Pajak Daerah Minim
Kemampuan pemda dalam memungut pajak dan retribusi masih
rendah. Pemda kerap mengandalkan transfer dana dari pemerintah pusat untuk
alokasi belanja daerah kendati potensi penerimaan pajak daerah dan retribusi
daerah sangat tinggi. Berdasarkan UU No 28 Tahun 2009, pemda memiliki wewenang
memungut pajak. Namun, kinerja pungutan pajak daerah sejauh ini masih lemah, tercermin
pada rendahnya rasio pajak pemde. Berdasarkan data Kemenkeu, rasio pajak daerah
pada 2022 baru mencapai 1,3 %. Ini dihitung dari data agregasi pajak daerah dan
retribusi daerah (PDRD) dari provinsi, kabupaten, dan kota dibagi produk
domestik regional bruto (PDRB).
Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Ditjen Perimbangan
Keuangan Kemenkeu, Sandy Firdaus menyampaikan, rasio pajak daerah tahun ini tidak
jauh berbeda dengan kondisi selama lima tahun terakhir. ”Masih banyak ruang
untuk menaikkan rasio pungutan pajak dan retribusi daerah itu, salah satunya
dengan memperbaiki administrasi perpajakannya tanpa harus menaikkan tarifnya,”
kata Sandy di Jakarta, Selasa (17/10). Menurut Sandy, banyak pemda masih mengandalkan
transfer dana dari pemerintah pusat untuk program pembangunan di daerah dan
belanja konsumtif, seperti belanja pegawai dan barang. Padahal, PDRD merupakan
sumber penerimaan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk percepatan
pembangunan di daerah. (Yoga)
Depresiasi Rupiah Senggol Manufaktur
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD mengakibatkan
sejumlah sektor industri manufaktur, seperti industri makanan-minuman serta
industri tekstil dan produksi tekstil dalam negeri, terdampak. Pelemahan kurs juga
berpotensi memangkas daya beli dan permintaan masyarakat. Nilai tukar rupiah
saat ini tengah melemah atau terdepresiasi akibat ketidakpastian pasar keuangan
global. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Selasa (17/10)
malam, kurs rupiah berada di level Rp 15.718 atau melemah 1,49 % dibandingkan akhir
September 2023. Secara kalender berjalan, nilai tukar rupiah juga tercatat
melemah 0,80 % dibandingkan akhir Desember 2022.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh
Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman di Jakarta, Selasa (17/10) mengatakan, dampak
depresiasi rupiah dirasakan oleh para pelaku industri makanan-minuman di Tanah
Air. Sebab, sebagian besar kebutuhan produksi industri makanan-minuman, seperti
bahan baku dan barang modal, masih impor. ”Di samping bahan baku dan barang
modal, ada juga biaya lain, seperti logistik dan kapal. Semua itu, kan, dalam
bentuk USD sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan, baik di sisi produksi, harga
pokok produksi, maupun dalam biaya logistik dan distribusinya,” kata Adhi. (Yoga)
Adhi Karya Bangun Pabrik Pupuk
Obligasi Sosial Pertama Segera Terbit
Perbankan Optimistis Kredit Terus Tumbuh
Industri perbankan optimistis dapat membukukan pertumbuhan penyaluran
kredit yang positif sampai akhir 2023. Penyaluran kredit selama dua bulan terakhir
diharapkan menjadi tren positif bagi industri perbankan sehingga target
pertumbuhan kredit hingga dua digit pada tahun ini akan tercapai. Menjawab
pertanyaan harian Kompas, Sekretaris Perusahaan PT BNI (Persero) Tbk, Okki
Rushartomo, secara tertulis, Selasa (17/10) mengatakan,BNI optimistis penyaluran
kredit pada 2023 tumbuh. Strategi untuk mengoptimalkannya dengan menyasar korporasi
yang memiliki kapitalisasi pasar besar (blue chip) dan unggulan domestik (regional
champion). Strategi lainnya adalah mengoptimalkan produk melalui rantai pasok
dan rantai nilai serta mengekspansi sektor yang prospektif.
Hal ini mengingat adanya tren positif pada semester II-2023,
seperti peningkatan belanja masyarakat dan pemerintah. Kedua tren positif tersebut
akan memberi efek berganda positif bagi perekonomian nasional, termasuk segmen
korporasi dan komersial. ”Per Agustus 2023, kami mencatatkan pertumbuhan kredit
8,8 % secara tahunan. Kami juga optimistis kredit dapat bertumbuh sesuai dengan
target pertumbuhan kredit perseroan sebesar 7 % hingga 9 % pada akhir 2023,”
katanya. Okki menambahkan, pihaknya tetap disiplin menumbuhkan current account
saving account (CASA) sebagai basis likuiditas utama sehingga total biaya bunga
yang dikeluarkan oleh bank dapat terjaga efisien. (Yoga)
OJK Adakan Bulan Inklusi Keuangan
BENCANA KELAPARAN, Ada 11 Warga Meninggal di Papua Pegunungan
Bencana kelaparan kembali melanda wilayah Papua Pegunungan, di
sejumlah kampung di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo. Setidaknya 11 warga
dilaporkan meninggal akibat kelaparan selama September-Oktober 2023. Kepala
Distrik Amuma, Zakeus Lagowan, saat dihubungi dari Jayapura, Selasa (17/10) mengatakan,
kelaparan tersebut merenggut sembilan nyawa bayi dan anak-anak serta dua orang
dewasa. ”Sembilan yang meninggal, yakni bayi dan anak-anak, terjadi pada
September. Pada awal Oktober ini ada
laporan lagi dua orang dewasa yang meninggal,” katanya.
Menurut Zakeus, curah hujan tinggi membuat hasil kebun warga
gagal panen. ”Gagal panen ini terjadi di 13 kampung di Distrik Amuma, yang juga
menjadi tempat tinggal warga yang meninggal. Masyarakat kehilangan sumber
makanan,” katanya. Dia menyebut, selama ini warga di kampung-kampung Distrik
Amuma mengandalkan pangan dari tanaman di kebun sendiri. Namun, saat musim
hujan tiba, berbagai hama, seperti ulat, merusak umbi-umbian yang ditanam warga.
Dedaunan juga menjadi rusak sehingga tidak dapat dikonsumsi. (Yoga)









