;

Jurnalis Uddin, Seorang Dokter yang juga Akademisi dan Pejuang Kemanusiaan

Yoga 23 Jun 2025 Kompas (H)

Menjelang usia 88 tahun, Jurnalis Uddin masih bekerja. Dia adalah dokter yang terlibat menggagas pendirian Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi atau Yayasan RS Islam di Jakarta, kini Universitas Yarsi. Jurnalis masih aktif mengurus perkembangan Universitas Yarsi dan mengembangkan pendidikan kedokteran Islam di Indonesia dan dunia. Jurnalis juga dikenal sebagai salah satu pendiri Federation of Islamic Medical Associations (FI-MA). Sebanyak 10 organisasi medis Islam di dunia, termasuk Indonesia, mendirikan FIMA di Florida, AS. Para pendiri itu adalah profesional medis senior dunia yang awalnya rutin bertemu di AS. Para dokter Muslim dan organisasi medis Muslim yang tergabung di FIMA memberikan pengobatan untuk masyarakat miskin dan terjun ke daerah perang untuk menyelamatkan korban. Jurnalis senang dengan perkembangan FIMA yang tetap aktif menjadi wadah berbagi pengetahuan bagi dokter Muslim di seluruh dunia dalam bidang pendidikan, etika ke-okteran, bantuan kemanusiaan dan medis.

Di Pakistan, FIMA menggelar operasi katarak untuk masyarakat miskin. Para dokter FIMA juga membantu pengungsi Rohingya asal Myanmar di Bangladesh yang jumlahnya lebih dari 1 juta orang. ”Saya menyaksikan para dokter yang melakukan aksi kemanusiaan untuk orang-orang yang tak berdaya karena kemiskinan, perang dan pengungsi,” katanya. Jurnalis sebagai Ketua Pembina Yayasan Yarsi ambil bagian melakukan aksi kemanusiaan. Dia memutuskan untuk memberi beasiswa kuliah kedokteran bagi anakmuda dari Palestina agar bermanfaat bagi negara mereka. Kini, ada satu mahasiswa kedokteran yang kuliah sejak tahun lalu. Masih ada lagi yang disiapkan di Gaza dimulai dengan memberi kursus bahasa Indonesia. Kesehatan Jurnalis masih prima. Jurnalis sering pulang ke kampung halamannya di Sumbar. Di sana, ia membantu masyarakat setempat. Termasuk membangunkan masjid yang dilengkapi teknologi digital.

Jurnalis yang juga mengajar di FK Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, merasa terpanggil untuk menyelamatkan 100 mahasiswa yang terkatung-katung nasibnya. Dia memanfaatkan fasilitas ruang belajar dan laboratorium di FKUI supaya para mahasiswa tidak terputus kuliahnya. Peluang itu membuat pikiran Jurnalis terbuka untuk mendirikan pendidikan kedokteran berbasis iman Islam yang berkualitas untuk mendukung pengembangan RS Islam di Jakarta. Setelah mendapat izin, Jurnalis bersama beberapa rekannya mendirikan Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi tahun1967. Pendidikan kedokteran diUniversitas Yarsi dilengkapidengan RS pendidikan, yakni RS Islam Yarsi serta RS Gigi dan Mulut Yarsi. Layanan kesehatannya menerapkan standar pelayanan syariah yang siap melayani umat dengan ramah dan professional sehingga warga negara Indonesia tidak perlu ke luar negeri untuk mendapat pelayanan medis terbaik. Pada 1989 sekolah tinggi itumenjadi Universitas Yarsi. (Yoga)


Jakarta Berambisi untuk Masuk 50 Besar Dunia

Yoga 23 Jun 2025 Kompas

Pada usia ke-498 tahun, Jakarta berupaya masuk dalam daftar 50 kota besar dunia menurut Global City Index. Di balik pembangunan fisik yang pesat, Jakarta juga berfokus pada penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang ada sejak lama. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Daerah Khusus Jakarta, Pemprov Jakarta menggelar upacara peringatan HUT Ke-498 Jakarta di kawasan Monas, Gambir, Jakpus, pada Minggu (22/6) pagi. Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wagub Rano Karno tiba di Monas pukul 07.26 WIB. Setelah defile selesai, acara dilanjutkan dengan pertunjukan kolosal yang menggambarkan sejarah Jakarta, dalam bentuk tari-tarian tradisional oleh seniman daerah yang menegaskan pentingnya budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas Jakarta.

Pramono menyampaikan, HUT Jakarta kali ini bukan hanya perayaan, juga refleksiatas tantangan yang dilalui serta harapan untuk masa depan Jakarta. ”Dengan usia hampir 500 tahun, Jakarta perlu meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya di panggung dunia,” kata Pramono. Jakarta telah melalui perjalanan panjang, dimulai dari pelabuhan kecil bernama Sunda Kelapa, kini berkembang menjadi pusat pemerintahan. Bahkan, Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global. Tema HUT Ke-498 Jakarta, ”Jakarta Kota Global dan Berbudaya”, mencerminkan komitmen pemerintah mengembangkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing sekaligus menjaga budaya dan kearifan lokal.

”Upaya besar sedang diarahkan untuk mengantarkan Jakarta masuk 50 kota besar dunia,” ujar Pramono. Saat ini, Jakarta berada diperingkat ke-74 dari 156 kota global, berdasarkan laporan Global City Index tahun 2024. Sebagai bagian dari langkah strategis, Pemprov Jakarta menetapkan visi pembangunan 2025-2029, yaitumenjadikan Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing berkelanjutan serta menyejahterakan warganya. Pramono menyadari perjalanan Jakarta ke depan tak mudah. Namun, dengan kerja keras, dedikasi dan semangat kolaborasi, ia yakin Jakarta akan terus melaju dan membawa nama baik bangsa dipanggung dunia. (Yoga)


UMKM Masih Rawan Hindari Kewajiban Pajak

Hairul Rizal 23 Jun 2025 Bisnis Indonesia (H)

Upaya pemerintah untuk menertibkan praktik penghindaran pajak yang dilakukan oleh pelaku UMKM nakal menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat basis perpajakan nasional. Modus-modus seperti pemecahan usaha agar omzet tetap di bawah batas insentif Rp4,8 miliar per tahun serta penolakan naik kelas menjadi usaha besar, menjadi sorotan utama fiskus. Sebagai pemangku kebijakan, Direktorat Jenderal Pajak mengambil langkah strategis dengan merencanakan penurunan threshold UMKM sebagai respons atas penyimpangan tersebut. Meski kebijakan ini menuai penolakan dari pelaku usaha, proses negosiasi yang tengah berlangsung diharapkan dapat menciptakan solusi yang adil dan menguntungkan semua pihak, tanpa mengabaikan kewajiban konstitusional dalam membayar pajak demi kepentingan negara.

Obligasi Jadi Opsi Pendanaan Bank di Tengah Tekanan

Hairul Rizal 23 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi domestik, industri perbankan nasional tengah menghadapi tantangan serius, terutama terkait krisis likuiditas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia mencatat menurunnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta meningkatnya rasio loan to deposit (LDR), yang menjadi indikator sempitnya ruang gerak likuiditas perbankan. Dalam merespons situasi ini, sejumlah bank besar memilih menerbitkan obligasi sebagai strategi pendanaan alternatif.

Namun, menurut teori Pecking Order dari Donaldson dan Myers, penerbitan utang seperti obligasi seharusnya menjadi opsi kedua setelah laba ditahan. Penerbitan obligasi saat ini memuat berbagai tujuan, mulai dari refinansi utang, antisipasi suku bunga tinggi, hingga ekspansi kredit hijau. Sayangnya, efektivitas langkah ini masih dipertanyakan karena dana hasil obligasi cenderung hanya berpindah antarbank dan tidak benar-benar menambah suplai dana segar ke sistem perbankan.

Presiden Prabowo Subianto, sebagai tokoh pemangku kebijakan, telah menetapkan target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang sangat bergantung pada peran aktif perbankan dalam pembiayaan program prioritas nasional, termasuk transisi menuju ekonomi hijau. Untuk mendukung itu, insentif seperti Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) telah digulirkan sejak April 2025. Meski begitu, tantangan internal perbankan sendiri, seperti konsolidasi dan manajemen risiko kredit, masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Dengan demikian, penerbitan obligasi oleh bank-bank besar seharusnya tidak dipandang sebagai solusi jangka pendek semata, melainkan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional agar mampu menopang agenda pembangunan jangka panjang.


Hubungan Energi RI-Rusia Diperkuat Lewat Kolaborasi

Hairul Rizal 23 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia tengah memperkuat kerja sama strategis di sektor energi dengan Rusia guna meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendongkrak produksi minyak dan gas bumi. Dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin, dibahas sejumlah peluang kolaborasi, termasuk eksplorasi migas, pembangunan kilang minyak, proyek gas alam cair (LNG), serta pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan ketertarikan Rusia untuk berinvestasi dalam proyek-proyek migas dan infrastruktur energi, meskipun beberapa proyek seperti Grass Root Refinery Tuban masih terhambat sanksi internasional terhadap perusahaan Rusia. Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa studi kelayakan PLTN skala kecil tengah dilakukan sebagai bagian dari RUPTL 2025–2034.

Sementara itu, SKK Migas mencatat tren kenaikan produksi minyak nasional, dengan capaian lifting minyak mencapai 93,9% dari target APBN hingga Mei 2025. Hudi D. Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, menyebut peningkatan ini dipicu oleh efektivitas program pengeboran sumur, workover, dan well service.

Pemerintah juga telah menerbitkan Permen ESDM No. 14/2025 untuk memperkuat kerja sama pengelolaan wilayah kerja migas, termasuk legalisasi dan pemberdayaan sumur tua dan sumur rakyat, melalui sinergi dengan KKKS, BUMD, koperasi, dan UMKM. Aturan ini menunjukkan dorongan kuat negara dalam mengoptimalkan potensi energi dalam negeri secara inklusif dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kerja sama Indonesia–Rusia di bidang energi tidak hanya menjadi strategi memperkuat cadangan energi nasional, tetapi juga bagian dari agenda besar menuju kemandirian energi sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.


Kemendagri Bersikap Hati-Hati dalam Ambil Keputusan

Hairul Rizal 23 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengambil sikap hati-hati dalam menangani sengketa 13 pulau di pesisir selatan Jawa Timur yang diperebutkan oleh Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan bahwa Mendagri Tito Karnavian telah langsung memimpin proses evaluasi, dengan menjadikan kasus sengketa 4 pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatra Utara sebagai pembelajaran penting.

Kemendagri tidak hanya akan mengandalkan data geografis, tetapi juga mempertimbangkan aspek historis dan kesepakatan masa lalu dalam menentukan status administratif 13 pulau tersebut, seperti Pulau Anak Tamengan, Pulau Boyolangu, dan Pulau Sruwi. Polemik ini muncul akibat duplikasi pencatatan wilayah, yang menimbulkan ketidakjelasan administratif antara dua kabupaten tersebut.

Langkah kehati-hatian Kemendagri mencerminkan upaya pemerintah pusat untuk menyelesaikan konflik wilayah secara adil, transparan, dan berdasarkan kajian menyeluruh. Penyelesaian ini penting untuk menjaga integritas wilayah administrasi serta stabilitas sosial di tingkat daerah.


Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global

Hairul Rizal 23 Jun 2025 Kontan (H)
Keterlibatan Amerika Serikat (AS) di perang Israel-Iran, lewat serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran pada 21 Juni yang diklaim Presiden Donald Trump berhasil melumpuhkan program nuklir Iran, menimbulkan kekhawatiran serius akan eskalasi konflik di Timur Tengah. Iran mengancam menutup Selat Hormuz—jalur vital 20% perdagangan minyak dunia—yang bisa memicu lonjakan harga minyak mentah global dan mengguncang ekonomi dunia.

Oktavianus Audi, analis dan VP Kiwoom Sekuritas, menilai agresi AS ke Iran menjadi sentimen negatif besar bagi pasar modal Indonesia. Eskalasi konflik berpotensi mendorong investor asing melakukan rebalancing aset—menjual saham-saham big caps sektor keuangan, industri, konsumer, hingga properti—dan mengalihkan dana ke instrumen aman seperti emas.

Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, menilai minimnya sentimen positif domestik memperburuk tekanan di Bursa Efek Indonesia. Ia memperkirakan IHSG bisa turun ke kisaran 6.000–6.200.

Rully Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, memperingatkan potensi besar arus keluar dana asing, dengan saham-saham favorit asing seperti BMRI, BBRI, ASII, dan TLKM paling rentan dijual.

Sementara itu, Budi Frensidy, Guru Besar Keuangan Universitas Indonesia, mengingatkan bahwa jika negara seperti China dan Rusia mendukung Iran secara militer, risiko pecahnya perang dunia ketiga akan muncul. Meski begitu, ia memprediksi aliran modal keluar (capital outflow) kemungkinan akan berpindah ke aset lindung nilai seperti emas.

Agresi militer AS terhadap Iran memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang bisa mengguncang harga energi global dan menekan pasar saham, termasuk Indonesia, lewat potensi capital outflow dan penurunan IHSG.

Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan

Hairul Rizal 23 Jun 2025 Kontan
Realisasi belanja pemerintah hingga Mei 2025 menurun signifikan, memicu kekhawatiran pada prospek pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang diprediksi melambat. Data Kementerian Keuangan menunjukkan belanja negara turun 11% year-on-year menjadi Rp 1.016,3 triliun. Penurunan terbesar terjadi pada belanja pemerintah pusat yang anjlok 18,74%, sementara transfer ke daerah hanya naik tipis.

Muhammad Rizal Taufikurahman, Kepala Makroekonomi dan Keuangan INDEF, menilai pola belanja pemerintah bersifat birokratis dan konsumtif, dengan belanja produktif seperti bantuan sosial, belanja modal, dan belanja barang justru melambat. Ia juga mengkritik lemahnya kemauan politik untuk menjadikan APBN instrumen pertumbuhan. Rizal menyoroti program makan bergizi gratis (MBG) yang pencairannya sangat kecil (Rp 4,4 triliun dari target Rp 71 triliun), menilai program ini lebih sekadar jargon politik. Rizal memproyeksikan pertumbuhan kuartal II hanya di kisaran 4,7%-4,85%, di bawah kuartal I yang 4,87%.

Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, mendukung pandangan Rizal dengan menekankan bahwa rendahnya serapan anggaran produktif akan menekan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyoroti masalah arus kas pemerintah, dengan realisasi penerimaan negara yang baru 33,1% dari target, lebih rendah dari rata-rata historis. Ia juga menekankan lemahnya koordinasi antarinstansi yang menghambat program-program besar seperti MBG, program 3 juta rumah, dan Koperasi Merah Putih. Wijayanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 hanya 4,6%-4,8%, jauh di bawah target 5%, dan meminta pemerintah memastikan program besar realistis dieksekusi.

Kedua ekonom tersebut menilai penurunan belanja produktif mencerminkan problem struktural fiskal, lemahnya eksekusi program prioritas, serta kurangnya koordinasi, yang secara langsung mengancam pencapaian target pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2025.

Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi

Hairul Rizal 23 Jun 2025 Kontan
Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, terutama akibat serangan Amerika Serikat ke situs nuklir Iran, memicu kenaikan harga minyak global. Risiko terbesar adalah jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar 20% pengangkutan migas dunia—yang bisa memperparah gangguan pasokan.

Andhika Audrey, Analis Panin Sekuritas, menilai eskalasi konflik berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten minyak upstream yang menjual dengan harga spot, karena margin mereka bisa naik berkat lonjakan harga minyak.

Namun, Sukarno Alatas, Analis Senior Kiwoom Sekuritas, mengingatkan bahwa emiten migas dalam negeri tidak otomatis diuntungkan secara signifikan. Harga minyak masih rentan turun kembali jika konflik mereda, mengingat tekanan kelebihan pasokan di pasar global. Meski begitu, Sukarno menyebut saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) tetap menarik. Ia menargetkan harga MEDC di Rp 1.700 dan ELSA di Rp 600 pada akhir tahun, melihat tren kenaikan harga saham mereka sejauh ini.

Hasan Barakwan, Analis Maybank Sekuritas, menyoroti peluang jangka menengah dari insentif pemerintah untuk mendorong produksi migas domestik. Namun ia juga memangkas proyeksi laba MEDC 2025–2027 karena revisi ke bawah pada volume penjualan tembaga, emas, dan harga minyak. Hasan juga menilai ELSA lebih tahan banting karena didukung kontrak jangka panjang dengan harga tetap, sehingga lebih stabil di tengah fluktuasi harga minyak.

Sementara itu, tim analis Ina Sekuritas menilai target operasional 15 proyek migas senilai US$ 832,7 juta pada 2025 yang digarap SKK Migas bisa jadi katalis positif, menambah kapasitas produksi nasional. Emiten seperti ELSA diproyeksi mendapat efek positif karena induknya, Pertamina Hulu Energi, menargetkan pertumbuhan lifting 4%–5% yoy.

Kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah membuka peluang bagi emiten migas hulu seperti MEDC dan ELSA, tetapi para analis menekankan investor harus tetap waspada pada faktor risiko lain seperti kurs rupiah, kebijakan energi, pajak, isu geopolitik lanjutan, dan transisi energi baru-terbarukan yang bisa memengaruhi kinerja sektor migas ke depan.

Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi

Hairul Rizal 23 Jun 2025 Kontan
Pertumbuhan kredit perbankan melambat pada Mei 2025, hanya tumbuh 8,43% yoy, lebih rendah dibanding April dan akhir 2024. Penyebab utamanya adalah pergeseran perilaku korporasi yang lebih memilih pendanaan lewat penerbitan obligasi.

Moch Amin Nurdin, pengamat perbankan, menilai obligasi lebih murah dalam jangka panjang dengan bunga 6–8%, jauh lebih rendah dibanding bunga kredit bank rata-rata 9,75% pada Mei. Selain bunga yang lebih tinggi, kredit bank juga menuntut biaya tambahan seperti provisi, administrasi, dan agunan, yang menambah beban calon debitur.

Sylvanus Gani, CFO Adira Finance, membenarkan penerbitan obligasi lebih kompetitif dari sisi biaya pendanaan. Karena itu, Adira terus mendiversifikasi sumber pendanaan untuk memperoleh struktur biaya terbaik.

Danan Dito, analis Pefindo, menambahkan meski obligasi lebih murah, prosesnya lebih kompleks—ada bookbuilding, izin OJK, dan birokrasi. Namun ia juga menyoroti sikap bank yang makin konservatif menyalurkan kredit akibat ketidakpastian ekonomi dan daya beli yang belum pulih.

Data Pefindo menunjukkan mandat penerbitan obligasi yang belum listing hingga Mei mencapai Rp 88,27 triliun, dengan sektor multifinance dan tambang paling aktif.

Meski begitu, M. Ashidiq Iswara, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, optimistis pihaknya bisa mempertahankan dominasi di segmen wholesale. Ia menyebut kredit korporasi Bank Mandiri naik 20% per Maret, dan menargetkan pertumbuhan kredit 10–12% pada 2025, dengan fokus pada sektor energi, tambang, perkebunan, dan ekosistem bisnis strategis.

Perlambatan kredit bank mencerminkan tren korporasi mencari pendanaan lebih murah lewat pasar modal, sementara bank perlu beradaptasi dengan menjaga keseimbangan antara risiko dan daya saing biaya kredit.