Bunga Acuan Perlu Dinaikkan
Pemerintah Lanjutkan Proyek Food Estate di Merauke
ESDM Segera Distribusikan 500 Ribu Penanak Elektrik
Tersangkut Masalah Iuran, 12 Dapen Dipelototi OJK
Pertamina Penuhi Kebutuhan Energi Jelang MotorGP Mandalika
2024, Jakarta Mendapat Tambahan Lima Hotel Baru
Lemah Pencegahan, Meluas Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terus mengganas. Berdasarkan Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas area yang terbakar per Agustus lalu sudah mencapai 267 ribu hektare. Angka ini sudah melampaui luas area terbakar pada 2022, yang seluas 204.894 hektare. Menurut saya, area terbakar akan meluas, bahkan dapat melebihi angka pada 2021, yakni 358 ribu hektare, ataupun pada 2020, yang seluas 296 ribu hektare. Prediksi ini saya sampaikan karena sampai sekarang KLHK tak kunjung merilis data area terbakar per September 2023.
Yang membikin miris, kebakaran tahun ini juga marak terjadi di banyak kawasan konservasi. Padahal area tersebut penting untuk menjaga simpanan karbon di bumi; melestarikan manfaat ekosistem, seperti air bersih dan udara sejuk; serta menjaga keberagaman hayati kita. Parahnya, kebakaran tahun ini dipicu oleh fenomena cuaca El Nino yang mengakibatkan kemarau panjang. Namun kondisi tersebut bukanlah penyebab utama. Saya cenderung menyatakan kebakaran parah pada tahun ini lebih disebabkan oleh lemahnya sistem pengendalian kebakaran, khususnya sistem pencegahan, dari tingkat pusat sampai tingkat tapak. (Yetede)
Emiten E-Commerce Berupaya Perbaiki Kinerja
Para emiten e-commerce tengah berlomba untuk bisa mencetak kinerja positif hingga tutup tahun. Paling minimal bisa mencatatkan adjusted earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang positif. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengincar pendapatan tahun ini berkisar Rp 4,24 triliun–Rp 4,75 triliun. Hingga semester I-2023, Bukalapak telah mengantongi pendapatan Rp 2,18 triliun. Artinya Bukalapak sudah mengamankan 45,89% dari target pendapatan setahun. BUKA juga optimistis dapat mencapai keuntungan pada akhir 2022 dengan acuan adjusted EBITDA. Fairuza Ahmad Iqbal, AVP of Media and Communication Bukalapak menuturkan, pihaknya kini mendorong Mitra Bukalapak untuk memperluas variasi produk dan layanan. Jika mitra Bulakapak tumbuh, otomatis bisnis BUKA juga ikut naik. Kebanyakan perusahaan teknologi masih menggunakan adjusted EBITDA sebagai acuan. Seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengincar EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023. Pada kuartal kedua 2023, GOTO mencatatkan perbaikan EBITDA yang disesuaikan sebesar 72% secara tahunan menjadi minus Rp 1,2 triliun. Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo mengatakan saat ini GOTO berada pada jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada tahun ini. Ronald Winardi, Chief Financial Officer Blibli menjelaskan di sisa tahun ini, BELI akan terus mengoptimalkan bauran dari transaksi yang sudah terjadi atau total processing value (TPV) BELI hingga dapat menghasilkan laba kotor yang lebih tinggi. Dari ketiga emiten tersebut, Senior Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim merekomendasikan speculative buy GOTO dengan target harga Rp 94. GOTO kemarin ditutup di Rp 84.
Kakaobank Siap Akuisisi Bank Digital Superbank
Hasrat konglomerasi keuangan asing mencicipi gurihnya bisnis bank di Indonesia tak pernah surut. Terbaru, bank digital asal Korea Selatan KakaoBank Corp akan mengakuisisi 10% saham PT Super Bank Indonesia (Superbank). Superbank merupakan bank dengan layanan berbasis digital. Sebelumnya, Superbank bernama PT Bank Fama International, sebuah bank umum yang didirikan di Bandung pada 5 Maret 1993. Pada 2021, kepemilikan Bank Fama beralih ke Grup Emtek yang diwakili PT Elang Media Visitama dan PT Nusantara Berkat Agung. Pada Januari 2023, perusahaan telekomunikasi SingTel dan Grab masuk mengakuisisi 2,4 miliar saham baru Bank Fama. Nilai akuisisi dua investor kakap ini bernilai US$ 70 juta. Dus, saat ini, Superbank dikendalikan oleh Grup Emtek bersama SingTel dan Grab. Jumlah kepemilikan saham gabungan pengendali Superbank ini mencapai 32,5%. KakaoBank akan mengakuisisi saham Superbank melalui penerbitan saham baru. "Kakaobank akan masuk dalam struktur pemegang saham baru Superbank. Sementara mayoritas kepemilikan tetap dipegang konsorsium Grup Emtek, Grab dan Singtel," kata Tigor M. Siahaan, Direktur Utama Superbank kepada KONTAN, Selasa (10//10). Menurut Tigor, prioritas utama Superbank adalah mengembangkan produk dan teknologi. "Kami akan fokus menyediakan akses finansial kepada masyarakat Indonesia, khususnya segmen underbanked, baik nasabah ritel dan UMKM," ujar Tigor. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, minat investor asing masuk ke industri perbankan digital dipicu sejumlah faktor. Di antaranya, investor melihat pasar di Indonesia sangat besar. Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah sepakat, bank digital adalah bank masa depan. Mereka yang lebih awal membangun bank digital berpotensi memenangkan persaingan perbankan di masa depan. Menurut Piter, bank digital bisa memenangkan persaingan asal memenuhi tiga syarat utama. Pertama, harus memiliki kemampuan mengakses ekosistem digital. Kedua, bank digital harus memiliki produk dan layanan yang sesuai kebutuhan konsumen masa kini dan masa depan. Ketiga, bank digital harus punya modal besar dan SDM yang kuat.
POLEMIK BIAYA LOGISTIK
Perbaikan ekosistem investasi dan kemudahan berusaha kembali mendapatkan angin sejuk, setelah pemerintah berhasil menurunkan ongkos logistik di dalam negeri. Dalam kajian yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dan Badan Pusat Statistik (BPS), ongkos logistik per September 2023 sebesar 14,29% dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu turun cukup signifikan dibandingkan dengan medio tahun ini yang mencapai 16%. Penurunan ini disebabkan oleh optimalisasi National Logistics Ecosystem (NLE) sebagai bagian dari reformasi di sektor logistik. Meski menurun, angka itu sejatinya masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain di kawasan, seperti Filipina yang sebesar 13%, Malaysia 13%, Singapura 8%, Thailand 15%, China 14%, India 13%, dan Jepang 8%. Selain itu, jika ditelaah lebih dalam, sejatinya penurunan ongkos logistik itu masih menimbulkan ambiguitas. Musababnya, pemerintah hanya menghitung biaya logistik di dalam negeri, dan mengesampingkan aktivitas ekonomi di pasar global. Artinya, ongkos logistik sebesar 14,29% hanya memotret aktivitas antarwilayah alias tidak mengakomodasi biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ekonomi lintas negara. Maklum, salah satu faktor yang menjadi pertimbangan pelaku bisnis dalam berinvestasi dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi di pasar global adalah biaya logistik.
Apalagi, World Bank dalam Logistics Performance Index (LPI) 2023, mencatat Skor LPI Indonesia di Asean hanya berhasil unggul dari Kamboja dan Laos. Dalam kaitan ini, Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Rudy Rahmaddi, mengatakan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan memang menjadi tantangan. Berdasarkan analisis otoritas pabean dengan berpijak pada data LPI 2023, ada beberapa indikator yang perlu penanganan maksimal, yakni international shipments, logistics quality and competence, timeliness, dan tracking and tracing. Direktur Perdagangan Investasi dan Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian PPN/Bappenas Laksmi Kusumawati, mengatakan pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk menekan ongkos logistik hingga 8% pada 2045 guna mengoneksikan ekonomi domestik dengan pasar global. Direktur Efisiensi Proses Bisnis Lembaga Nasional Single Window (LNSW) Hermiyana, menjelaskan sejak diimplementasikan NLE telah menciptakan efisiensi waktu 44,5% dan efisiensi biaya sebesar 31,8%. Namun menurutnya NLE tetap perlu perbaikan terutama dalam kaitan penyelarasan peran kementerian dan lembaga (K/L) dan pelayanan terpusat untuk ekspor nasional. Sementara itu, kalangan pelaku usaha menanti pentahapan penyempurnaan logistik nasional. Ketua Dewan Tetap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nofrisel, menilai pemerintah perlu memiliki perencanaan yang matang untuk menurunkan biaya logistik.









