Industri Logistik, Beradu Raup Cuan Saat Harbolnas
Tak hanya dinikmati oleh platfrom
lokapasar, gelaran Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) juga menjadi
momentum bagi perusahaan logistik untuk bersaing mendapatkan keuntungan. Hari
Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) selalu menjadi daya tarik bagi masyarakat,
platform lokapasar, hingga perusahaan logistik. Adapun perusahaan logistik
memiliki peran yang cukup krusial dalam pesta diskon tersebut. Tanpa disadari peran bisnis logistik yang
dianggap sebagai komplementer, justru menjadi backbone dalam kegiatan ini.
Perusahaan jasa kurir Ninja Xpress mengandalkan protokol kesehatan hingga persiapan operasional saat menghadapi Harbolnas di tengah pandemi Covid-19. “Kami berupaya untuk meningkatkan kinerja logistik agar terus dapat mendapatkan layanan yang terbaik,” kata Country Head Ninja Xpress Ignatius Eric Saputra kepada Bisnis, Senin (16/11).
Sementara itu, PT Global Jet Express atau J&T Express mampu mencatatkan pengiriman hingga 11 juta paket selama periode Harbolnas 11.11 yang berlangsung selama tiga hari, CEO J&T Express Robin Lo telah mengantisipasi adanya peningkatan di masa musim puncak. Di sisi lain, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE justru berani memberikan promosi gratis ongkos kirim (ongkir) saat Harbolnas 11.11. Adapun sejumlah inovasi dilakukan agar tetap menjadi pilihan konsumen.
Harbolnas diakui menjadi katalisator bagi industri logistik untuk bangkit di tengah pandemi Covid-19. Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Express, Pod, dan Logistik (Asperindo) Mohamad Feriadi menuturkan seiring dijalankannya masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan dibukanya sejumlah industri, aktivitas logistik bisnis ke bisnis (B2B) pun mulai mengalami peningkatan
Lobi Berliku Mobil Setrum
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan jemput bola diplomatik ke Amerika Serikat berkaitan dengan upaya pemerintah dalam menggaet investor untuk pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Terkait dengan hal itu, produsen otomotif asal AS, Tesla, dikabarkan tertarik akan mendirikan pabrik baterai untuk kendaraan bermotor listrik di Batang, Jawa Tengah.
Di dalam negeri, percepatan pembangunan infrastruktur pendukung untuk industri kendaraan listrik juga terus dikebut. Pemerintah telah membentuk konsorsium Indonesia Battery Holding (IBH) -yang terdiri atas holding pertambangan MIND ID melalui PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero)- untuk menggarap proyek pembuatan baterai kendaraan bermotor terintegrasi, mulai dari hulu sampai ke hilir. PLN juga menggandeng sejumlah mitra industri yakni PT. Hyundai Motors Indonesia, PT. Wika Industri Manufaktr (Gesits), Grab dan PT SGMW Motors Indonesia (Wuling).
Siasat Kejar Penerimaan, Praktik Ijon Pajak Masih Marak
Praktik ijon atau imbauan untuk membayar pajak lebih awal ternyata masih diandalkan oleh pemerintah untuk memenuhi target penerimaan pajak. ‘Akal-akalan’ ini pun telah mendapat sorotan dari Badan Pemeriksa Keuangan. Kendati selalu dibantah oleh pemerintah dengan menyamarkan istilah ijon dengan dinamisasi, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengindikasikan bahwa praktik tersebut masih langgeng dan diandalkan oleh otoritas pajak menjelang tutup tahun.
Hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Keuangan (BA-105) yang terangkum dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I/2020 menemukan adanya pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25/29 badan untuk Tahun Pajak 2020, yang oleh otoritas pajak diakui sebagai penerimaan Tahun Pajak 2019.
Praktik ijon ini terindikasi dari hasil uji petik yang dilakukan oleh BPK terhadap 20 kantor wilayah (kanwil) Ditjen Pajak. Hasilnya, tim auditor menemukan lonjakan penerimaan PPh Pasal 25 yang cukup signifikan dari 944 wajib pajak dengan total peningkatan 303,89%. BPK menjelaskan bahwa peningkatan nilai tersebut disebabkan karena wajib pajak telah membayar angsuran PPh Pasal 25 lebih dari satu kali. Secara terperinci, pada 1—15 Desember wajib pajak membayar untuk masa pajak November 2019 yang jatuh tempo pembayaran pada 15 Desember 2019.
Pembayaran kedua dan selanjutnya dilakukan pada akhir bulan untuk masa pajak Desember 2019 dan masa pajak Januari 2020 yang seharusnya dibayarkan pada tahun 2020. Menariknya, pengujian lebih lanjut atas pembayaran PPh Pasal 25 pada Januari dan Februari 2020 berdasarkan data modul penerimaan negara (MPN) 2020 diketahui bahwa wajib pajak yang sudah membayar dua kali pada Desember 2019 tidak lagi mengangsur pembayaran pada Januari 2020.
Sayangnya, Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama tak menjawab pertanyaan Bisnis. Begitu juga Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Ihsan Priyawibawa yang menolak berkomentar.
Kendati demikian, dalam jawaban tertulis kepada BPK, Kementerian Keuangan memberikan keterangan yang mencakup dua aspek. Pertama, pemerintah mengakui bahwa untuk pembayaran angsuran PPh Pasal 25 masa pajak Desember 2019 yang dibayarkan pada Desember 2019 yakni 859 transaksi senilai Rp2,2 triliun merupakan pembayaran masa Desember 2019 yang dilakukan di awal.
Sementara itu, 13 transaksi senilai Rp6,18 triliun merupakan pembayaran karena dinamisasi, pembayaran sukarela, maupun karena imbauan dinamisasi PPh Pasal 25/29 dan pemenuhan kewajiban di awal waktu tanpa menunggu jatuh tempo pembayaran. Meski demikian, atas dinamisasi tersebut, tim pemeriksa belum mendapatkan dokumen pendukung dari Ditjen Pajak. BPK juga belum mendapatkan jawaban yang memadai terkait dengan temuan 48 transaksi senilai Rp471,2 miliar.
Kedua, untuk pembayaran PPh 21 masa pajak 2020 yang dibayarkan pada Desember 2019, pemerintah telah mengklarifikasi bahwa 13 transaksi senilai Rp102,5 miliar pembayaran masa Januari dan Februari 2020 yang dilakukan di awal 2019. Sementara itu, untuk satu transaksi senilai Rp187,8 miliar merupakan pembayaran karena adanya imbauan dinamisasi PPh Pasal 25/29 dan imbauan pemenuhan kewajiban di awal waktu tanpa menunggu jatuh tempo pembayaran. Adapun, dua transaksi senilai Rp1,6 miliar belum ada jawaban yang memadai.
BPK berpandangan, walaupun secara administrasi perpajakan tidak melanggar ketentuan, secara prinsip akuntansi seharusnya diberikan perlakuan yang berbeda antara penerimaan pajak yang menjadi hak Tahun Pajak 2019 dan penerimaan pajak yang menjadi hak pada Tahun Pajak 2020.
Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perpajakan Kadin Indonesia Herman Juwono mengatakan meski sudah dilarang oleh Menkeu praktik ijon terus berlangsung tiap akhir tahun. Salah satu siasat yang dilakukan adalah dengan memperhalus kata ijon dengan dinamisasi atau special effort. Namun, menurutnya, apapun istilah yang digunakan esensi keduanya tetap sama. Secara hukum, Herman melihat praktik ijon bukanlah sebuah pelanggaran. Para pengusaha tak keberatan dengan praktik tersebut, selama dilakukan dengan proporsional, tanpa paksaan, dan tidak menimbulkan lebih bayar.
Menkeu, Butuh Empat Syarat Menuju Indonesia Maju
Empat syarat harus dipenuhi
untuk mencapai visi Indonesia 2045 yaitu
menjadi negara berpenghasilan tinggi alias
maju. Bila keempat syarat itu terpenuhi,
dengan perkiraan jumlah penduduk
mencapai 309 juta, di usianya yang ke100 itu Indonesia bakal menjadi kekuatan
ekonomi terbesar keempat di dunia dengan
pendapatan per kapita mencapai US$
23.199.
“(Saat itu) struktur ekonomi
Indonesia akan menjadi lebih
produktif dimana sektor jasa
bekembang berdasarkan value added dan teknologi yang
tinggi,” kata Menteri Keuangan
(Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
dalam Seminar Nasional Call
for Paper tentang Transformasi Ekonomi untuk Indonesia
Maju yang Berkelanjutan, Rabu
(18/11).
Kendati begitu, ia tak memungkiri bahwa untuk menuju
visi Indonesia 2045, syarat-syarat
yang diperlukan tidak mudah untuk dipenuhi. Pertama, adanya
infrastruktur yang memadai
sehingga pemerintah harus terus melanjutkan pembangunan
baik secara kuantitas dan kualitas. Menurut dia, pandemi Covid-19 telah mengubah selu ruh
kegiatan pemerintah, na mun
pe merintah akan tetap menjalankan proyek pembangunan infrastruktur.
Selanjutnya, syarat kedua
adalah terkait tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang
berkualitas baik dari sisi kemampuan karakter maupun keahlian
(skill) mengingat Indonesia
memiliki bonus demografi yaitu
52% dari total 309 juta penduduk
berusia produktif, sebanyak 75%
penduduk tinggal di perkotaan
dan 80% merupakan penduduk
berpenghasilan menengah.
Kemudian syarat ketiga, Indonesia harus memiliki kesiapan
dalam mengadopsi teknologi,
karena ini merupakan salah
satu jalan untuk keluar dari
middle income trap. Saat ini,
adopsi teknologi masih menjadi
tantangan cukup berat bagi Indonesia hingga mengembangkan
kualitas infrastruktur digital
pendukungnya
Syarat berikutnya adalah
ekonomi dan sektor keuangan
Indonesia harus sustainable,
kredibel, maju, dan sehat sehingga APBN perlu terus dijaga
termasuk dalam kondisi krisis
pandemi Covid-19.
PLN Jalin Kerja Sama dengan Mitra Kendaraan Listrik
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjalin kerjasama dengan mitra kendaraan listrik yaitu Wima/Gesits, Hyundai, Wuling, dan Grab untuk mengakselerasi perkembangan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Hal ini sebagai wujud keseriusan PLN terkait penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan listrik berbasis baterai.
Penandatanganan kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur (Wima/Gesits) M. Saryanto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Makmur, Wakil Presiden Direktur PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) Sun Zhonghao dan Presiden Direktur PT Grab Teknologi Indonesia Ridzki D. Kamadibrata melalui video conference di Jakarta.
PLN Berupaya terus mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di antara para pelaku usaha baik produsen kendaraan listrik, maupun para pengguna menuju ketahanan energi nasional, Power Beyong Generations. Kolaborasi ini merupakan langkah awal dari inovasi yang dapat diperluas dan dikembangkan guna saling memperkuat value dan manfaat bagi penguatan ekosistem kendaraan bermotor listrik di Indonesia.
Selain itu, gerakan penggunaan kendaraan listrik kedepan akan sangat massif dan juga sejalan dengan pilar Green dalam transformasi PLN, mengingat penggunaan kendaraan listrik lebih ekonomis, ramah lingkungan dan menuju peradaban yang modern.
Masih Ada Risiko Pada 2021
Fundamen perekonomian domestik mesti diperkuat untuk mendukung dampak perbaikan kondisi global. Dengan cara itu, risiko volatilitas nilai tukar rupiah dan inflasi rendah yang membayangi perekonomian Indonesia pada 2021 bisa ditekan.
Perbaikan kondisi perekonomian global, antara lain, didukung sentimen pasar modal dan keuangan global pascakemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Sentimen negatif dari perang dagang AS-China diperkirakan berkurang.
“Secara keseluruhan, dampak ke pasar modal akan lebih positif pada 2021 kendati belum kembali ke posisi sebelum pandemi Covid-19,” kata Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual dalam webinar bertema ”Jalan Terjal Pemulihan Ekonomi” yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rabu (18/11/2020).
Kondisi global diperkirakan lebih kondusif karena era suku bunga rendah diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa tahun mendatang. Era suku bunga rendah didukung inflasi global yang juga rendah. Inflasi rendah ini dipengaruhi peningkatan inovasi digital dan penggunaan teknologi.
Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto menuturkan, perbaikan kondisi global harus didukung penguatan fundamen ekonomi domestik. Penguatan fundamen ekonomi tidak terlepas dari efektivitas pengendalian pandemi Covid-19. Jika pengendalian Covid-19 tidak efektif, risiko volatilitas nilai tukar rupiah dan inflasi rendah akan membayangi sektor keuangan Indonesia pada 2021.
Pelaksana Tugas Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan, pemulihan ekonomi Indonesia turut dipengaruhi pemulihan ekonomi China sebagai mitra dagang terbesar. Kondisi ini akan mendorong ekspor energi dan mineral dari Indonesia ke China, terutama batubara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan Indonesia-China pada September 2020 sebesar 50,27 miliar dollar AS.
Kalsel Ekspor Belut Hidup ke China
Kalimantan Selatan mulai mengekspor belut secara langsung ke China lewat jalur udara. Terbukanya pintu ekspor menjadi peluang usaha budidaya belut di Kalsel untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Sebanyak 1,55 ton belut hidup dikirim dari Kalsel ke China lewat kargo Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Rabu (18/11/2020). Pelepasan ekspor perdana belut di terminal kargo bandara itu dihadiri jajaran Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Banjarmasin, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Dinas Perdagangan Kalsel, dan CV Tiga A selaku eksportir belut.
Kepala BKIPM Banjarmasin Sokhib mengatakan, belut kini termasuk komoditas perikanan unggulan Kalsel yang turut menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP), seperti udang, kepiting, daging rajungan, ikan segar, dan ikan arwana. Sampai Oktober 2020, komoditas perikanan menyumbang PNBP sebesar Rp 885,28 juta dengan nilai komoditas mencapai Rp 145,41 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani mengatakan, ekspor perikanan bisa menjadi masa depan ekspor Kalsel sehingga tak bergantung pada komoditas pertambangan. Peningkatan ekspor perikanan juga akan menggairahkan nelayan dan usaha perikanan.
Proyek Infrastruktur Tetap Jalan untuk Ungkit Ekonomi
Proyek infrastruktur pemerintah dapat menjadi daya ungkit pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2021 justru naik menjadi Rp 149,8 triliun dari Rp 75,6 triliun pada 2019. Namun, harus ada prioritas dalam menggarap proyek infrastruktur itu.
Direktur Jenderal Bina Marga pada Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Rabu (18/11/2020), mengatakan, penerimaan badan usaha pengelola jalan tol menurun drastis. Di sisi lain, biaya pemeliharaan jalan turun signifikan akibat rendahnya lalu lintas jalan.
Proyek-proyek infrastruktur ini dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, serta menyerap tenaga kerja. “Program padat karya yang dikerjakan Bina Marga diperkirakan bakal menyerap lebih dari 42.000 tenaga kerja lokal,” ujarnya dalam seminar daring ”Shell Bitumen: Bangun Konektivitas, Dukung Pertumbuhan Ekonomi” yang diselenggarakan Shell Indonesia di Jakarta.
Program yang dijalankan Direktorat Jenderal Bina Marga dalam bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional tahun ini adalah pengadaan barang untuk pengaspalan jalan dan revitalisasi drainase. Program ini diprioritaskan pada pelibatan usaha kecil dan menengah, serta bersifat padat karya. Total anggaran untuk program ini sekitar Rp 1,35 triliun. “Program padat karya itu berupa revitalisasi drainase di jalan nasional sepanjang 5.000 kilometer yang menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 42.215 orang,” ujarnya.
Di sektor angkutan udara, Vice President of Airport Engineering Development PT Angkasa Pura II (Persero) atau PT AP II Stephanus Millyas Wardana mengemukakan, dampak pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah penumpang pesawat merosot drastis hingga 62 persen. PT AP II memperkirakan jumlah penumpang pesawat udara akan benar-benar pulih sediakala pada 2024.
Sementara Shell Indonesia berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional. Produk bitumen Shell telah digunakan di beberapa proyek jalan raya di Indonesia, seperti di simpang susun Semanggi, Jakarta Pusat, Jalan Trans-Sumatera, serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Sektor Pangan Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, sektor pangan bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menjaga stabilitas ekonomi, sosial dan politik. Sektor ini dinilai strategis karena berhubungan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketersedian pangan.
“Pertumbuhan sektor pangan yang sangat strategis karena pembangunan ekonomi berkelanjutan apabila didukung oleh ketersediaan pangan,” kata Rosan saat membuka acara Jakarta Food Security Summit-5 secara virtual, Jakarta, Rabu (18/11).
Sektor tanaman pangan tetap tumbuh positif di kuartal II dan kuartal III tahun ini. Masing-masing tumbuh 9,23 persen dan 7,14 persen. Rosan menyebut, ini merupakan pertumbuhan tertinggi selama 3 tahun terakhir.
Secara keseluruhan, sektor pertanian dan kehutanan serta sektor perikanan pada kuarta II dan kuartal III tetap tumbuh positif. Masing-masing 2,19 persen dan 2,16 persen. Peningkatan ini ditopang pertumbuhan pertanian dan subsektor perkebunan sawit, tanaman kopi, kakao dan produk turunannya tumbuh positif.
Dalam pengamatan Rosan, tingginya permintaan sektor pangan dalam dan luar negeri membuat sektor ini memiliki potensi besar untuk tumbuh. Sehingga pertumbuhan sektor ini perlu diberikan prioritas di masa mendatang.
Banjar Masuki Tahap Satu Menuju 100 Smart City
Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Banjar menyelenggarakan Rapat Persiapan Evaluasi Tahap I dalam rangka program Gerakan Menuju 100 Smart City, di Aula Barakat Martapura, Rabu (18/11) pagi.
Rapat tersebut dibuka oleh Sekda Banjar DRHM Hilman dan didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Banjar Cornelius Kristiyanto.
Gerakan Menuju 100 Smart City merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan.
Gerakan ini bertujuan untuk membimbing kabupaten/kota dalam menyusun masterplan smart city agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.









