Sebaiknya Penyelesaian Divestasi Vale Ditunda
2024, LPS Proyeksi Simpanan Perbankan Tumbuh 7%
Orang Indonesia Bergantung Internet Seluler
Barito Pacific Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun
Sengkarut Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Musim Hujan Datang, Apa El Nino Hilang
Nasib Pilpres di Tangan MK
MK mulai menyidangkan pengujian kembali aturan batas usia
capres-cawapres. Ada harapan perkara itu diputus cepat untuk memberikan
kepastian hukum setelah Anwar Usman diberhentikan dari posisi Ketua MK karena
pelanggaran etik berat terkait penanganan pengujian batas usia capres-cawapres.
Mahkamah Konstitusi, Rabu (8/11) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan
perkara No 141/2023 yang menguji kembali Pasal 169 huruf q UU No 7 Tahun 2017
terkait syarat batas usia calon presiden dan calon wakil presiden. Sebelumnya,
Mahkamah Konstitusi (MK) telah memberi pemaknaan baru Pasal 169 huruf g
tersebut lewat putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang dibacakan pada 16 Oktober
2023. Namun, Selasa (7/11) Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), antara
lain, menyatakan, Anwar Usman melakukan pelanggaran etik berat dalam penanganan
perkara No 90/2023. Akibatnya, dia mendapat sanksi diberhentikan dari posisi
Ketua MK.
Kuasa hukum perkara No 141/2023, Viktor Santoso Tandiasa,
mengungkapkan, pemeriksaan perkara secara cepat itu penting demi kepastian
hukum terkait munculnya polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal
cawapres. Pencalonan Gibran ini didasarkan putusan No 90/2023. ”Apakah ini
kemudian dapat dilakukan putusan secara cepat? Karena begini, Yang Mulia,memang
sebenarnya tujuan kami ingin mendapatkan satu kepastian hukum yang saat ini
sudah menjadi polemik di masyarakat, di mana legitimasi pemilu ini akan
dipertanyakan terkait adanya sanksi etik yang kemarin,” kata Viktor, dalam persidangan.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, Aan Eko Widiarto
menuturkan, ”Perkara nanti putusan diterima atau ditolak, itu kewenangan hakim.
Tapi, yang publik ingin tunggu adalah ketika delapan hakim memutus, itu arah
putusannya yang tidak terpengaruh oleh konflik kepentingan. (Sebab) Ketika diputus
sembilan hakim, arahnyaasih ada konflik kepentingan,” katanya. (Yoga)
Hidup Tak Layak Para Pekerja Pabrik Pembuat Baju Mahal
Setidaknya dua buruh
perempuan tewas dan beberapa orang cedera pada Rabu (8/11). Korban jatuh setelah
polisi melepas tembakan ke arah pekerja industri garmen yang berunjuk rasa di
Gazipur, Bangladesh. Pabrik-pabrik di Bangladesh memasok banyak jenama terkemuka,
seperti H&M, Gap Inc, Levi’s, Walmart, Zara, Marks and Spencer, Primark,
Aldi Inditex, Bestseller, Hugo Boss, dan Lululemon. Meski jenama itu mendapat
omzet besar, para pembuatnya hidup tak layak di Bangladesh. Karena itu, sepekan
terakhir ada pemogokan dan unjuk rasa. Pekerja minta naik gaji. Sejak 2019,
gaji pekerja industri garmen Bangladesh tidak naik. Pekan lalu, puluhan pabrik dijarah
para pekerja dan ratusan pabrik lain ditutup pemilik untuk menghindari
perusakan.
”Banyak pabrik besar memproduksi pakaian untuk hampir semua
jenama dan pengecer besar Barat,” kata Presiden Federasi Pekerja Garmen dan Industri
Bangladesh Kalpona Akter. Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Bangladesh hanya
menawarkan kenaikan upah 25 %. Adapun Pemerintah Bangladesh setuju upah minimum
naik 56,25 % menjadi 114 % atau Rp 1,8 juta per bulan. Kenaikan berlaku mulai 1
Desember 2023. Pemerintahan PM Sheikh Hasina juga berjanji, gaji bisa naik 5 % setiap
tahun. Buruh menolak, sebab inflasi saja 9,5 %. Mereka minta upah minimum
menjadi 209 % per bulan. Sekarang, upah minimum industri itu hanya 75 dollar
AS. Studi biaya hidup komprehensif yang dilakukan Institut Studi Perburuhan
Bangladesh menunjukkan, pekerja membutuhkan minimum 23.000 taka atau Rp 4,3
juta untuk bisa hidup di atas garis kemiskinan. Sementara dalam laporan Center
for Policy Dialogue, sebagaimana dikutip Deutsche Welle (DW), disimpulkan bahwa
pekerja garmen Bangladesh mendapatkan upah paling rendah dibandingkan pekerja
industri sejenis di China, Kamboja, India, dan Vietnam. (Yoga)
Penipuan Lowongan Kerja Daring Menjadi Ancaman
Tindak pidana perdagangan orang dengan modus penipuan dalam jaringan
yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri (online scamming) menyasar
anak-anak muda. Kejahatan tersebut kini menjadi ancaman besar di negara-negaraASEAN.
Ribuan anak muda Indonesia dikirim ke Kamboja dan Myanmar. Mereka berisiko mengalami
eksploitasi, perbudakan, dan penyiksaaan. Sepanjang empat tahun terakhir
(2020-Oktober 2023), di Asia Tenggara ada lebih dari 3.317 warga negara
Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan tenaga kerja dalam jaringan
(daring). Jumlah korban ini diperkirakan masih bertambah.
”Pada tahun 2021, Kemenlu mencatat 116 kasus di Kamboja dan
77 kasus di Myanmar. Kamboja menjadi negara dengan kasus terbanyak di Asia
Tenggara, dengan peningkatan jumlah kasus hingga 800 persen dari tahun sebelumnya,”
ujar Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, saat menjadi pembicara pada
Regional Conference ”The Simultaneous Movement for Combating Human Trafficking in
ASEAN Countries Region” di Kabupaten
Badung, Bali, Rabu (8/11). Selain Judha, pada diskusi bertema ”Misuse of
Technology in Trafficking in Persons (Scamming)” ini juga tampil sebagai
pembicara Wahyu Susilo (Executive Director of Migrant Care. Pada periode
Januari-Oktober 2023 terdapat 760 WNI yang menjadi korban penipuan tenaga kerja
secara daring di Filipina, Laos, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan
Malaysia. (Yoga)
Ketimpangan Hambat Lompatan Ekonomi
Ketiga kandidat calon presiden sepakat bahwa Indonesia
memerlukan lompatan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan agar dapat keluar
dari jebakan negara berpendapatan menengah. Masalah ketimpangan menjadi pekerjaan
rumah tiap kandidat dalam memformulasi strategi ekonomi untuk mencapai pertumbuhan
yang konsisten. Hal tersebut disampaikan ketiga bakal calon presiden, yakni
Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo dalam gelaran Sarasehan
100 Ekonomi bertema ”Akselerasi Menuju Ekonomi Indonesia yang Hijau, Inklusif,
dan Unggul” di Jakarta, Rabu (8/11). Anies Baswedan mengingatkan,”Pertumbuhan
ekonomi kita belum berhasil menyelesaikan pengangguran, tetapi (juga) ketimpangan
yang ada ini menjadi pekerjaan rumah yang sesungguhnya,” kata Anies. Perekonomian
Indonesia yang konsisten tumbuh di kisaran 5 % hanya dinikmati oleh sedikit
golongan.
Ganjar Pranowo menilai, pendidikan dan bunga kredit modal
usaha yang murah menjadi solusi untuk menekan ketimpangan dan kemiskinan di
sejumlah wilayah di Indonesia. Akses pendidikan hingga jenjang tertinggi akan diperluas.
Setelah itu, lulusan perguruan tinggi akan didorong menjadi pengusaha dengan
adanya bunga kredit modal kerja yang rendah. Prabowo Subianto mengungkapkan
bahwa masalah sistemik yang menyebabkan Indonesia begitu lama terjebak menjadi
negara berpenghasilan menengah adalah tidak optimalnya hilirisasi dalam
pengelolaan sumber daya alam nasional. ”Apa yang bisa bikin kita jadi negara
maju? yaitu kekayaan sumber daya alam. Ini modal kita yang harus kita gunakan. Masalahnya
adalah selama ini bangsa Indonesia kurang pandai untuk menjaga dan mengelola
kekayaan tersebut,” kata Prabowo. ”Kuncinya adalah hilirisasi untuk menciptakan
lapangan kerja, menyerap tenaga kerja, dan ujungnya adalah menghilangkan
kemiskinan,” ujar Prabowo. Ekonom senior pendiri Center of Reform on Economics (CORE),
Hendri Saparini, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengamini bahwa ketimpangan
yang kian melebar dapat menjadi momok para bakal calon presiden untuk menggenjot
pertumbuhan ekonomi. (Yoga)









