;

Jangan Paksakan Catra, Sebab Bukti Tidak Valid

Yoga 19 Sep 2024 Kompas
Setelah menuai polemik, pemerintah menunda pemasangan catra pada stupa induk Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sejumlah ahli arkeologi menilai, tanpa data memadai, pemasangan catra jangan dipaksakan. KetuaTim AhliCagar Budaya Nasional SuryaHelmi mengatakan, polemik pemasangan catra di Candi Borobudur sudah lama terjadi. Rencana pemasangan catra selalu diusulkan di setiap rezim pemerintahan. Berbagai forum diskusi pun diadakan untuk membahas usulan tersebut. Sejumlah ahli arkeologi menolak usulan itu karena tidak ada bukti valid yang mendukung keberadaan catra di puncak stupa induk candi. 

Surya, yang juga mantan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, memang terdapat relief stupa dengan catra di dinding candi. Namun, visual itu tidak serta-merta membuktikan stupa induk Candi Borobudur memiliki catra. Apalagi, sejumlah candiBuddha di Jawa Tengah yang sezaman, antara lain Candi Mendut, Candi Pawon,Candi Ngawen,Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul, dan Candi Sewu, tidak mempunyai catra. ”Dengan tidak adanya data kuat, jangan memaksakan pemasangan catra di stupa Candi Borobudur,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Helmi menuturkan, catra pada stupa memang terdapat pada candi-candi di India. Namun, kearifan lokal terkait candi di Pulau Jawa tidak mengenal adanya catra. Oleh karena itu, pemasangan catra berpotensi mengubah bentuk aslinya. Candi Borobudur telah ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia. Indonesia berkewajiban menjaga kelestarian dan pemanfaatannya bagi warga di sekitarnya. Helmi mengatakan, saat mengajukan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia, Indonesia diminta menyusun manajemen perencanaan terkait pemugaran dan tujuannya. Dalam perencanaan itu tidak ada rencana untuk memasang catra pada stupa induk. (Yoga)

Perpisahan Dengan Sri Mulyani

Yoga 19 Sep 2024 Kompas
Tak yang menyangka Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menangis tersedu-sedu saat menghadiri rapat kerja terakhirnya dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat atau Banggar DPR, Selasa (17/9/2024). Rapat yang digelar untuk mengambil keputusan tingkat pertama atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 itu awalnya berjalan serius dan alot. Sri Mulyani dan jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bahkan sempat berdebat panas dengan anggota Banggar mengenai isi rumusan pasal tertentu di RAPBN 2025, yang ia khawatirkan bisa ”mengunci” gerak pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Namun, menjelang akhir rapat serta penandatanganan persetujuan atas RAPBN 2025, suasana berubah menjadi lebih cair. Seperti biasa, pimpinan Banggar mempersilakan pemerintah untuk menyampaikan kalima penutup di ujung rapat. Sri Mulyani pun mengawali pidatonya dengan mengucapkan terima kasih kepada Banggar DPR atas kerja samanya dalam membahas RAPBN 2025 yang sudah berlangsung intens selama lebih kurang empat bulan terakhir hingga akhirnya resmi disepakati. Awalnya, Sri Mulyani berpidato dengan lancar seperti biasa. Ia sempat memberi pesan agar dalam proses pengelolaan keuangan negara, politik tetap ”dibumikan” sebagai wahana untuk merawat nalar publik dan menjaga moralitas publik.

Sri Mulyani pun menguti wejangan dari Wakil Presiden Pertama Mohammad Hatta yang mengatakan bahwa ”kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, tetapi tidak jujur sulit diperbaiki”. Ujung pengabdian Namun, suaranya mulai bergetar saat ia menyampaikan bahwa momen tersebut adalah titik-titik terakhirnya mengakhiri tugas dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Memang, hari itu merupakan rapat terakhir Sri Mulyani dengan Banggar DPR. Secara formal, DPR periode 2019-2024 akan berakhir pada 30 September 2024 dan Sri Mulyani juga akan menyelesaikan masa tugasnya dikabinet Jokowi-Amin pada 20 Oktober 2024. Saat menyampaikan apresiasi kepada satu per satu rekannya di Kemenkeu, tangis Sri Mulyani pun pecah. Suaranya tercekat. Ia terdiam, menarik napas berulang kali, menghapus air matanya dengan tisu, dan meminum air. (Yoga)

Beberapa Sektor Menggugat UU Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Tapera

Yoga 19 Sep 2024 Kompas
Sebanyak 11 serikat pekerja dari beberapa sektor menggugat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera yang mewajibkan semua pekerja berpenghasilan setara atau lebih dari upah minimum menjadi pesertanya. Iuran dinilai akan semakin membebani pekerja yang gajinya sudah dipotong berbagai iuran yang sudah ada. Untuk itu, Mahkamah Konstitusi (MK) diminta mengubah sifat wajib iuran Tapera menjadi iuran yang dilaksanakan secara sukarela atau disepakati pekerja.

Ada tiga pasal di dalam UU Tapera yang diuji konstitusionalitasnya oleh para pekerja. Mereka didampingi kuasa hukum Denny Indrayana, advokat sekaligus ahli hukum tata negara. Ketiga pasal yang digugat itu adalah Pasal 7 Ayat (1) yang mengatur, ”Setiap pekerja dan pekerja mandiri yang berpenghasilan paling sedikit sebesarupah minimum wajib menjadi peserta”. Selain itu, Pasal9Ayat (1) berbunyi, ”Pekerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal7Ayat (1) wajib didaftarkan oleh pemberi kerja”. Terakhir, Pasal 64 Huruf a pada undang-undang yang sama berbunyi, ”Pemberi Kerja berkewajiban untuk: a. mendaftarkan pekerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal7Ayat(1) sebagai peserta”.

Adapun ke-11 serikat pekerja yang menggugat adalah Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional, Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif KSPI, Federasi Serikat Pekerja Listrik Tanah Air (Pelita) Mandiri Kalimantan Barat, dan Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan. Selain itu, Gabungan Serikat Buruh Indonesia, Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Buruh Sejahtera Independen ’92, Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makan Minum, dan Asosisi Serikat Pekerja Indonesia. (Yoga)

Penerapan Jalan Berbayar Parsial

Yoga 19 Sep 2024 Kompas

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini masih mematangkan kebijakan jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP) dengan sasaran penerapan bertahap pada kawasan dengan transportasi publik yang lengkap. ERP merupakan salah satu upaya mengurangi kemacetan Jakarta. Kebijakan ini mengatur penggunaan jalan pada kawasan tertentu agar tidak melampaui kapasitasnya. ”ERP masuk dalam blue-print (cetak biru) transportas Jakarta. ERP mungkin tidak diterapkan untuk sekian titik, tetapi ke depan bisa diterapkan di zona-zona yang memang transportasinya sudah cukup lengkap,” kata Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Selasa (17/9/2024). Zona dengan transportasi publik yang sudah lengkap antara lain kawasan Sudirman-Thamrin dan menyusul Lebak Bulus ke Ancol. Padakawasan pertama sudah tersedia Transjakarta, moda raya terpadu (MRT), kereta rel listrik (KRL), dan light rail transit (LRT) yang sudah terintegrasi. 

Sementara untuk Lebak Bulus-Ancol masih menunggu rampungnya MRT fase 2 Bundaran HI-Ancol. Proyeknya terdiri dari fase 2A Bundaran HI-Kota dan fase 2B Kota-Ancol. "Itu mungkin bisa alternatif. Kebijakan tentang ERP diusulkan menjadi peraturan daerah. Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengendalian Lalu Lintas secara Elektronik diusulkan pada 9 Mei 2022. Tahapan peraturan sudah sampai dalam program pembentukan peraturan daerah dan masih dalam pembahasan. Transportasi publik Pemprov DKI Jakarta juga membenahi atau meningkatkan layanan angkutan perkotaannya sesuai dengan kebutuhan warga. Hal ini terutama
perluasan cakupan layanan dan integrasi dengan wilayah aglomerasi Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. (Yoga)

Pungli Pasar Melibatkan Petugas DLH

Yoga 19 Sep 2024 Kompas

Kepolisian Resor Kota Bogor menangkap lima pelaku pungutan liar atau pungli di sekitar Pasar Merdeka, Kota Bogor, Jawa Barat. Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor diduga terlibat dalam pungli tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Ajun Komisaris Aji Rizaldi Nugroho, Rabu (18/9/2024), mengatakan, beberapa pedagang Pasar Merdeka melaporkan pungli yang dilakukan sejumlah orang dan organisasi kemasyarakatan. Dari laporan itu, polisi menangkap lima pelaku pungli di Pasar Merdeka pada Rabu pagi. Para tersangka yang ditangkap adalah IR, AS, DS, K, dan NM. Mereka meminta uang Rp 40.000-Rp 100.000 kepada pedagang. ”Mereka merupakan (anggota) organisasi kemasyarakatan. Pelaku melakukan pungutan liar ke para pedagang Pasar Merdeka dengan nominal Rp 40.000 hingga Rp 100.000. Alasannya untuk kebersihan pasar,” kata Rizaldi. Dari pengakuan pelaku, uang hasil pungli dikumpulkan, lalu dibagi dengan orang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. 

”Kami sudah kantongi dua nama oknum DLH (Kota Bogor). Saat ini, tim siber pungli masih mendalaminya,” lanjut Rizaldi. Sementara itu, Kepala Polresta Bogor Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pengungkapan kasus pungli tersebut merupakan pengembangan dari laporan dan kasus sebelumnya. Setidaknya ada tiga ormas yang terlibat pungli. ”Aksi premanisme ini tidak boleh karena merugikan masyarakat. Ada 340 pedagang (jadi korban). Punglinya dengan cara mengutip pedagang lebih dari tiga kali, dengan orang berbeda, dari pukul 03.00-06.00 WIB,” kata Bismo. Banyak pedagang di pinggir jalan yang menjadi korban pungli.Tidak hanya untuk kebersihan, pelaku memungut uang dari pedagang untuk alasan keamanan. Bismo mengatakan, Polres Bogor berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk menertibkan para pedagang di pinggir jalan. Sebab, tidak hanya mengganggu lalu lintas, keberadaan mereka juga berpotensi menimbulkan tindak kejahatan.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala DLH Kepolisian Resor Kota Bogor menangkap lima pelaku pungutan liar atau pungli di sekitar Pasar Merdeka, Kota Bogor, Jawa Barat. Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor diduga terlibat dalam pungli tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Ajun Komisaris Aji Rizaldi Nugroho, Rabu (18/9/2024), mengatakan, beberapa pedagang Pasar Merdeka melaporkan pungli yang dilakukan sejumlah orang dan organisasi kemasyarakatan. Dari laporan itu, polisi menangkap lima pelaku pungli di Pasar Merdeka pada Rabu pagi. Para tersangka yang ditangkap adalah IR, AS, DS, K, dan NM. Mereka meminta uang Rp 40.000-Rp 100.000 kepada pedagang. ”Mereka merupakan (anggota) organisasi kemasyarakatan.Pelaku melakukan pungutan liar ke para pedagang Pasar Merdeka dengan nominal Rp 40.000 hingga Rp 100.000. Alasannya untuk kebersihan pasar,” kata Rizaldi. (Yoga)

 

Mewaspadai Akibat Gempa Dangkal Bandung dan Garut

Yoga 19 Sep 2024 Kompas (H)

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024) pukul 09.41 WIB. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu mengakibatkan 82 warga terluka serta 773 rumah dan fasilitas umum rusak. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dangkal tersebut berada di 7,23 derajat lintang selatan dan 107,65 derajat bujur timur. Pusat gempa berjarak 25 kilometer arah tenggara Kabupaten Bandung. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Wafid menyatakan, wilayah gempa didominasi susunan tanah sedang pada dataran bergelombang dan tanah keras pada morfologi perbukitan. ”Batuan yang mengalami pelapukan umumnya bersifat lepas, urai, dan tak terkonsolidasi sehingga memperkuat efek guncangan gempa. Apalagi, kejadian gempa diakibatkan aktivitas sesar aktif,” katanya. 

Meski berada di darat dan sebagian besar terletak di asan rawan bencana gempa bumi menengah, Wafid menyatakan, kejadian ini tak berpotensi mengakibatkan patahan di permukaan. Namun, warga tetap diminta waspada terhadap kerusakan bangunan akibat gempa itu. Berdasarkan data BMKG, rangkaian gempa di Bandung mencapai 21 kali hingga pukul 12.30WIB. ”Sampai pukul 12.30 WIB, gempa susulan berjumlah 20 dengan magnitudo terbesar 3,6. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa dan tidak ada kerusakan sebelum kembali ke rumah masing-masing,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu. Warga mengungsi Pada Rabu siang, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu daerah terdampak parah. Puluhan keluarga mengungsi ke lapangan bola Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari. Apalagi, masih ada gempa susulan hingga siang. Euis (42), warga Kecamatan Kertasari, menuturkan, rumahnya rusak berat akibat getaran gempa yang kuat sekitar 5 detik. ”Saya bersama suami dan anak-anak harus mengungsi ketenda darurat di pinggir jalan,” kata ibu dari tiga anak ini. (Yoga)

BI Menurunkan Suku Bunga Acuan Sebesar 25 bps

Yuniati Turjandini 19 Sep 2024 Investor Daily (H)

BI menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% suku bunga deposit facility turun sebesar 25 bps menjadi 5,25%, dan suku bunga lending facility turun sebesar bps menjadi 6,75%. Keputusan ini dinilai tepat karena akan membuat ruang gerak ekonomi, khususnya kelas menengah dan para pengusaha akan lebih luas. Keputusan ini dinilai konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi pada tahun 2024 dan 2025 yang terkendali dalam sasaran 2,5+1% pada tahun 2024 dan 2025, penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah serta perlunya upaya untuk mempekuat pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut CEO Narasi  Institute dan akademisi dari UPN Veteran Jakarta, langkah BI ini merupakan  kebijakan yang sangat positif dan patut didukung. Bahkan menurutnya sebaiknya dilakukan lebih agresif lagi. Kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian dan tekanan inflasi domestik yang relatif terkendali menjadi argumen kuat bahwa BI bisa menurunkan suku bunga lebih lanjut. "Langkah ini dapat memberikan momentum bagi ekonomi untuk kembali tumbuh cepat pasca-pandemi," katanya kepada Investor Daily. (Yetede) 

Perizinan Guna Mempercepat Pengembangan Energi Panas Bumi

Yuniati Turjandini 19 Sep 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah berjanji memangkas  perizinan guna mempercepat pengembangan energi panas bumi. Pasalnya membutuhkan waktu hingga 6 tahun bagi investor untuk memulai konstruksi pembangkit listri tenaga panas bumi (PLTP). Padahal Indonesia memiliki potensi geothermal mencapai 24 gigawatt (GW).  Adapun saat ini kapasitas PLTP terpasang sebesar 2,6 GW. Geothermal merupakan pembangkit energi hijau dengan karakter menghasilkan listrik yang stabil dan tidak bergantung kepada musim atau cuaca. Berbeda dengan pembangkit energi terbarukan lainnya seperti pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga bayu maupun pembangkit tenaga air.

Presiden Jokowi mengatakan potensi geothermal Indonesia yang mencapai 24 GW dilirik oleh banyak investor. Hanya saja pengembangan panas bumi tidak berjalan signifikan. "Ketahuan tadi ternyata untuk memulai dari awal sampai konstruksi urusan perizinan bisa sampai 5-6 tahun. Ini yang mestinya yang paling cepat dibenahi dahulu agar dari 24 ribu MW yang baru dikerjakan hanya 11% itu bisa di segera dikerjakan oleh para investor sehingga kita memiliki tambahan listrik hijau yang lebih banyak. Kalau mau menunggu untuk memulai konstruksi saja 5-6 tahun, kalau orang enggak sabar, enggak mungkin mau mengerjakan," kata Presiden. (Yetede)

PT Astra International Tbk ASII Telah Mendominasi Industri Otomotif Indonesia

Yuniati Turjandini 19 Sep 2024 Investor Daily (H)

Selama lebih dari setengah abad, Group Astra yang dipimpin oleh PT Astra International Tbk (ASII), telah mendominasi industri otomotif Indonesia. Sektor otomotif telah menjadi tulang punggung kinerja keuangan Astra, dan mengantarkan konglomerasi ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Namun, arus deras brand-brand asing, terutama dari China yang membawa model kendaraan listrik yang digemari konsumen, mulai mengancam dominasi tersebut. Penjualan mobil Astra pun tertekan, dengan penurunan 17% pada bulan Agustus 2024 dibandingkan bulan yang sama pada tahun yang lalu, lebih rendah dibandingkan penurunan penjualan otomotif nasional sebesar Rp14,3%. 

Tekanan ini menunjukkan bahwa Astra harus segera beradaptasi menghadapi dinamika pasar dan perkembangan teknologi kendaraan. Head of Corporate Investor Relations Astra International Tira Ardianti mengaku, perseroan tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut. "Astra akan terus berfokus pada inovasi di sektor otomotif, dengan menawarkan produk-produk ramah lingkungan yang dapat membantu transisi  konsumen menuju kendaraan listrik sepenuhnya. Dengan berbagai langkah strategis  dan inovasi, Astra berkomitmen untuk tetap relevan dan berkelanjutan di tengah  persaingan yang makin ketat," ujar dia. (Yetede)

BMW Luncurkan i5 Touring

Yuniati Turjandini 19 Sep 2024 Investor Daily (H)

BMW Indonesia resmi meluncurkan BWM i5 Touring. Sedan touring premium pertama  di Indonesia ini dijual dengan harga Rp2,2 miliar off the road dengan qouta terbatas. Managing Director BMW Group Asia Lars Nielsen menerangkan, BMW Seri 5 sendiri merupakan business sedan (sedan bisnis) terlaris di dunia. Selama lebih dari 50 tahun, seri 5 mempertahankan kepemimpinan di segmen premium midsize sedan. "Secara total, penjualannya sudah  mencapai 1,2 juta unit secara global dan sekarang kami melanjutkan kisah sukses dengan sebuah mobil listrik." kata dia. Nielsen mengungkapkan, BMW i5 Torung memiliki daya pikat yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Pertama, adalah performa berkendara yang menyenangkan seperti mobil-mobil BMW lainnya. Di mana, total tenaganya mencapai 340 daya kuda dengan torsi maksimum430 Nm. "Untuk menempuh kecepatan 0-100 kilometer per jam (kpi), hanya memerlukan waktu 6,1 detik saja. Sementara daya tempuh kendaraan dalam kondisi baterai penuh ialah 560 km," ucap dia. Kedua, BMW i5 Touring lebih dari sekedar kendaraan tapi juga seamless ownership. Artinya, mobil sudah terkoneksi baik pada fitur hiburan sampai seluruh fungsi-nya.  (Yetede)

Pilihan Editor