MUSIM LIBURAN AKHIR TAHUN : PERHOTELAN MEMACU MOMEN PEMULIHAN
Kalangan perhotelan bersiap menyambut musim puncak pada masa liburan akhir tahun yang diyakini dapat mendongkrak kembali tingkat penghunian kamar (TPK) pada level tertingginya. Musim liburan tersebut pun menjadi momentum untuk memacu masa pemulihan sepenuhnya industri hospitality pascapandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan bahwa tingkat okupansi hotel pada momentum liburan akhir tahun diproyeksikan memang bakal mengalami peningkatan. Berkaca pada momen liburan tahun sebelumnya, puncak peningkatan reservasi hotel biasanya terjadi pada pekan ketiga Desember. Namun, proyeksi tersebut juga masih bergantung dengan destinasi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Beberapa di antaranya termasuk daerah wisata seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, serta daerah Banten. Sementara itu, General Manager Umana Bal by LXR Hotels & Resorts Serpil Guney menyebutkan, biasanya vila menjadi pilihan akomodasi pada akhir tahun karena bisa memberikan tingkat kenyamanan, privasi, hingga eksklusivitas yang lebih bagi pasangan atau keluarga. Pelanggan juga banyak mencari latar belakang akomodasi yang eksotik, ukuran kamar yang besar, serta desain unik dan fasilitas lengkap. Pihaknya pun akan menjadikan Desember sebagai momentum memperkenalkan banyak fasilitas baru, mulai dari yang bersifat kelokalan hingga pengalaman luxurious. Sementara itu, Manager of Public Relations Hotel Tentrem Yogyakarta Adventa Pramushanti menyebut, saat ini segmentasi penginap makin ramai didominasi dari kalangan keluarga. Namun kalangan pebisnis hingga karyawan masih banyak menginap saat hari biasa (weekdays). Sementara itu, pengamat pariwisata Chusmeru mengatakan, jelang akhir tahun memang biasa terjadi peningkatan okupansi hotel secara fluktuatif di setiap provinsi. Tingkat hunian tertinggi ada di Bali, Kalimantan Timur, dan Yogyakarta. Menurutnya, permintaan okupansi hotel yang tinggi dari Bali dan Yogyakarta karena ada banyak pilihan kelas hotel dengan beragam harga. Sedangkan, Kalimantan Timur tinggi karena dimulainya aktivitas pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN). Dosen dari Universitas Jenderal Soedirman itu juga memprediksi pemesanan kamar hotel diprediksi akan meningkat menjelang akhir tahun beriringan dengan momen prapesta demokrasi, selain bebarengan dengan momen libur pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, peningkatan pemesanan kamar hotel akan banyak terjadi di daerah karena adanya kampanye.
Booming Investasi Startup Berakhir
Januari 2024, Suku Bunga Pinjol Turun
Laba Turun, Mandiri Coal Bagikan Dividen Interim Jumbo
Poltracking: Ada Tiga Skenario Berpotensi Bergulir di Pilpres
Pemerintah Jajaki Cabut Status KEK yang Sulit Capai Target
The Fed Tidak Yakin Sudah Mengatasi Inflasi
Asuransi Kredit Bakal Diterpa Gagal Bayar
Melandai Permodalan Industri Domestik
Suka Duka Usaha Desa
Setelah tamat SMA, Nina Safitri bekerja di pabrik tapioka. Dua
tahun kemudian ia pindah ke pabrik pupuk organik, lalu berhenti karena menikah.
Terbiasa bekerja, Nina akhirnya memutuskan aktif dalam kelompok perempuan, melalui
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Program ini
bertujuan mengatasi kemiskinan di desa-desa dan memperluas lapangan kerja di
bawah naungan Kemendagri. Pada 2014 PNPM dibubarkan. Pemerintah Indonesia
membentuk Kemendes, PDTT untuk menangani masalah di perdesaan. ”Kami seperti
anak ayam kehilangan induk,” kata Nina, mengenang masa transisi itu. Ia lega
ketika Permendes PDTTi No 15/2021 menetapkan transformasi eks PNPM menjadi
badan usaha milik desa bersama atau disingkat bumdesma.
Nina kini Direktur Bumdesma Barokah Jaya di Kecamatan Baron,
Nganjuk, Jatim. Pada 2021, Bumdesma Barokah Jaya memperoleh bantuan modal dari
Kemendes PDTT untuk program peternakan terpadu.Ada hewan ternak, ada kebun.
Kotoran ternak diproduksi menjadi biogas dan kompos. Lingkungan akan terbebas
dari limbah. Lokasi peternakan diputuskan melalui musyawarah dengan 11 kepala
desa di Kecamatan Baron: di Agrowisata Onokabe, Dusun Kuniran, Desa Jekek. Luas
Onokabe empat hektar berada di tanah milik desa, yang disebut tanah bengkok.
Sebelas desa di Kecamatan Baron diminta pihak kementerian menyertakan modal
masing-masing Rp 100 juta dari dana desa untuk bumdesma. Program peternakan
diharapkan berjalan lancar dan desa-desa memperoleh manfaat. Tujuan
strategisnya adalah ketahanan pangan.
Usaha Bumdesma Barokah Jaya ada tiga, yaitu simpan pinjam,
yang praktiknya hanya meminjamkan, peternakan terpadu, dan kredit barang. Pengembalian
dana pinjaman tak memberatkan peminjam. Pemerintah memberi masyarakat modal tanpa
jaminan agar selamat dari jeratan bank kecil ataupun tengkulak. Ini tujuan
utama bantuan. Hal itu memengaruhi cara menagih, menurut Nina. ”Kalau menagih
pinjaman, tidak boleh kasar.” Bunga pinjaman dipatok 1,5 %. Bumdesma mengambil
1,2 %, sedangkan 0,3 % dikelola dan dikembalikan manfaatnya kepada kelompok
penerima pinjaman. Tantangan Bumdesma Barokah Jaya saat ini adalah membuka
lapangan kerja untuk warga. Meski UMKM cukup populer, penjualan terbanyak
didapat saat pameran produk saja. Sementara warga desa membutuhkan pekerjaan
yang hasilnya bisa didapat setiap hari. (Yoga)









