;

CUAN DARI BISNIS KULINER DI KOTA MEDAN

Yoga 10 Nov 2023 Kompas

Budaya kuliner masyarakat urban di Kota Medan menjadi peluang bisnis bagi orang-orang yang jeli. Usaha makanan dan minuman menjamur di mana-mana di kota ini, mulai dari mi balap, lontong, kedai kopi, hingga warung teh susu telur. Hari masih gelap, Irsan Lubis (40) sibuk memasak mi balap di Jalan Willem Iskandar, Medan, Sumu, Rabu (8/11) pukul 05.00. Ia buka lebih awal menyasar pedagang di Pasar Raya MMTC. ”Harus pandai-pandai cari celah agar usaha bisa jalan. Persaingan usaha kuliner di Medan itu sangat ketat,” kata Irsan. Sudah lebih dari tiga tahun Irsan jualan mi balap. Dia berjualan di Jalan Willem Iskandar, atau Jalan Pancing, karena di sana banyak pekerja, mahasiswa, dan pedagang pasar. Tak kurang dari 15 pedagang mi balap berjejer di 3 kilometer Jalan Willem Iskandar, rasanya juga enak-enak. Tapi, Irsan optimistis bisa bersaing. Dia berfokus untuk menang di rasa. Setelah mencoba beberapa resep dan melakukan perbaikan-perbaikan, dia menemukan resep memasak yang lebih pas dilidah dan di kantong masyarakat urban Medan. Tiga tahun membuka usaha, dagangan Irsan kian diminati. Dalam sehari, tidak kurang dari enam baskom besar mi ludes dia jual. Menu paling laris adalah mi balap standar. Beberapa memilih tambahan telur dadar  dengan tambahan harga Rp 3.000.

Target pasar dan kawasan memang sangat menentukan menu dan harga mi balap. Mi balap seafood justru jadi favorit di warung Mi Balap Mail di Jalan Gunung Krakatau. Maklum, targetnya masyarakat kelas menengah. Warung itu berada di kawasan pusat bisnis. ”Salah satu menu favorit di warung kami ini adalah mi balap seafood, tetapi soal harga kami sebenarnya tetap bersaing,” kata Edu Gunanda (26), juru masak Mi Balap Mail. Mi Balap Mail adalah yang paling laris di Medan. Dua juru masaknya tak henti-henti memasak mi balap dari pagi sampai siang. Satu kuali besar mi bisa ludes dalam sekejap dan langsung lanjut memasak mi lagi. Sekali memasak bisa sampai 16 porsi. ”Salah satu keunggulan kami adalah telurnya yang banyak. Untuk sekali masak 16 porsi, kami buat hampir 40 butir telur. Jadi, satu porsi itu lebih dari dua butir telur orak-arik,” kata Edu. Satu porsi mi balap standar dijual Rp 10.000. Sementara mi balap sea food dijual Rp 22.000 per porsi. Namun, udang dan potongan cuminya terbilang banyak untuk ukuran harga itu. Antropolog Universitas Negeri Medan, Erond Litno Damanik, mengatakan, usaha kuliner memang tak pernah mati di tengah masyarakat Kota Medan. Kuliner berkembang sesuai budaya dan kondisi sosiologis masyarakat kota. (Yoga)

Penghasilan dan Belanja Kelas Menengah Melorot

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Kontan (H)
Ekonomi masyarakat kelas menengah dalam kondisi berat. Jika ini terus berlanjut,  kondisi ini bisa membuat tekanan atas performa ekonomi Indonesia yang mayoritas ditopang konsumsi di kelas menengah ini. Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Oktober 2023 menjadi alarm penting bagi pemerintah. Hasil survei BI, Indeks Penghasilan Saat Ini tercatat 116,4. Indeks ini turun 1,2 poin dari bulan sebelumnya. Penurunan cukup dalam terjadi pada kelompok masyarakat menengah. Dari data yang sama, indeks penghasilan pada kelompok masyarakat dengan penghasilan Rp 4,1 juta-Rp 5 juta turun 11,5 poin ke 129,5. Lalu, indeks penghasilan masyarakat dengan penghasilan lebih dari Rp 5 juta juga turun 12 poin ke level 128. Sementara rerata porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk membayar utang atau cicilan alias debt to income ratio naik 0,3% poin menjadi 8,8%. Juga pendapatan masyarakat yang ditabung atau saving to income ratio naik 0,5% poin menjadi 15,7%, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp 3,1 juta-Rp 4 juta per bulan. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P. Sasmita melihat, indeks penghasilan maupun konsumsi masyarakat berpenghasilan lebih dari Rp 4 juta yang dibarengi dengan kenaikan tabungan, menunjukkan kecemasan kelompok menengah terhadap kondisi perekonomian ekonomi ke depan. Oleh sebab itu, "Mereka memperkuat dana cadangan di tabungan," kata Ronny, kemarin. Ekonom Bank Syariah Indonesia Kurniawati Yuli Ashari melihat menurunnya optimisme konsumen terhadap penghasilan tak berdampak besar terhadap ekonomi. Sebab, penurunan indeks penghasilan terjadi pada kelompok usia 41 tahun hingga 50 tahun. "Konsumsi rumah tangga kami perkirakan masih tumbuh solid sejalan daya beli yang terjaga karena inflasi rendah dan momentum Natal," kata dia. Adapun Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, tren penurunan persepsi terhadap penghasilan kemungkinan berlanjut hingga beberapa waktu ke depan.  Sebab, belum ada tanda-tanda peningkatan harga komoditas kembali yang akan mempengaruhi penghasilan masyarakat. "Akan membantu jika harga komoditas kembali naik," kata David, Rabu (8/11). 

Instrumen Baru BI untuk Menjaga Rupiah

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Kontan
Bank Indonesia (BI) bakal merilis instrumen baru untuk menjaga otot rupiah. Harapannya, langkah tersebut bisa mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. Pada 21 November nanti, BI bakal menerbitkan instrumen moneter baru bernama Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). Penerbitan instrumen ini menyusul Sekuritas Rupiah BI (SRBI) yang telah dirilis pada 15 September 2023. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan tujuan penerbitan kedua instrumen tadi adalah untuk pendalaman pasar uang. Dengan masuknya modal asing, stabilitas rupiah bisa terjaga. "Saat ini di instrumen pasar uang atau money market valas itu belum ada instrumen yang tradeable (dapat diperdagangkan), adanya instrumen penempatan," ujar Edi, Rabu (8/11). Penerbitan dua instrumen ini diharapkan bisa memperdalam instrumen valas, mengingat saat ini pasar keuangan masih dangkal. Dengan begitu, bank-bank yang memiliki valas digeser sebagian ke fasilitas BI. SVBI adalah surat berharga dalam valuta asing yang diterbitkan BI sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek atau di bawah satu tahun. Adapun SUVBI adalah sukuk dalam valuta asing yang diterbitkan BI dengan underlying asset surat berharga valuta asing berdasarkan prinsip syariah milik BI. Kepala Departemen Pengambangan Pasar Keuangan (DPPK) BI Donny Hutabarat menyampaikan, SRBI telah membantu meningkatkan likuiditas valuta asing di Indonesia. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, penerbitan SVBI dan SUVBI menjadi pilihan instrumen valuta asing dan diharapkan menjadi alternatif cukup optimal dibandingkan instrumen lainnya.

Cermat Memilih Saham Pilihan di Tahun Pemilu

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Kontan (H)
Rangkaian proses pemilu calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) tahun 2024-2029 terus bergulir. Pasca keputusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), tim tiga kandidat capres bersiap. MKMK tidak membatalkan keputusan kontroversi MK terkait batas umur cawapres. Terlepas dari kontroversi itu, Anda tentu penasaran terkait visi misi capres terkait pasar modal. Maka, Kamis (9/11) malam Kontan dan Bareksa mengadakan "Debat Tim Ekonomi Calon Presiden RI: Arah dan Wajah Pasar Modal Indonesia 2024-2029. Tim Visi-Misi Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar, Wijayanto Samirin memaparkan, pihaknya akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,5% - 6,5% selama kepemimpinan mereka. Termasuk juga keinginan untuk memperbesar pasar modal. Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasioal  (TPN) Ganjar Pranowo -Mahfud MD, Andi Widjajanto menyatakan, Ganjar-Mahfud berkomitmen memberi kepastian berinvestasi di pasar modal. Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Panji Irawan bilang, fokus mewujudkan pasar modal yang sesuai ekonomi Pancasila. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani melihat, semua calon mempunyai visi misi positif dan rencana realistis untuk mencapai tujuan itu. Namun pengamat Pasar Modal  Universitas Indonesia, Budi Frensidy melihat, visi misi  capres tak berefek langsung terhadap pasar modal. Termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dan IKN.  Sebagian besar proyek itu digarap  BUMN Karya yang bermasalah. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus  sependapat.  Yang paling menentukan kinerja pasar modal adalah fundamental emiten .Meski begitu, kemeriahan pesta demokrasi ini, bakal menguntungkan sektor konsumer.

Imbal Hasil Mananjak, Beban Utang Terungkit

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Kontan
Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke depan bakal semakin berat. Pasalnya, pembayaran bunga utang berpotensi meningkat sejalan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Awal pekan ini, Kementerian Keuangan (Kemkeu) menerbitkan surat berharga syariah negara (SBSN) ritel terakhir di 2023, yakni Sukuk Tabungan Seri ST011. Perinciannya, ST011-T2 dengan tenor dua tahun dan imbal hasil minimal 6,30% per tahun. Selain itu, ST011-T4 bertenor empat tahun dan imbal hasil minimal 6,50% per tahun. Ketimbang SBN ritel seri-seri sebelumnya, ST011 merupakan SBN ritel yang diterbitkan dengan imbal hasil tertinggi di sepanjang 2023. Berdasarkan analisis sensitivitas APBN 2023 terhadap perubahan asumsi dasar ekonomi makro, setiap kenaikan 0,1% tingkat bunga SBN 10 tahun, maka akan menambah beban bunga utang pemerintah sebesar Rp 1 triliun. Dengan masih rendahnya rerata bunga SBN hingga akhir Oktober, beban bunga utang justru berkurang. Adapun alokasi pembayaran bunga utang dalam APBN 2023 mencapai Rp 441,4 triliun. Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo mewanti-wanti, gejolak perekonomian dan kondisi pasar keuangan global terkait likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) akan berpengaruh pada daya tarik obligasi rupiah Indonesia (INDOGB). Menurut Banjaran, tenor jangka panjang obligasi pemerintah saat ini justru kurang diminati. Di sisi lain, investor cenderung tertarik pada obligasi dengan tenor pendek. Sehingga untuk menarik investor, pemerintah harus mengerek imbal hasil obligasi tenor jangka panjang. Sementara, "(Obligasi tenor) jangka pendek digunakan untuk menutup penurunan minat (obligasi jangka panjang). Jadi yield kejar-kejaran (antara tenor jangka panjang dan pendek)," ungkap Banjaran kepada KONTAN, Kamis (9/11). Berdasarkan analisis sensitivitas pula, setiap pelemahan Rp 100 per dolar AS maka akan menambah belanja pemerintah pusat sebesar Rp 7,4 triliun yang terdiri dari pembayaran bunga utang maupun subsidi energi. Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu Riko Amir menyampaikan, beban bunga utang pemerintah sampai saat ini masih dalam batas yang dapat dikelola di kisaran pagu belanja bunga utang APBN 2023 Rp 441,4 triliun. Sebab, tahun ini pemerintah juga mengurangi penerbitan surat utang negara, meskipun ada kenaikan imbal hasil.

Harga Minyak Naik, Kinerja Mendaki

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Kontan
Emiten minyak dan gas (migas) dinilai masih punya prospek menarik seiring menghangatnya harga minyak dunia. Sejumlah emiten migas mengalami penurunan kinerja sepanjang per September 2023. Salah satunya disebabkan oleh penurunan harga jual. Namun, analis NH Korindo Sekuritas, Axell Ebenhaezer menilai, ada beberapa sentimen positif yang bisa mendorong kinerja emiten migas di kuaral IV-2023 dan awal tahun 2024. Selain konflik Timur-Tengah, faktor lain yang mendukung adalah The Fed yang menahan suku bunga. Juga  pernyataan pejabat The Fed bernada dovish, sebuah sentimen positif bagi harga migas. “Ditambah China, importir minyak terbesar,  mencoba mendorong perekonomiannya lewat insentif. Permintaan komoditas ini diprediksi naik stabil di kuartal IV-2023,” kata Axell. Kepala Riset Ciptadana Sekuritas, Arief Budiman memperkirakan, kinerja keuangan MEDC akan membaik di kuartal IV-2023. Mengingat rata-rata harga minyak mentah Brent per Oktober 2023 di level US$ 90 per barel dibandingkan kuartal III-2023 yang di kisaran US$ 86 per barel. Produksi tembaga AMMN diproyeksi naik 112% secara kuartalan dan produksi emas diperkirakan meningkat 178% secara kuartalan. MEDC juga telah meneken perjanjian menjual 32% hak partisipasi efektifnya di Blok 12W (ChimSao)  yang ditargetkan tuntas sebelum akhir 2023 dan bisa memberi untung bagi MEDC. Sementara untuk PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan melihat adanya potensi peningkatan penjualan minyak bumi ke perusahaan pertambangan dan pabrik pengolahan alias smelter.

Menadah Untung dari Anak Usaha

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Kontan
Prospek PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dinilai tetap positif di tengah terjadinya gejolak harga energi. Anak  usaha, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang sukses menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi sentimen positif. Perbaikan kinerja bisnis petrokimia juga akan mendorong kinerja. BREN merupakan anak perusahaan BRPT dengan kepemilikan 66,67% saham yang fokus pada sektor panas bumi. BREN saat ini mengoperasikan tiga wilayah kerja panas bumi (Salak, Wayang Windu, dan Darajat) dengan total kapasitas uap dan listrik 885 megawatt (MW). Ini mencapai 38% dari kapasitas panas bumi Indonesia dan menjadikan BREN sebagai operator panas bumi terbesar di Indonesia dan terbesar keempat di dunia. "TPIA sebagai pasar pemimpin dalam industri petrokimia Indonesia, serta pemulihan ekonomi global, khususnya Tiongkok, akan jadi beberapa faktor yang diperkirakan akan mendukung bisnis BRPT di bisnis petrokimia," ujar analis Samuel Sekuritas, Yosua Zisokhi dalam riset September 2023. Head of Research Mega Capital Sekuritas (InvestasiKu), Cheril Tanuwijaya mengatakan,  prospek BRPT salah satunya didorong upaya peningkatan kapasitas produksi di masa depan dengan membuat pabrik caustic soda dan ethylene dichloride. "Apalagi ada IPO BREN juga yang terbukti sukses," ujarnya, Kamis (9/11). Lalu, melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA) telah meneken Letter of Intent (LoI) bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Kerjasama ini untuk pengembangan industri hulu aluminium dan percepatan ekosistem kendaraan listrik domestik. Analis JP Morgan, Arnanto Januri melihat, pergerakan BRPT mengungguli IHSG sebesar 64% sepanjang Agustus-September 2023, terutama didorong IPO BREN. Namun BRPT telah berkinerja buruk di bawah IHSG sebesar 15% sejak IPO BREN pada tanggal 9 Oktober, meski saham BREN telah meningkat lebih besar 4,5 kali sejak IPO.

Penyaluran KUR Bank Masih Jauh dari Target

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Kontan
Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) masih jauh dari target. Menurut catatan Kementerian Koperasi dan UKM, per 7 November 2023, penyaluran KUR baru sebesar Rp 204,17 triliun, atau setara 68,74% dari target yang dipatok pemerintah, sebesar Rp 297 triliun. Artinya, target penyaluran KUR 2023 masih kurang Rp 92 triliun. Pemerintah pun terlihat pesimistis bank penyalur KUR bisa memenuhi target tersebut. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bilang, selama ini bank belum berani memberikan kemudahan KUR bagi UMKM yang butuh dan bisnisnya masih prospektif. Kurang gregetnya bank menyalurkan KUR, boleh jadi, dipicu sejumlah faktor. Sebab, kata Teten, tidak ada sanksi jika bank tak bisa memenuhi kuota KUR yang diberikan pemerintah. Terlebih, saat ini masih ada beberapa bank penyalur KUR yang kemungkinan tak bakal menyentuh target karena ada beberapa revisi. Toh, sejumlah bank penyalur tetap optimistis bisa menambah realisasi KUR sampai akhir tahun ini. Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Ngatari bilang, penyaluran KUR BNI sudah mendekati kuota sebesar Rp 14 triliun. "Memang ada revisi, tapi tidak sampai Rp 1 triliun," ujar Ngatari. General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sunarna Eka Nugraha menimpali, kendala penyaluran KUR saat ini adalah kebijakan pemerintah dalam menyasar debitur baru. Terutama, di luar perkotaan dan di sektor pertanian. "Kondisi El Nino membuat perbankan lebih selektif menyalurkan KUR," ujarnya.

SINYAL WASPADA DUNIA USAHA

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Dunia usaha masih menghadapi tantangan pada sisa tahun ini, menyusul sejumlah data indikator ekonomi sektor riil yang cenderung melambat. Bank Indonesia (BI) dalam Survei Penjualan Eceran mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) berada pada level yang penuh kewaspadaan lantaran meningkatnya ekspektasi soal kenaikan inflasi. Pada saat yang sama, Indeks Penghasilan Saat Ini serta Indeks Ekspektasi Penghasilan terpantau masih lemah. Indeks Penghasilan Saat Ini pada Oktober 2023 tercatat 116,4 yang merupakan level terendah sepanjang 2023. Adapun, Indeks Ekspektasi Penghasilan terbilang stagnan, yakni berkutat di kisaran 135. Pada kuartal III/2023, pertumbuhan IPR tercatat hanya 1,4% (year-on-year/YoY), terendah sejak kuartal III/2021, sementara pada September 2023 secara bulanan pertumbuhan IPR tercatat -1,5%.  Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan, dari sisi harga tekanan inflasi pada Desember tahun ini dan Maret tahun depan diperkirakan meningkat. Hal ini tecermin pada Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember 2023 dan Maret 2024 yang masing-masing 131,2 dan 133,0, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya masing-masing sebesar 119,9 dan 129,7. Di sisi lain, dunia bisnis di Tanah Air juga dihadapkan pada beberapa kendala yang menghambat ekspansi, mulai dari suku bunga acuan yang tinggi, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang membebani impor bahan baku dan bahan penolong. Dalam kaitan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan mengoptimalisasi seluruh paket insentif yang telah diluncurkan sehingga memberikan gairah bagi dunia usaha.

Salah satunya adalah pemanfaatan kredit usaha rakyat (KUR) yang memang belum maksimal, yakni hanya mencapai 67,3% dari target Rp297 triliun per Oktober 2023. Jika dicermati, insentif tersebut hanya menyasar sisi permintaan atau konsumsi dan berfokus pada masyarakat kelas bawah serta kelompok rentan. Sementara itu, dua kelompok masyarakat terkesan terabaikan karena luput dari radar insentif, yakni masyarakat kelas menengah yang mendominasi konsumsi nasional serta dunia usaha. Oleh karena itu, pelaku usaha pun meminta kepada pemerintah untuk me-racik skema stimulus atau insentif yang meringankan beban operasional. Sekjen Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira mengatakan insentif usaha untuk menekan biaya produksi yang terimbas pelemahan rupiah. Kalangan ekonom pun selaras dengan pengusaha, yang mengusulkan perlunya insentif khusus bagi pebisnis serta kelompok masyarakat kelas menengah. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan beban yang dipikul pebisnis amat berat di tengah ketatnya kebijakan fiskal dan moneter serta ketidakpastian ekonomi global. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan kebijakan pro-stabilitas seperti pada sikap moneter BI berupa kenaikan suku bunga acuan penting dilakukan.

Beban Berganda Dunia Usaha

Hairul Rizal 10 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Dunia usaha tengah menghadapi tantangan berat pada sisa tahun ini. Aktivitas pebisnis mengalami perlambatan menyusul tren konsumsi dan penjualan yang terus menyusut seiring dengan tekanan ekonomi dunia dan dalam negeri. Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa ada perlambatan ekspansi bisnis pada paruh kedua tahun ini. Hal itu terlihat dari survei kegiatan dunia usaha pada kuartal III/2023 yang lebih rendah dari kuartal sebelumnya.  Tingkat saldo bersih tertimbang (SBT) pada kuartal III/2023 sebesar 15,65%. Angka itu menyusut bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya 16,62%. Padahal posisi kuartal II/2023 itu lebih tinggal dari 11,05% pada kuartal I/2023.  Perlambatan dunia usaha disebabkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (SBT 1,18%), akibat penyusutan panen padi pada musim kemarau atau panen gadu di wilayah Jawa.  Selain itu, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi modil dan motor tercatat sangat rendah dengan SBT 0,88%. Termasuk dunia usaha pada penyediaan akomodiasi dan makan minum dengan SBT 0,54% akibat normalisasi pasca Idulfitri. Perlambatan ekspansi bisnis sejalan dengan penurunan optimisme pada tingkat konsumen dan ekspektasi penghasilan. Survei penjualan eceran BI mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada kuartal III/2023tercatat tumbuh 1,4% secara tahunan (year-on-year/YoY). Menurut BI, penurunan tersebut disebabkan oleh penyusutan permintaan dalam negeri dan kendala distribusi khusus untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Di sisi lain, dunia bisnis di Tanah Air dihadapkan pada beberapa kendala yang menghambat ekspansi. Mulai dari kenaikan suku bunga acuan hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang membebani impor bahan baku/bahan penolong. Sementara itu, kebijakan insentif yang diberikan oleh pemerintah hanya menyasar kelompok bawah dan rentan serta mengabaikan kalangan menengah yang sesungguhnya memiliki aktivitas konsumsi lebih signifikan. Pemerintah tengah menyiapkan bantuan sosial el nino untuk kebutuhan masyarakat bawah. Kebijakan ini terkesan positif, tetapi sarat kepentingan politis menjelang pemilu. Efek berganda hanya akan dirasakan sesaat, tidak dalam jangka panjang. Perlu ada insentif bagi masyarakat dan dunia usaha untuk mendorong konsumsi dan produksi. Yang lebih penting lagi adalah kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap situasi politik saat ini tidak akan menganggu perekonomian.

Pilihan Editor