;

Media Sosial Semarak, Konten Kreatif

R Hayuningtyas Putinda 31 Mar 2021 Wwww.kompas.id

Di tengah keterbatasan karena pembatasan kegiatan masyarakat seperti saat ini, media sosial dan konten kreatif digunakan sebagai platform pilihan untuk menyelenggarakan kegiatan masyarakat.

Kehidupan dunia digital tidak terlepas dari seluk beluk media sosial dan konten kreatif. Kini tua muda apapun profesi dan latar belakangnya bisa membuat dan mempublikasikan konten kreatif di media sosialnya.

Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan internet di berbagai aspek kehidupan, semakin banyak pula penduduk Indonesia yang menggunakan internet. Apalagi dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, internet dengan didukung berbagai teknologi informasi dan komunikasi sangat membantu masyarakat untuk tetap beraktivitas dari rumah.

Ini juga didukung oleh pembangunan infrastruktur internet cepat atau broadband melalui Palapa Ring. Dengan program ini, setidaknya hingga saat ini seluruh wilayah Indonesia mulai mendapatkan akses internet meskipun sebarannya belum merata.

Selama periode 2017-2021, pengguna media sosial di Indonesia meningkat rata-rata 12,74 persen setiap tahunnya. Pada 2017, tercatat jumlah pengguna media sosial di Indonesia hanya 106 juta. Setahun berikutnya, jumlahnya meningkat menjadi 130 juta, hingga pada 2021 mencapai 170 juta pengguna.

Membaca data itu, dapat dikatakan bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia yang mengakses internet juga menggunakan media sosial. Media sosial tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari untuk berkomunikasi, mencari hiburan, memasarkan produk atau hanya sekedar mengisi waktu luang.

Konten kreatif

Konten kreatif yang dimaksud adalah produk berbentuk pesan visual, audio, audio visual, dan acara yang disusun melalui metode kerja kreatif serta memiliki keunikan dan estetika melalui berbagai kanal digital. Menariknya, melalui media sosial, siapapun dan berapapun usianya dapat membuat, mempublikasikan, serta menikmati konten kreatif.

Antusiasme publik membuat konten kreatif tergambar dari hasil survei Kompas pada 27 Desember 2020 hingga 9 Januari 2021 lalu. Responden dari berbagai kelompok usia dan generasi mengaku pernah membuat konten kreatif selama masa pandemi. Dari 102 responden yang pernah membuat konten kreatif di masa pandemi, milenial muda paling aktif memproduksi konten kreatif. Sebanyak 32,7 persen responden kelompok ini pernah membuat konten kreatif.

(Oleh - HR1)

Amazon dan Tiga Korporasi Asing Jadi Pemungut PPN

Mohamad Sajili 31 Mar 2021 Kontan

Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan menambah empat perusahaan yang ditunjuk sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atas produk digital yang dijual kepada pelanggar di Indonesia.

Empat perusahaan yang baru ditunjuk sebagai pemungut PPN ini adalah Amazon. com. ca Inc, Image Future Investment (HK) Limited, Dropbox International Unlimited Company, dan Freepik Company SL.

Adapun tarif PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10% dari harga sebelum pajak. Pemungut wajib mencantumkan pada kuitansi atau invoice yang mereka terbitkan sebagai bukti pungut PPN.


Ekonomi Politik Perdagangan Digital

R Hayuningtyas Putinda 31 Mar 2021 Investor Daily, 31 Maret 2021

Setelah 25 tahun hadir di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa praktik perdagangan digital membunuh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Presiden saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan tanggal 4 Maret 2021 lalu. Pernyataan menohok Presiden terkait perdagangan digital ini menarik dan penting untuk dianalisis. 

Ada dua pertanyaan kritis yang dapat digunakan sebagai dasar menganalisisnya. Pertama, apakah perdagangan digital berpihak kepada UMKM atau sebaliknya? Kedua, apakah perkembangan perdagangan digital menjadi peluang atau ancaman bagi perekonomian negeri ini? Perdagangan digital merupakan semua bentuk transaksi jual beli barang ataupun jasa menggunakan media perantara internet. Sebuah sistem perdagangan digital minimal memerlukan empat komponen. Komponen ini adalah penjual dan pembeli, platform perdagangan digital, payment gateway, dan jasa pengiriman. 

Tren pertumbuhan pasar perdagangan digital Indonesia meningkat setiap tahunnya. Bahkan dalam dua tahun terakhir, tren ini naik signifikan karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Dirasa atau tidak, praktik serta pertumbuhan pasar perdagangan digital telah mengubah struktur kelembagaan perekonomian negara. Secara kuantitas Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat jumlah pedagang digital meningkat setiap tahun. Data seluruh platform perdagangan digital awal tahun 2020 menunjukkan ada delapan juta pelaku UMKM yang terlibat. Terakhir, pada awal bulan Maret 2021 sudah mencapai dua belas juta pelaku. Dari segi konsumen, pada tahun lalu 88% dari pengguna internet Indonesia telah membeli produk secara digital.

(Oleh - HR1)

Indosat Jual Menara Telekomunikasi US$ 750 Juta, Terbesar di Asia

R Hayuningtyas Putinda 31 Mar 2021 Investor Daily, 31 Maret 2021

Jakarta - PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) sepakat menjual lebih dari 4.200 menara telekomunikasi senilai US$ 750 juta kepada PT EPID Menara AssetCo (Edge Point Indonesia). Transaksi penjualan menara ini ditargetkan selesai pada kuartal II-2021 dan berpotensi menjadi salah satu penjualan menara terbesar di Asia. EPID Menara AssetCo dinyatakan sebagai pemenang melalui proses tender. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Edgepoint Infrastructure Singapura. Sementara, Edgepoint Infrastructure sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan investasi infrastruktur yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS), DIgital Colony. 

Penjualan menara telekomunikasi ini bagian dari strategi perseroan memonetisasi aset, sehingga menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Selain itu, transaksi juga akan meningkatkan kemampuan permodalan perseroan, yangg akhirnya bisa melayani pelanggan dengan semakin baik. Edgepoint Infrastructure merupakan hasi kemitraan strategis yang dibentuk baru-baru ini antara Digital Colony dengan mantan CEO Edotco Group Sdn. Perusahaan fokus berinvestasi, baik lewat jalan akuisisi maupun organik, di sektor menara telekomunikasi wilayah Asia Pasifik. 

Digital Colony dikendalikan oleh para eksekutif yang berpengalaman di industri menara global. Perseroan didirikan pada 2017 oleh Digital Bridge Holdings dan Colony Capital. Adapun Digital Bridge dibentuk pada 2013. Digital Colony fokus pada empat strategi bisnis, yakni menara telekomunikasi, data center, jaringan kabel optik, dan menara small cell. Perseroan memiliki portofolio pada 15 perusahaan yang bergerak di empat bisnis tersebut dan lokasinya menyebar, mulai dari Amerika Utara hingga Eropa.   

(Oleh - IDS)

Tower Bersama Segera Akuisisi Menara Telekomunikasi Rp 3,97 Triliun

R Hayuningtyas Putinda 31 Mar 2021 Investor Daily, 31 Maret 2021

Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) segera mengeksekusi akuisisi 3.000 menara telekomunikasi milik PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun pada April 2021. Hal ini akan membuat portofolio Tower Bersama bertambah menjadi 19.215 menara telekomunikasi. Perseroan telah meraih persetujuan pemegang saham atas rencana akuisisi menara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

RUPSLB Tower Bersama turut menyetujui pembagian dividen tunai yang berasal dari saldo laba yang belum ditentunkan penggunaanya per 31 Desember 2021. Perseroan memiliki saham treasuri sebanyak 1,02 miliar saham. Setelah menyesuaikan jumlah saham treasuri ini, dividen tunai akan sebesar Rp 32 per saham. Tower Bersama juga bersiap menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap IV senilai RP 970 miliar. Perseroan akan menyerap emisi obligasi untuk kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) utang anak usaha. 

Peringkat Tower Bersama juga merefleksikan ruang pendanaan yang cukup bagi perusahaan untuk menyelesaikan akuisisi 3.000 menara telekomunikasi mili PT Inti Bangun Sejahtera  Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun. Profil bisnis tower Bersama cukup tangguh lantaran didukung visibilitas arus kas yang kuat pada kontrak jangka panjang. Kontrak ini tidak dapat dibatalkan dengan klausul eskalasi.Profil bisnis perseroan juga terus membaik, akibat penambahan tower secara organik dan tingkat penyewaan. Hal ini didorong oleh belanja modal besar para operator telekomunikasi demi memperkuat jaringan 4G. 

(Oleh - IDS)

2030, Pekerja Digital Indonesia Berkontribusi Rp 4.434 Triliun

R Hayuningtyas Putinda 31 Mar 2021 Investor Daily, 31 Maret 2021

Jakarta - AlphaBeta dan Google menerbitkann proyeksinya, dalam skenario yang dipercepat, pekerja dengan keterampilan digital di Indonesia dapat memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 triliun (US$ 303,4 miliar) ke produk domestik bruto Indonesia (PDB) nasional pada 2030. Jumlah proyeksi yang sangat signifikan tersebut dapat mewakili sekitar 16% dari total perkiraan PDB Indonesia tahun tersebut. Hal tersebut erupakan temuan utama dari AlphaBeta dan Google dari laporan terbaru yang diluncurkan dengan tema 'Keterampilan untuk Masa Depan: Memperkuat Ekonomi dengan Meningkatkan Keterampilan Digital'. 

Laporan tersebut mengukur besarnya nilai ekonomi dari keterampilan digital di Indonesia serta peran Google di dalamnya. Salah satu pesan utama tersebut bahwa perlu upaya untuk memaksimalkan peluang keterampilan digital di Indonesia. Sektor yang terdampak Covid-19 agar dapat memaksimalkan potensi tenaga kerjanya dengan keterampilan digital. Stakeholders perusahaan pun harus fokus di tiga area utama. Sementara itu, Google disebutkan telah berkontribusi banyak dalam meningkatkan keterampilan digital di Indonesia. Program digital skilling Google di Tanah Air telah melatih lebih dari 1,8 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tentang berbagai macam keterampilan digital. Untuk mendukung dan membantu  UMKM, Google juga telah memberikan kredit iklan sebagai bagian dari komitmen globalnya senilai Rp 11,8 triliun (US$ 800 juta). Kredit diberikan kepada pebisnis kecil agar transaksi dengan pelanggan tetap lancar.  

(Oleh - IDS)

Digital Banking Semakin Menggurita

Mohamad Sajili 31 Mar 2021 Kontan

Pemanfaatan teknologi digital di masa pandemi semakin berkembang termasuk di industri perbankan. Menurut data Bank Indonesia (BI), perkembangan transaksi digital sejatinya sudah mulai masif sejak tahun 2019 lalu. Namun, dengan adanya pandemi, tren tersebut semakin terakselerasi.

Transaksi e-commerce pada tahun 2020 diproyeksikan menembus Rp 253 triliun. Angka tersebut naik 23,11% year on year (yoy). Peningkatan transaksi digital juga terjadi pada penggunaan uang elektronik. Kedua hal itu praktis turut memicu transaksi perbankan digital alias digital banking yang diproyeksikan naik 19% menjadi Rp 32.206 triliun di 2021. (lihat tabel).

Gubernur Bl Perry Warjiyo menuturkan, volume transaksi digital banking per Februari 2021 sudah mengalami pertumbuhan sekitar 36,41% yoy menjadi 464,8 juta transaksi. Adapun nilai transaksi tumbuh 22,94% yoy menjadi Rp 2.547,5 triliun.

Thomas Wahyudi, SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri bilang, aplikasi mobile banking sudah menopang sekitar 40% dari total volume transaksi e-channel. Hingga pertengahan Maret 2021, transaksi finansial melalui e-channel Bank Mandiri nilainya hampir Rp 700 triliun, atau meningkat 1496 yoy.


Jelang Ramadan, Harga CPO Koreksi Sesaat

Mohamad Sajili 31 Mar 2021 Kontan

Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) tengah menurun. Kemarin, harga CPO berada di level terendah dalam tiga pekan. Pasalnya, harga CPO sempat mencapai level tertinggi di RM 4.020 per ton pada 15 Maret 2021 Karena itu, analis meyakini penurunan ini hanya koreksi sesaat, lantaran permintaan jelang Ramadan juga masih tinggi.

Menurut Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono, permintaan CPO akan tinggi jelang Ramadan ini. Selain itu, program pengembangan bahan bakar biodiesel juga akan mengerek permintaan CPO. Indonesia sendiri tengah menjalankan program mandatori B30.

Sementara itu, Pemerintah Malaysia berencana meluncurkan program B20 di Sabah pada Juni dan di Semenanjung Malaysia mulai Desember 2021. Wahyu memprediksi, harga CPO di kuartal Il-2021 akan berkisar RM 3.500-RM 4.000 per ton. Jadi harga rata-rata CPO di kuartal dua ada di level RM 3.700 per ton.

 


Indosat Ooredoo Jual Menara Rp 10,86 Triliun

R Hayuningtyas Putinda 31 Mar 2021 Kompas

PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo sepakat menjual lebih dari 4.200 menara senilai 750 juta dollar AS kepada PT Epid Menara Asset Co, anak usaha Edge Point. Dengan nilai tukar berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Selasa (30/3/2021), nilai itu setara Rp 10,86 triliun. Indosat Ooredoo akan menyewa kembali menara-menara tersebut selama10 tahun. ”Perjanjian sewa kembali akan memenuhi kebutuhan menara yang sedang berjalan, sedangkan modal memberikan amunisi lebih lanjut untuk menggerakkan momentum pertumbuhan pada 2021,” kata President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama dalam siaran pers.Suresh Sidhu, CEO Edge Point Group, mengatakan, kesepakatan ini merupakan salah satu yang terbesar di Asia.

(Oleh - HR1)

Kolaborasi Infrastruktur Global di Indonesia, Magnet Kuat Ekonomi DIgital RI

R Hayuningtyas Putinda 31 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air yang pesat menjadi pijakan utama Facebook bersama PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) dan Keppel Midgard Holdings Pte. Ltd. menggelar sistem komunikasi kabel bawah laut ke Indonesia. Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air dipandang telah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penggunaan layanan digital secara serentak dan bisnis melalui kanal daring juga mampu menggerakan ekonomi digital domestik.

Bifrost merupakan sistem kabel bawah laut pertama di dunia yang langsung menghubungkan Singapura dengan Pantai Barat Amerika Utara. SKKL ini akan melewati Laut Jawa dan Laut Sulawesi. CEO Keppel T&T merasa senang dapat berkolaborasi dengan para mitra konsorsium untuk proyek SKKL Bifrost. Opsi pergelaran jaringan dengan skema ini merupakan langkah tepat untuk pemerataan. SKKL tersebut akan mendarat di empat titik. Menariknya, tiga dari empat titik tersebut berada di Indonesia Bagian Timur yaitu Papua, Manado, dan Kupang. Satu lagi berada di Batam. 

Selama ini pelaku telekomunikasi mengeluh sulit membangun infrastruktur di Papua, karena tidak ada jaringan tulang punggung. Permasalahan ini sedikit teratasi dengan hadirnya SKKL. SKKL yang terbangun akan berguna sebagai sistem cadangan untuk mengantisipasi putusnya jalur yang berada di Jepang atau jalur konvensional. Operator telekomunikasi yang terlibat dalam pembangunan SKKL dapat menetapkan harga layanan yang lebih tinggi, karena secara kualitas mereka lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memasang satu jalur. 

(Oleh - IDS)


Pilihan Editor