;

2025, Aset Kripto dan Digital Dibawah Kekuasaan OJK

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Investor Daily (H)
OJK tengah mempersiapkan diri untuk mengambil alih pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, dari Bappeti, yang akan efektif pada Januari 2025. Kebijakan ini sesuai dengan mandat Undang-Undang (UU) P2SK tentang Pengaturan dan Pengawasan bagi aset keuangan digital, termasuk aset kripto. "Dalam UU tersebut diamanatkan bahwa peralihan tugas kewenangan dari otoritas pengatur dan pengawas saat ini yaitu Kemendag Bappeti akan dilakukan selambatnya dua tahun setelah resmi efektif berlakunya UU P2SK yang diberlakukan pada 12 januari 2023" ujar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital Kripto Hasan Fawzi. (Yetede)

Penyaluran Pembiayaan Multifinance

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Investor Daily (H)
Penyaluran Pembiayaan perusahaan mulitifinance diproyeksikan tumbuh sekitar 10-12% sampai akhir 2024. Hal ini seiring  dengan tren penyaluran pembiayaan yang terus  meningkat, sekalipun ditengah kondisi daya beli masyarakat yang relatif menurun, suku bunga yang masih tinggi, serta depresiasi nilai tukar rupiah. OJK menyebut, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor hingga Juni 2024 mencapai Rp402,43 triliun, meningkat 11,91% yoy. "Penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor per Juni 2024 meningkat 11,91% yoy menjadi Rp402,43 triliun," kata Kepala Esekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya OJK Agusman. Sementara piutang pembiayaan perusahaan multifinance, kata dia kembali tumbuh sebesar 10,72% yoy pada Juni 2024 menjadi Rp492,17 triliun. (Yetede)

Energi Buy-back Saham Rp 1 T

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Investor Daily (H)

PT Harum Energy Tbk (HRUM) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan nilai maksimal Rp 1 triliun. Aksi korporasi ini diharapkan dapat mendukung likuiditas perdagangan saham perseroan agar lebih mencermin kondisi fundamental perusahaan. "Perseroan meyakini bahwa pembelian saham akan bermanfaat pada perusahaan dan para pemegang saham," kata Manajemen Hukum Energy dalam prospektus yang dipublikasikan. Perseroan berencana  meminta persetujuan, aksi buyback tersebut dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 17 Agustus 2024.

Dengan periode pembelian  kembali saham direncanakan pada 18 September 2024-September 2025. "Sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham, perseroan akan menganggarkan sejumlah dana yang berasal dari akun saldo laba per tanggal 30 Juni 2024. Dana yang dianggarkan perseroan dalam rangka pembelian kembali saham maksimal sebesar Rp 1 triliun, termasuk untuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara, dan biaya lainnnya sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham," tulis manajemen Harum Energy. (Yetede)

Penjualan Eceran Juli Meningkat

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) mencatat, kinerja penjualan eceran pada Juli 2024 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari indeks penjualan Riil (IPR) Juli 2024 yang diprakirakan mencapai 212 atau secara tahunan tumbuh 4,3% secara yoy. "Meningkatnya penjualan eceran didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis. Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan mengalami kontraksi  pertumbuhan sebesar 7,4% secara month to month (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 0,4% (mtm). Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 7,4% secara mtm, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 0,4% (mtm). (Yetede) 

Bengkak APBN karena Insentif ASN

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Tempo
Pemerintah punya beragam iming-iming insentif untuk aparatur sipil negara (ASN) yang bakal bertugas di Ibu Kota Nusantara (IKN). Teranyar, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumbar bakal ada insentif buat pejabat setingkat eselon I sebesar Rp 100 juta. 

Rencana tersebut terungkap saat Analis Kebijakan Utama Kedeputian Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB, Arizal, bicara dalam forum ASN Fest 2024 pada 3 Agustus 2024. Menurut dia, insentif itu berupa tunjangan kerja untuk mendukung kehidupan di IKN. "Di sana sekolah internasional, rumah sakit internasional. Bagaimana mau bayar mereka kalau tidak ada tambahan (pendapatan)?" ujarnya. 

Arizal menyatakan insentif untuk ASN yang pindah tugas ke IKN sangat krusial. "Sangat tidak menarik buat ASN untuk mau pindah ketika tidak diperhatikan insentifnya." Pernyataan yang sama pernah dilontarkan Presiden Joko Widodo pada tahun lalu. "Kalau enggak ada ini (insentif), alot pasti (pemindahan ASN ke IKN)," tuturnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Korpri 2023 pada 3 Oktober 2023. (Yetede)

Prestasi yang Tidak Memuaskan Bulu Tangkis di Olimpiade Paris

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Tempo
PRESTASI bulu tangkis Indonesia terpuruk di Olimpiade Paris 2024. Hanya meraih satu medali perunggu dari Gregoria Mariska Tunjung, Indonesia gagal mengembalikan tradisi emas badminton di pesta olahraga dunia itu. Capaian ini tentu menjadi pukulan bagi bulu tangkis Indonesia.  Olimpiade Paris seakan-akan menjadi puncak kejatuhan prestasi. Sejak awal tahun, terdapat 17 turnamen BWF World Tour level Super 200-100. Sayang, Indonesia hanya meraih lima gelar juara. Kemerosotan prestasi ini mengulang pengalaman pahit Olimpiade London 2012. Kala itu, Indonesia gagal meraih satu pun medali dari cabang olahraga badminton. 

Sebelumnya, Indonesia nyaris tak pernah absen membawa pulang emas Olimpiade dari bulu tangkis. Saat olahraga tepok bulu ini dipertandingkan secara resmi di Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia meraup medali emas di nomor tunggal putri (Susi Susanti) dan tunggal putra (Alan Budikusuma). Sejak saat itu, pemain bulu tangkis Indonesia terus membawa pulang medali emas—kecuali di Olimpiade London 2012.

Hilangnya tradisi emas bulu tangkis Olimpiade menuai sorotan. Apalagi setelah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia berdalih bahwa persoalan mental sebagai salah satu penyebab anjloknya prestasi atlet. Alasan itu sulit diterima mengingat sejumlah pebulu tangkis yang berlaga sudah punya cukup pengalaman. Bahkan ada yang pernah meraih medali pada Olimpiade sebelumnya. (Yetede)

Isu Korupsi Dana Haji

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Tempo
ISU korupsi menggoyang penyelenggaraan ibadah haji 2024. Lima kelompok masyarakat melaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengalihan kuota haji reguler ke haji khusus sebesar 50 persen. Salah satu surat aduan yang diterima Tempo menyebutkan indikasi penyalahgunaan wewenang Menteri Agama terlihat dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 118 Tahun 2024 tentang petunjuk pelaksanaan pemenuhan kuota haji khusus tambahan serta sisa kuota haji khusus 2024.

Peraturan itu bertentangan dengan Pasal 64 ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang menetapkan kuota haji khusus hanya 8 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia. Sementara itu, realisasinya, terdapat 27.680 anggota jemaah haji khusus atau 11 persen dari total kuota 241 ribu calon haji.  Peraturan Direktur Jenderal Haji tersebut juga tidak sesuai dengan hasil rapat panitia kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama pada 27 November 2023. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa kuota haji 2024 sebanyak 241 ribu. Dari jumlah itu, sebanyak 221.720 dialokasikan untuk haji reguler dan 19.280 untuk haji khusus. Namun yang terjadi adalah terdapat 213.320 calon haji reguler dan 27.680 calon haji khusus. (Yetede)

Agenda Transisi Energi Mengabaikan Pemerintah Daerah

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Tempo
TRANSISI energi terus menjadi topik panas di tengah upaya dunia meredam laju perubahan iklim akibat peningkatan suhu bumi. Indonesia termasuk negara yang paling disorot. Laporan terbaru Energy Institute yang dipublikasikan pada akhir Juni 2024 menempatkan Indonesia di peringkat kesembilan dalam daftar negara dengan konsumsi bahan bakar fosil terbesar di dunia. Hingga 2023, konsumsi bahan bakar fosil di Indonesia ditaksir mencapai 2.514 terawatt-jam (TWh), terbesar kelima di Asia setelah Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan.  

Pemerintah sebenarnya telah berkomitmen mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil. Dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC), pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor energi sebesar 12,5 persen secara mandiri dan 15,5 persen dengan dukungan internasional. Konsumsi bahan bakar fosil secara bertahap akan digantikan energi terbarukan yang rendah emisi.

Terlepas dari implementasinya yang masih jauh dari targetnya, komitmen transisi energi tersebut juga membawa konsekuensi di tingkat tapak. Transisi akan berdampak pada ekonomi daerah, terutama yang selama ini bergantung pada pertambangan dan pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU batu bara. Transisi energi juga akan mendorong pencarian sumber-sumber energi baru, yang erat kaitan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat lokal. (Yetede)

Andaikan dulu Veddriq Leonardo Berhenti Memanjat

Yoga 10 Aug 2024 Kompas (H)

Seperti teori efek kupu-kupu atau butterfly effect, satu keputusan yang diambil seseorang bisa berdampak besar dalam hidupnya. Nasib berbeda diyakini menanti peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, jika dulu memutuskan berhenti menekuni panjat tebing. Sembilan tahun lalu, Veddriq Leonardo berada di persimpangan antara berhenti dan lanjut menekuni panjat tebing. Veddriq kehilangan motivasi untuk memanjat setelah gagal berangkat ke Kejuaraan Nasional Yunior Panjat Tebing di Yogyakarta pada 2015, padahal, dia sudah berlatih keras. ”Waktu itu rasanya kurang dukungan. Latihan terus, tetapi enggak pernah lomba. Saya mulai mikir, apa saya fokus kuliah saja, tidak usah manjat lagi,” kata Veddriq. Saat itu Veddriq sudah menjadi mahasiswa tahun pertama Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar. Veddriq telah menjajal olahraga panjat tebing sejak duduk di bangku kelas 10 SMAN 6, Pontianak, pada 2011.

Dia mengenal panjat tebing lewat aktivitas ekstrakurikuler pencinta alam. Namun, Veddriq kecewa karena hasil latihan bertahun-tahun itu tidak pernah diuji di perlombaan. Wajar jika terbersit pikiran untuk berhenti. Namun, dukungan teman-temannya meyakinkan Veddriq untuk tetap berlatih. Setahun berselang, keputusan Veddriq berbuah manis. Ia memenangkan medali perunggu Kejuaraan Nasional Yunior Panjat Tebing 2016 di Bangka Belitung. Walau bukan medali tertinggi, namun, lebih dari cukup bagi Veddriq memantapkan hatinya pada panjat tebing. Dia berprestasi bukan hanya di level nasional, melainkan juga internasional.

Dalam debutnya di seri Piala Dunia 2018 di Moskwa, Rusia, Veddriq langsung membuat kejutan dengan meraih medali perunggu. Hanya butuh tiga tahun, Veddriq mengubahnya menjadi medali emas di seri Piala Dunia 2021 Salt Lake City, AS. Di situ Veddriq mencatatkan rekor dunia pertama  kalinya. Keran medali seolah terus terbuka dan selebihnya adalah sejarah. ”Kalau waktu itu berhenti, mungkin saya sekarang sudah jadi kepala sekolah, he-he-he,” ujar Veddriq, yang lulus program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Profesi itu paling mungkin dijalaninya andai tak jadi seorang atlet. Andai saat itu memilih berhenti memanjat, tak ada nama Veddriq yang terpampang abadi dalam daftar pemecah rekor dunia berkali-kali. Tidak ada juga medali-medali emas pada beragam kejuaraan dan Piala Dunia. Bisa jadi, tidak ada juga medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024 yang diraih di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024), itu. Veddriq telah menorehkan sejarah sebagai atlet yang menjuarai panjat tebing nomor speed putra edisi perdana di Olimpiade. Dia juga mewujudkan harapan banyak pihak untuk kehadiran emas bagi kontingen Indonesia di Paris. (Yoga)


Empat Detik Veddriq Leonardo untuk Medali Emas Indonesia

Yoga 09 Aug 2024 Kompas (H)

Veddriq Leonardo menghapus dahaga medali emas Indonesia dengan meraih emas panjat tebing nomor speed putra Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024). Setelah menanti 13 hari seusai upacara pembukaan, lagu ”Indonesia Raya” akhirnya berkumandang di Olimpiade Paris 2024. Medali emas disumbang pahlawan dari cabang panjat tebing, Veddriq Leonardo, yang hanya butuh waktu sekitar 4 detik untuk dikenang selama-lamanya dalam sejarah Indonesia. Atmosfer tegang, gugup, dan khawatir dari tim Indonesia lenyap seketika di Arena Le Bourget, Kamis (8/8) ketika layar penunjuk waktu di jalur Veddriq menyala berwarna hijau dan bertuliskan 4,75 detik. Itu menandakan kemenangannya di final atas wakil China, Wu Peng, yang hanya 0,02 detik lebih lambat. Veddriq resmi meraih emas. Pertama untuk Indonesia di Paris dan pertama dalam sejarah

”Merah Putih” di luar cabang bulu tangkis. ”Emas ini merupakan berkah dari kerja keras, usaha, dedikasi semuanya. Dari tim pelatih, atlet, teman-teman, dan keluarga. Ini kado buat Indonesia,” katanya sambil tersenyum lebar. Rasa haru tim panjat tebing Indonesia tidak terbendung. Pelatih Hendra Basyir yang selalu tampak ”dingin” menangis sekencang-kencangnya. Dia memeluk semua orang yang ada di depannya. Rahmad Adi Mulyono, pemanjat Indonesia yang dikalahkan Veddriq di babak awal eliminasi, juga bersorak. Lagu ”Indonesia Raya” berkumandang, bendera Merah Putih berkibar tinggi. Veddriq menyanyikan dengan khidmat. Di bawah, pemanjat putri Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi turut bernyanyi.

Billah, yang sukses meredam tangis saat kalah di perebutan medali perunggu sehari sebelumnya, tidak kuasa lagi menahan air mata. Emas itu menyudahi paceklik kontingen Indonesia, tiga hari jelang penutupan Olimpiade. Emas juga membasuh luka tim panjat tebing, sehari seusai kepahitan yang dialami para pemanjat putri. Veddriq menjadi sang penyelamat. Dia memanjat ke puncak dunia untuk memperlihatkan kebesaran Indonesia. Yenny Wahid, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI),turut hadir dan menjadi saksi lahirnya sejarah baru di Paris. Dia berkata, prestasi Veddriq baru permulaan dari perjalanan panjang panjat tebing di Olimpiade. Emas itu dipersembahkan untuk Indonesia yang akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan. (Yoga)


Pilihan Editor