Biosolar Langka Ganggu Nelayan Lampung
Kelangkaan bahan bakar minyak biosolar yang terjadi di Lampung tidak hanya mengganggu distribusi logistik. Sejumlah nelayan pun tak bisa melaut. ”Kami berharap pemerintah menambah pasokan solar untuk nelayan,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Bandar Lampung Kusairi, Minggu (27/3). Sebagian besar dari ratusan kapal nelayan di Bandar Lampung berukuran 6-15 gros ton. Kebutuhan solar sekali melaut ke Selat Sunda dan Teluk Semaka sekitar 100 liter. (Yoga)
Eropa Atur Google dan Kawan-Kawan
Parlemen Uni Eropa mengesahkan UU Pasar Digital yang akan mencegah monopoli raksasa teknologi terus berlanjut. Aturan ini akan menentukan kecepatan investigasi antimonopoli, pengaturan ketat soal perlindungan dan privasi data pengguna teknologi, serta aturan-aturan lain yang tengah digodok, termasuk soal kecerdasan buatan. Aturan ini disahkan Kamis (24/3) malam atau Jumat (25/3) WIB. Parlemen Uni Eropa (UE) juga akan memberlakukan aturan digital baru lainnya, yaitu UU Layanan Digital, pada Oktober mendatang, untuk menandai hingga menghapus konten dan layanan berbahaya, seperti ujaran kebencian. ”Apa yang kami putuskan kemarin akan memulai era baru regulasi teknologi,” kata Ketua Parlemen UE Andreas Schwab.
Beberapa substansi UU Pasar Digital tersebut mencakup soal pemanfaatan data pribadi pengguna dan kemungkinan pengguna aplikasi melakukan pembayaran menggunakan teknologi yang dikembangkan pihak ketiga. Dalam pengumpulan dan pemanfaatan data pribadi pengguna, misalnya, mesin pencari Google, Facebook, dan Instagram akan dipaksa mengungkapkan lebih banyak soal data ini kepada para pengiklan dan penerbit, terutama tentang cara kerja iklan serta efektivitas iklan sebenarnya. Situasi ini akan mengurangi monopoli iklan yang dilakukan Google dan Facebook, terutama karena para pelanggan mereka dan perusahaan lain akan mencari cara baru agar pesan itu tersampaikan.
Data pribadi pengguna juga tidak dapat digabungkan untuk iklan bertarget kecuali ”persetujuan eksplisit” diberikan oleh pengguna. Aturan baru ini mencegah Google melakukan penelusuran kebiasaan pengguna platform, mulai dari Youtube, Google Maps (riwayat perjalanan), hingga lalu lintas surat elektronik Gmail, juga mengunci monopoli perusahaan raksasa teknologi dalam pengembangan teknologi. Modusnya dengan membalutnya dengan slogan ”inkubator” atau teknologi rintisan. Otoritas menilai, akuisisi atau pembelian berbalut ”sosial” ini sebagai upaya para raksasa teknologi menggembosi atau mematikan calon pesaing potensial mereka sebelum menjadi ancaman. Aturan baru ini mewajibkan semua akuisisi, tidak hanya perusahaan, tetapi juga teknologi rintisan untuk dilaporkan kepada Komisi Eropa. (Yoga)
Cengkraman Salim di Sektor Financial Kini Kuat
Upaya Grup Salim kembali memiliki bisnis di sektor perbankan semakin agresif. Konglomerasi ini memiliki kenangan manis ketika menguasai Bank Central Asia (BCA). Tapi harus rela menjual bank miliknya akibat krisis ekonomi tahun 1997-1998. Grup Salim berupaya membangun kerajaan di sektor keuangan. Terbaru, terus mengoleksi saham Bank Mega melalui anak perusahaannya. Merujuk publikasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indolife Pensiontama, perusahaan asuransi jiwa Grup Salim, memegang 568,63 juta saham, setara 8,17%. Lalu Megah Eraraharja, perusahaan pengendali Indoritel Makmur Internasional (DNET) memegang 539,86 juta saham atau 7,75%. Ada Indofood Sukses Makmur (INDF) memegang 503,64 juta saham, setara 7,23%. Tak sampai situ, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) memegang 355,59 juta saham atau 5,11%.
Kini Salim memiliki tentakel sektor keuangan yang komplet. Mulai Asuransi Central Asia (ACA) dengan anak perusahaan Central Asia Raya atau CAR Life Insurance. Juga ada Central Asia Financial atau Jagadiri. Tak sampai disitu, grup ini juga berinvestasi kepada Youtap, financial technology (fintech) yang fokus pada merchant. Grup Salim memiliki tentakel dari sektor ritel hingga fast moving consumer goods (FMCG) seperti Indomaret, Indogrosir, Grup Indofood, dan bisnis kelapa sawit. Urusan teknologi, Salim berbisnis jaringan internet PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) diversifikasi usaha ke bisnis di sektor telekomunikasi. Jangan lupa, Salim juga memiliki bisnis data center.
Ramai Aksi Merger dan Akusisi di Awal Tahun
Sederet perusahaan kembali melakukan agenda ekspansi diawal tahun ini. Beberapa emiten, dari sektor energi, teknologi hingga komunikasi menggelar aksi merger dan akuisisi dengan nilai totalan trilunan rupiah. Group Sinar Mas melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) siap memacu bisnis tambang batu bara. Anak usaha DSSA, yakni Golden Anargy and Resources Limitied (GEAR) merilis surat utang atau secured senior notes (SSN) senilai US$ 90 juta. Kelak, dengan dana tersebut, DSSA melalui entitas StanmoreSMC Holdingss Pty Ltd, berencana mengambil alih seluruh saham Dampier Coal (Queenlands) Pty Ltd. (Yetede)
Otomotif ASII
Saham-saham sektor perindustrian masih banyak yang belum bangkit di tahun ini. Tetapi, PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu yang dilirik, baik oleh investor domestik maupun asing. ASII dilirik karena berpeluang melanjutkan catatan kinerja apik di tahun ini. Ditengah pemulihan ekonomi, ASII menyiapkan capex jumbo Rp 19 triliun, lebih besar dua kali lipat dari capex tahun lalu.
ANTM Tersandung Kasus Dugaan Korupsi
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tersandung kasus dugaan korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode tahun 2015-2021. Saat ini kasus korupsi tersebut masuk dalam tahap penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung). Ada empat hal yang tengah diperiksa. Kejagung antara lain menuding Antam telah melakukan pembelian emas yang tidak memiliki sertifikat LBMA (London Bullion Market Association). Diantaranya emas merk Korea Zinc yang diperoleh dari ICBC Bank Bullion.
Laba BJB Syariah Rp 21,8 Miliar, Melesat 494,68%
PT. Bank Jabar Banten Syariah (Bank Bjb Syariah) berhasil mencatatkan kinerja positif. Tercatat laba perusahaan mencapai Rp 21,89 miliar atau naik 494,68% year on year (yoy) pada 2021. Direktur Utama bank BJB Syariah, Indra Falatehan, mengungkapkan, bahwa kenaikan laba tersebut berkat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi sebesar 51,55% year on year (yoy) dan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) naik 196,2% yoy.
Blok Rokan : Menkeu Minta Pertamina Naikkan Produksi Migas
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Pertamina Hulu Rokan mencari cara untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi di wilayah kerja yang dulu dikelola oleh Chevron. Sri Mulyani yang juga Wakil Ketua Komisi Pengawas SKK Migas menyebut bahwa peningkatan produksi migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan dapat meningkatkan penerimaan negara. “Penurunan produksi juga menjadi perhatian dari Kementerian Keuangan, sehingga Kementerian Keuangan berharap banyak dapat meningkatkan produksi,” katanya melalui keterangan resmi, Minggu (27/3/2022).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan bahwa persiapan perseroan dalam proses alih kelola WK Rokan jauh lebih banyak dibandingkan dengan WK lainnya. Hal itu membuat Pertamina bisa menjaga dan segera meningkatkan produksi dari blok migas tersebut.
Rokan sendiri merupakan WK migas terbesar kedua di Tanah Air dan menyumbangkan sepertiga dari total produksi minyak Pertamina, atau hampir seperempat produksi nasional dengan rata-rata produksi tahunan sekitar 160.000 barel minyak per hari (BOPD) untuk periode September hingga Desember 2021.
Sinergi Petani : Swasembada Pangan Jatim Diperkuat
Upaya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara kelompok petani dan pemerintah daerah dinilai dapat meningkatkan swasembada pangan di Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Ketua Umum DPP HKTI Moeldoko meminta agar HKTI dapat memposisikan diri sebagai partner strategis dengan pemerintah, yakni sebagai bridging institution yang menjembatani antara petani dengan pemerintah daerah, dan jembatan antara perguruan tinggi dengan rakyat. “Kami mendukung program transformasi dan restrukturisasi bisnis gula yang saat ini tengah berlangsung, dengan tujuan pencapaian swasembada gula nasional,” ujarnya akhir pekan lalu. Dia mengatakan proses restrukturisasi yang berjalan harus memenuhi tata kelola perusahaan yang baik (Good Coorporate Governance) agar bisnis gula dapat berkelanjutan.
Indocement Siapkan Capex Rp 1 Triliun
PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun pada tahun ini. Belanja modal tersebut rencananya digunakan untuk mendanai program pembangunan berkelanjutan (sustainability development) perseroan. Direktur Utama Indocement Tunggal Perkasa Christian Kartawijaya mengatakan, pihaknya saat ini memfokuskan diri untuk menjadi perusahaan yang lebih hijau. Disamping itu, Indocement tiap tahunnnya melakukan investasi bed filter untuk mengurangi emisi debu di pabrik perseroan. "Kami ingin mengurangi emisi debu sesuai dengan standar pemerintah. Saat ini, emisi debu perseroan turun siginifikan ke level 22 miligram per newton meter kubik," kata Christian dalam paparan publik INTP, Jumat (25/3). Dia juga mengungkapkan, pihaknya juga akan menjajaki pembelian 1-2 kapal baru pada tahun ini, setelah tahun lalu berhasil membeli kapal angkut semen curah, (Yetede)









