;

Saham Tiga Pendatang Baru Kompak Naik

Yoga 09 Nov 2023 Kompas
Pada hari perdana, ketiga pendatang baru menikmati kenaikan harga saham-saham mereka. Pendatang baru yang dimaksud meliputi PT Kian Santang Muliatama Tbk, PT Mastersystem Infotama Tbk, dan PT Ikapharmindo Putramas Tbk. Saham ketiga emiten itu kompak menguat pada pencatatan Rabu (8/11/2023). Dengan tambahan tiga perusahaan itu, kini total jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 901 emiten. Hingga akhir tahun ini, setidaknya 26 perusahaan bersiap menyusul. (Yoga)

Biaya Tersembunyi di Luar Label Harga Pangan Kita

Yoga 09 Nov 2023 Kompas

Sistem pertanian pangan, termasuk perkebunan, bak dua sisi mata uang. Di satu sisi menghasilkan manfaat bagi masyarakat melalui pangan, budaya, dan pekerjaan. Di sisi lain berkontribusi terhadap perubahan iklim serta mendegradasi sumber daya alam dan kesehatan. Sebab, sistem pangan itu tidak menerapkan praktik pertanian yang baik dan berkelanjutan. Sisi negatif sistem pertanian itu menimbulkan biaya tersembunyi di luar label harga pangan atau tidak diperhitungkan dalam harga pangan. Pada 2020, biaya tersembunyi di balik sistem pertanian pangan dan di luar label harga pangan global sebesar 12,75 triliun USD atau 10 % dari produk domestik bruto (PDB) dunia.

Biaya tersembunyi terbesar berasal dari biaya kesehatan, terutama akibat pola makan yang tidak sehat, senilai 9,31 triliun USD, disusul biaya lingkungan dan sosial masing-masing 2,87 triliun USD dan 570,94 juta USD. Hal itu mengemuka dalam laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bertajuk ”The State of Food and Agriculture (SOFA) 2023” yang dirilis Senin (6/11) di Roma, Italia, waktu setempat. Laporan tersebut mengungkap tentang biaya tersembunyi, yaitu segala biaya yang ditanggung individu atau masyarakat yang tidak tecermin dalam harga pasar sebuah produk atau layanan yang muncul dari sistem pertanian pangan yang tidak berkelanjutan di 154 negara. Biaya tersebut mengacu pada biaya eksternal atau ekonomi atas kerugian yang muncul baik karena kegagalan sistem, pasar, institusi, maupun kebijakan. FAO menjabarkan, biaya tersembunyi akibat kerugian lingkungan terbesar berasal dari emisi nitrogen yang menyebabkan pencemaran tanah dan udara serta gas rumah kaca yang memengaruhi perubahan iklim. Faktor lainnya berasal dari alih fungi lahan dan sumber air. (Yoga)

Seimbangkan Bisnis, Insentif Pun Dikurangi

Yoga 09 Nov 2023 Kompas

Para pelaku usaha e-dagang, pesan-antar makanan, dan transportasi berbasis aplikasi di Asia Tenggara masih mengurangi jumlah insentif dan promosi yang ditawarkan kepada konsumen. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dan profitabilitas yang ingin diraih. Laporan ”E-Conomy SEA 2023” yang dirilis Google, Bain & Company, dan Temasek baru-baru ini menyebutkan, dari sisi lokapasar, pendapatan para pemainnya terakselerasi melalui tingginya biaya komisi transaksi yang  dibebankan kepada konsumen ataupun mitra penjual, biaya pasang iklan kepada mitra penjual, dan biaya logistik. Pungutan biaya komisi transaksi, secara khusus, berdampak 28 % terhadap pendapatan. Laporan itu juga menyebutkan, tarif komisi yang sekarang berlaku di Asia Tenggara sudah mendekati standar tertinggi di China. Kenaikan tarif komisi transaksi yang dibebankan ke konsumen ataupun mitra penjual berkisar 30-40 %.

Para pelaku ekonomi digital, seperti e-dagang lokapasar, juga menjual layanan tambahan. Misalnya, asuransi atas belanja barang tertentu. Cara ini sekarang semakin umum terlihat. Tujuannya adalah meningkatkan pendapatan per pesanan yang akhirnya berdampak terhadap pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan. Untuk Indonesia, laporan ”E-Conomy SEA 2023” menyebutkan, pengurangan insentif dan promosi yang dilakukan oleh perusahaan e-dagang, pesan-antar makanan, dan transportasi berbasis aplikasi akan membuat pertumbuhan jumlah konsumen di perusahaan-perusahaan sektor  tersebut jadi melambat. Konsumen mereka yang sensitif terhadap harga akan mencari pilihan alternatif. Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf dalam konferensi pers paparan laporan ”E-Conomy SEA 2023”, Selasa (7/11) di Jakarta, mengatakan, hal terpenting yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha e-dagang, khususnya, adalah menjaga loyalitas konsumen bernilai tinggi (high value user) atau konsumen yang biasa mengadopsi layanan digital. Mereka mau belanja lebih banyak. Konsumen seperti ini kurang sensitif terhadap harga. Mereka mengutamakan kenyamanan dibanding harga. (Yoga)

Nestapa Lumbung Ikan Jangan Terlupakan

Yoga 09 Nov 2023 Kompas

Perairan Maluku surga bagi pemburu ikan, 37 % sumber daya ikan nasional ada di sana. Namun, kemiskinan yang menjerat ribuan rumah tangga nelayan di sekitarnya menggambarkan nestapa kehidupan warga di lumbung ikan yang terlupa. Puluhan kapal besi teronggok di Pulau Maikor, Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (22/9). Bodi kapal-kapal itu berkarat. Tidak ada anak buah kapal yang beraktivitas di sana. Gedung di dekat dermaga yang pernah dioperasikan PT Pusaka Benjina Resources (PBR) juga terbengkalai. Dulu, Benjina menjadi jantung perekonomian Kepulauan Aru. Industri perikanan di sana menyerap lebih dari 1.000 pekerja. Akan tetapi, terungkapnya kasus perbudakan ratusan nelayan asing oleh perusahaan perikanan pada 2015 telah mengubah keadaan di Benjina. Perusahaan itu ditutup. Aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan industri perikanan pun lumpuh.

Hingga 2015, PT PBR mengoperasikan 80 kapal pukat harimau (trawl) eks asing. Perusahaan itu mempekerjakan 300 orang Indonesia dan 1.800 warga asing, 90 persen di antaranya dari Thailand. ”Sebelum perusahaan ditutup, suasana Benjina ramai karena banyak orang yang bekerja di sini. Namun, sekarang keadaannya berbeda,” ujar Mat Sarif (49), warga Benjina. Setelah PT PBR ditutup, banyak pekerja meninggalkan Benjina. Pekerja dari pulau itu beralih menjadi pekerja kapal transportasi, bercocok tanam, dan nelayan. ”Setelah perusahaan ditutup, warga mencari penghidupan masing-masing. Padahal, potensi ikan di sini melimpah. Industri dibutuhkan untuk mengelolanya. Namun, tentu dengan cara-cara yang baik,” katanya. (Yoga)

TARGET KUNJUNGAN WISATAWAN ASING TERLAMPAUI

Yoga 09 Nov 2023 Kompas

Kunjungan wisatawan asing ke Indonesia terus bertumbuh. Pada September 2023, jumlah turis asing yang dating mencapai 1,07 juta kunjungan atau tumbuh 52,76 % dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2022. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan bulan sebelumnya (Agustus 2023), terjadi penurunan sebanyak 5,51 %. Meski sedikit turun, jumlah kunjungan turis asing ini masih terjaga di angka satu juta orang per bulan. Sejak Juni 2023, jumlah kunjungan turis asing ajek di angka satu juta per bulan. Dengan tren ini, sepanjang tahun ini (Januari-September) total turis asing sudah mencapai 8,51 juta orang. Jumlah tersebut melebihi total turis asing tahun 2022 yang hanya mencapai 5,89 juta orang. Bahkan, jumlah tersebut sudah melampaui target turis asing yang ditetapkan sebanyak 7,4 juta orang untuk tahun 2023.

Jika jumlah kedatangan turis asing tetap konstan minimal 1 juta orang per bulan, hingga akhir tahun secara kumulatif bisa mencapai 12 juta orang. Total kumulatif berpeluang mencapai lebih dari 12 juta mengingat terdapat sejumlah event internasional yang digelar di Indonesia sepanjang Oktober hingga Desember 2023. Beberapa di antaranya ialah penyelenggaraan MotoGP di Mandalika Lombok (Oktober) dan Piala Dunia FIFA U-17 (November-Desember). Juga ada sejumlah gelaran sport tourism di bulan November, seperti IFG Labuan Bajo Marathon dan Borobudur Marathon. Pertumbuhan yang tinggi ini menggambarkan pemulihan ekonomi pascapandemi yang sesuai rencana, bahkan di luar perkiraan. Masyarakat dunia dahaga bepergian setelah pergerakannya dibatasi karena pandemi. Kesejahteraan pun mungkin bagi sebagian orang mengalami peningkatan sehingga ada dana yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan tersier. (Yoga)

Menjala Bonus Akhir Tahun dari Emiten

Hairul Rizal 09 Nov 2023 Kontan
Menjelang tutup tahun, emiten yang memberi bonus akhir tahun berupa dividen interim masih semarak. Per Rabu (8/11),, paling tidak 10 emiten yang akan membagikan dividen interim. Teranyar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) siap menebar dividen interim sebesar Rp 1,63 triliun. Setiap pemegang saham CPIN memperoleh Rp 100 setiap saham. Manajemen CPIN menjelaskan pembagian dividen ini merupakan keputusan sirkular direksi CPIN pada 3 November 2023 dan keputusan sirkular dewan komisaris pada 6 November 2023. Mayoritas para emiten pembagi dividen interim menawarkan dividend yield di bawah 2%. Saat ini, dividend yield terendah diberikan oleh PT Trisula International Tbk (TRIS). Kendati begitu, Direktur Utama Trisula International, Widjaya Djohan menyampaikan pembagian dividen ini mengacu pada pencapaian kinerja Grup Trisula per kuartal III-2023. Di sisi lain, dividend yield tertinggi diberikan oleh  PT Trans Power Marine Tbk (TPMA). Dengan harga penutupan Rabu (8/11) di Rp 30 per saham, dividend yield TPMA mencapai 4,44%. Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mencermati, mayoritas emiten yang membagikan dividen berasal dari golongan small cap hingga mid cap. Ini akan mempengaruhi risiko investor. Equity Analyst Phintraco Sekuritas, Rio Febrian menyarankan bagi investor  orientasi jangka panjang, membeli atau menambah porsi saham saat ini bisa menjadi pilihan.

Segmen Konsumer Sokong BBCA

Hairul Rizal 09 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih akan tumbuh disokong target penyaluran kredit yang bisa tumbuh di atas 10% hingga akhir tahun ini. BBCA gencar menyalurkan pinjaman untuk segmen konsumer melalui beberapa pameran dagang atau ekspo. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas, Agus Pramono mengatakan, kinerja BBCA sejalan dengan perkiraannya.  Laba bersih mencapai Rp 36,4 triliun dalam sembilan bulan pertama 2023 atau tumbuh 25,8% year on year (yoy). Angka tersebut menunjukkan keberhasilan strategi BBCA untuk fokus pada konsumen UKM dan perbankan, sehingga mengantarkan pertumbuhan pinjaman sebesar 12,3% yoy menjadi Rp 765,90 triliun per kuartal ketiga 2023.  Pendapatan bunga BBCA tumbuh 2,1% secara kuartalan dan naik 19,8% yoy menjadi Rp 22,1 triliun dari awal tahun hingga September 2023. Menurut Agus, pinjaman ke segmen konsumer dengan imbal hasil yang lebih rendah melalui BCA Expo dan BCA Fest di semester I-2023 berpengaruh pada pendapatan bunga. Dari sisi risiko, Agus bilang, ancaman keamanan terhadap data perbankan menyebabkan BBCA mengeluarkan tambahan Rp 300 miliar untuk sistem keamanan data. Hasilnya, cost to income ratio (CIR) meningkat menjadi 36,1% pada kuartal ketiga 2023 dari 31,2% pada kuartal kedua. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Arandi Pradana memproyeksikan, BBCA bisa mencetak pertumbuhan pinjaman sebesar 13,8% yoy di 2023. Tahun depan, pertumbuhan pinjaman BBCA diprediksi naik 11% yoy.Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, dampak kenaikan suku bunga BI  belum bisa memberikan dampak kenaikan NIM di tahun ini. Namun, momentum Natal dan tahun baru dapat mendukung konsumsi domestik di akhir tahun. Ditambah lagi, adanya potensi permintaan kredit yang lebih tinggi menjelang tahun Pemilu.

ANJT Minimalisir Dampak El Nino

Hairul Rizal 09 Nov 2023 Kontan
Emiten perkebunan sawit, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyiapkan beberapa strategi untuk tetap meningkatkan produktivitas di tengah turunnya harga sawit. Direktur Keuangan ANJT, Nopri Pitoy mengatakan, selain turunnya harga sawit dan produk turunannya, kinerja perusahaan juga terdampak kemarau panjang atau El Nino yang masih berlangsung sampai sekarang.  Tentu bukan hal mudah bagi Austindo Nusantara dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Namun demikian, sejumlah  langkah antisipasi telah dilakukan ANJT guna meminimalisir dampak kemarau panjang. "Antara lain dengan melakukan peremajaan atau replanting, sehingga kami memiliki tanaman dengan varietas yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, penyediaan waduk hingga program pupuk organik (kompos) serta pengendalian hama," jelas Nopri saat dihubungi KONTAN, Selasa (7/11). Selain pendapatan dari sawit, ANJT juga punya beberapa lini bisnis lainnya. Antara lain bisnis edamame dan sagu. Jika melansir dari laporan keuangan, penjualan edamame perseroan di kuartal III-2023 berada di angka US$ 1,39 juta, naik 16% jika dibandingkan dengan penjualan edamame kuartal III tahun lalu yang senilai US$ 1,19 juta. Di akhir tahun, ANJT juga akan mencoba peruntungan dengan menjajal ekspansi pasar ekspor edamame ke wilayah Asia Pasifik, baik secara independen maupun dengan memanfaatkan jaringan pasar dari mitra strategis, yakni AJI HK Limited yang merupakan salah satu anak perusahaan Asia Foods Group. Kendati lini bisnis edamame bertumbuh, total pendapatan ANJT hingga kuartal III 2023 mengalami penurunan. Merujuk laporan keuangan perseroan hingga akhir September 2023, ANJT mencatatkan pendapatan di angka US$ 176,66 juta. Pendapatan ini menurun 12,5% jika dibandingkan dengan pendapatan pada akhir September tahun 2022 lalu yang berada di angka US$ 201,87 juta. Penurunan harga terjadi mulai dari tandan buah segar (TBS) hingga produk turunannya, seperti minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), palm kernel (PK) atau inti sawit, dan minyak inti kelapa sawit atau palm kernel oil (PKO).

PEREDA SENGATAN THE FED

Hairul Rizal 09 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Bank Indonesia (BI) terus bermanuver untuk meningkatkan ketahanan perekonomian nasional yang sangat sensitif terhadap dinamika perekonomian global. Jika dicermati, penekan utama dari pasar keuangan domestik tak lain adalah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed), yang sejak tahun lalu agresif lantaran inflasi yang menjulang. Kenaikan suku bunga acuan di Negeri Paman Sam sontak menciptakan gejolak di pasar, yang ditandai dengan berpindahnya modal asing dari negara berkembang termasuk Indonesia. Rupiah lantas goyah, dan membuat BI yang bertugas menjaga stabilitas melalui operasi moneter, keteteran untuk menciptakan stabilitas. Aneka siasat pun ditempuh mulai dari implementasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di dalam negeri, hingga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Pergerakan rupiah selama ini memiliki ketergantungan tinggi pada kebijakan The Fed. Terbukti, setelah The Fed mempertahankan suku bunga dan menyampaikan arah kebijakan dengan nada lebih dovish, dana asing kembali masuk ke Indonesia dan rupiah menguat. Per 6 November 2023, net buy asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) secara year-to-date (YtD) mencapai Rp55,21 triliun, sementara net sell asing senilai Rp37,79 triliun. Apalagi, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Donny Hutabarat, mengatakan tingkat imbal hasil SVBI dan SUVBI lebih kompetitif dibandingkan dengan Secured Overnight Financing Rate (SOFR) The Fed. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto, menambahkan penerbitan SVBI dan SUVBI sebagai upaya untuk mendorong pendalaman pasar keuangan dan menghadirkan instrumen jangka pendek yang menarik bagi investor. Bank sentral mengklaim telah mendapatkan respons positif dari investor, baik domestik maupun asing saat melakukan komunikasi perihal dua instrumen anyar tersebut. Menurut penjajakan yang dilakukan BI, investor berharap penerbitan dua instrumen baru yang akan mulai diluncurkan akhir bulan ini bernilai minimal US$100 juta. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi, optimistis efektivitas dari instrumen itu akan ciamik. "Selain itu, pajak yang dikenakan juga lebih rendah dibandingkan deposito, sehingga pemerintah mempunyai kapasitas lebih dalam menjaga rupiah." katanya kepada Bisnis. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky, menambahkan dari sisi penerbitan dan mekanisme instrumen, SVBI dan SUVBI relatif sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelaku pasar.

Menakar Gelagat Window Dressing

Hairul Rizal 09 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Memasuki akhir tahun, kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG masih kurang bertenaga akibat tertekan oleh sentimen ekonomi global. Padahal, pelaku pasar saham tentu saja mengharapkan fenomena window dressing terjadi di pengujung tahun ini setelah absen pada 2022. Indeks komposit sejatinya bergerak rebound dengan pertumbuhan positif sepanjang 6 hari perdagangan di awal November, setelah tersungkur 2,70% selama Oktober. Keputusan The Fed menahan suku bunga telah menjadi katalis yang mengungkit pasar saham global, terutama bursa di negara berkembang seperti Indonesia. Kami meyakini peluang terjadinya window dressing di akhir tahun ini tetap terbuka lebar. Manajer investasi yang selama ini menjadi pemain utama yang mendorong window dressing sepertinya bakal memburu beberapa sektor saham andalan yakni konsumer dan perbankan. Sejumlah saham emiten konsumer dan perbankan bakal menikmati dampak dari keriuhan Pemilu 2024 melalui belanja kampanye yang sudah dimulai sejak akhir tahun ini. Secara historis, momentum pemilu turut memengaruhi pasar saham karena tingginya pengeluaran konsumsi dan penyaluran kredit bank. Beberapa saham konsumer dan perbankan kini tergolong undervalued dan terdiskon cukup banyak dalam beberapa waktu terakhir. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), misalnya, sangat mungkin menguji level di atas 9.000 karena ditopang pertumbuhan kinerja yang konsisten. Begitu juga dengan saham emiten konsumer seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang relatif sudah undervalued. Selain kedua sektor saham itu, investor juga tetap harus mencermati potensi kenaikan harga saham berkapitalisasi besar di sektor properti dan telekomunikasi. Otoritas bursa mencatat ada 29 calon emiten yang siap mencatatkan sahamnya dalam waktu dekat. Dari 29 perusahaan itu, 12 di antaranya merupakan pendatang baru dengan aset berskala jumbo atau di atas Rp250 miliar. Sampai dengan Rabu (8/11), Bursa Efek Indonesia telah kedatangan 77 emiten baru. PT Ikapharmindo Putramas Tbk. (IKPM), PT Mastersystem Infotama Tbk. (MSTI), dan PT Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS) menjadi yang teranyar. Ketiganya kompak mencatatkan sahamnya kemarin. MSTI melepas 470,82 juta saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah proses IPO dengan harga penawaran Rp1.355 per saham.

Pilihan Editor