;

Taipan Menjaring Cuan Jumbo dari Perbankan

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan (H)
Sinyal kenaikan suku bunga tidak berlanjut cukup kuat. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (Fed)  pada bulan ini kembali mempertahankan suku bunga. Bank Indonesia juga diprediksikan ikut menahan suku bunga, setelah mengerek naik suku bunga ke 6%. Suku bunga yang stabil, kendati masih tinggi, akan berdampak positif bagi kinerja bank. Ini akan menguntungkan investor pemegang saham emiten bank, termasuk para konglomerat pemilik bank. Berdasarkan catatan KONTAN, dari 12 bank milik konglomerat yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), 11 di antaranya telah merilis laporan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir 30 September 2023. Dari jumlah tersebut, sembilan bank di antaranya sukses mencetak kenaikan laba dua digit. Pertumbuhan laba Bank Ina sejalan dengan laju sahamnya. Pada penutupan pasar saham Selasa (7/11), saham BINA sudah bertengger di posisi Rp 4.150 per saham, naik 4,01% sejak awal tahun. Melesatnya harga saham BINA, tentu saja, bakal mengerek nilai kepemilikan Salim di bank ini. Anthony Salim menjadi pemegang saham pengendali Bank Ina melalui PT Indolife Pensiontama dengan jumlah kepemilikan 1,4 miliar saham, setara 22,83%. Grup Salim juga mengempit saham Bank Ina lewat PT Samudera Biru dan PT Gaya Hidup Masa Kini, dengan porsi masing-masing 18,16% dan 11,84%. Salim juga menguasai saham BINA lewat fund DBS Bank, sebesar 9,67%. Dus, total kepemilikan grup Salim di Bank Ina mencapai 62,50%. Konglomerat lain yang mengalap cuan dari pertumbuhan kinerja bank adalah Hartono bersaudara, yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Duo Hartono ini menjadi pemegang saham pengendali di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui entitas PT Dwimuria Investama Andaln dengan porsi 54,92%. Di bawah Hartono bersaudara, konglomerat Chairul Tanjung juga mencatat nilai kepemilikan besar di Bank Mega Tbk (MEGA). Di posisi berikutnya ada pengusaha Mu'min Ali Gunawan, pemegang pengendali Bank Panin Tbk. Senada, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani juga merekomendasi beli BBCA dengan target harga Rp 9.400. "Pertumbuhan labanya konsisten. Valuasinya masih menarik. Jadi ada potensi kenaikan lebih lanjut," kata Arjun. Sisanya Arjun merekomendasikan jual, terutama saham bank digital yang mengalami downtrend.

Utak-Atik Gerojokan Dana Tambahan Bantuan Sosial

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berniat menggerojok sejumlah tambahan bantuan sosial (bansos) dan beragam insentif di tahun politik 2024. Meski begitu, bujet untuk tambahan bansos tersebut belum dimasukkan dalam pagu anggaran pada tahun depan. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyatakan, pembahasan anggaran terkait tambahan bansos memang belum dibahas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. "Rencana spesifik (tambahan bansos) belum ada saat pembahasan APBN 2024, namun ada (anggaran) cadangan untuk ketahanan pangan," ungkap Isa kepada KONTAN Selasa (7/11). Sebelumnya Presiden Jokowi menyetujui rencana pemerintah menambah bansos. Penebalan bansos tersebut, pertama, pemerintah akan memperpanjang bantuan beras sebesar 10 kilogram per keluarga penerima manfaat yang berlaku sejak Januari hingga Juni 2024. Bantuan pangan ini akan diberikan kepada 22.004.077 keluarga. Kedua, pemerintah juga memperpanjang bantuan pangan untuk keluarga rawan stunting (KRS) yang akan dikucurkan pada Januari hingga Juni 2024. Bantuan berupa daging ayam dan telur ayam ini untuk 1,4 juta penerima manfaat di tujuh provinsi. Khusus bantuan pangan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 892 miliar atau Rp 446,24 miliar per kuartal. Ketiga, pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) perumahan dengan harga di bawah Rp 5 miliar, namun harga rumah yang PPN-nya ditanggung oleh pemerintah hanya sampai Rp 2 miliar. Terakhir, pemerintah akan memberikan insentif sebagai dukungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni dengan menanggung biaya administrasi pembelian rumah Rp 4 juta.

Jalan Panjang GOTO Membidik Profit

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Perjalanan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengejar target adjusted EBITDA positif masih menantang. Tapi, GOTO belum mengubah target ini karena ada sejumlah strategi yang tengah digeber. Direktur Utama GOTO Patrick Walujo mengatakan, unit bisnis on demand services yaitu Gojek dan bisnis e-commerce Tokopedia bisa mencetak keuntungan pada akhir kuartal IV-2023 nanti. Jika adjusted EBITDA di kuartal keempat nanti bisa positif, total EBITDA yang disesuaikan sepanjang tahun 2023 bisa berada di antara level negatif Rp 4,5 triliun hingga negatif Rp 3,8 triliun. Dus, berkaca dari pencapaian itu, ada potensi EBITDA GOTO berbalik menjadi positif. Namun GOTO juga tampak was-was target tersebut tidak terpenuhi. Patrick memang menegaskan GOTO tak akan mengubah target ini. Tapi dia juga tak menampik kalau ada peningkatan risiko dalam mencapai target tersebut. Di sisi lain, GOTO akan terus menggenjot efisiensi demi mencapai ambisi profit tadi. GOTO akan menekan angka cash burn (penggunaan kas). GOTO memiliki kas dan neraca yang solid. Ini tercermin dari posisi kas, setara kas dan deposito jangka pendek GOTO yang mencapai Rp 25,2 triliun per 30 September 2023. Pada periode itu, tingkat penggunaan bersih kas atau net cash burn GOTO telah berkurang 76% secara tahunan. Head of Investor Relations GOTO Reggy Sutanto mengatakan, hingga saat ini, cash brun GOTO tiap bulannya berada di kisaran US$ 15 juta hingga US$ 20 juta atau sekitar Rp 320 miliar. Research Analyst MNC Sekuritas Alif Ihsanario mengatakan, era suku bunga tinggi juga masih bisa menekan kinerja GOTO. MNC Sekuritas pun memangkas target harga GOTO dari Rp 135 menjadi Rp 120. Tapi, saham GOTO masih direkomendasikan beli. Selasa (7/11), GOTO naik 1,32% ke harga Rp 77 per saham.

Domestik Tumpuan Emiten Saham Sawit

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Harga minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) tampaknya mulai membaik. Melansir trading economics, Selasa (7/11), harga CPO sebulan terakhir naik 3,19%. Meski secara tahunan harga CPO anjlok 14,58%. Rupanya, kenaikan harga CPO sebulan terakhir ini berimbas ke kinerja ekspor komoditas tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor CPO per kuartal III-2023 tercatat US$ 6,52 miliar. Realisasinya tumbuh 25,83% secara kuartalan, tapi turun  27,15% secara tahunan. Fenny Sofyan, Communications and Investor Relations Manager PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menilai, secara fundamental kenaikan harga CPO dalam sebulan terakhir karena terkerek oleh harga minyak nabati lain yang tengah naik. Salah satunya minyak kedelai. Untuk meningkatkan kinerja, AALI konsisten dengan target maupun strategi penjualan yang oportunis.  Tak heran, AALI memasang target pertumbuhan penjualan naik 5% setiap tahunnya. Sedangkan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memproyeksi produksi tandan buah segar dan minyak kelapa sawit akan sedikit terkoreksi pada kuartal IV 2023. TAPG mencatatkan produksi tandan buah segar sebanyak 2,25 juta ton hingga bulan September 2023. Joni Tjeng, Sekretaris Korporat TAPG menyatakan produksi TBS dan CPO TAPG pada kuartal III 2023 diperkirakan mencapai titik tertinggi pada tahun ini. Secara kuartalan, pertumbuhan TBS dan CPO TAPG meningkat 10% dan 12%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta melihat potensi pertumbuhan kinerja emiten CPO di kuartal IV 2024 masih bisa terjadi secara kuartalan. Sebab masih ada permintaan dari pasar domestik yang diprediksi meningkat.

ASII Gaspol di Bisnis Otomotif

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) diproyeksi akan tetap kuat hingga akhir tahun. Segmen bisnis otomotif tetap akan menjadi tulang punggung utama bagi emiten yang menaungi merek Toyota dan Daihatsu itu. Hingga kuartal III-2023 pendapatan terbesar ASII memang berasal dari segmen otomotif. Ini berbeda dari periode sama tahun lalu saat kontribusi terbesar datang dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. Pendapatan ASII di segmen jasa keuangan meningkat 12,95% menjadi Rp 21,98 triliun dari sebelumnya Rp 19,46 triliun. Sedangkan pendapatan segmen agribisnis turun 5,08% secara tahunan menjadi Rp 15,68 triliun. Pendapatan segmen infrastruktur dan logistik meningkat 16,61% menjadi Rp 6,67 triliun dari sebelumnya Rp 5,72 triliun. Sedangkan segmen teknologi informasi hanya mencatat kenaikan tipis 1,46% menjadi Rp 2,08 triliun dari Rp 2,05 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, terjadinya pergeseran kontributor pendapatan ASII lantaran penurunan harga komoditas. Sedangkan kenaikan di segmen otomotif didorong dari peningkatan mobilitas masyarakat. "Karena sudah masuk endemi, sehingga mobilitas masyarakat meningkat sehingga mendorong permintaan pada segmen otomotif," ujarnya, Selasa (7/11). Nafan memperkirakan, segmen otomotif ASII masih akan melaju hingga akhir tahun di tengah penurunan harga komoditas. Apalagi daya beli masyarakat masih terjaga di tengah suku bunga Bank Indonesia (BI) yang tinggi. Analis Indo Premier Sekuritas Giovanni Dustin dan Michelle Nugroho juga berpandangan, prospek segmen otomotif ASII positif. Volume penjualan roda empat ASII mencapai 143.000 unit atau tumbuh 12% secara kuartalan di kuartal III-2023. Penjualan roda dua juga tetap kuat, meskipun terjadi koreksi secara kuartalan sebesar 6% menjadi 1,1 juta unit. "Kemungkinan besar dipengaruhi oleh masalah rangka eSAF," kata Giovanni dan Michelle. Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai ASII masih bisa jadi pilihan solid untuk jangka panjang. Ia merekomendasikan belidengan target harga Rp 7.750.

Beda Nasib Investor Raup Cuan di Bisnis Perbankan

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Tidak semua pemodal asing bisa menunaikan keinginannya meraup cuan dari bisnis perbankan di Indonesia. Sebab sejumlah bank domestik yang kepemilikan sahamnya dikuasai investor asing masih membukukan kinerja negatif di sembilan bulan pertama tahun ini 2023. Ini terutama dialami oleh bank yang mayoritas sahamnya dikempit pemodal asing asal negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang. Salah satunya Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), yang 67% sahamnya digenggam Kookmin Bank Co Ltd, gergasi keuangan asal Korea Selatan. Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, Bank KB Bukopin masih dibekap kerugian sebesar Rp 3,37 triliun, naik 28,14% secara tahunan. Hasil tersebut sejalan dengan beberapa indikator keuangan bank milik investor Negeri Gingseng ini yang kompak turun. Misal, pendapatan bunga turun 36% secara tahunan jadi Rp 560 miliar. Wakil Direktur Utama Bank KB Bukopin Robby Mondong menyadari, kerugian yang terjadi saat ini adalah bagian dari tantangan perusahaan. Ini sejalan dengan proses transisi ke era digital. "Investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia memang memerlukan komitmen jangka panjang," terang Robby, kemarin. Toh tak semua pemodal asing gigit jari. Beberapa investor dari kawasan Asia Tenggara masih menikmati cuan dari kepemilikannya di bank dalam negari. Bank CIMB Niaga Tbk yang dimiliki investor asal Malaysia, misalnya, membukukan laba Rp 4,9 triliun pada akhir September 2023. Laba bank ini naik 27,6% secara tahunan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan memaparkan, kinerja positif bank ini tak lepas dari peran induk usaha, yaitu CIMB Group. "Terutama dengan dukungan modal yang kuat," ujar Lani, Selasa (7/11). Tak mau kalah, Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) yang juga dimiliki investor Malaysia mencatatkan kinerja positif. Per akhir September 2023, laba BNII tumbuh 17,92% secara tahunan menjadi Rp 1,25 triliun. Salah satu penopang laba adalah melejitnya pendapatan non bunga sebesar 8,33% secara tahunan jadi Rp 1,43 triliun. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, selama ini induk usaha Maybank melihat Indonesia sebagai home country, dengan tingkat strategis setara Malaysia dan Singapura.

MEMPERTEBAL TAMENG RUPIAH

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pelemahan rupiah yang terjadi bulan lalu betul-betul memukul sendi-sendi ekonomi nasional, utamanya pasar keuangan. Pemangku kebijakan pun berjibaku menjaga stabilitas mata uang Garuda.Otoritas terkait juga telah unjuk gigi dalam melakukan intervensi agar rupiah tak terus kalah melawan dolar Amerika Serikat (AS). Dalam konteks ini, Bank Indonesia (BI) terpantau amat aktif melakukan stabilitas.Aksi otoritas moneter cukup gesit terutama melalui intervensi di pasar valuta asing. Hasilnya tak bisa dibilang gagal, meski tak dapat pula dikatakan sukses.Buktinya, pada perdagangan kemarin, Selasa (7/11), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah melemah 0,62% atau 97 poin ke level Rp15.636. Pemerintah dan BI pun perlu menguatkan kuda-kuda untuk menopang mata uang Garuda.Di sisi lain, masifnya intervensi di pasar valuta asing menguras cadangan devisa yang per akhir bulan lalu parkir di angka US$133,1 miliar, terendah sepanjang warsa ini. Adapun, instrumen tambahan yang disediakan BI yakni Sekuritas Valas BI (SVBI) dan Sukuk Valas BI (SUVBI) baru diimplementasikan 21 November 2023. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto, menegaskan bahwa posisi cadangan devisa masih sangat aman meski berada pada tingkat yang rendah setidaknya pada tahun ini.Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Atas dasar itulah pemerintah melakukan evaluasi terhadap implementasi DHE SDA yang telah diterapkan sejak tiga bulan lalu. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, mengatakan ada beberapa poin yang menjadi bahan evaluasi dari kebijakan DHE.Beberapa di antaranya yakni pemasukan DHE ke rekening khusus, penempatan DHE pada instrumen yang ditetapkan, evaluasi atas komoditas, pemanfaatan instrumen, serta integrasi sistem informasi. Sementara itu, kalangan pelaku usaha mendukung evaluasi DHE itu menyusul realisasi yang masih jauh dari potensi.Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi, mengatakan pemerintah juga perlu mengkaji adanya insentif tambahan bagi dunia usaha. Di sisi lain, tekanan cadangan devisa pada sisa tahun ini diprediksi lebih berat. Pasalnya, Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan terakhir tahun ini. Kalangan ekonom pun tak menampik cadangan devisa berisiko terus menyusut apabila pemerintah dan BI tidak mengoptimalisasi instrumen yang ada.Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia Teuku Riefky, tekanan cadangan devisa muncul dari penurunan ekspor akibat pelemahan komoditas. Kemudian, implementasi DHE SDA dan SRBI masih belum optimal, sementara pada saat bersamaan bank sentral negara maju menerapkan kebijakan higher for longer.

Mendorong Kontribusi Manufaktur

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Pemerintah harus bekerja lebih keras lagi untuk menjadikan industri manufaktur sebagai tulang punggung perekonomian mengingat sampai dengan kuartal ketiga tahun ini kontribusi sektor usaha itu belum bergerak banyak. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), untuk menjadi negara industri, kontribusi industri manufaktur Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara harus mencapai 30%. Sementara sampai kuartal ketiga tahun ini, kontribusi manufaktur terhadap PDB masih di bawah kisaran 20%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) porsi manufaktur mencapai 18,75% naik tipis bila dibandingkan dengan pencapaian kuartal sebelumnya di 18,25%. Sebagaimana yang kita ketahui, impor bahan baku kebutuhan produksi masih berada di kisaran 60%—70%, beberapa sektor usaha bahkan ada yang mencapai 90% seperti industri farmasi dan kimia. Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu bahkan sudah menggaungkan kemandirian industri farmasi untuk mengurangi ketergantungan impor, tetapi agaknya simpul utama persoalan belum terbuka hingga mimpi itu belum terealisasi. Untuk energi, polemik harga gas industri sampai sekarang juga masih belum terselesaikan. Permintaan Presiden agar ada pemberlakuan harga khusus kepada sektor industri tertentu tak berjalan mulus. Belum lagi perizinan usaha yang masih menjadi tantangan. Penyediaan lahan tak kalah ruwet, pemerintah daerah memiliki aturan yang kerap dikeluhkan investor. Dari realisasi investasi senilai Rp1.053,1 triliun, penanaman modal di sektor manufaktur mencapai Rp433,9 triliun atau mencapai 41,2% dari total investasi. Pencapaian tersebut naik 18,8% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Demikian juga untuk penyerapan tenaga kerja yang mencapai 19,35 juta orang atau 13,83% dari total pekerja. Kerja keras dan kerja sama semua pihak, pemerintah dan stakeholder terkait sangat dibutuhkan. Ego sektoral harus dibuang jauh bila menginginkan Indonesia menjadi negara industri. Komitmen bersama dibutuhkan. Indonesia emas dengan bonus demografi pada 2045 harus dimanfaatkan dengan baik. Masih tingginya minat investor baik asing maupun lokal untuk menanamkan modal, menunjukkan optimisme terhadap perekonomian Indonesia di masa depan. Manufaktur harus berkontribusi lebih besar lagi agar harapan menjadi negara industri yang dicita-citakan berpuluh tahun lalu dapat terjadi.

STANDARDISASI BATERAI : DAYA JANGKAU MOTOR LISTRIK MELUAS

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Industri sepeda motor listrik di Indonesia berpotensi makin berkembang cepat dengan menerapkan standardisasi model baterai. Dengan model bateri sejenis yang dapat dipakai untuk semua kendaraan listrik, harga komponen utama itu bakal lebih terjangkau. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setyadi mengatakan bahwa standardisasi baterai menjadi positif jika hal itu ditetapkan agar semua kendaraan bermotor listrik roda dua dapat menggunakan jenis baterai yang sama.“Kalau bisa pabrik sepeda motor jual sepeda motor dengan baterainya model sewa saja, karena harga baterai yang paling tinggi. Jadi, baterai yang disewa itu malah membuat harga terjangkau,” ujarnya, Senin (6/11).Oleh karena itu, dia mengusulkan baterai yang digunakan sepeda motor listrik bisa menggunakan sistem sewa, sehingga membuat harga motor listrik pun jauh lebih terjangkau. Namun, Budi menyebutkan penetapan standar baterai membutuhkan kesepakatan dari para merek motor listrik di Indonesia. Produsen sepeda motor listrik juga merespons berbeda-beda terkait dengan rencana Kementerian Perindustrian menetapkan standardisasi baterai motor listrik.Motor listrik merek Polytron buatan PT Hartono Istana Teknologi yang dimiliki Hartono Bersaudara menganggap standardisasi baterai belum menjadi suatu kebutuhan mendesak untuk saat ini.Direktur Komersial PT Hartono Istana Teknologi Tekno Wibowo mengatakan, standardisasi baterai tidak mudah lantaran spesifi kasi motor listrik dari setiap produsen pun berbeda-beda. Motor listrik yang menggunakan sistem penukaran baterai atau swap battery pun memiliki standar yang berbeda. Entitas PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), yakni PT Volta Indonesia Semesta yang menjual motor listrik Volta masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari pemerintah mengenai penerapan standardisasi baterai motor listrik.Head of Marketing Volta Indonesia Tamara Giovanni mengatakan, sampai kini belum ada kejelasan dari pemerintah mengenai penerapan baterai tersebut. Menurutnya, standardisasi baterai baru bisa dibilang ideal atau tidak ketika sudah ada aturan terkait soal tersebut. Di sisi lain, produsen motor listrik merek Selis, yakni PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) berencana menyesuaikan produknya terkait dengan rencana Kemenperin menetapkan standardisasi baterai.Corporate Secretary SLIS Pricilla Jane Halim mengatakan, standardisasi baterai untuk motor listrik sejatinya sangat memungkinkan dengan beberapa syarat. Syarat itu di antaranya spesifi kasi tegangan baterai bisa masuk ke unit yang dituju, serta spesifi kasi konektor yang dipakai. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, perlu ada standardisasi baterai motor listrik supaya konsumen bisa dengan menukar baterai dengan mudah dan dapat diakses di manapun. Dalam kesempatan berbeda, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa penjualan motor listrik masih sepi peminat, meski ada subsidi pembelian Rp7 juta per unit.Dari total kuota 20.000 unit motor listrik bersubsidi pada 2023, imbuhnya, penyalurannnya bahkan belum mencapai 50%.

TATA KELOLA INDUSTRI MIGAS : ONGKOS MAHAL PENGELOLAAN KARBON

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Ambisi net zero emission di sektor minyak dan gas bumi memunculkan konsekuensi tingginya investasi tambahan yang mesti dikeluarkan agar bisa menekan gas buang. Kontraktor kontrak kerja sama pengembang energi fosil pun perlu merogoh kocek lebih dalam untuk membangun fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon.n Masela, sebagai salah satu wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) pertama yang akan menggunakan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), mengalami lonjakan kebutuhan investasi US$1 miliar. Tambahan tersebut membuat total investasi untuk Wilayah Kerja Masela diestimasi membengkak menjadi US$20,8 miliar, dari perkiraan awal senilai US$19,8 miliar. Inpex Masela Ltd. dan PT Pertamina Hulu Energi Masela pun telah mengajukan revisi rencana pengembangan (plan of development/PoD) proyek gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Abadi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Benny Lubiantara, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah SKK Migas, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendiskusikan mengenai PoD terkini dari pengembangan Blok Masela. SKK Migas serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun tinggal menunggu perubahan resmi pemegang hak partisipasi wilayah kerja migas tersebut. Dalam kajian pemasangan CCS yang dilakukan Inpex sebagai operator Blok Masela pada Agustus 2022 menunjukkan wilayah kerja tersebut bisa menghasilkan LNG yang ramah lingkungan. Dengan begitu, nilai tawar LNG yang dihasilkan akan lebih tinggi di era transisi energi. Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati membuka kemungkinan untuk mengajak mitra anyar ke dalam proyek Lapangan Abadi. Hal itu didorong oleh kompleksitas teknis pengangkutan gas dari lepas pantai di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Seusai proses divestasi hak partisipasi Shell di Blok Masela rampung beberapa waktu lalu, komposisi kepemilikan saham di proyek strategis nasional itu beralih kepada Pertamina dengan 20% hak partisipasi, 15% dipegang Petroliam Nasional Berhad atau Petronas, sedangkan 65% sisanya masih dipegang oleh Inpex yang sekaligus bertindak sebagai operator. Di sisi lain, pemerintah memperkenankan KKKS untuk menggunakan hasil tangkapan karbon dari industri lain untuk fasilitas pemanfaatan dan penyimpanan karbon, agar bisa dimasukkan kembali ke dalam lapangan gas yang dikelolanya. Pemerintah memastikan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 2/2023 bisa diimplementasikan dengan mudah dan telah memenuhi standar internasional. Alasannya, penyusunan beleid tersebut melibatkan berbagai kalangan, termasuk para pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan bahwa beleid mengenai implementasi CCS memungkinkan KKKS untuk menggunakan hasil tangkapan karbon dari industri lain agar bisa mengoperasionalkan fasilitas tersebut secara optimal.

Pilihan Editor