;

Prioritaskan Makanan Bergizi Gratis Bagi 11,3 Juta Warga

Yoga 06 Jan 2025 Kompas (H)
Program Makan Bergizi Gratis , yang dimulai Januari 2025, bisa difokuskan bagi 11,3 juta anak sekolah, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dari warga miskin. Mereka adalah kelompok warga yang selama ini sulit mengakses makanan bergizi. Jumlah warga miskin yang termasuk kriteria penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih sedikit dibandingkan jumlah target pemerintah tahun ini sebanyak 19,47 juta warga. Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas dari data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan adanya 11,3 juta orang yang masuk kategori miskin, atau 12 persen dari total 93,8 juta orang kriteria penerima MBG. Dari total 11,3 juta orang tersebut, 4,5 juta orang atau 48,4 persen merupakan siswa SD hingga SMA sederajat dari keluarga miskin, yang konsumsi kalorinya kurang dari angka kecukupan gizi. Selanjutnya, 3,8 juta orang atau 33,5 persen adalah anak balita dari keluarga miskin.

Sisanya 1,9 juta atau 16,6 persen meliputi ibu menyusui dan 168.513 atau 1,5 persen ibu hamil dari keluarga miskin. Penentuan kategori miskin menggunakan acuan BPS tahun 2024 tentang klasifikasi pengeluaran per kapita setiap bulan. Warga yang masuk kategori keluarga miskin pada 2022, pengeluaran per kapitanya Rp 505.469 per bulan. Khusus untuk anak sekolah, tim Kompas juga menghitung angka kecukupan gizi dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi untuk Masyarakat Indonesia. Sofiatun (58), warga Slipi, Jakarta Pusat, adalah salah satu yang merasa terbantu dengan uji coba program ini di sekolah Nando (9), cucunya. Selama sebulan ini, Sofiatun tidak perlu membelikan nasi uduk dan orek tempe seharga Rp 7.000 sebagai bekal cucunya di sekolah.

”Saya senang. Alhamdulillah banget. Kalau dia pulang sekolah, saya menawari makan, katanya kenyang. Kalau ada makanan sisa dari sekolah, kadang dibawa pulang untuk adiknya, dimasukkan tempat bekal,” kata Sofiatun, yang ditemui akhir Desember lalu. Sofiatun tinggal bertujuh dalam satu rumah, termasuk dengan Nando. Dia dan suaminya sama-sama sudah tidak bekerja. Di rumah itu, hanya ibu Nando yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Dari 11,3 juta yang tersebut diatas, tim Kompas menghitung wilayah dengan proporsi jumlah warga miskin yang memenuhi syarat sebagai penerima MBG. Merujuk hitungan ini, Provinsi Sulawesi Barat sebagai wilayah dengan proporsi jumlah warga miskin terbanyak, yakni 150.377 orang atau 26,7 persen. Urutan berikutnya Provinsi Gorontalo 108.908 orang atau 25,9 persen, Sulawesi Tenggara 288.888 orang (25,6 persen), Nusa Tenggara Timur (NTT) 605.013 orang (25,4 persen) dan Sulawesi Selatab 606.123 orang atau 19,4 persen. (Yoga)

IHSG Tertekan di Akhir Sesi Pertama Perdagangan Hari Ini

Yuniati Turjandini 06 Jan 2025 Tempo
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tertekan di sesi pertama perdagangan pekan ini dengan parkir di level 7.112,3 atau -0,72 persen. Di akhir sesi pertama ini, sebanyak 268 saham menguat, 362 melemah, dan 208 stagnan. “Dengan nilai transaksi mencapai Rp4,2 triliun, frekuensi trading sebanyak 668.515 kali dan volume trading sebanyak 140,8 juta lot,” kata Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 6 Januari 2024. IHSG Berpeluang Menguat, Samuel Sekuritas Soroti 4 Saham Perbankan Emiten teknologi cloud Era Digital Media (AWAN) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan di sesi pertama hari ini, dengan frekuensi transaksi mencapai 83.354 kali. Kondisi ini disusul GZCO dengan frekuensi 30.957, dan GoTo sebanyak 26.153. 

Dari segi volume, saham teknologi GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi yang terbanyak diperdagangkan di sesi pertama hari ini dengan volume perdagangan sebesar 67 juta lot. Kemudian, disusul INET sebanyak 3,8 juta lot, dan BRMS 3,5 juta lot. IHSG Diproyeksi Melemah Secara Terbatas Pekan Depan, Pasar Menantikan Sentimen Debat Pilgub Jakarta Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral yang naik paling tinggi di sesi pertama hari ini dengan jumlah +1,7 persen. Kemudian, disusul indeks sektor energi (IDXENERGY) sebanyak +0,7 persen, dan indeks sektor consumer siklikal (IDXCYCLIC) dengan +0,0 persen. Sementara itu, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menjadi indeks sektoral yang melemah paling dalam di sesi pertama hari ini dengan angka -1,2 persen. Kemudian, disusul indeks sektor transportasi (IDXTRANS) -1,2persen, dan indeks sektor properti (IDXPROPERT) -0,9 persen. (Yetede)

Turunnya Biaya Provisi Bank, Laba Perbankan Meningkat

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan
Perbankan berhasil menjaga pertumbuhan laba meskipun menghadapi tantangan suku bunga tinggi pada 2024 dengan strategi efisiensi melalui penurunan biaya provisi, didukung oleh peningkatan kualitas aset.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Biaya provisi turun 30,45% menjadi Rp 1,14 triliun. Laba naik 4,86% menjadi Rp 5,85 triliun, meski pendapatan bunga bersih turun 3,42%. Presiden Direktur Lani Darmawan menekankan kualitas aset yang terjaga sebagai basis pertumbuhan lebih tinggi.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Biaya provisi turun 15,46% menjadi Rp 2,03 triliun. Pendapatan bunga bersih naik 9,29% menjadi Rp 70,15 triliun, dan laba meningkat 14,31% menjadi Rp 50,47 triliun. EVP Hera F. Haryn menyebut disiplin dalam penyaluran kredit membantu menjaga kualitas kredit.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Biaya provisi turun 18,72% menjadi Rp 6,41 triliun. Laba naik 4,04% menjadi Rp 19,81 triliun meskipun pendapatan bunga bersih turun 3,87%. Direktur Utama Royke Tumilaar optimistis kualitas aset akan terus membaik.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Biaya provisi turun 35,57% menjadi Rp 2,2 triliun. Direktur Manajemen Risiko Setiyo Wibowo yakin tekanan makro dan suku bunga tinggi akan mereda pada 2025, seiring perbaikan kondisi ekonomi.

Strategi efisiensi dalam mengelola biaya provisi dan fokus pada kualitas aset menjadi kunci keberhasilan perbankan menjaga kinerja positif di tengah tekanan suku bunga tinggi.

Sentimen Positif Dorong Dana Asing Rp 1,08 Triliun ke RI

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan
Aliran dana dari investor asing mulai masuk kembali ke pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing sebesar Rp 1,08 triliun masuk (capital inflow) ke pasar keuangan lokal pada periode 30 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

Berdasarkan data transaksi 30 Desember 2024-2 Januari 2025, aliran modal asing masuk dari pasar saham dan surat berharga negara (SBN). Namun di saat bersamaan, asing menjual neto atau keluar dari pasar keuangan domestik di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Seiring masuknya dana asing ke pasar keuangan dalam negeri, premi risiko investasi di Indonesia juga meningkat. Ini terlihat dari premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 2 Januari 2025 sebesar 78,00 bps, naik dibandingkan posisi 27 Desember 2024 sebesar 75,51 bps

Daya Beli Masih Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan
Saham sektor barang konsumsi primer diprediksi akan mencatat kinerja positif pada tahun 2025. Natalia Sutanto, Analis BRI Danareksa Sekuritas, menyebut beberapa faktor pendorongnya, seperti kenaikan upah minimum sebesar 6,5%, program makan bergizi gratis, serta insentif tarif PPh final 0,5% untuk UMKM. Faktor-faktor ini meningkatkan daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pendapatan sektor ini sebesar 6,8% yoy pada 2025.

Natalia juga memperkirakan adanya penyesuaian harga jual rata-rata (ASP) sebesar 1,7% karena peningkatan biaya input. Meski harga jual naik, margin sektor ini tetap terjaga, dengan pertumbuhan laba inti diproyeksikan mencapai 9,3% yoy pada 2025.

Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyatakan program B40 juga dapat menjadi katalis positif bagi sektor ini, meskipun implementasinya harus dilakukan dengan maksimal.

Namun, Willy Goutama, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, menilai kenaikan upah minimum tidak signifikan dalam mendorong daya beli karena inflasi dan tantangan di pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, Willy merekomendasikan saham emiten dengan kepemimpinan pasar yang kuat dan strategi bisnis unggul, seperti ICBP dan MYOR.

Dengan volume penjualan yang solid dan kontribusi pasar ekspor yang besar, MYOR diproyeksikan dapat mengimbangi fluktuasi margin akibat biaya input. Sementara ICBP akan menyesuaikan harga jual untuk mendukung pertumbuhan.

Tantangan Imbal Hasil Utang yang Kian Tinggi di 2025

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan
Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengelola utang jatuh tempo tahun 2025 yang mencapai Rp 800,33 triliun, termasuk utang surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 705,5 triliun dan pinjaman sebesar Rp 100,19 triliun. Untuk mengatasi hal ini, berbagai strategi seperti debt switch, reprofiling, dan pemanfaatan pinjaman bilateral atau multilateral akan menjadi kunci.

Strategi Debt Switch Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto, menegaskan bahwa pemerintah akan menggunakan mekanisme debt switch untuk mengonversi utang jangka pendek menjadi jangka panjang. Pemerintah juga akan menawarkan lelang debt switch kepada pelaku pasar dan menerima tawaran bilateral sesuai kebutuhan portofolio.

Efek Kebijakan Global Staf Bidang Ekonomi Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai pemerintah mungkin mengandalkan penerbitan SBN pada kuartal III dan IV untuk menghindari risiko imbal hasil yang tinggi akibat kebijakan global, termasuk proteksionisme perdagangan Presiden AS Donald Trump. Reprofiling juga diharapkan dapat membantu mendapatkan suku bunga lebih rendah dari pinjaman lembaga multilateral dan bilateral.

Risiko Global Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperingatkan bahwa ketidakpastian global, seperti perang dagang dan perang mata uang, berpotensi menjaga yield US Treasury tetap tinggi pada paruh pertama 2025. Hal ini dapat mendorong yield obligasi domestik di atas 7%. Namun, Josua juga menilai dampak yield tinggi terhadap beban utang pemerintah akan relatif terbatas.

Melalui strategi yang matang, pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas fiskal, mengelola risiko global, dan memanfaatkan peluang normalisasi sentimen pada akhir tahun.

Efek Januari: Kilauan Saham Blue Chip

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan (H)
Performa saham blue chip melemah sepanjang tahun 2024, dengan indeks LQ45 turun 14,83% dan IDX30 turun 14,48%, lebih buruk dibanding IHSG yang turun 2,65%. Faktor-faktor seperti capital outflow, depresiasi nilai tukar rupiah, suku bunga tinggi, dan sentimen ekonomi global menjadi penyebab utama pelemahan, sebagaimana dijelaskan oleh Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas.

Menurut Oktavianus Audi, Vice President Kiwoom Sekuritas Indonesia, tahun politik di Indonesia dan Amerika Serikat turut memicu pelepasan saham oleh investor. Namun, di awal tahun 2025, optimisme terhadap January Effect membuka peluang rebound saham blue chip, terutama karena valuasi menarik dan potensi akumulasi investor.

Reyhan Pratama, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, menyoroti peluang rebound melalui akumulasi saham undervalue dan optimisme awal tahun. Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, juga melihat potensi technical rebound jangka pendek pada saham-saham blue chip.

Investor dengan orientasi jangka menengah hingga panjang dapat memanfaatkan peluang dividend yield dan capital gain, seperti yang disarankan oleh Ratih Mustikoningsih. Namun, investor juga harus berhati-hati terhadap faktor eksternal, termasuk kebijakan The Fed dan Donald Trump sebagai presiden AS yang baru. Strategi seperti buy on weakness dan dollar cost averaging dapat membantu memitigasi risiko.

KPK: Perkara Besar, Tapi Masih Abu-Abu

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Kasus dugaan korupsi penyaluran dana CSR Bank Indonesia masih dalam tahap penyidikan oleh KPK, namun belum ada nama tersangka yang ditetapkan. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan bahwa pemeriksaan baru dilakukan terhadap beberapa pihak, sehingga penyelidikan masih bersifat umum dan belum spesifik.

Setyo menegaskan bahwa hasil pemeriksaan dan bukti-bukti akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum, meskipun saksi, seperti anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan dan Satori, menyebutkan bahwa program CSR Bank Indonesia diterima oleh seluruh anggota komisi tersebut.

KPK akan terus mengembangkan penyidikan secara hati-hati untuk memastikan kebenaran fakta, didukung dengan bukti dan keterangan yang valid, sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Peringatan dari Bumi Ewako: Saatnya Waspada

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Potensi banjir besar diperkirakan melanda Kota Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan pada Januari 2025 akibat curah hujan ekstrem yang diproyeksi mencapai 300-500 milimeter. Kepala BPBD Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyatakan bahwa banjir sebelumnya pada Desember 2024 menjadi peringatan penting untuk meningkatkan langkah mitigasi. Pemerintah kota bekerja sama dengan BMKG Wilayah IV dan lintas instansi untuk menyusun strategi yang lebih matang demi meminimalkan dampak bencana.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa beberapa wilayah lain di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Maros, dan Soppeng, juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Ia meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca dan tetap siaga.

Penjabat Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, menekankan pentingnya kewaspadaan nelayan terhadap gelombang tinggi dan meminta semua kepala daerah di Sulsel untuk bersiaga. Untuk mendukung mitigasi, Menko PMK Pratikno telah menyerahkan bantuan senilai Rp14,4 miliar dalam bentuk barang dan dana operasional tanggap darurat. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana secara signifikan.

Upaya mitigasi yang komprehensif, koordinasi lintas sektor, serta kesiapsiagaan masyarakat diharapkan dapat menghadapi ancaman banjir dengan lebih baik dan mengurangi kerugian akibat bencana.

Mengurai Kebingungan Soal Opsen Pajak

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Kebijakan opsen pajak yang akan diberlakukan pada 5 Januari 2025 bertujuan meningkatkan kemandirian fiskal daerah tanpa menambah beban wajib pajak. Kekhawatiran publik mengenai beban pajak tambahan disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang opsen pajak, yang sebenarnya adalah pengaturan ulang distribusi penerimaan pajak antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, bukan pungutan baru.

Deni Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, menjelaskan bahwa opsen pajak mencakup Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Skema ini memberikan kabupaten/kota pendapatan langsung yang lebih stabil dan memudahkan perencanaan anggaran, sekaligus mengurangi ketergantungan pada transfer pemerintah provinsi.

Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada sosialisasi yang efektif dan pelaksanaan yang transparan. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memahami bahwa opsen tidak menambah beban pajak dan dana hasil opsen digunakan untuk program yang bermanfaat, seperti infrastruktur jalan dan transportasi publik.

Dengan pengelolaan yang baik, opsen pajak dapat menjadi langkah maju dalam memperkuat desentralisasi fiskal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat daerah. 

Pilihan Editor