Pemprov Aceh Cicil Tunggakan Iuran BPJS
Dua PSN Terkait Hilirisasi Nikel di Sultra Molor
Dua proyek hilirisasi nikel yang masuk dalam Proyek
Strategis Nasional (PSN) di Sultra molor dari target. Meski diinisiasi sejak
2022, dua proyek dengan investasi puluhan triliun ini masih dalam pengurusan dokumen
lingkungan. Investasi di wilayah ini dikhawatirkan tidak akan memenuhi target. Kadis
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sultra Parinringi mengatakan,
di Sultra saat ini ada sejumlah PSN, terutama hilirisasi nikel. Namun, ada dua
PSN tidak berjalan sesuai jadwal. ”Ada kawasan industriterpadu PT Nusantara
Industri Sejati (NIS) di Motui, Konawe Utara, dan PT Kendari Kawasan Industri Terpadu (KKIT) di Kendari.
Berdasarkan target, keduanya harusnya sudah jalan dan
konstruksi, tetapi sampai sekarang belum ada (fisik),” katanya, Jumat (10/11). Kedua
proyek hilirisasi nikel ini dimulai sejak 2022. Kawasan industri di Motui,
Konawe Utara, bahkan diresmikan Wapres Ma’ruf Amin. Kedua PSN ini diharapkan menyumbang
investasi hingga puluhan triliun rupiah. Dengan status PSN, seharusnya bisa
lebih cepat. Sebab, pelaksana mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk perizinan.
Kondisi ini dikhawatirkan berimbas pada investasi di Sultra. Pada 2023, Sultra
ditargetkan menggaet investasi Rp 21,7 triliun, naik dari Rp 18 triliun tahun
lalu. Hingga triwulan III-2023, investasi baru 60 % atau sekitar Rp 15 triliun.
(Yoga)
Hindari 3 Kesalahan Keuangan di Masa Produktif
Kebebasan finansial adalah momen kehidupan yang ingin diraih
oleh banyak pekerja. Selepas sekolah maupun kuliah, biasanya di usia 22 tahun
seseorang mulai bekerja untuk mendapatkan penghasilan hingga tiba masa purnabakti
yang di berbagai kantor dan lembaga bervariasi antara usia 55 tahun dan 60
tahun. Penelitian Columbia University Mailman School of Public Health tentang
kaitan penghasilan dan kesehatan otak, menemukan bahwa jumlah penghasilan yang
dikelola selama masa produktif akan berpengaruh terhadap percepatan hilang ingatan
di masa tua. Maka perlu diketahui apa saja kesalahan keuangan yang mungkin
dilakukan di masa produktif agar tidak berulang.
Pertama, tidak membuka diri untuk membuka keran penghasilan
lain. Pengelolaan keuangan di masa produktif memiliki beberapa dimensi. Jumlah
penghasilan tentu saja menjadi faktor penentu. Penerima upah rendah yang
berkelanjutan mengalami penurunan memori yang jauh lebih cepat di usia yang
lebih tua. Solusinya adalah fokus pada peningkatan kapasitas diri sepanjang
hidup, terutama di awal masa bekerja. Kedua, memiliki gaya hidup yang
berlebihan. Seseorang tidak akan memiliki masalah di masa produktifnya, tetapi
sangat berbahaya saat menjelang pensiun kelak. Solusinya adalah melakukan
pembagian alokasi penghasilan minimal untuk 3 hal, yaitu pos biaya hidup
(living), pos tabungan (saving), dan pos gaya hidup (playing).
Ketiga, berinvestasi tanpa ilmu. Fenomena ingin mem eroleh imbal
hasil investasi tinggi dalam waktu singkat semakin marak sejak munculnya opsi
berinvestasi di aset kripto. Bahkan, tidak sedikit pekerja usia produktif yang terjebak
dengan penawaran trading yang ternyata investasi bodong. Solusinya adalah
literasi sebelum inklusi. Ragam asset investasi yang ditawarkan oleh lembaga
jasa keuangan sebaiknya dipelajari dalam hal potensi keuntungan serta potensi
risiko yang menyertainya. (Yoga)
PLTS Cirata untuk Transisi Menuju Energi Hijau
Presiden Jokowi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
atau PLTS Terapung Cirata, Jabar, Kamis (9/11). PLTS yang menghasilkan listrik
192 megawatt peak itu diharapkan bisa mewujudkan mimpi Indonesia untuk
membangun energi baru dan terbarukan terbesar di Asia Tenggara. Presiden Jokowi
bertolak dari Monas, Jakpus, menggunakan helikopter menuju Purwakarta sekitar pukul
07.20. Tiba di kawasan PLTS Cirata, Presiden ditemani Menteri Negara Urusan
Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab Thani bin Ahmed Al Zeyoudi serta
pejabat pusat dan daerah lainnya. ”Mimpi besar kita untuk membangun energi baru
terbarukan dalam skala besar akhirnya bisa terlaksana. Kami berhasil membangun salah satu
pembangkit listrik terapung yang terbesar di Asia Tenggara dan nomor tiga di
dunia,” ujar Presiden saat memberikan sambutan pukul 09.00.
PLTS terapung di Waduk Cirata merupakan kolaborasi PLN dengan
perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Masdar. Berada di areal seluas 200
hektar, PLTS dengan 13 pulau modul ini berkapasitas 192 megawatt peak (MWp). Energi
yang dihasilkan mencapai 245 juta kilowatt jam (kWh) per tahun atau dapat
memasok listrik untuk 50.000 rumah tangga. Nilai investasi PLTS Cirata mencapai
145 juta USD. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi menyambut baik kerja sama antara
Indonesia dan Uni Emirat Arab dalam penyediaan energi hijau ini. Dia
mengatakan, PLTS Terapung Cirata menjadi batu loncatan untuk hubungan yang
lebih baik dan membantu Indonesia mewujudkan penggunaan energi hijau. (Yoga)
Reorganisasi yang Tak Kunjung Selesai
Walt Disney Co telah menjadi tempat reorganisasi
terus-menerus alias konstan selama beberapa tahun terakhir. Tantangan bisnis
baru, secara khusus pengaliran konten video, menjadi alasan mereka. Mereka
ingin menemukan bentuk organisasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar bisnis
konten ini. Perombakan terbaru terjadi pada Senin pekan ini ketika Disney
merekrut vice chairman dan chief financial officer (CFO) dari PepsiCo, yaitu
Hugh Johnston, untuk menggantikan CFO lama Christine McCarthy, yang
mengundurkan diri pada akhir Juni lalu. Christine sempat digantikan sementara
oleh Kevin Lansberry, CFO Disney Park. Langkah ini akan terus terjadi seiring
upaya Disney dan perusahaan hiburan lainnya untuk mendapatkan struktur
organisasi yang tepat dalam mengatasi perubahan industri yang disebabkan
meningkatnya bisnis pengaliran konten video. Februari lalu, Disney mengumumkan
rincian restrukturisasi strategisnya yang akan memfokuskan kembali organisasi
pada kreativitas, memberdayakan para pemimpin kreatif, dan memastikan mereka
bertanggung jawab atas semua aspek bisnis secara global.
Mereka ingin menempatkan bisnis pengaliran konten pada jalur
menuju pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan. Perusahaan ini
kemudian memecah menjadi tiga segmen bisnis inti yang dalam pernyataannya
diharapkan menjadi lebih kolaboratif, yaitu Disney Entertainment, ESPN, dan Disney
Parks Experiences and Products. Para pemimpin di setiap segmen bisnis tersebut
akan memiliki kendali penuh atas operasi dan tanggung jawab keuangan untuk pengembangan kreativitas, pemasaran,
teknologi, penjualan, dan distribusi. Mereka juga bertanggung jawab mendorong
efisiensi bisnis secara global. Dengan maraknya platform seperti Netflix, Hulu
(sebagian sahamnya juga dimiliki Disney), dan Amazon Prime Video, konsumen kanal
pengaliran konten kini memiliki beragam pilihan dalam memilih tontonan. Lonjakan
popularitas ini juga menyebabkan meningkatnya persaingan antar layanan pengaliran
konten video. Dari sejumlah perkiraan, bisnis pengaliran konten pada tahun ini
bernilai 117 miliar USD dan akan naik menjadi 127 miliar USD pada tahun 2029. (Yoga)
Pertanian Lahan Pasir
Pemimpin Daerah Diminta Konsisten
Negara Rugi Rp 4,9 Miliar akibat Korupsi di Mentawai
Polda Sumbar mengungkap kasus dugaan korupsi pembangunan
jalan dan jembatan di Dinas PUPR Kepulauan Mentawai tahun anggaran 2020. Kasus yang
melibatkan mantan kadis dan dua pegawai dinas ini merugikan negara Rp 4,9 miliar.
Ketiga tersangka itu adalah Elfi, pengguna anggaran sekaligus Kadis PUPR
Mentawai saat itu; Febrinaldi, pejabat pembuat komitmen; dan Metri Doni,
pejabat pelaksana teknis kegiatan. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi
Sulistyawan dalam konferensi pers, di Padang, Sumbar, Kamis (9/11) mengatakan,
ketiga tersangka terlibat dugaan korupsi kegiatan swakelola pekerjaan pemeliharaan
jalan dan jembatan serta pekerjaan pembangunan jalan nonstatus di Desa
Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara.
Dwi menjelaskan, para tersangka mencairkan uang Rp 10,07
miliar untuk kegiatan-kegiatan pemeliharaan dan pembangunan tersebut. Namun, tidak
semuanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan. Berdasarkan penghitungan dari BPK,
terdapat kerugian keuangan negara dari kegiatan tersebut sebesar Rp 4.947.746.500.
Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain surat
perintah kerja, dokumen pemeriksaan anggaran, surat keputusan jabatan, dokumen
pengajuan dan pencairan anggaran, dokumen pertanggungjawaban anggaran, dan foto
dokumentasi kegiatan. Barang bukti lainnya berupa peralatan sound system
wallet, sepeda motor Yamaha Vega, surat jual beli tanah, tanah seluas 12 hektar
di Sipora, dan tanah seluas 5 hektar di Sikakap. (Yoga)
Lampung Ekspor 4.180 Ton Nanas ke China
Adu "Balap” Produksi dan Impor Beras di Tahun Politik
Adu balap produksi dan impor beras bakal mewarnai tahun politik
2024. Tahun depan, Kementan menargetkan produksi beras nasional sebanyak 35
juta ton. Di tahun yang sama, pemerintah juga mengalokasikan impor beras
sebanyak 2 juta ton Pada tahun ini, produksi beras nasional diperkirakan
berkurang 650.000 ton menjadi 30,9 juta ton akibat dampak La Nina dan El Nino.
Di tahun yang sama, pemerintah telah menambah alokasi impor beras dari 2 juta ton
menjadi 3,5 juta ton. Target produksi beras 35 juta ton dikemukakan Mentan Andi
Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR di Jakarta, Rabu (8/11). Target
tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun lalu sebanyak 31 juta ton. Untuk
mengejar target itu, Kementan menggulirkan sejumlah upaya, mulai dari percepatan
tanam yang dimulai tahun ini, pemberian insentif bagi petani yang melaksanakan program
percepatan tanam, hingga merealokasi dan meminta tambahan anggaran.
Menurut Amran, Kementan telah menggulirkan gerakan nasional
percepatan tanam padi di 10 provinsi seluas 569.374 hektar (ha). Per 4 November
2023, realisasi luas tanam mencapai 430.235 ha. Produksi gabah kering giling
diperkirakan sebanyak 3 juta ton atau setara 1,5 juta ton beras. Kementan juga
akan memberikan insentif berupa bantuan benih padi dan pupuk bagi petani yang
melakukan percepatan tanam pada November dan Desember 2023. Hal itu tentu saja
dengan mempertimbangkan ketersediaan air dan juga hujan yang mulai terjadi sejak
akhir Oktober 2023. Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pemerintah telah menugasi
Bulog mengimpor beras 2 juta ton pada 2024. Impor beras itu baru berupa penugasan,
jadi tidak serta-merta akan dilakukan Bulog. ”Kalau tahun depan ada produksi
gabah atau beras dari dalam negeri, kami akan serap sehingga tidak perlu impor
sebanyak itu. Namun, kami butuh jaminan atau kepastian produksi (gabah atau
beras) di dalam negeri,” kata Budi. (Yoga)









