan bisa melonjak hingga 41% PDB pada 2026 apabila pemerintah tidak berhati-hati, dan terus melakukan financial engineering dengan melempar pekerjaan dan proyek besar ke BUMN yang dibiayai dengan penyertaan modal negara (PMN) hingga penjaminan utang. Ia melihat, rasio utang pemerintah juga akan semakin parah mengingat rasio pajak belum akan naik dalam tiga tahun ke depan. Ini merupakan buntut dari perlambatan ekonomi, beban bayar utang yang besar, dan insentif pajak berlebih yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dradjad Wibowo memastikan visi dan misi alias program yang sudah dirancang telah mempertimbangkan perlambatan ekonomi. Bahkan, menurut dia, TKN telah melakukan simulasi anggaran dengan risiko perlambatan ekonomi tersebut.

Bursa Efek Indonesia Pasang Target Ambisius

Hairul Rizal 13 Aug 2024 Kontan

Ambisi Presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka untuk mencapai nilai kapitalisasi pasar saham sebesar Rp 22.000 triliun di tahun 2027 disambut dengan keyakinan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi nampaknya perlu kerja keras buat mencapai target itu.  Sebelumnya, Tim Ekonomi Prabowo-Gibran pernah mengungkapkan optimisme nya bisa mencapai target tersebut di tahun 2027. Angka ini sebenarnya melampaui target yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan peta jalan ( roadmap ), OJK hanya mematok kapitalisasi pasar BEI bisa mencapai Rp 15.000 triliun di tahun 2027. Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan, pihaknya optimistis bisa mencapai target tersebut. Tapi, untuk mencapainya BEI membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. "Kami perlu suplai yang besar, yaitu initial public offering (IPO). Kami perlu dukungan dari anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan yang cukup besar," katanya setelah konferensi pers peringatan HUT Pasar Modal ke 47 Tahun, Senin (12/8).  Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy mengatakan, dalam pipeline , BEI sudah telah mengantongi dua rencana IPO dari perusahaan dengan aset berskala jumbo alias perusahaan mercusuar ( lighthouse company ). Pengamat Pasar Modal Indonesia dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, target Rp 22.000 triliun nampak terlalu besar untuk digapai. Kecuali, BEI bisa mendungang perusahaan asing untuk IPO.

Pilihan Editor