;

Revolusi Digital Usaha Kecil Pemuas Lidah

Yoga 16 Oct 2023 Kompas

Usaha kuliner Moqafe menjadi bukti kesuksesan digitalisasi melampaui masa-masa sulit saat pandemi Covid-19. Berdiri sejak 1 Maret 2020 di sekitar daerah perkantoran di bilangan Gelora, Tanah Abang, Jakpus, usaha kecil itu bertahan karena memanfaatkan beberapa aplikasi penjualan dan pengantaran makanan secara daring. Pemilik usaha, Willy Ramadhan (28), bernostalgia. Ia sempat kalut karena kasus Covid-19 pertama yang menakutkan masyarakat muncul pada hari pertamanya membuka kedai berukuran 2 x 7 meter. Tempat yang awalnya berkonsep kafe itu menjajakan pempek dengan aneka camilan dan minuman artisan. Usaha luar jaringan itu dibuka setelah Willy terjun di usaha produksi pempek yang dipasarkan di platform e-dagang sejak 2015. Pembatasan kegiatan social sempat membuat penjualan sepi karena sebagian besar pekerja tidak pergi ke kantor dan Moqafe tidak bisa melayani makan di tempat. Namun, Willy kembali menyesuaikan diri dengan digitalisasi dan menggunakan beberapa aplikasi online delivery.

”Akhirnya, ada penjualan dan pada Oktober 2020 melonjak karena ditopang online,” ucapnya kepada Kompas, Kamis (5/10). Adaptasi saat itu membantu pengenalan usaha dan penjualan produknya hingga ke luar kotamadya. Omzet pada 2020 menyentuh Rp 1,8 juta sehari. Sekitar 80 % omzet ditopang penjualan daring dan sisanya dari luar jaringan. Setelah pandemi berakhir, omzet yang rata-rata Rp 1 juta per hari berbalik didominasi penjualan di tempat. Perluas pengenalan Willy tetap memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pengenalan Moqafe. Ia juga memanfaatkan pembayaran nontunai yang semakin populer. Upaya ini tidak lepas dari kendala terbatasnya dana pemasaran. Penghasilan selama ini, termasuk bantuan kredit usaha rakyat (KUR) perbankan yang ia dapat sejak 2020, masih digunakan untuk modal usaha. Ia menghindari tren kenaikan biaya layanan dan algoritma pemasaran penyedia aplikasi online delivery yang kurang menguntungkan dengan menggunakan aplikasi bisnis lainnya. Aplikasi baru itu membantunya menyebarkan promosi produk ke pelanggan secara personal. (Yoga)

Puluhan Triliun Rupiah di Balik Pernak-pernik Gim

Yoga 16 Oct 2023 Kompas

Theo Christiawan (25), karyawan swasta, masih ingat betul saat pertama mengunduh gim Mobile Legends di gawainya lima tahun silam. Bermula dari mengikuti tren yang menjamur di kalangan tongkrongan sebayanya, perlahan Theo mulai akrab dan kerap menghabiskan waktunya mencari hiburan melalui bermain gim. Dalam beberapa kesempatan, ia rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah demi mendapatkan kostum karakter (skin) edisi khusus ataupun pernak-pernik yang dijual oleh pengembang gim tersebut, Shanghai Moonton Technology Co Ltd, perusahaan asal China. ”Setiap kali ada event penjualan skin unlimited (terbatas), biasanya butuh uang sampai Rp 3 juta. Selain itu, rata-rata sebulan bisa keluar Rp 1,2 juta. Kalau ditotal, selama ini sudah habis lebih dari Rp 20 jutalah,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (11/10).

Mutiara Ayu (26), karyawati swasta, rela mengeluarkan uang separuh penghasilannya demi gim berbasis gawai itu. ”Awalnya cuma keluar uang Rp 150.000-Rp 200.000, tetapi lama-lama tidak terasa sebulan habis Rp 1,1 juta. Rasanya jadi bangga gitu karena enggak semua orang punya. Bahkan, selama sebulan itu rela nahan jajan dan beli makan yang murah biar bisa top up gim,” tuturnya. Dilansir dari data Statista.com, total pendapatan di pasar mobile game atau gim yang dimainkan dari gawai di Indonesia diproyeksikan mencapai 0,71 miliar USD atau Rp 11,15 triliun pada 2023. Jumlah ini diperkirakan terus tumbuh rata-rata 6,4 % per tahun hingga mencapai 0,91 miliar USD atau Rp 14,29 triliun pada 2027.

Tren ini linier dengan jumlah pengguna mobile game yang juga diproyeksikan meningkat hingga 76,9 juta orang pada 2027. Saat ini, sebagian besar pemain mobile game didominasi penduduk berusia 25-34 tahun. Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023/2024 oleh Kemenparekraf menyebutkan, Indonesia menjadi pangsa pasar mobile game terbesar ketiga di dunia berdasarkan unduhan aplikasi Google Play. Pengeluaran para pemain mobile game di Indonesia yang dilihat dari in-app purchase (IAP) diperkirakan mencapai 0,37 miliar USD atau Rp 5,6 triliun pada 2023. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat, besarnya potensi tersebut perlu dioptimalkan oleh pengembang gim (game developer) lokal mengingat para pemain gim memiliki loyalitas yang besar sehingga dapat memberikan dampak ekonomi. (Yoga)

BUMN Buka Depo Peti Kemas di Bitung

Yoga 16 Oct 2023 Kompas

Peluang bisnis dari rencana pembukaan rute pelayaran langsung (direct call) kapal kargo antara Sulawesi Utara dan Shanghai, China, disambut perusahaan pelat merah. Salah satu anak perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia menyewa lahan PT Industri Kapal Indonesia di Bitung, Sulawesi Utara, untuk penumpukan peti kemas. Melalui siaran pers, Minggu (15/10/2023), Direktur Utama PT Pelni Logistics Edward Tobing mengatakan, pengadaan depo tersebut didedikasikan untuk muatan tol laut. (Yoga)

Petani Lembata Tinggalkan Budidaya Sorgum

Yoga 16 Oct 2023 Kompas

Petani di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan budidaya sorgum karena kesulitan mesin perontok. Harga sorgum pun hanya Rp 7.000 per kg. Mereka berencana akan beralih menanam jagung. Ketua Ikatan Petani Sorgum Lembata Petrus Daton, Jumat (13/10/2023), mengatakan, petani membutuhkan sembilan mesin perontok sesuai dengan jumlah kecamatan, dimana nantinya mesin itu akan dipergunakan  oleh para petani secara bergilir. (Yoga)

Suplai Beras di Jakarta Ditingkatkan

Yoga 16 Oct 2023 Kompas

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (13/10/2023). Heru didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur M Anwar. Dari hasil peninjauan tersebut, Heru mengungkapkan, ada beberapa harga barang yang mengalami kenaikan, penurunan, dan stabil. Heru menginstruksikan Perumda Pasar Jaya untuk berkoordinasi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya untuk meningkatkan suplai beras. ”Beras harus suplainya banyak, nanti Pak Dirut Perumda Pasar Jaya segera berkomunikasi dengan Food Station,” kata Heru. (Yoga)

Ultah Pertama BTV Disemarakkan Semesta Berpesta

Yuniati Turjandini 16 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Ulang tahun (ultah) pertama BTV dirayakan dengan sangat istimewa. Pasalnya, perayaan ultah perdana yang jatuh pada hari Rabu, 11 Oktober 2023 lalu itu, dilangsungkan di tengah acara  Semesta Berpesta di Ecopark Ancol, Jakarta, Minggu (15/10/2023), yang menghadirkan deretan artis-artis ternama Indonesia. Menanggapi ultah BTV tersebut, Executive Chairman B-Universe Angggartiasto Lukita mengatakan, BTV akan terus  memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Ultah tahun ini juga menjadi salah satu kebanggaan baginya dan segenap jajaran karyawan di B-Universe, karena dalam kurun waktu yang singkat ini, BTV telah hadir di 121 kota lebih. "Kehadiran group B Universe yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan BTV sebagai bagian dari B Universe telah berubah dari news chanel menjadi free to air digital yang telah hadir di 121 kota dan terus berkembang. Ini satu kebanggaan bagi kami," ujar dia kepada Beritasatu.com di Ecopark Ancol, Jakarta, Minggu (15/10/2023). (Yetede)

Berebut Pasar Warisan Rp 60 T

Yuniati Turjandini 16 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-TikTok Shop resmi ditutup pemerintah dan meninggalkan warisan berupa pasar yang sangat besar, sekitar Rp 60 triliun dalam setahun, berdasarkan perhitungan gross merchandise value (GMV) dari CLSA. Sebanyak lima pemain e-commerce utama, yakni Shopee, Bukalapak, dan Blibli diprediksi bersaing keras untuk merebut kue itu, seperti menggelontorkan lebih banyak subsidi atau mengembangkan kemampuan agar bisa berhubungan kuat dengan para pelanggan, seperti layaknya TikTok Shop. Sejalan dengan itu, GMV tiga emiten e-commerce yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEI) diprediksi membaik kuartal IV-2023. Mereka adalah PT Goto Gojek Tokopedia (GOTO), pemilik Tokopedia, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) alias Blibli. Hal ini diharapkan menjadi katalis penguatan harga saham tiga emiten tersebut, seiring maraknya sentimen negatif, terutama dari penetrasi TikTok Shop sebelum ditutup pemerintah. (Yetede)

Perbankan Kantongi Laba Bersih Rp 141,11 T

Yuniati Turjandini 16 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Memasuki paruh kedua tahun ini,  perbankan nasional berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 141,11 triliun per Juli 2023. Pencapaian tersebut tumbuh 20,42% dibandingkan periode Juli 2022 yang sebesar Rp 117,18 triliun. Meski masih tumbuh dua digit, laba bersih perbankan mencatatkan peningkatan yang mulai landai. Adapun, pada akhir Desember 2022 laba bersih melesat 43,94% secara year on year (yoy) menjadi Rp201,82 triliun. Kemudian, pada Maret 2023 laba bersih tumbuh 33,68% (yoy) menjadi Rp 60,65 triliun. Pada Mei 2023, pertumbuhan laba bersih kembali melandai sebesar 24,08% (yoy). Di akhir Juni 2023, laba tumbuh  23,42% (yoy) menjadi Rp 119,97 triliun, dan kembali melandai pada Juli dengan pertumbuhan 20,42% (yoy). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae sebelumnya menjelaskan, net interest  margin (NIM) per Juli 2023 tercatat 4,84% meningkat dari akhir Desember  2022 sebesar 4,71%. (Yetede)

IMF Gagal Sepakati Peningkatan Pendanaan

Yuniati Turjandini 16 Oct 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Negara-negara Dana Moneter Internasional (IMF) pada Sabtu (14/10/2023) gagal menyepakati  rencana yang didukung Amerika Serikat (AS) unutk meningkatkan pendanaan IMF, tanpa memberikan porsi lebih banyak kepada  China dan negara pasar berkembang besar lainnya. Namun, IMF menjanjikan adanya penambahan berarti dalam sumber-sumber pinjaman untuk akhir tahun. Pada penutupan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Maroko, Afrika Utara, ketua komite pengarah IMF menyerukan kontribusi kuota baru agar dapat mempertahankan sumber daya IMF saat ini.  Mengingat berakhirnya masa berlaku  perjanjian pinjaman bilateral senilai US$ 185 miliar. Sebagai informasi, kouta yang dikontribusikan negara-negara anggota secara proposional sesuai dengan kepemilikan saham masing-masing, yakni mencakup sekitar 40% dari sekitar US$ 1 triliun dana pinjaman IMF. (Yetede)

Global Bergejolak, Fondasi Ekonomi Diperkuat

Yuniati Turjandini 16 Oct 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Peningkatan  tensi geopolitik dalam beberapa waktu terakhir akan menimbulkan situasi ketidakpastian dan mempengaruhi proyeksi  ekonomi kedepan. Berkaitan itu, pemerintah fokus memperbaiki dan memperkuat fondasi  ekonomi dengan melakukan kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah keseimbangan eksternal Indonesia. Perekonomian global saat ini masih dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi. Dan World Economic Outlook terkini pada Oktober 2023 memperkirakan perekonomian global akan tumbuh sebesar 3,0% secara year on year (yoy) 2023 dan 2,9% (yoy) pada 2024. Kondisi global masih diliputi ketidakpastian, di mana tantangan ekonomi global belum  juga mereda meskipun pandemi telah berakhir namun pertumbuhan ekonomi yang berjalan lambat  dan tidak merata diberbagai negara. (Yetede)

Pilihan Editor