”Laga” Seru Pelaku UMKM di Luar Stadion Piala Dunia U-17
Tidak hanya pemain muda dari beberapa negara yang berlaga di Piala Dunia U-17, pelaku UMKM dari berbagai daerah tak kalah semangat ikut unjuk gigi. Pasangan suami-istri, Pratama Anggi Wibowo (30) dan Intan Ratnawati, percaya diri memasuki toko Bandung Kunafe di Soreang, Bandung, Jabar, Jumat (10/11) siang. Mereka membawa ratusan bungkus camilan stik keju dengan tiga varian rasa untuk dititipkan di toko oleh-oleh di samping Gedung Budaya Sabilulungan (GBS) itu. GBS vital selama Piala Dunia U-17 di Bandung pada 11-21 November. Keberadaannya menjadi pusat bus pengumpan atau shuttle penonton menuju Stadion Si Jalak Harupat, tempat laga digelar. ”Rencananya kami akan memasok hingga 5.000 bungkus aneka produk camilan selama Piala Dunia U-17,” kata Pratama, produsen berbagai produk camilan dan beragam kerajinan tangan itu.
Agus Asmara (52), produsen kopi luwak di Kabupaten Bandung, juga tak mau kehilangan peluang mencetak cuan. Ayah tiga anak ini berencana berjualan di tenda yang disiapkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung di GBS. Selama dua hari, Agus dan lima karyawannya menyiapkan 100 kemasan produk kopi luwak dan arabika buatannya. Ia menempelkan merek Kopi Lembah Cimanong, merujuk perkebunan kopi milik sendiri seluas satu hektar di Ciwidey. Agus menjual kopi dalam bentuk biji sangrai dan bubuk siap seduh. Ia juga turut menjual minuman kop ”Kami menargetkan keuntungan hingga Rp 10 juta se- lama perhelatan Piala Dunia U-17. Jumlah itu tiga kali lipat dari penjualan daring dan ikut bazar,” tuturnya.
Di Surabaya, Jatim, penjualan jersei sepak bola tim Indonesia untuk Piala Dunia U-17 tak kalah menggeliat. Penjualan jersei tiruan tersebut berjarak 6-7 kilometer dari Stadion Gelora Bung Tomo. Stadion ini satu dari empat venue Piala Dunia U-17. ”Aduh, berat kalau lokasi jualan jauh begini. Semoga saja bisa banyak laku,” harap Deden Firmansah, penjual jersey Indonesia dari Bandung, Jumat petang, di Surabaya. Jersei tiruan tersebut dijual Rp 100.000-Rp 200.000. Kepala UPTD PLUT Kabupaten Bandung Dewi Windiani memaparkan, selama Piala Dunia U-17, UMKM akan difokuskan di area GBS. Pihaknya menyediakan 8 tenda yang bisa menampung 16 pelaku usaha. Bupati Bandung Dadang Supriatna menambahkan, penonton di Piala Dunia U-17 di Jalak Harupat diperkirakaan 10.000 orang tiap laga. Ia yakin ajang ini akan memberi manfaat bagi ekonomi warga. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, di penjualan pernak-pernik Piala Dunia U-17, ada keterlibatan UMKM Surabaya. (Yoga)
KEBIJAKAN PANGAN, APTRI: Pemerintah Perlu Miliki Cadangan Gula
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia atau APTRI menilai
langkah pemerintah mengendalikan harga gula pasir atau konsumsi di tingkat
ritel modern sudah tepat. Namun, ke depan, pemerintah harus memiliki cadangan gula
untuk mengantisipasi kenaikan harga gula jika sewaktu-waktu terjadi lagi. Ketua
Umum APTRI, Soemitro Samadikoen menyatakan hal itu ketika dihubungi dari
Jakarta, Jumat (10/11). Pernyataan itu terkait kebijakan relaksasi atau fleksibilitas
harga acuan penjualan (HAP) gula konsumsi di tingkat konsumen yang dijual di
ritel modern. Bapanas menetapkan HAP gula konsumsi bisa dijual ke konsumen Rp
16.000 per kg. Khusus wilayah Maluku, Papua, serta daerah tertinggal, terluar,
terpencil, dan pedalaman (3TP), fleksibilitas HAP tersebut dipatok Rp 17.000
per kg.
Sebelumnya, HAP gula konsumsi di tingkat konsumen Rp 14.500
per kg. Khusus wilayah Maluku,Papua, dan daerah 3TP, HAP-nya sebesar Rp 15.500
per kg. HAP itu ditetapkan Bapanas dan berlaku sejak 24 Juli 2023. Menurut
Soemitro, kebijakan relaksasi harga gula konsumsi di tingkat ritel memang diperlukan.
Kebijakan itu akan membuat pabrik-pabrik gula swasta dan milik negara yang mendapatkan
penugasan impor gula mentah dan konsumsi mau memasarkan gula konsumsi ke pasar
ritel. Dengan harga gula mentah dan konsumsi di tingkat internasional yang saat
ini cukup tinggi, mereka akan merugi jika HAP gula konsumsi masih berkisar Rp
14.500-Rp 15.500 per kg. Apabila pasokan gula di pasar ritel
Soemitro berpendapat, kenaikan harga gula pada tahun ini memang
tidak bisa dihindari. Selain akibat dampak El Nino, kenaikan harga gula juga
dipengaruhi lonjakan harga gula di tingkat internasional. Agar hal itu tidak
terulang ke depan, pemerintah harus memiliki cadangan gula sendiri yang
dikelola oleh ID Food atau Perum Bulog sebanyak 1-1,5 juta ton. Cadangan gula
pemerintah (CGP) itu diharapkan bisa dipenuhi dari gula petani, bukan dengan
cara mengimpor. ”Pemerintah bisa menyerap gula petani saat harga lelang gula
berada di bawah harga acuan pembelian gula petani Rp 12.500 per kg,” kata
Soemitro. (Yoga)
Indonesia-Australia Jajaki Kerja Sama
Toko Ritel Serba Ada Mulai Ditinggalkan
Melaraskan Pertumbuhan dan Pengurangan Emisi
Pemerintahan mendatang menghadapi tantangan berat untuk
mengejar dua target besar pembangunan ekonomi yang saling berseberangan, yakni
menumbuhkan ekonomi di kisaran 6-7 % sekaligus mengurangi emisi karbon menuju
target emisi karbon netral. Dibutuhkan strategi kebijakan drastic untuk
mengatasi ”dilema” itu. Indonesia telah memasang target untuk menjadi negara
berpendapatan tinggi (high income country) pada tahun 2045, bertepatan dengan
momen ”Indonesia Emas” ketika Indonesia resmi menginjak usia ke-100 tahun. Saat
ini Indonesia masih berstatus negara berpendapatan menengah (middle income country).
Pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita Indonesia pada tahun 2022 tercatat 4.580
USD, membuat Indonesia kembali menjadi negara berpendapatan menengah atas
setelah terpeleset menjadi negara berpendapatan menengah bawah akibat pandemic Covid-19.
Untuk bisa menjadi negara maju, pertumbuhan ekonomi harus
berada di kisaran 6-7 %. Lebih tepatnya, ekonomi mesti tumbuh 6 % selama 20
tahun atau 7 % selama 17 tahun. Sebagai perbandingan, ekonomi RI saat ini masih
tumbuh di kisaran 5 % dan berpotensi melambat di tengah ketidakpastian kondisi
global. Teuku Riefky, peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEMFEBUI), Jumat (10/11) mengatakan, Indonesia
perlu memacu mesin pertumbuhan ekonominya secara masif untuk bisa mencapai
level menuju negara maju. Hal itu tidak mudah mengingat Indonesia juga memiliki
target mengurangi emisi karbon mencapai posisi emisi bersih (net zero emission)
pada 2060, atau lebih cepat. Kajian LPEM FEB UI menunjukkan, dalam dua dekade terakhir,
untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi stabil di level 5 % saja,
implikasi lingkungan yang dihadapi sudah besar. Pertumbuhan ekonomi masih
diiringi praktik deforestasi yang masif, konsumsi batubara yang berlebihan, dan
penggunaan bahan bakar fosil yang tinggi. (Yoga)
OJK Turunkan Batas Atas Bunga Pinjaman Daring
Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan ketentuan baru mengenai
batas maksimal suku bunga pinjaman daring, sebagai upaya
untuk meminimalkan tingginya risiko terhadap konsumen, sekaligus mendorong
penyaluran kredit produktif. Melalui Surat Edaran OJK No 19/SEOJK.05/2023 tanggal
8 November 2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Berbasis Teknologi
Informasi, OJK mengatur batas maksimal manfaat ekonomi (bunga) pinjaman daring
untuk sektor konsumtif sebesar 0,3 % per hari atau sekitar 109 % per tahun.
Manfaat ekonomi tersebut secara bertahap akan diturunkan menjadi 0,2 % per hari
pada 2025 dan 0,1 % per hari pada 2026. Di sisi lain, ketentuan penyaluran kredit
ke sektor produktif juga berlaku demikian, yakni dimulai 0,1 % pada 2024-2025
dan akan kembali diturunkan menjadi 0,067 % pada 2026. Adapun denda keterlambatan
pada tiap-tiap sektor berlaku sesuai dengan besaran bunga yang telah ditentukan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan
Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman
mengatakan, semua ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi konsumen. Terlebih,
ekosistem pasar pinjaman daring saat ini masih belum dewasa (mature) atau mapan
sehingga memerlukan intervensi dari regulator. ”Kalau ketentuan itu tidak dibuat
dengan baik, tata kelolanya tidak bekerja, yang paling dirugikan adalah
konsumen. Akan ada predator pricing di situ, ada orang yang dizalimi tingkat
bunga, dan sebagainya,” katanya dalam konferensi pers Peluncuran Roadmap
Fintech P2P Lending 2023-2028, Jumat (10/11) di Jakarta. (Yoga)
Muhadjir Effendy Cari Solusi Atasi Krisis Pangan di Papua
Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyerahkan
sejumlah bantuan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sebagai tindak lanjut
penanganan bencana yang terjadi. Selain penyerahan bantuan, kunjungan ini untuk
berkoordinasi dengan pemda setempat mencari solusi menyeluruh permasalahan krisis
pangan yang kerap terjadi di Papua. ”Kunjungan hari ini sebagai tindak lanjut.
Sebelumnya pemerintah pusat dan daerah telah menyalurkan bantuan di lokasi
kelaparan. Sekarang yang terpenting
mencari solusi agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” kata Menko PMK Muhadjir
Effendy saat menyalurkan bantuan di Distrik Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo,
Jumat (10/11). Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah daerah di Yahukimo
dilanda bencana, seperti longsor dan kelaparan, akibat cuaca ekstrem. Hal ini menyebabkan
sebagian besar masyarakat mengalami krisis pangan. Salah satu yang cukup disorot
adalah musibah kelaparan yang mengakibatkan kematian massal di Distrik Amuma.
Bupati Yahukimo Didimus Yahuli mengatakan ”Saat ini (isu
kelaparan) sudah tertangani. Kebutuhan pangan masyarakat sudah kembali
tercukupi”. Di rumah jabatan Bupati Yahukimo, rombongan Kementerian PMK dan
dari kementerian ataupun badan negara lainnya menyerahkan bantuan bahan pokok,
pakaian, obat-obatan, serta uang tunai Rp 1 miliar sebagai dukungan operasional
penanganan kebencanaan. ”Fokus kami sekarang adalah menangani krisis pangannya karena
ini terus berulang di sejumlah wilayah di Papua. Kami sudah berkoordinasi menyiapkan
gudang (pangan) di sejumlah titik. Tempat paling ideal itu dekat bandara. Jika
ada bencana, langsung bisa disalurkan,” ujar Muhadjir. Di sisi lain, kunjungan
ini sekaligus untuk mencari solusi jangka panjang untuk penanganan yang tengah
dikoordinasikan dengan lintas kementerian, lembaga, dan pemda setempat. Rencananya,
pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pengembangan varietas lokal
yang lebih tahan iklim hingga penyuluhan soal teknologi tepat guna yang dibutuhkan
untuk pengolahan bahan pangan agar lebih awet. (Yoga)
Pemprov Aceh Cicil Tunggakan Iuran BPJS
Dua PSN Terkait Hilirisasi Nikel di Sultra Molor
Dua proyek hilirisasi nikel yang masuk dalam Proyek
Strategis Nasional (PSN) di Sultra molor dari target. Meski diinisiasi sejak
2022, dua proyek dengan investasi puluhan triliun ini masih dalam pengurusan dokumen
lingkungan. Investasi di wilayah ini dikhawatirkan tidak akan memenuhi target. Kadis
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sultra Parinringi mengatakan,
di Sultra saat ini ada sejumlah PSN, terutama hilirisasi nikel. Namun, ada dua
PSN tidak berjalan sesuai jadwal. ”Ada kawasan industriterpadu PT Nusantara
Industri Sejati (NIS) di Motui, Konawe Utara, dan PT Kendari Kawasan Industri Terpadu (KKIT) di Kendari.
Berdasarkan target, keduanya harusnya sudah jalan dan
konstruksi, tetapi sampai sekarang belum ada (fisik),” katanya, Jumat (10/11). Kedua
proyek hilirisasi nikel ini dimulai sejak 2022. Kawasan industri di Motui,
Konawe Utara, bahkan diresmikan Wapres Ma’ruf Amin. Kedua PSN ini diharapkan menyumbang
investasi hingga puluhan triliun rupiah. Dengan status PSN, seharusnya bisa
lebih cepat. Sebab, pelaksana mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk perizinan.
Kondisi ini dikhawatirkan berimbas pada investasi di Sultra. Pada 2023, Sultra
ditargetkan menggaet investasi Rp 21,7 triliun, naik dari Rp 18 triliun tahun
lalu. Hingga triwulan III-2023, investasi baru 60 % atau sekitar Rp 15 triliun.
(Yoga)
Hindari 3 Kesalahan Keuangan di Masa Produktif
Kebebasan finansial adalah momen kehidupan yang ingin diraih
oleh banyak pekerja. Selepas sekolah maupun kuliah, biasanya di usia 22 tahun
seseorang mulai bekerja untuk mendapatkan penghasilan hingga tiba masa purnabakti
yang di berbagai kantor dan lembaga bervariasi antara usia 55 tahun dan 60
tahun. Penelitian Columbia University Mailman School of Public Health tentang
kaitan penghasilan dan kesehatan otak, menemukan bahwa jumlah penghasilan yang
dikelola selama masa produktif akan berpengaruh terhadap percepatan hilang ingatan
di masa tua. Maka perlu diketahui apa saja kesalahan keuangan yang mungkin
dilakukan di masa produktif agar tidak berulang.
Pertama, tidak membuka diri untuk membuka keran penghasilan
lain. Pengelolaan keuangan di masa produktif memiliki beberapa dimensi. Jumlah
penghasilan tentu saja menjadi faktor penentu. Penerima upah rendah yang
berkelanjutan mengalami penurunan memori yang jauh lebih cepat di usia yang
lebih tua. Solusinya adalah fokus pada peningkatan kapasitas diri sepanjang
hidup, terutama di awal masa bekerja. Kedua, memiliki gaya hidup yang
berlebihan. Seseorang tidak akan memiliki masalah di masa produktifnya, tetapi
sangat berbahaya saat menjelang pensiun kelak. Solusinya adalah melakukan
pembagian alokasi penghasilan minimal untuk 3 hal, yaitu pos biaya hidup
(living), pos tabungan (saving), dan pos gaya hidup (playing).
Ketiga, berinvestasi tanpa ilmu. Fenomena ingin mem eroleh imbal
hasil investasi tinggi dalam waktu singkat semakin marak sejak munculnya opsi
berinvestasi di aset kripto. Bahkan, tidak sedikit pekerja usia produktif yang terjebak
dengan penawaran trading yang ternyata investasi bodong. Solusinya adalah
literasi sebelum inklusi. Ragam asset investasi yang ditawarkan oleh lembaga
jasa keuangan sebaiknya dipelajari dalam hal potensi keuntungan serta potensi
risiko yang menyertainya. (Yoga)









