;

Pajak Daerah Minim

Yoga 18 Oct 2023 Kompas

Kemampuan pemda dalam memungut pajak dan retribusi masih rendah. Pemda kerap mengandalkan transfer dana dari pemerintah pusat untuk alokasi belanja daerah kendati potensi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah sangat tinggi. Berdasarkan UU No 28 Tahun 2009, pemda memiliki wewenang memungut pajak. Namun, kinerja pungutan pajak daerah sejauh ini masih lemah, tercermin pada rendahnya rasio pajak pemde. Berdasarkan data Kemenkeu, rasio pajak daerah pada 2022 baru mencapai 1,3 %. Ini dihitung dari data agregasi pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD) dari provinsi, kabupaten, dan kota dibagi produk domestik regional bruto (PDRB).

Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Sandy Firdaus menyampaikan, rasio pajak daerah tahun ini tidak jauh berbeda dengan kondisi selama lima tahun terakhir. ”Masih banyak ruang untuk menaikkan rasio pungutan pajak dan retribusi daerah itu, salah satunya dengan memperbaiki administrasi perpajakannya tanpa harus menaikkan tarifnya,” kata Sandy di Jakarta, Selasa (17/10). Menurut Sandy, banyak pemda masih mengandalkan transfer dana dari pemerintah pusat untuk program pembangunan di daerah dan belanja konsumtif, seperti belanja pegawai dan barang. Padahal, PDRD merupakan sumber penerimaan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan di daerah. (Yoga)

Depresiasi Rupiah Senggol Manufaktur

Yoga 18 Oct 2023 Kompas

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD mengakibatkan sejumlah sektor industri manufaktur, seperti industri makanan-minuman serta industri tekstil dan produksi tekstil dalam negeri, terdampak. Pelemahan kurs juga berpotensi memangkas daya beli dan permintaan masyarakat. Nilai tukar rupiah saat ini tengah melemah atau terdepresiasi akibat ketidakpastian pasar keuangan global. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Selasa (17/10) malam, kurs rupiah berada di level Rp 15.718 atau melemah 1,49 % dibandingkan akhir September 2023. Secara kalender berjalan, nilai tukar rupiah juga tercatat melemah 0,80 % dibandingkan akhir Desember 2022.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman di Jakarta, Selasa (17/10) mengatakan, dampak depresiasi rupiah dirasakan oleh para pelaku industri makanan-minuman di Tanah Air. Sebab, sebagian besar kebutuhan produksi industri makanan-minuman, seperti bahan baku dan barang modal, masih impor. ”Di samping bahan baku dan barang modal, ada juga biaya lain, seperti logistik dan kapal. Semua itu, kan, dalam bentuk USD sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan, baik di sisi produksi, harga pokok produksi, maupun dalam biaya logistik dan distribusinya,” kata Adhi. (Yoga)

Adhi Karya Bangun Pabrik Pupuk

Yoga 18 Oct 2023 Kompas
PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah menandatangani kontrak baru senilai Rp 1,4 triliun untuk proyek  pembangunan Pupuk Pusri III B milik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang. Dalam proyek itu, Adhi Karya membentuk konsorsium bersama Wuhuan Engineering Company. Wuhuan Engineering Company memegang saham mayoritas, yakni 83,9 %, sedangkan Adhi Karya sebesar 15,1 %. Total nilai kontraknya Rp 9,5 triliun. ”Pabrik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi dalam negeri sehingga para petani dapat merasakan manfaatnya,” kata Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (17/10). (Yoga)

Obligasi Sosial Pertama Segera Terbit

Yoga 18 Oct 2023 Kompas
Obligasi sosial yang berkaitan dengan pendanaan berkelanjutan akan diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial Persero. Ini akan menjadi obligasi sosial pertama di Indonesia setelah terbitnya Peraturan OJK No 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo, di Jakarta, Selasa (17/10/2023), menyatakan, SMF akan menerbitkan instrumen surat utang berjenis obligasi konvensional, yaitu obligasi sosial, dan obligasi syariah, yakni sukuk musyarakah. (Yoga)

Perbankan Optimistis Kredit Terus Tumbuh

Yoga 18 Oct 2023 Kompas

Industri perbankan optimistis dapat membukukan pertumbuhan penyaluran kredit yang positif sampai akhir 2023. Penyaluran kredit selama dua bulan terakhir diharapkan menjadi tren positif bagi industri perbankan sehingga target pertumbuhan kredit hingga dua digit pada tahun ini akan tercapai. Menjawab pertanyaan harian Kompas, Sekretaris Perusahaan PT BNI (Persero) Tbk, Okki Rushartomo, secara tertulis, Selasa (17/10) mengatakan,BNI optimistis penyaluran kredit pada 2023 tumbuh. Strategi untuk mengoptimalkannya dengan menyasar korporasi yang memiliki kapitalisasi pasar besar (blue chip) dan unggulan domestik (regional champion). Strategi lainnya adalah mengoptimalkan produk melalui rantai pasok dan rantai nilai serta mengekspansi sektor yang prospektif.

Hal ini mengingat adanya tren positif pada semester II-2023, seperti peningkatan belanja masyarakat dan pemerintah. Kedua tren positif tersebut akan memberi efek berganda positif bagi perekonomian nasional, termasuk segmen korporasi dan komersial. ”Per Agustus 2023, kami mencatatkan pertumbuhan kredit 8,8 % secara tahunan. Kami juga optimistis kredit dapat bertumbuh sesuai dengan target pertumbuhan kredit perseroan sebesar 7 % hingga 9 % pada akhir 2023,” katanya. Okki menambahkan, pihaknya tetap disiplin menumbuhkan current account saving account (CASA) sebagai basis likuiditas utama sehingga total biaya bunga yang dikeluarkan oleh bank dapat terjaga efisien. (Yoga)

OJK Adakan Bulan Inklusi Keuangan

Yoga 18 Oct 2023 Kompas
OJK akan menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan demi mendukung target nasional cakupan layanan keuangan kepada 90 persen rakyat Indonesia pada 2024. Puncak acara dilakukan pada 20-21 Oktober 2023. Melalui siaran pers, Selasa (17/10/2023), Kepala Kantor OJK Sulawesi Utara,Gorontalo, dan Maluku Utara, Winter Marbun mengatakan, puncak kegiatan dilakukan serentak di ibu kota tiga provinsi dengan fun walk yang diikuti oleh pegawai lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum. (Yoga)

BENCANA KELAPARAN, Ada 11 Warga Meninggal di Papua Pegunungan

Yoga 18 Oct 2023 Kompas

Bencana kelaparan kembali melanda wilayah Papua Pegunungan, di sejumlah kampung di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo. Setidaknya 11 warga dilaporkan meninggal akibat kelaparan selama September-Oktober 2023. Kepala Distrik Amuma, Zakeus Lagowan, saat dihubungi dari Jayapura, Selasa (17/10) mengatakan, kelaparan tersebut merenggut sembilan nyawa bayi dan anak-anak serta dua orang dewasa. ”Sembilan yang meninggal, yakni bayi dan anak-anak, terjadi pada September. Pada awal  Oktober ini ada laporan lagi dua orang dewasa yang meninggal,” katanya.

Menurut Zakeus, curah hujan tinggi membuat hasil kebun warga gagal panen. ”Gagal panen ini terjadi di 13 kampung di Distrik Amuma, yang juga menjadi tempat tinggal warga yang meninggal. Masyarakat kehilangan sumber makanan,” katanya. Dia menyebut, selama ini warga di kampung-kampung Distrik Amuma mengandalkan pangan dari tanaman di kebun sendiri. Namun, saat musim hujan tiba, berbagai hama, seperti ulat, merusak umbi-umbian yang ditanam warga. Dedaunan juga menjadi rusak sehingga tidak dapat dikonsumsi. (Yoga)

Pemilu Dongkrak Ekonomi

Yuniati Turjandini 18 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemilu 2024 diprediksi mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2023, setelah tertekan pada kuartal III. Sebab, saat pesta demokrasi digelar, pemerintah, parpol, hingga para kontenstan bakal menggelontorkan belanja besar, yang dapat mengorek konsumsi rumah tangga, urat nadi ekonomi Indonesia. Pada kuartal IV tahun ini, pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa kembali di atas 5%. Selain efek pemilu, ekonomi nasional akan digerakkan pencarian belanja pemerintah pusat dan daerah yang selalu berakselerasi pada pengunjung tahun. Ini dilakukan agar tingkat penyerapan anggaran tahunan tinggi. Selain itu, pertumbuhan indeks penjualan riil (IPR) yang direkap BI melambat menjadi 1% pada September 2023, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,1%. Tekanan inflasi juga meningkat  pada September secara bulanan, dipicu lonjakan harga beras  dan harga BBM nonsubsdi, yang bisa menggerus daya beli masyarakat, terutama menengah kebawah. (Yetede)

Presiden Jokowi Bertemu Presiden Putin di China

Yuniati Turjandini 18 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Presiden Joko WIdodo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum menghadiri Welcoming Dinner Leaders Belt and Road Forum (BRF) yang dilaksanakan di Great Hall of the People, Beijing, China, Selasa (17/10/2023). Berdasarkan foto dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi dan Putin terlibat perbincangan santai dan tampak akrab. Ibu Negara Iriana ikut mendampingi  Jokowi pada moment tersebut, dan tidak lupa melakukan sesi foto bersama. Putin dijadwalkan mengikuti konferensi tingkat tinggi (KTT) BRF China. Putin juga akan bertemu Presiden China Xi Jumping pada Rabu (18/10/2023). BRF China telah melakukan pertemuan puncak dua kali pada 2017 dan 2019. Tahun ini sekaligus memperingati 10 tahun program Belt and Road Initiative (BRI) China. BRI China merupakan program/skema proyek pembangunan infrastruktur global. Perusahaan-perusahaan China dalam proyek tersebut telah membangun pelabuhan, jalan raya, jaringan kereta api,pembangkit listrik dan infrastuktur  lain diseluruh dunia. (Yetede)

Mitigasi Dampak Global dengan Hilirisasi dan Diversifikasi Mitra Dagang

Yuniati Turjandini 18 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah menjalankan kebijakan hilirisasi komoditas sumber daya alam (SDA) dan diversifikasi  mitra dagang sebagai langkah antisipasi terhadap dampak dari perlambatan ekonomi global. Di sisi lain, perkembangan neraca dagang pada September 2023 akan berdampak  positif terhadap ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut. Kepala Bidang kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan, pemerintah terus memantau secara cermat dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional. "Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan  hilirisasi SDA, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi  mitra dagang utama," jelas dia melalui pernyataan resmi, Selasa (17/10/2023). (Yetede)

Pilihan Editor