Target Bangkit seperti Prapandemi
Sebelum pandemi, 5 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Bali. Tahun 2019 menjadi puncak jumlah kedatangan wisman ke Bali, 6,275 juta turis asing masuk ke Bali atau 40 % dari total turis asing yang masuk ke Indonesia. Begitu pandemi melanda dunia, pergerakan manusia di berbagai belahan dunia melambat. Pembatasan perjalanan diberlakukan di banyak negara, termasuk Indonesia. Pemerintah melarang warga negara asing masuk ke Indonesia pada 2 April 2020. Akibatnya, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia anjlok 75 %. Dari 16,1 juta orang di tahun 2019 menjadi 4 juta orang tahun 2020. Penurunan jumlah kunjungan wisman ke Bali 83 % dari 6,25 juta orang pada 2019 menjadi 1,07 juta orang pada 2020. Tahun 2021, BPS mencatat hanya 51 wisman yang berkunjung ke Bali. Dengan berkurangnya tingkat hunian hotel di Bali karena minimnya jumlah tamu yang datang, roda perekonomian Bali pun melambat. Pertumbuhan ekonomi Bali 2020 menjadi minus 9,33 %, jauh lebih rendah dibandingkan kondisi nasional yang minus 2,07 %.
Perekonomian Bali 2021 sebenarnya sudah membaik dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi hanya minus 2,47 persen, namun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang positif 3,69 %. Perbaikan itu tak lepas dari kebijakan pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali melalui beberapa program, antara lain mengajak masyarakat, khususnya aparatur sipil negara, untuk work from Bali serta adanya kegiatan internasional di akhir tahun. Perekonomian Bali 2022 diperkirakan akan lebih baik seiring membaiknya perekonomian global dan lalu lintas perjalanan internasional yang sudah lebih tinggi. Jika pengendalian pandemic tetap berlangsung baik di Bali, serta tidak ada varian baru Covid-19, sektor pariwisata akan segera pulih. Bukan tidak mungkin, satu atau dua tahun ke depan, kejayaan pariwisata Bali sudah kembali seperti sebelum pandemi. (Yoga)
Krisis Biosolar, Dari Antre Belasan Jam hingga Batal Jalan
Perusahaan otobus dan angkutan logistik di Sumatera pontang-panting menghadapi krisis biosolar. Antre belasan jam hingga sehari semalam dijalani. Waktu tempuh perjalanan pun lebih panjang sehingga biaya operasional membengkak. Senin (28/3), Aswan Harahap (40), sopir bus ALS, Medan-Jember (Jatim) menunggu rekannya yang sejak pagi membawa bus berkeliling ke sejumlah SPBU di Medan berburu biosolar, karena tidak ada kepastian ketersediaan biosolar di sepanjang jalan lintas Sumatera. Ia beberapa kali antre hingga 12 jam, membeli biosolar eceran seharga 2 kali lipat, hingga menunda keberangkatan, biaya operasional pun membengkak. Medan-Jember yang sebelumnya 5 hari 5 malam kini 7 hari 7 malam. ”Sebagian besar waktu habis mengantre dan macet di sekitar SPBU,” kata Aswan.
Alwi Matondang dari Humas PT ALS mengatakan, biaya operasional bus mereka bertambah sekitar Rp 4 juta untuk perjalanan pergi-pulang Medan-Jember atau Medan-Jakarta. Alwi menyebut, pihaknya tidak bisa menaikkan tarif karena daya beli masyarakat menurun. Alwi berharap pemerintah memprioritaskan angkutan bus demi biosolar bersubsidi karena langsung dirasakan masyarakat bawah. (Yoga)
Cetak Sawah ”Food Estate” Hampir Rampung
Perluasan lahan baru untuk cetak sawah dalam program food estate (lumbung pangan) di Kalteng masih berjalan, 16.644 hektar lahan sudah dibuka untuk ditanami padi. Namun, baru 146 hektar yang bakal ditanami. Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalteng Riza Rahmadi, Senin (28/3) menjelaskan, target ekstensifikasi lahan sudah tercapai oleh Korem 102/Panju Panjung bersama instansi terkait. (Yoga)
Minyak Rusia akan Mengalir ke India dan Tiongkok
Pengiriman minyak Rusia ke India dilaporkan meningkat signifikan sejak Maret 2022 pasca serangan Rusia ke Ukraina. Menurut para pengamat industri, India tampaknya bakal membeli minyak murah lebih banyak dari Rusia. "Tiongkok yang sudah menjadi pembeli tunggal terbesar minyak Rusia, juga diperkirakan membeli minyak Rusia lebih banyak dengan diskon harga yang besar." ujar para pengamat, yang dilansir CNBC, Senin (28/3). "Kami percaya bahwa Tiongkok, dan pada tingkat lebih rendah, India akan mengambil langkah untuk membeli minyak mentah Rusia yang sudah di diskon besar-besaran," ujar Matt Smith, analis minyak utama di Kpler. Tetapi, lanjut para analis, sanksi-sanski itu meninggalkan celah di pasar dimana Rusia menyadari bahwa kelebihan minyak mentahnya tidak dapat dijual. "Minyak mentah Ural dari Rusia ditawarkan dengan potongan harga besar-besaran, namun penyerapannya sampai saat ini masih terbatas. Ini karena sebagian besar importir minyak Asia tetap berpegang pada para pemasok lama asal Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika," demikian disampaiakan IEA pada 17 Maret 2022. (Yetede)
XL Axiata Naikkan Dua Kali Lipat Kapasitas Jaringan
PT Axiata Tbk telah memperkuat dan meningkatkan kapasitas jaringan telekomunikasinya dua kali lipat guna menyambut momen Ramadhan dan Idul Fitri 2022. Perseroan memperkirakan lonjakan trafik telekomunikasinya mencapai 10-15% pada dua momen tersebut dibandingkan hari biasa. Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan, dengan adanya pelonggaran dimana pemerintah akan mengizinkan mudik lebaran, mobilitas masyarakat kemungkinan besar meningkat sangat signifikan dibandingkan tahun lalu ketika masih dibatasi secara ketat. "Penguatan jaringan menjadi kebutuhan yang harus kami lakukan, baik dipemukiman maupun area tujuan mudik. Secara umum, kami telah menyiapkan kapasitas jaringan yang lebih besar, hingga dua kali lipat dibandingkan hari normal," ujar Darmayusa, Senin (28/3)
APR Dukung Peluncuran Melayu Merindu
Produsen serat viscose, Asia Pacific Rayon (APR) mendukung peluncuran kampanye Melayu Merindu untuk memajukan fesyen Indonesia sekaligus melestarikan kekayaan budaya khususnya wastra melayu. Program tersebut digagas oleh Asosiasi Pertextilan Indonesia (API) BPD Riau, berkolaborasi dengan APR, Wiyasa TFA, Tokopedia, dan Swara Gembira, dalam mengembangkan potensi UMKM fesyen dengan memaksimalkan potensi budaya wastra Riau, dalam kreasinya, "Kami akan selalu mendukung setiap upaya dan aspirasi untuk memajukan UKM di bidang tekstil dan fesyen serta memperkenalkan budaya Riau Melayu kepada generasi yang akan melestarikan budaya ini kedepannya. (Yetede)
KPPU Temukan Bukti Terkait Dugaan Kartel Migor
Proses penegakan hukum atas dugaan pelanggaran
persaingan usaha di balik lonjakan harga minyak goreng (migor) yang
dilakukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sejak 26 Januari 2022
memasuki babak baru. Tim investigasi KPPU telah menemukan satu alat bukti
terkait dugaan adanya praktik kartel terkait penjualan migor nasional.
"Melalui temuan tersebut, minggu ini status penegakan hukum telah dapat
ditingkatkan pada tahapan penyelidikan,"kata Direktur Investigasi KPPU
Gopprera Panggabean dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Lebih lanjut,
Gopprera menuturkan, proses penyelidikan dilaksanakan dalam jangka waktu
plaing lama 60 hari kerja dan dapat diperpanjang. "Melalui proses Sidang
Majelis, KPPU dapat menjatuhkan sanksi administrasi denda berupa denda
maksimal 50% dari keuntungan yang diperoleh Terlapor dari pelanggaran, untuk
maksimal 10% dari penjualan Terlapor di pasar bersangkutan," ujar
Gopprera. (Yetede)
Timbul Tenggelam Nama Grup Salim di Bank Mega
Sudah lama beredar kabar bahwa Anthoni Salim, petinggi Grup Salim, turut berada di balik imperium bisnis milik Chairul Tanjung, pemilik CT Corp. Keduanya juga kerap terlibat kongsi bisnis bersama. Sebagai contoh di bisnis keuangan. Selain sama-sama memiliki Allo Bank Indonesia (BBHI), sejumlah korporasi di bawah Grup Salim rupanya juga tercatat memiliki saham di Bank Mega yang dikendalikan oleh CT Corp. Pekan lalu, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan beberapa perusahaan Grup Salim yang tercatat sebagai pemegang saham di atas 5% di emiten berkode MEGA (Harian KONTAN, 28 Maret 2022). Nama INDF, ICBC, Indolife, Megah Eraraharja dan Asuransi Central Asia merupakan perusahaan di bawah Grup Salim. Sementara nama PT Lintas Sejahtera Langgeng dikendalikan oleh Axton Salim, anak Anthoni Salim. Kemunculan nama-nama Grup Salim di MEGA terungkap seiring proses pembagian dividen saham dan saham bonus Bank Mega yang menerbitkan 4,77 miliar saham baru. Alhasil, total saham ditempatkan dan disetor penuh Bank Mega yang semula berjumlah 6,96 miliar bertambah menjadi 11,74 miliar.
Tahan Harga BBM & Listrik, Subsidi Energi Rawan Jebol
Bersiaplah! Ada potensi, pemerintah tak lagi menahan kenaikan harga bahan bakar (BBM). Anggaran subsidi energi, khususnya yang bahan baku minyak yakni BBM dan listrik melesat tajam, dan rawan jebol. Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyebut anggaran subsidi BBM dan listrik Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus membengkak. Subsidi energi yang sudah digelontorkan hingga akhir Februari 2022 mencapai Rp 21,7 triliun. Kenaikan anggaran subsidi seiring dengan konsumsi BBM bersubsidi per akhir Februari 2022 mencapai 1,39 juta kilo liter (kl), elpiji tabung 3 kilo gram (kg) mencapai 632,7 juta kg. Sedang pelanggan listrik subsidi mencapai 38,2 juta. Semuanya naik dari tahun 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, kenaikan harga komoditas, baik minyak mentah dan batubara sudah langsung sejak tahun lalu. Pada saat yang sama, tak ada perubahan pada harga BBM dan tarif listrik.
Pantau Harga Kebutuhan Pokok
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga berbincang dengan pedagang saat meninjau ketersediaan barang kebutuhan pokok di Pasar KM 5 Palembang, Sumatra Selatan, Senin (28/3). Kunjungan tersebut untuk memantau secara langsung harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan.EDITOR’S CHOICES









