;

Optimisme Terhadap Lonjakan Wisatawan 2024

Hairul Rizal 04 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Pada Januari-November 2024, jumlah wisatawan internasional meningkat hingga 20%, mencapai 12,66 juta kunjungan. Untuk sektor pariwisata domestik, Indonesia juga menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara sepanjang 2025.

“Dengan semangat kolaborasi, mari kita wujudkan pariwisata Indonesia sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta inklusif, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam siaran pers, Jumat (3/1).

Penyambutan wisatawan mancanegara pertama 2025 diadakan di Kepulauan Riau, Bali, dan Jakarta sebagai simbol kesiapan Indonesia menyambut lebih banyak wisatawan.

Kesiapan Strategis Hadapi Tekanan Apple

Hairul Rizal 04 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Pemerintah Indonesia tengah bersiap untuk melakukan negosiasi dengan Apple Inc. terkait realisasi investasi perusahaan tersebut di Indonesia. Negosiasi yang dijadwalkan pada 7—8 Januari 2024 di Amerika Serikat diprediksi akan berlangsung sulit. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah akan mempertahankan prinsip keadilan berusaha dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, meskipun Apple diperkirakan akan mengutamakan kepentingan bisnisnya.

Agus menekankan bahwa pemerintah juga menginginkan Apple membangun fasilitas produksi di Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja. Namun, hingga saat ini, Kementerian Perindustrian belum menerima proposal resmi dari Apple terkait rencana investasi senilai US$1 miliar.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan bahwa pengumuman resmi terkait kelanjutan investasi Apple di Indonesia akan disampaikan pada 7 Januari 2025. Rosan mengungkapkan bahwa Apple telah mengirimkan surat resmi terkait rencana investasi tersebut, dan perwakilan perusahaan akan datang ke Indonesia untuk membahasnya lebih lanjut.

Negosiasi ini menjadi upaya pemerintah untuk menarik investasi strategis sekaligus memastikan bahwa kerja sama tersebut memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian dan tenaga kerja dalam negeri.

Fenomena Lipstick Effect: Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi

Hairul Rizal 04 Jan 2025 Kontan (H)
Indonesia saat ini menghadapi perubahan pola konsumsi yang ditandai dengan fenomena lipstick effect dan doom spending, yaitu perilaku konsumtif yang berfokus pada gengsi dan tren. Menurut Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri, kelompok muda seperti Gen Z menjadi kelompok paling konsumtif, yang mengorbankan tabungan mereka. Data Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan penurunan indeks tabungan masyarakat berpendapatan rendah sebesar 1,2% (yoy) pada Desember 2024, sementara belanja produk gaya hidup meningkat tajam menjadi 20,7% pada periode yang sama.

Fenomena ini diperparah dengan tingginya penggunaan pinjaman online (pinjol) oleh Gen Z dan milenial, yang menyumbang 37,17% dari kredit macet pada Juli 2024. Yusuf Rendy Manilet, ekonom Core Indonesia, menjelaskan bahwa tren konsumtif ini didorong oleh pengaruh media sosial, FOMO (fear of missing out), dan kemudahan fasilitas kredit seperti BNPL (buy now pay later). Ia memperingatkan bahwa gaya hidup konsumtif ini berisiko menimbulkan kesulitan finansial jangka panjang, terutama jika terjadi penurunan ekonomi.

Sementara itu, M Rizal Taufikurahman, ekonom Indef, menyoroti bahwa pergeseran konsumsi ke barang mewah dan belanja impulsif dapat menyebabkan alokasi sumber daya yang kurang produktif, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa depan.

Jika tidak diantisipasi, perilaku ini dapat menjadi "bom waktu" bagi stabilitas ekonomi, mengingat tren ini cenderung membebani kondisi keuangan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Penerimaan Pajak Melemah, Utang Jadi Jalan Keluar

Hairul Rizal 04 Jan 2025 Kontan
Kondisi fiskal Indonesia pada 2025 menghadapi tantangan serius akibat target penerimaan negara 2024 yang meleset dan penundaan kenaikan tarif PPN menjadi 12%. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, mengakui penerimaan negara pada 2024 tetap tumbuh meskipun tidak mencapai target, sementara pemerintah menghadapi kekurangan potensi penerimaan sebesar Rp 75 triliun akibat kebijakan PPN.

Untuk menutup defisit anggaran, Suryo Utomo, Dirjen Pajak, menegaskan akan memprioritaskan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi guna memperluas basis pajak. Target penerimaan negara tahun 2025 dipatok pada rekor Rp 3.005,13 triliun, namun pemerintah harus berpacu dengan waktu untuk mencapainya.

Raden Agus Suparman, Konsultan Pajak Botax Consulting, memprediksi pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebagai opsi utama menutupi defisit. Namun, ia juga menyoroti potensi penerimaan dari sistem pajak baru Coretax, yang diperkirakan dapat meningkatkan penerimaan hingga Rp 48 triliun, serta dari pajak karbon yang memiliki potensi Rp 23 triliun, meskipun regulasi teknisnya masih belum rampung.

Sementara itu, Prianto Budi Saptono, Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute, menjelaskan bahwa pemerintah memiliki landasan hukum melalui Pasal 12 UU No. 17 Tahun 2003 untuk menutup defisit APBN hingga batas maksimal 3% dari PDB, dengan utang maksimal 60% dari PDB.

Dengan langkah ini, pemerintah berusaha menjaga stabilitas fiskal meskipun harus menghadapi berbagai risiko, termasuk melemahnya daya beli masyarakat dan tantangan ekonomi global.

Austindo Berambisi Tingkatkan Produktivitas

Hairul Rizal 04 Jan 2025 Kontan
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) optimistis terhadap prospek industri agribisnis tahun 2025, terutama di sektor kelapa sawit. Nopri Pitoy, Direktur Keuangan ANJT, menyebut kebijakan penerapan B40 akan meningkatkan permintaan crude palm oil (CPO) hingga 2 juta ton per tahun di dalam negeri. Kenaikan harga acuan CPO yang mencapai lebih dari US$ 1.000 per ton pada semester II-2024 memberikan dampak positif terhadap kinerja ANJT.

Hingga kuartal III-2024, ANJT mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 145,6% year-on-year (yoy) menjadi US$ 1,49 juta, meski pendapatan turun 5,1% yoy menjadi US$ 168,4 juta. Peningkatan profitabilitas didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata CPO sebesar 6,2% yoy dan efisiensi biaya operasional, meskipun cuaca ekstrem sempat menurunkan volume produksi.

Pada 2025, ANJT menargetkan peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 10% dan produksi CPO tumbuh 15%. Selain itu, ANJT juga berkomitmen mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga 20% dan meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) di atas 60%, mendukung target net zero carbon pada 2030.

Meski saham ANJT masih terkoreksi 11,25% dalam lima tahun terakhir, perusahaan tetap optimis bahwa peningkatan produktivitas dan diversifikasi energi akan menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.

Ketegangan Politik di Korea Selatan Kembali Meningkat

Hairul Rizal 04 Jan 2025 Kontan
Situasi politik Korea Selatan semakin memanas menyusul upaya Corruption Investigation Office (CIO) untuk menangkap Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan pemberontakan dan pemberlakuan darurat militer pada Desember 2024. Namun, upaya tersebut gagal karena dihalangi oleh ratusan pendukung Yoon serta pasukan Presidential Security Service (PSS) dan militer Korsel di kompleks kediaman presiden di Seoul.

Jurubicara CIO menyatakan bahwa surat perintah penangkapan, yang sebelumnya disetujui pengadilan, tidak dapat dilaksanakan karena kebuntuan yang terjadi, mengkhawatirkan keselamatan personel. CIO kini sedang mempertimbangkan langkah berikutnya.

Sementara itu, tim hukum Presiden Yoon menolak surat perintah tersebut dengan alasan ilegal dan memperingatkan polisi agar tidak mendukung upaya penangkapan. Polisi telah menetapkan kepala PSS dan wakilnya sebagai tersangka karena menghalangi tugas resmi, dan keduanya dijadwalkan untuk diperiksa.

Profesor hukum Kim Seon-taek menyarankan agar pejabat Presiden, seperti Choi Sang-mok, memanfaatkan kekuasaannya untuk memerintahkan PSS bekerja sama dengan penyidik. Kepala interim People Power Party, partai berkuasa, menegaskan bahwa investigasi terhadap Yoon harus tetap dilanjutkan meskipun tanpa penahanan.

Kejadian ini mencerminkan krisis politik dan hukum yang mendalam di Korsel, dengan potensi dampak besar terhadap stabilitas negara.

January Effect Diprediksi akan Memompa Penguatan Pasar Lebih Lanjut

Yuniati Turjandini 04 Jan 2025 Investor Daily (H)
Pasar saham RI berpotensi menguat memasuki awal Januari 2025. Tercermin dari Indeks Harga  Saham Gabungan (IHSG) yang berada di teritori hijau plus dukungan data makro ekonomi yang terjaga positif.  January Effect diprediksi akan  memompa penguatan pasar lebih lanjut. IHSG menutup perdagangannya pada Jumat (3/1/2024) dengan ending yang manis. Terpantau, terjadi penguatan tipis sebanyak 1,22 poin (0,017) ke posisi 7.164 setelah dibuka di level 7,163. Nilai transaksi mencapai Rp7,8 triliun melibatkan 19,82 miliar saham yang beralih tangan tangan sebanyak 1.000,876 kali. Kenaikan tipis itu sekaligus mengakumulasi penguatan IHSG selama 10 hari terakhir menjadi 7,39% setelah terkoreksi 7,73% selama sembilan hari perdagangan terakhir. Direktur Utama PT Anugrah Mega Investasi Hans Kwee berkepanjangan bahwa pasar saham RI pada Januari 2025 memiliki peluang untuk rebound. Ini tidak lepas dari adanya potensi Wall Street yang kembali rally. Dengan catatan, presiden terpilih AS, Donald Trump, yang dilantik pada 20 Januari mendatang tidak menerbitkan kebijakan atau pernyataan-pernyataan ekstrim. (Yetede)

Babak Baru Merger Maskapai Pelat Merah

Yuniati Turjandini 04 Jan 2025 Investor Daily (H)
Rencana BUMN menggabungkan tiga maskapai pelat merah yakni Pelita Air, Garuda Indonesia, dan Citilink memasuki babak baru. Dengan tujuan efisiensi merger tiga perusahaan penerbangan tersebut ditargetkan rampung tahun ini. Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan bahwa rencana penggabungan atau merger maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air telah masuk dalam peta jalan (road map) enam bulan ke depan. Erick mengatakan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia dan PT Pelita Air, termasuk Direktur Utama Citilink sebagai anak usaha Garuda Indonesia, guna membahas peta jalan enam bulan ke depan. "Ya ini kembali (pertemuan), ini bagian road map yang enam bulan ke depan. Kenapa saya kumpulkan hari ini? Itu menjadi bagian diskusinya (mengenai rencana penggabungan maskapai milik BUMN," kata Erick. Erick menyampaikan hal tersebut seusai rapat dengan berbagai BUMN aviasi yakni Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Indonesia Air Dendy Kurniawan; Direktur Utama Citilink Indonesia Dewa Kadek Rai; pihak InJourney Airports, dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia. (Yetede)

Dimulai 6 Januari Makan Bergizi Gratis

Yoga 04 Jan 2025 Kompas (H)
Pemerintah memastikan program makan bergizi gratis akan dimulai pada awal pekan depan. Pelaku usaha lokal dilibatkan untuk menyuplai bahan makanan agar program ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Kepastian pelaksanaan program makan bergizi gratis ditegaskan oleh sejumlah menteri setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jumat (3/1/2025), di Istana Bogor, Jawa Barat. 

Rapat terbatas yang berlangsung sekitar dua jam itu diikuti, antara lain, oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Desa Yandri Susanto, dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman. ”Pelaksanaannya (makan bergizi gratis)6Januari,” ujar Budi Arie seusai rapat terbatas. Budi Arie melanjutkan, bahan-bahan makanan untuk melaksanakan program makan bergizi gratis berasal dari komoditas lokal. Berbagai pelaku usaha, termasuk badan usaha milik desa (BUMDes), akan dilibatkan untuk mendukung program itu. Dengan demikian, program tersebut tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga petani, peternak, dan pedagang lokal. (Yoga)

Belum Terwujud Tunjangan Kinerja Dosen

Yoga 04 Jan 2025 Kompas (H)
Di akhir masa kepemimpinan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, dosen berstatus aparatur sipil negara atau ASN sempat dijanjikan mendapat tunjangan kinerja atau tukin mulai 2025. Namun, realitasnya, kini anggaran untuk itu tidak ada karena perubahan nomenklatur kementerian pendidikan. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam acara Taklimat Media 2025: Arah dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jumat (3/1/2025), di Jakarta, mengatakan, program 100 hari kementeriannya lebih untuk membenahi berbagai masalah internal di pendidikan tinggi, termasuk mengevaluasi dan merevisi sejumlah regulasi untuk memastikan tata kelola perguruan tinggi yang otonom dan akuntabel. Soal tukin bagi dosen ASN, draf peraturan presiden tentang hal ini sedang disiapkan. (Yoga)

Pilihan Editor