Ubah Haluan demi Keberpihakan pada Pangan Lokal
Indonesia memiliki keberagaman sumber dan budaya pangan
lokal, tetapi selama ini tersingkirkan dalam kebijakan pangan nasional.
Keberagaman pangan lokal ini seharusnya bisa menjadi penopang kemandirian
pangan nasional. Hal ini membutuhkan perubahan haluan kebijakan pangan yang
selama ini bias. Peliputan tim Kompas di pulau-pulau kecil NTT, Sultra, dan
Kepulauan Mentawai di Sumbar pada Agustus hingga awal Oktober 2023 menunjukkan
tingginya keberagaman sumber pangan di pulau-pulau kecil ini. Untuk karbohidrat,
selain berupa biji-bijian yang tahan kering, seperti sorgum, jagung, dan
jewawut, juga berupa umbi-umbian, batang sagu, hingga buah-buahan.
”Masa depan pangan kita ada di sumber pangan yang menyimpan
cadangan karbohidratnya di dalam umbi dan batang pohon, seperti sagu. Dan, umbi
serta sagu itu banyak di Indonesia, tetapi selama ini terabaikan karena
kebijakan pangan kita masih fokus pada beras saja,” kata Yulius B Pasolon,
profesor sagu dari Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo, Kendari, Senin
(16/10). Menurut Yulius, Indonesia harus mengubah kebijakan pangan nasional
yang selama ini hanya menggantungkan pangan pokok pada beras dan kemudian
terigu yang berasal dari gandum impor. ”Dibutuhkan grand design ketahanan pangan lokal yang berbasis keluarga, kampung,
dan desa. Cadangan pangan lokal ini seharusnya menjadi lumbung-lumbung pangan
lokal yang akan bersinergi menjadi lumbung pangan nasional. Bulog seharusnya
bisa mengurusi ketersediaan pangan lokal juga, jangan hanya urus beras,”
katanya. (Yoga)
Merdeka dari Krisis Beras di Pedalaman
Lonjakan harga beras membuat masyarakat di pulau-pulau kecil
tercekik karena mesti membayar lebih mahal. Meski demikian, Parulian Sabaiket
(47) tidak ambil pusing dengan kenaikan harga beras itu. Ia beserta istri dan
putranya masih setia mengonsumsi sagu dengan keladi dan pisang sebagai
sampingan. Pangan local masyarakat suku Mentawai tersebut masih melimpah di ladang
keluarganya. ”Kami memang dari dulu jarang makan beras, sebulan sekali, bahkan
setahun sekali. Apalagi, sekarang harga beras mahal,” kata Parulian, warga Dusun
Bekkeiluk, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, yang ditemui pada Minggu
(24/9). Parulian dan keluarga besarnya masih rutin menyagu, mengolah pohon sagu
menjadi pati sagu, secara mandiri setidaknya dua bulan sekali. Ia bersama tiga
saudaranya menebang empat batang sagu kemudian diolah jadi pati sagu.
Satu batang sagu bisa menghasilkan 10 karung (kapasitas 20 kg)
pati sagu. Tiap-tiap orang mendapat 10 karung sagu untuk keluarga
masing-masing. Stok pati sagu tersebut disimpan di dalam sumur atau sungai
kecil. ”Bagi keluarga saya, 10 ka- rung itu tahan untuk dua bulan. Di rumah ada
tiga orang, saya, istri, dan anak,” katanya. Sagu itu biasa dimakan dengan lauk
berkuah seperti sup atau tumis ikan sungai dan ulat sagu (tamra). Sebagai
selingan dari sagu, keluarga Parulian juga kerap makan keladi, selain pisang. Menurut
Parulian, dengan mengonsumsi sagu, keladi, dan pisang sebagai makanan pokok, keluarganya
menjadi mandiri pangan. Keluarganya tak perlu keluar uang untuk sumber
karbohidrat. (Yoga)
Rusia Ikuti China Larang Produk Laut asal Jepang
Rusia mengumumkan akan melarang semua impor makanan laut
asal Jepang, Senin (16/10) terkait pelepasan air yang terkontaminasi radioaktif
dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima. Kebijakan ini mengikuti langkah
China yang telah melarang seluruh impor makanan laut asal Jepang pada akhir
Agustus 2023. Lembaga regulator produk pertanian Rusia, Rosselkhoznadzor,
mengatakan, langkah yang diterapkan pada Senin ini merupakan tindakan pencegahan.
Pelarangan tetap berlaku hingga tersedia informasi bahwa keamanan produk-produk
makanan laut makanan laut Jepang terkonfirmasi aman.
Menurut Rosselkhoznadzor, selama Januari-September, Rusia
mengimpor 118 metrik ton ikan dan makanan laut dari Jepang. Sebagian besar ikan
dan makanan laut Rusia juga ditangkap di perairan wilayah timur jauh yang
relatif dekat dengan Jepang. Pada akhir Agustus lalu, pihak China menyebut
pelepasan air olahan limbah radioaktif Fukushima sebagai tindakan egois dan
tidak bertanggung jawab. Jepang memulai tahap pelepasan pertama air
terkontaminasi Fukushima pada 24 Agustus 2023. Mereka mengklaim tindakan itu
aman karena air limbah terlebih dulu diolah sebelum dilepaskan ke Samudra
Pasifik. Tahapan kedua mereka mulai pada 5 Oktober 2023. Pelepasan limbah ini
juga dianggap aman oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). (Yoga)
Stok Beras Tertekan Produksi dan Restriksi
Stok beras Indonesia pada tahun ini tertekan penurunan
produksi dan restriksi ekspor beras dari negara lain. Produksi beras nasional diperkirakan
turun 650.000 ton dan impor sedikit terhambat meskipun ada pengalihan negara
asal impor beras. Berdasarkan hasil survei kerangka sampel area, BPS memperkirakan
produksi beras nasional pada 2023 sebanyak 30,9 juta ton. Jumlah itu turun
sebanyak 650.000 ton atau 2,05 % dibandingkan dengan produksi beras tahun lalu
yang mencapai 31,54 juta ton. Penurunan produksi beras terbesar terjadi di
Sulsel, Jabar, dan Jateng. Secara tahunan, produksi beras di Sulsel turun
239.332 ton atau 7,78 %, Jabar 195.605 ton (3,58 %), dan Jateng 169.448 ton
(3,15 %). ”Produksi beras turun lantaran luas panen padi berkurang akibat
kekeringan panjang yang disebabkan El Nino,” kata Plt Kepala BPS Amalia
Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di
Jakarta, Senin (16/10).
Kondisi itu juga akan membuat defisit neraca produksi dan konsumsi
beras pada Juli 2023 berpotensi makin melebar sampai akhir tahun ini. Per Juli
2023, Indonesia mengalami defisit beras 70.000 ton. Pada Desember 2023, defisit
beras itu berpotensi melebar menjadi 1,45 juta ton. Namun, neraca beras
nasional sepanjang tahun ini diperkirakan masih surplus 280.000 ton, lebih
rendah dibandingkan dengan surplus tahun lalu sebesar 1,3 juta ton. Untuk menambah
cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog, pemerintah telah
mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2,3 juta ton tahun ini. Dari jumlah
itu, BPS menyebutkan, realisasi impor beras pada Januari-September 2023 telah
mencapai 1,786 juta ton, senilai 980 juta USD. Menurut Amalia, restriksi ekspor
beras yang dilakukan sejumlah negara juga berpengaruh terhadap impor beras yang
dilakukan Indonesia. Ada tiga negara yang menerapkan pembatasan ekspor beras,
yakni India (20 Juli 2022-31 Desember 2023), Bangladesh (29 Juni 2022-31
Desember 2023), dan Rusia (30 Juni 2022-31 Desember 2023). (Yoga)
Kolaborasi Maritim RI-Belanda Berlanjut
Indonesia-Belanda berupaya memperkuat kerja sama maritim pada tiga sektor prioritas, yakni pengembangan pelabuhan berkelanjutan, energi terbarukan, dan edukasi maritim. Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan pers Bilateral Maritime Forum (BMF) ke-5 Indonesia-Belanda, Senin (16/10/2023), mengemukakan, kemitraan diharapkan menghadirkan peluang investasi yang bermanfaat bagi kedua negara. (Yoga)
Utang Luar Negeri Perlu Kewaspadaan
Utang luar negeri Indonesia pada akhir Agustus 2023 menurun
0,8 % secara tahunan menjadi 395,1 miliar USD. Utang tersebut dinilai tetap sehat
dilihat dari posisi jangka waktu utang yang mayoritas berjangka panjang dan
rasio utang dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah ambang batas. Namun,
pengelolaan utang perlu kewaspadaan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan
suku bunga The Fed. Berdasarkan data BI, utang luar negeri (ULN) Indonesia
hingga akhir Agustus 2023 tersebut terdiri atas utang pemerintah dan bank
sentral (utang publik) sebesar 200,8 miliar USD atau 50,82 % dari total ULN.
Selebihnya berasal dari utang swasta sebesar 194,3 miliar USD atau 49,28 % dari
total ULN. Secara keseluruhan, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka
panjang dengan porsi 87,4 % dari total ULN.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam
keterangan resminya, Senin (16/10) menjelaskan, ULN pemerintah pada Agustus 2023
tumbuh melambat 3,6 %. Posisi ULN pemerintah tersebut turun dari 193,2 miliar USD
pada Juli 2023 menjadi 191,6 miliar USD pada Agustus 2023. ”Perkembangan ULN
tersebut utamanya dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresident
(asing) dalam pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestic seiring dengan
volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi,” ujarnya. Direktur Eksekutif
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat,
pemerintah tetap perlu mewaspadai adanya potensi risiko dari ULN tersebut.
Risiko tersebut meliputi pelemahan nilai tukar rupiah dan kebijakan suku bunga
tinggi untuk waktu yang lama (higher for longer) oleh The Fed, bank sentral AS.
(Yoga)
BUMN Berambisi Jadi Pemain Pusat Data di Asia Tenggara
Indonesia melalui PT Telkom Data Ekosistem berambisi menjadi
pemain utama penyedia pusat data di Asia Tenggara pada 2030. Pertumbuhan
ekonomi digital dalam negeri yang dibarengi permintaan yang tinggi dinilai
menjadi modal utama untuk mengembangkan pasar itu. ”Kami dari BUMN akan
mendorong penuh dari regulasi yang mendukung supaya kita menjadi salah satu pemain
global, terutama di ASEAN dalam bidang data center,” ujar Wakil Menteri BUMN,
Rosan Perkasa Roeslani di kantor Hyperscale Data Center (HDC),Cikarang, Jabar,
Senin (16/10).
PT Telkom Data Ekosistem, akan berkompetisi dengan pihak
swasta ataupun asing. Namun, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
itu terbuka untuk bekerja sama guna menarik klien-klien asing. Pertumbuhan
ekonomi digital Indonesia menambah optimisme pemerintah untuk mendorong
pengembangan pusat data. Perekonomian digital di Tanah Air diproyeksikan tumbuh
delapan kali lipat, dari Rp 632 triliun pada 2020 menjadi Rp 4.531 triliun pada
2030. Kenaikan itu linier dengan kontribusinya terhadap PDB, dari 4 % menjadi
18 %. (Yoga)
Jangan Asal Cepat di ”Sekuel” Kereta Cepat
Mulai Rabu (18/10) pekan ini, masyarakat sudah bisa menaiki Whoosh,
kereta cepat Jakarta-Bandung, dengan membayar tiket promo seharga Rp 300.000
untuk semua rute. Tak berlama-lama, Pemerintah RI bersiap memperpanjang rute
Whoosh hingga Surabaya melalui jalur selatan Jawa. Kerja sama dengan China melalui
Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) pun kembali dilirik.
Bertepatan pula, pekan ini sedang diadakan KTT BRI (BRI Summit) di Beijing,
China. Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri KTT BRI dan menegosiasikan kelanjutan
kerja sama pembangunan kereta cepat antara kedua negara. Menurut rencana, Indonesia
akan melobi Pemerintah China agar bersedia memperbaiki struktur kerja sama
serta memberikan bunga pinjaman yang lebih terjangkau untuk menggarap proyek sekuel
Whoosh itu.
Direktur Institute of International Affairs Renmin University
of China Wang Yiwei, yang bertindak sebagai anggota panel penasihat bagi Kementerian
Luar Negeri China, menilai, Indonesia perlu bertahap melakukan rencana pengembangan
kereta cepat Whoosh. ”Dua hari lagi (Rabu) akan ada penjualan tiket perdana untuk
Whoosh. Mari kita lihat dulu seperti apa itu berjalan. Pelajaran penting yang
kami dapat dari pengalaman mereformasi dan membuka diri ke dunia adalah
reformasi itu harus dilakukan bertahap,” katanya dalam jumpa pers Public Diplomacy
Advisory Panel of Foreign Affairs of China di Jakarta, Senin (16/10). Menurut
dia, Pemerintah China akan terlebih dahulu mengevaluasi berjalannya kereta
cepat Jakarta-Bandung selama satu tahun ke depan sebelum membahas potensi
melanjutkan proyek baru. (Yoga)
Batam Kian Diminati Industri Tenaga Surya
Perusahaan industri hilir tenaga surya asal AS, Atelier Solar, membangun pabrik di Kawasan Industri Wiraraja, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kehadiran perusahaan itu menambah daftar panjang industri hilir tenaga surya yang berinvestasi di Batam setelah pemerintah berencana mengekspor listrik energi bersih ke Singapura. Presdir Kawasan Industri Wiraraja Akhmad Ma’ruf, Senin (16/10) mengatakan, Atelier Solar merupakan perusahaan pembuat panel surya dan baterai. Pada tahap pertama, perusahaan itu bakal mengucurkan investasi Rp 1 triliun untuk membangun pabrik seluas 2 hektar di Kawasan Industri Wiraraja.
”Tahap awal, Atelier baru akan memproduksi panel surya dan butuh lebih kurang 525 pekerja. Produk yang dihasilkan akan diekspor ke AS,” kata Ma’ruf yang juga menjabat Ketua Kadin Kepri. Selain Atelier, ada enam perusahaan industri hilir tenaga surya lain yang berinvestasi di Kawasan Industri Wiraraja, yaitu PT Jaya Electrical Energy, PT Marubeni Global Indonesia, PT Wiraraja Yunan International, PT Apolo Solar Indonesia, PT Alpha Solar, dan PT Tynergi Technology Indonesia. Menurut Ma’ruf, banyak perusahaan energi baru terbarukan asal AS, China, Jepang, dan Singapura yang berminat membangun pabrik di Batam. Hal ini karena lokasi Batam yang strategis di jalur pelayaran internasional. Selain itu, sebagai kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ), Batam juga menawarkan insentif fiskal kepada para investor. (Yoga)
Ekspor Benih Lobster demi Pembudidaya
Arik Hari Wibowo, Fungsional Utama Analis Aquakultur Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/10/2023), mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan merancang regulasi untuk membuka lagi ekspor benih bening lobster. Dimana kebijakan itu dilakukan demi mengembangkan lobster dalam negeri dan memacu masyarakat untuk membudidayakannya. (Yoga)









