Bank Pangkas Kantor Cabang
JAKARTA, SRIP0 - Perbankan semakin gencar mengembangkan layanan digital. Bahkan, bank memilih mengalihkan layanannya ke digital dari pada menambahkan jumlah kantor cabang. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan, per April 2021 jumlah kantor cabang perbankan sebayak 29.780 unit, berkurang 1.232 unit dibanding periode yang sama tahun lalu.
PT Bank Negara Indonesia atau BNI misalnya. Salah satu inisiatif BNI adalah dengan meningkatkan digital capability, baik untuk memberikan pelayanan dan kebutuhan transaksi nasabah maupun kebutuhan proses internal BNI.
Di tengah kondisi pandemi ini, BNI mengambil kebijakan yang sejalan dan mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi potensi penularan. Jumlah outlet BNI yang ditutup sementara selama, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sesuai dengan zonasi tingkat risiko di masing-masing daerah," ujar Direktur Layanan dan Jaringan BNI, Ronny venir, Senin (19/07/2021).
Ronny menjelaskan, BNI terus mendorong nasabahnya melalui edukasi dan program untuk shifting transaksi ke digital melalui perangkat e-channel/e-banking BNI. "Antara lain BNI memperkuat kantor cabang dengan Mesin DigiCS, Sprint dan CRM untuk memudahkan nasabah dalam membuka rekening, mengganti kartu, mencetak rekening koran dan menabung atau transfer tanpa melalui petugas bank," tambahnya.
"Untuk saat ini BNI lebih meningkatkan kapabilitas kantor dengan perangkat otomasi atau digital, dan memperkuat fungsi mobile banking sebagai channel BNI yang dapat melayani masyarakat diberbagai segmen. Dengan demikian, alokasi investasi BNI lebih ditingkatkan kepada aspek ini. Kantor cabang semakin diperkuat dengan perangkat digital yang dapat digunakan oleh nasabah secara self-service. Sehingga point of service BNI semakin luas di berbagai kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia," papar Ronny.
Beralih ke informasi dari bank lain, PT CIMB Niaga misalnya, yang dalam beberapa tahun terakhir sudah banyak mengurangi kantor cabang konvensional seiring dengan meningkatnya adaptasi digital di sektor perbankan. "Dalam limar tahun terakhir, sudah ada sekitar 150 kantor cabang konvensional ditutup," ujar. Direktur Consumer Banking CIMB Lani Darmawari baru-baru ini.
Lani juga menjelaskan, CIMB Niaga telah memiliki cabang digital lounge hingga saat ini sebanyak 37 unit terhitung per Maret 2021. "Sebagian kami konversi ke cabang digital lounge tanpa costumer service dan teller terutama di area mal, kampus dan perumahan. Ini sudah kami lakukan dalam 5-6 tahun terakhir," tambah Lani.
Kata Lani, dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, adaptasi digital semakin cepat dan investasi digital sudah mulai dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. "Tidak ada investasi khusus untuk digital lournge, karena semua rencana sudah termasuk bussiness as usual," jelasnya.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Persero Tbk mengakui, hingga saat ini perseroan mencermati bahwa masih terdapat layanan keuangan perbankan yang belum dapat diganti secara digital, seperti setoran tunai dan pinjaman dalam jumlah besar. "Kedepannya, BCA akan terus mengevaluasi kebutuhan masyarakat terkait kantor cabang BCA," ujar. Executive Vice President Sec- retariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn, Senin (19/07/2021).
Hera menjelaskan, jumlah kantor cabang BCA pada akhir Maret 2021 tercatat ada sebanyak 1.244 kantor cabang yang tersebar di Indonesia. "Terkait penambahan, relokasi, penutupan kantor cabang, BCA masih membuka beberapa jaringan kantor di area yang potensial. Namun, pada beberapa area yang sudah dapat tercover jaringan cabang terdekat lainnya dilakukan relokasi atau penutupan," tambah Hera.Jangan Lupa UMKM Daftar
JAKARTA, TRIBUN - ASEAN Coordinating Committee on Electronic Commerce (ACCEC) kembali menyelenggarakan event belanja online secara serentak di 10 negara ASEAN melalui ASEAN Online Sale Day.
Mengutip dari akun Instagram @djpen.kemendag Selasa (20/7/2021), acara ini diselenggarakan mulai dari tanggal 8-10 Agustus 2021. Acara ini merupakan kesempatan yang sangat baik dan perlu dimanfaatkan oleh para pelaku e-Commerce Indonesia untuk memasarkan produknya yang tidak hanya kepada konsumen di pasar lokal tetapi juga pasar ASEAN melalui penawaran harga dan promo spesial.
Demi Persaingan Sehat Produk yang bisa ditawarkan pada event ini sangat beragam mencakup barang dan jasa mulai dari makanan, ke butuhan sehari-hari, perlengkapan rumah, pakaian, sampai dengan paket perjalanan, asuransi, hotel dan akomodasi secara online.
Harga Minyak Jatuh Hingga 5 Dolar AS/Barel
JAKARTA, TRIBUN - Harga minyak merosot sekitar lima dolar AS per barel pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (20/7/2021) setelah kesepakatan OPEC+ untuk meningkatkan produksi memicu kekhawatiran kelebihan pasokan di tengah meningkatnya infeksi COVID-19 dari varian Delta yang lebih menular mengancam permintaan.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September menetap di 68,62 dolar AS per barel, kehilangan 4,97 dollar AS atau 6,8 %. Minyak berjangka Nest Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus anjlok 5,39 dollar AS atau 7,5 % menjadi ditutup pada 66,42 dollar AS per barel.
Kontrak berjangka minyak mentah WTI untuk pengiriman September menetap di 66,35 dolar As per barel atau merosot 5,21 dollar AS. Pemulihan minyak mentah selama setahun telah terhenti selama dua minggu terakhir karena prospek pasokan baru merusak kasus untuk harga yang lebih tinggi.
Dengan varian Delta dari Virus corona yang menyebar ke seluruh dunia memicu kenaikan 70 % dalam infeksi di AS minggu lalu. Masih belum jelas bagaimana varian tersebut akan mempengaruhi permintaan minyak. Konsumsi di Amerika Serikat, konsumen bahan bakar terbesar di dunia, terus menguat dalam beberapa pekan terakhir, tetapi India, importir terbesar ketiga, telah mengurangi impor karena kelebihan pasokan dan kekhawatiran berkurangnya permintaan.
"Pasar sangat terpaku pada potensi meledaknya varian Delta," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago. "Karena itu, kami kehabisan uang." Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, mencapai kompromi pada Minggu (18/7/2021) untuk meninggkatkan pasokan minyak mulai Agustus untuk mendinginkan harga, yang telah mencapai level tertinggi bulan ini dalam lebih dari dua tahun. "Kami masih menghadapi defisit yang signifikan dalam hal pasokan versus permintaan, tetapi untuk saat ini, tambahan barel dianggap cukup untuk mengempiskan dan membunuh reli baru-baru ini, kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.
Beberapa bank besar berpendapat pasar akan terus reli, dengan Goldman Sachs mengulangi pada Senin (19/7/2021) bahwa ia melihat lebih banyak kenaikan. Dikatakan, perjanjian OPEC sejalan dengan pandangannya bahwa produsen “harus fokus pada mempertahankan pasar fisik yang ketat sambil memandu kapasitas mendatang yang lebih tinggi dan mengurangi persaingan investasi."
Namun, kesepakatan OPECP menghilangkan lebih banyak pembatasan pasokan yang telah menjadi landasan pasar selama setahun. Saat ini, OPEC+ menahan sekitar 5,8 juta barel minyak mentah per hari dari pasar, angka yang akan turun 2 juta barel per hari pada akhir tahun. Jangka panjang, kapasitas produksi bebas dan tambahan dari negara-negara OPEC+ adalah alasan utama mengapa kami mnelinat minyak bergerak lebih rendah lagi." kata analis Julius Baer, Carsten Menke.Berkilau di Pasar Ekspor
Kinerja ekspor mobil, baik dalam bentuk utuh maupun terurai, meningkat pada paruh pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan ekspor mobil utuh mencapai 146.985 unit pada semester I tahun ini; atau naik 39,7 persen dari semester I 2020 yang sebanyak 105.229 unit. Sementara itu, total ekspor mobil dalam bentuk terurai mencapai 52.816 unit; atau naik 135,2 persen dari 22.457 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang merupakan agen pemegang merek Toyota, berhasil mencatatkan ekspor terbesar di Indonesia. Total mobil utuh yang diekspor Toyota Manufacturing mencapai 31.506 unit sepanjang semester I tahun ini. Angka itu naik 8,5 persen dari penjualan tahun lalu yang hanya 29.042 unit. Ekspor mobil terurai pun naik 65,3 persen menjadi 34.490 unit dari sebelumnya 16.910 unit.
Adapun Honda Prospect Motor berhasil membukukan ekspor sebanyak 3.750 unit pada semester I 2020 dari yang sebelumnya hanya 2.400 unit atau naik 56,3 persen. Khusus pada Juni lalu, ekspor mobil utuh Honda tercatat sebanyak 780 unit.
Direktur Pemasaran dan Penjualan Honda Prospect, Yusak Billy, berujar Honda mengekspor mobil utuh Honda Brio ke Filipina dan Vietnam. "Ekspor mobil Honda Prospect menuju dua negara tersebut masih berjalan sesuai dengan rencana, " ujar Billy.
Ia pun memastikan target ekspor mobil utuh Honda masih sama dengan target yang ditetapkan pada awal tahun ini. Menurut Billy, tingkat produksi saat ini masih sejalan dengan permintaan dari negara importir. Untuk ekspor, kami mengikuti semua permintaan dari importir yang sejalan dengan pertumbuhan tiap-tiap negara.
Bank Digital Dongkrak Harga Saham
JAKARTA, SRIPO - Rencana sejumlah bank untuk bertransformasi menjadi bank digital disambut baik oleh para pelaku pasar. Hal tersebut terlihat dari harga saham-sahamnya yang belakangan ini melesat signifikan.
Contohnya adalah PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) yang dalam sebulan terakhir sudah naik 268,8% menjadi Rp 2.720 per saham. Bank yang sebelumnya bernama. PT Bank Harda Internasional Tbk ini baru saja melaksanakan penambahan modal sebesar Rp 7,49 triliun melalui rights issue.
Rencananya, Allo Bank akan menggunakan dana tersebut untuk memenuhi modal inti minimum bank demi mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi atau yang dikenal dengan bank digital
Selain itu, PT BPD Banten Tbk (BEKS) juga naik 2,2% dalan sebulan terakhir dan jumat (16/07/2021) melesat 8,14% menjadi Rp 93 per saham. Baru-baru ini, Bank Banten mengumumkan rencananya untuk merealisasikan layanan bank digital melalui kerja sama dengan penyedia layanan komputasi cloud, Amazon Web Services (AWS).
Tak mau ketinggalan, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga berencana bertransformasi menjadi bank yang menyalurkan kredit secara digital Dalam sebulan terakhir, saham AGRO melesat 54,24% menjadi Rp 2.090 per saham dan BBYB naik 49,76% menjadi Rp 635 per saham.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama menilai, kenaikan harga saham-saham tersebut seiring dengan tingginya ekspektasi pelaku pasar terhadap bisnis bank digital. "Pasalnya, akselerasi dari perbankan digital dimulai dapat memperkuat bisnis perbankan itu sendiri," kata Okie, Jumat (15/07/2021),
Menurut Okie, saat ini investor berfokus pada nilai saham kedepan sehingga mahal murahnya harga saham tersebut bersifat relatif Berdasarkan realisasi kinerja per Maret 2021, harga saham BBHI saat ini mencerminkan rasio price to book value (PBV) sebesar 36,35 kali, BEKS 2.72 kali, AGRO 10.51 kali, dan BBYB 3.98 kali.
Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, agak sulit untuk menentukan prospek saham-saham tersebut kedepannya. Pasalnya, belum ada wujud konkret dari rencana transformasi digital bank-bank tersebut. "Mana yang pasti terwujud belum ada yang diketahui pastinya Sentimen bank digital saat ini mirip sekali dengan mobil listrik, sama-sama baru terealisasi sebagian tapi ekspektasi pasar sudah tinggi sekali ungkap William.
Meskipun begitu, Willam tetap melihat peluang pertambahan nilai pada Saham saham tersebut.
UMKM Dominasi Implementasi QRIS
PALEMBANG, TRIBUN - Bank Indonesia perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat implementasi Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) didominasi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terutama di wilayah kota Palembang.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel Hari Widodo di Palembang, Minggu (18/7), mengatakan, sebanyak 244.300 merchant di Sumsel yang telah terdata per Mei 2021, 95,93 % di antaranya merupakan merchant UMKM. "Ini sebagian besar didominasi Kota Palembang dengan angka 62,47 %," kata dia.
la mengatakan, dari target nasional sebanyak 12 juta merchant pada tahun ini setidaknya Sumsel telah memberikan kontribusi cukup baik.
Namun, yang menjadi perhatian saat ini bagaimana caranya agar QRIS ini bukan hanya bertumbuh pesat di Kota Palembang tapi juga di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.
Ini juga sesuai harapan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi.
QRIS merupakan kanal pembayaran yang telah diluncurkan pada 17 Agustus 2019. QRIS wajib diimplementasikan untuk QR pembayaran sejak 1 Januari 2020.
Sejauh ini jumlah merchant telah menyasar semua sektor di antaranya, pasar tradisional, minimarket, supermarket. masjid, gereja, pura, vihara, SPBU, pempek, instansi pemerintah, apotik, klinik, RS, dokter, hotel, Pondok Pesantren, Universitas, sekolah, kursus, donasi, songket dan lainnya.
Ke depan, BI juga mendorong penggunaan QRIS ini dilingkup pemerintah untuk mendorong transparansi keuangan. Menurutnya, untuk itu dibutuhkan dukungan dari para kepala daerah.
Sementara, mendukung penggunaan QRIS PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng ratusan gerai kopi di seluruh Indonesia untuk mengembangkan akses pembayaran dengan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di aplikasi mobile banking Livin by Mandiri.
SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengharapkan pembayaran dengan QRIS dapat semakin digemari dan menjadi pilihan utama bertransaksi di masa pandemi.
"Seiring dengan keinginan Bank Mandiri menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, kami akan terus menambah jumlah akseptasi pembayaran menggunakan Livin By Mandiri untuk memperluas ekosistem pembayaran cashless bagi masyarakat," ujar Josephus, belum lama ini.
Bank Sumsel Babel juga gencar mensosialisasikan QRIS.
Direktur Kepatuhan Bank Sumsel Babel Mustakim di Palembang, mengatakan fasilitas QRIS ini akan mempermudah para nasabah serta para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam bertransaksi non tunai.
"Transaksinya nontunai artinya tidak kontak secara langsung. Artinya ini sesuai dengan kondisi saat ini, yakni adanya upaya pembatasan kontak fisik secara langsung, kata Mustakim.
Kambing Etawa Paling Laris
PALI, TRIBUN - Penjualan hewan qurban jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tetap stabil meski tengah wabah Pandemi Covid-19.
Riansyah (32) penjual hewan qurban yang ada di Kelurahan Pasar Bhayangkara mengaku, bahwa pada tahun 2021 penjualan hewan qurban sama seperti tahun lalu, lantaran masih berada tengah wabah pandemi covid-19 saat ini.
"Walau tidak sesuai ekspektasi, namun Alhamdulillah hewan qurban Tahun 2021 ini penjualannya tetap stabil," ungkap Riansyah (31) penjual hewan qurban saat dijumpai di kandang ternak miliknya, Minggu (18/7).
Kendati demikian, ia mengakui untuk penjualan hewan qurban jenis kambing mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sementara hewan qurban sapi, mengalami penurunan.
Dimana, jelas dia, pada 2020 hingga kini sudah ada sebanyak 35 ekor jenis sapi dan 85 kambing
"Namun, pada 2021 ini, penjualan kambing melonjak di angka 120 ekor, sementara sapi nurun menjadi 18 ekor. Masih ada kemungkinan untuk bertambah," kata Rian.
Dijelaskan, paling banyak dipesan itu adalah kambing jenis Etawa yang harganya kisaran Rp 5 juta sedangkan sapi Rp 17-25 juta tergantung bobot. "Tempat kami jual ini ada juga sapi Limosin yang harganya mencapai Rp 40 juta per ekor. Ini sudah laku dibeli oleh salah satu karyawan dari perusahaan BUMN," jelasnya.
Saat ini dagangannya masih tersedia puluhan ekor kambing dan belasan ekor sapi.
Selain sebagian hewan diternak secara langsung, lanjut dia, hewan qurban yang dijual ini juga didatangkan dari Provinsi Lampung.
"Hewan qurban yang kita pasarkan juga dalam kondisi sehat karena sudah beberapa kali dicek kesehatannya oleh pihak Dokter Dinas Peternakan dan Perikanan PALI," ujarnya.
Big Tech Siap Kudeta Emiten Konvensional
Kalangan analis dan pengamat pasar modal meyakini perusahaan teknologi bervaluasi besar atau big tech bakal ‘mengkudeta’ para emiten konvensional dari singgasana kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang akan mencatatkan sahamnya pada 6 Agustus mendatang, tiga big tech yang bakal menyusul masuk BEI adalah GoTo, J&T Express, dan Traveloka. Hingga 16 Juli 2021, Bank Central Asia (BBCA) memimpin market cap di BEI dengan nilai Rp 745,7 triliun, disusul Bank BRI (BBRI) di urutan kedua sebesar Rp 468,9 triliun, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Rp 314 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 271,4 triliun, Bank Jago (ARTO) Rp 218,1 triliun, Astra International (ASII) Rp 197,6 triliun, Unilever Indonesia (UNVR) Rp 196,5 triliun, Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Rp 170,8 triliun, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) Rp 153,6 triliun, dan DCI Indonesia (DCII) sebesar Rp 140,6 triliun. Dari 10 emiten tersebut, hanya DCII yang masuk klasifikasi industri teknologi. Menurut perkiraan analis, jika jadi listing di BEI, market cap GoTo setelah IPO nanti akan sekitar Rp 560 triliun dan bakal menjadi yang terbesar kedua di BEI di bawah BBCA dan akan menyalip BBRI.
Menurut Direktur PT Avrist Asset Management, Tubagus Farash Akbar Farich, rencana IPO para perusahaan teknologi seperti Bukalapak, GoTo, J&T Express, dan Traveloka akan menjadi daya tarik yang besar bagi para investor, sejalan dengan perusahaannya yang berkembang cukup pesat saat ini. “Investor saat ini menyukai perusahaan yang sedang bertumbuh, hal ini selalu dilihat pada saat IPO,” kata Tubagus Farash kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Kepala Riset MNC Sekuritas Thendra Chrisnanda kepada Investor Daily, Sabtu (17/7), menyampaikan, asumsi valuasi GoTo setelah IPO sangat besar, yakni berkisar US$ 35-40 miliar atau sekitar Rp 420-560 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS). Karena itu, lanjut dia, market cap GoTo nantinya akan menjadi yang terbesar kedua di BEI, di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 742 triliun dan menyalip PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sejumlah Rp 486 triliun. Setelah rights issue, BBRI diproyeksinya akan memiliki market cap Rp 564,29 triliun. Nilai tersebut datang dari asumsi harga BBRI sebelum cum date dividend adalah Rp 3.800 dengan harga teoritis Rp 3.712 dan jumlah saham beredar BBRI setelah rights issue sebanyak 152,02 miliar lembar saham.
(Oleh - HR1)
AS akan Menjadi Pusat Penambangan Bitcoin Baru Dunia
Amerika Serikat (AS) sekarang sedang menjadi
pusat kegiatan (hub) penambangan
kesayangan dunia yang baru bagi
para penambang bitcoin, dan tujuan
penambangan terbesar kedua di planet
bumi ini.
Data terbaru yang dirilis Cambridge
University menunjukkan kemungkinan, bahwa para penambang bicoin
yang diusir dari Tiongkok berbondong-bondong menuju AS. Bahkan,
jauh sebelum Tiongkok mengambil
tindakan tegas terhadap para penambang ini.
Tercatat hampir 17% dari semua penambang bitcoin dunia pada April 2021
atau naik 151% dari September 2020.
“Selama 18 bulan terakhir, kami
mengalami pertumbuhan infrastruktur
pertambangan yang serius di AS. Kami
telah melihat peningkatan besar-besaran dalam operasi penambangan yang
ingin pindah ke Amerika Utara, sebagian besar di AS,” ujar Darin Feinstein,
pendiri Blockcap dan Core Scientific,
yang dikutip CNBC, pada Sabtu (17/7).
“Awalnya sebanyak 500.000 rig
penambang Tiongkok sedang mencari tempat tinggal di AS. Jika mereka
dikerahkan, itu artinya Amerika Utara
akan memiliki hampir 40% dari hashrate global pada akhir 2022,” kata Fred
Thiel dari Marathon Digital.
“Para penambang besar yang diperdagangkan secara publik mampu mengumpulkan modal untuk melakukan
pembelian besar,” tutur CEO perusahaan mata uang digital Foundry, Mike
Colyer, yang membantu membawa
peralatan pertambangan ke Amerika
Utara senilai lebih dari US$ 300 juta.
Colyer menambahkan, perusahaan-perusahaan, seperti operator
penambangan kripto Amerika Utara,
Core Scientific terus membangun ruang layanan online sepanjang musim
penurunan harga kripto sehingga
mereka memiliki kapasitas untuk
memasang peralatan baru.
“Sebagian besar peralatan baru
yang diproduksi dari Mei 2020 hingga
Desember 2020 dikirim ke AS dan
Kanada,” kata dia.
Sedangkan Alex Brammer dari
Luxor Mining – sebuah wadah mata
uang kripto (cryptocurrency) yang
dibangun untuk penambang tingkat
lanjut – menunjukkan bahwa pasar modal dan instrumen keuangan yang matang di sekitar industri pertambangan
turut memainkan peran besar dalam
pesatnya pertumbuhan industri di AS.
(Oleh - HR1)
Yellen akan Bahas Stablecoin dengan Regulator
Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dijadwalkan melakukan pertemuan pada Senin (19/7) waktu setempat, dengan regulator Kelompok Kerja Presiden urusan Pasar Finansial (President’s Working Group on Financial Markets) untuk membahas peranan yang dapat dimainkan stablecoin dalam sistem keuangan. Menurut pengumuman yang dikeluarkan Departemen Keuangan (Depkeu) AS pada Jumat (16/7), pertemuan tersebut akan melibatkan perwakilan-perwakilan dari Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang (Office of the Comptroller of the Currency) dan Korporasi Asuransi Deposit Federal (Federal Deposit Insurance Corporation).
“Menyatukan regulator akan
memungkinkan kami untuk menilai potensi manfaat stablecoin
sambil mengurangi risiko yang
dapat ditimbulkannya kepada para
pengguna, pasar, atau sistem keuangan. Mengingat pertumbuhan
pesat dalam aset digital, penting
bagi lembaga-lembaga untuk berkolaborasi dalam regulasi sektor ini
dan pengembangan rekomendasi
untuk otoritas baru,” ujar Yellen
dalam sebuah pernyataan Jumat,
yang dikutip CNBC.
Stablecoin sendiri merupakan
mata uang digital yang dirancang agar tidak terlalu fluktuatif
dibandingkan mata uang kripto
(cryptocurrency) lainnya dengan
mengelompokkan nilai pasarnya ke
aset luar, seperti dolar AS.
(Oleh - HR1)









