;

Pertumbuhan Laba Perbankan Melambat

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Industri perbankan terus mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melambat hingga posisi Agustus 2023. Laba bersih yang dikantongi perbankan tembus Rp 160,7 triliun, tumbuh 19,21% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 134,8 triliun. Dari data yang dihimpun Investor Daily, jika dibandingkan bulan sebelumnya, laba bersih per Juli 2023 tumbuh 20,42% secara year on year (yoy). Ini menunjukkan adanya perlambatan dari sisi profitabilitas  perbankan. Bahkan, pada Juni 2023 perbankan mencatatkan pertumbuhan cuan 23,42% (yoy). Lebih jauh lagi apabila  dibandingkan posisi Maret 2023, pertumbuhan laba bersih mencapai 33,68% (yoy). Perlambatan ini diprediksi terus terjadi hingga akhir tahun. Ini lantaran basis kinerja pada 2021 yang rendah akibat dampak Covid-19, sehingga terlihat pertumbuhan tinggi pada realisasi kinerja perbankan 2022. Dengan basis 2022 yang tinggi, sulit untuk bisa mencetak pertumbuhan setinggi itu dalam kondisi yang menantang saat ini. (Yetede)

Pasar Modal Indonesia Ukir Sejarah, Jumlah Emiten Tembus 900

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pasar Modal Indonesia mengukir sejarah baru dengan jumlah perusahaan  tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus 900 emiten, setelah PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS), PT Mastersystem Indonesia Tbk (MSTI), dan PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) resmi melantai di bursa pada 8 November 2023. Jumlah ini diyakini terus bertambah sampai akhir tahun, menyusul masih ada 27 calon emiten yang telah masuk pipeline pencatatan saham perdana di BEI. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan, total perusahaan tersebut menjadi sejarah baru sekaligus membawa BEI masuk lima besar global dari segi perusahaan tercatat, dan ketujuh global dari segi fundraising yakni Rp54 triliun. "Ini menunjukkan pasar modal kita  dapat diandalkan dan dipercaya  sebagai sumber modal alternatif untuk bertumbuh besar," kata Iman di BEI, Jakarta, Rabu (8/11/2023). (Yetede)

Hidrogen Berpotensi Jadi Energi Andalan Otomotif

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Indonesia memiliki kapasitas pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang begitu besar, salah satunya hidrogen hijau. Hidrogen hijau menjadi potensi baru  sumber energi bersih yang bisa menjadi andalan  industri transportasi yang mengusung target reduksi emisi. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menjelaskan, Hidrogen hijau menjadi potensi baru sumber energi bersih yang hanya mengeluarkan uap air dan tidak meninggalka residu di udara atau menambah emisi  karbon gas rumah kaca. Hal ini sangat mendukung pencapaian target dekarbonasi. Dia mengatakan, pemanfaatan multi  teknologi dari berbagai sumber energi yang berfokus pada reduksi emisi, menjadi suatu keniscayaan untuk mengejar target Net Zero Emission (NZE) demi masa depan  hijau bagi seluruh generasi. "Sebagai bagian dari solusi transportasi masyarakat Indonesia, publik advokasi melalui aktivitas seminar nasional ini akan memaparkan tantangan sosial-ekonomi dan transformasi digital dalam pengembangan energi alternatif disektor transportasi menuju NZE 2060 di Indonesia yang memfokuskan pada teknologi hidrogen," ujar Nandi. (Yetede)

Taipan Menjaring Cuan Jumbo dari Perbankan

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan (H)
Sinyal kenaikan suku bunga tidak berlanjut cukup kuat. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (Fed)  pada bulan ini kembali mempertahankan suku bunga. Bank Indonesia juga diprediksikan ikut menahan suku bunga, setelah mengerek naik suku bunga ke 6%. Suku bunga yang stabil, kendati masih tinggi, akan berdampak positif bagi kinerja bank. Ini akan menguntungkan investor pemegang saham emiten bank, termasuk para konglomerat pemilik bank. Berdasarkan catatan KONTAN, dari 12 bank milik konglomerat yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), 11 di antaranya telah merilis laporan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir 30 September 2023. Dari jumlah tersebut, sembilan bank di antaranya sukses mencetak kenaikan laba dua digit. Pertumbuhan laba Bank Ina sejalan dengan laju sahamnya. Pada penutupan pasar saham Selasa (7/11), saham BINA sudah bertengger di posisi Rp 4.150 per saham, naik 4,01% sejak awal tahun. Melesatnya harga saham BINA, tentu saja, bakal mengerek nilai kepemilikan Salim di bank ini. Anthony Salim menjadi pemegang saham pengendali Bank Ina melalui PT Indolife Pensiontama dengan jumlah kepemilikan 1,4 miliar saham, setara 22,83%. Grup Salim juga mengempit saham Bank Ina lewat PT Samudera Biru dan PT Gaya Hidup Masa Kini, dengan porsi masing-masing 18,16% dan 11,84%. Salim juga menguasai saham BINA lewat fund DBS Bank, sebesar 9,67%. Dus, total kepemilikan grup Salim di Bank Ina mencapai 62,50%. Konglomerat lain yang mengalap cuan dari pertumbuhan kinerja bank adalah Hartono bersaudara, yakni Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Duo Hartono ini menjadi pemegang saham pengendali di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui entitas PT Dwimuria Investama Andaln dengan porsi 54,92%. Di bawah Hartono bersaudara, konglomerat Chairul Tanjung juga mencatat nilai kepemilikan besar di Bank Mega Tbk (MEGA). Di posisi berikutnya ada pengusaha Mu'min Ali Gunawan, pemegang pengendali Bank Panin Tbk. Senada, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani juga merekomendasi beli BBCA dengan target harga Rp 9.400. "Pertumbuhan labanya konsisten. Valuasinya masih menarik. Jadi ada potensi kenaikan lebih lanjut," kata Arjun. Sisanya Arjun merekomendasikan jual, terutama saham bank digital yang mengalami downtrend.

Utak-Atik Gerojokan Dana Tambahan Bantuan Sosial

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berniat menggerojok sejumlah tambahan bantuan sosial (bansos) dan beragam insentif di tahun politik 2024. Meski begitu, bujet untuk tambahan bansos tersebut belum dimasukkan dalam pagu anggaran pada tahun depan. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyatakan, pembahasan anggaran terkait tambahan bansos memang belum dibahas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. "Rencana spesifik (tambahan bansos) belum ada saat pembahasan APBN 2024, namun ada (anggaran) cadangan untuk ketahanan pangan," ungkap Isa kepada KONTAN Selasa (7/11). Sebelumnya Presiden Jokowi menyetujui rencana pemerintah menambah bansos. Penebalan bansos tersebut, pertama, pemerintah akan memperpanjang bantuan beras sebesar 10 kilogram per keluarga penerima manfaat yang berlaku sejak Januari hingga Juni 2024. Bantuan pangan ini akan diberikan kepada 22.004.077 keluarga. Kedua, pemerintah juga memperpanjang bantuan pangan untuk keluarga rawan stunting (KRS) yang akan dikucurkan pada Januari hingga Juni 2024. Bantuan berupa daging ayam dan telur ayam ini untuk 1,4 juta penerima manfaat di tujuh provinsi. Khusus bantuan pangan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 892 miliar atau Rp 446,24 miliar per kuartal. Ketiga, pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) perumahan dengan harga di bawah Rp 5 miliar, namun harga rumah yang PPN-nya ditanggung oleh pemerintah hanya sampai Rp 2 miliar. Terakhir, pemerintah akan memberikan insentif sebagai dukungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni dengan menanggung biaya administrasi pembelian rumah Rp 4 juta.

Jalan Panjang GOTO Membidik Profit

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Perjalanan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengejar target adjusted EBITDA positif masih menantang. Tapi, GOTO belum mengubah target ini karena ada sejumlah strategi yang tengah digeber. Direktur Utama GOTO Patrick Walujo mengatakan, unit bisnis on demand services yaitu Gojek dan bisnis e-commerce Tokopedia bisa mencetak keuntungan pada akhir kuartal IV-2023 nanti. Jika adjusted EBITDA di kuartal keempat nanti bisa positif, total EBITDA yang disesuaikan sepanjang tahun 2023 bisa berada di antara level negatif Rp 4,5 triliun hingga negatif Rp 3,8 triliun. Dus, berkaca dari pencapaian itu, ada potensi EBITDA GOTO berbalik menjadi positif. Namun GOTO juga tampak was-was target tersebut tidak terpenuhi. Patrick memang menegaskan GOTO tak akan mengubah target ini. Tapi dia juga tak menampik kalau ada peningkatan risiko dalam mencapai target tersebut. Di sisi lain, GOTO akan terus menggenjot efisiensi demi mencapai ambisi profit tadi. GOTO akan menekan angka cash burn (penggunaan kas). GOTO memiliki kas dan neraca yang solid. Ini tercermin dari posisi kas, setara kas dan deposito jangka pendek GOTO yang mencapai Rp 25,2 triliun per 30 September 2023. Pada periode itu, tingkat penggunaan bersih kas atau net cash burn GOTO telah berkurang 76% secara tahunan. Head of Investor Relations GOTO Reggy Sutanto mengatakan, hingga saat ini, cash brun GOTO tiap bulannya berada di kisaran US$ 15 juta hingga US$ 20 juta atau sekitar Rp 320 miliar. Research Analyst MNC Sekuritas Alif Ihsanario mengatakan, era suku bunga tinggi juga masih bisa menekan kinerja GOTO. MNC Sekuritas pun memangkas target harga GOTO dari Rp 135 menjadi Rp 120. Tapi, saham GOTO masih direkomendasikan beli. Selasa (7/11), GOTO naik 1,32% ke harga Rp 77 per saham.

Domestik Tumpuan Emiten Saham Sawit

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Harga minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) tampaknya mulai membaik. Melansir trading economics, Selasa (7/11), harga CPO sebulan terakhir naik 3,19%. Meski secara tahunan harga CPO anjlok 14,58%. Rupanya, kenaikan harga CPO sebulan terakhir ini berimbas ke kinerja ekspor komoditas tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor CPO per kuartal III-2023 tercatat US$ 6,52 miliar. Realisasinya tumbuh 25,83% secara kuartalan, tapi turun  27,15% secara tahunan. Fenny Sofyan, Communications and Investor Relations Manager PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menilai, secara fundamental kenaikan harga CPO dalam sebulan terakhir karena terkerek oleh harga minyak nabati lain yang tengah naik. Salah satunya minyak kedelai. Untuk meningkatkan kinerja, AALI konsisten dengan target maupun strategi penjualan yang oportunis.  Tak heran, AALI memasang target pertumbuhan penjualan naik 5% setiap tahunnya. Sedangkan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memproyeksi produksi tandan buah segar dan minyak kelapa sawit akan sedikit terkoreksi pada kuartal IV 2023. TAPG mencatatkan produksi tandan buah segar sebanyak 2,25 juta ton hingga bulan September 2023. Joni Tjeng, Sekretaris Korporat TAPG menyatakan produksi TBS dan CPO TAPG pada kuartal III 2023 diperkirakan mencapai titik tertinggi pada tahun ini. Secara kuartalan, pertumbuhan TBS dan CPO TAPG meningkat 10% dan 12%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta melihat potensi pertumbuhan kinerja emiten CPO di kuartal IV 2024 masih bisa terjadi secara kuartalan. Sebab masih ada permintaan dari pasar domestik yang diprediksi meningkat.

ASII Gaspol di Bisnis Otomotif

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) diproyeksi akan tetap kuat hingga akhir tahun. Segmen bisnis otomotif tetap akan menjadi tulang punggung utama bagi emiten yang menaungi merek Toyota dan Daihatsu itu. Hingga kuartal III-2023 pendapatan terbesar ASII memang berasal dari segmen otomotif. Ini berbeda dari periode sama tahun lalu saat kontribusi terbesar datang dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. Pendapatan ASII di segmen jasa keuangan meningkat 12,95% menjadi Rp 21,98 triliun dari sebelumnya Rp 19,46 triliun. Sedangkan pendapatan segmen agribisnis turun 5,08% secara tahunan menjadi Rp 15,68 triliun. Pendapatan segmen infrastruktur dan logistik meningkat 16,61% menjadi Rp 6,67 triliun dari sebelumnya Rp 5,72 triliun. Sedangkan segmen teknologi informasi hanya mencatat kenaikan tipis 1,46% menjadi Rp 2,08 triliun dari Rp 2,05 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, terjadinya pergeseran kontributor pendapatan ASII lantaran penurunan harga komoditas. Sedangkan kenaikan di segmen otomotif didorong dari peningkatan mobilitas masyarakat. "Karena sudah masuk endemi, sehingga mobilitas masyarakat meningkat sehingga mendorong permintaan pada segmen otomotif," ujarnya, Selasa (7/11). Nafan memperkirakan, segmen otomotif ASII masih akan melaju hingga akhir tahun di tengah penurunan harga komoditas. Apalagi daya beli masyarakat masih terjaga di tengah suku bunga Bank Indonesia (BI) yang tinggi. Analis Indo Premier Sekuritas Giovanni Dustin dan Michelle Nugroho juga berpandangan, prospek segmen otomotif ASII positif. Volume penjualan roda empat ASII mencapai 143.000 unit atau tumbuh 12% secara kuartalan di kuartal III-2023. Penjualan roda dua juga tetap kuat, meskipun terjadi koreksi secara kuartalan sebesar 6% menjadi 1,1 juta unit. "Kemungkinan besar dipengaruhi oleh masalah rangka eSAF," kata Giovanni dan Michelle. Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai ASII masih bisa jadi pilihan solid untuk jangka panjang. Ia merekomendasikan belidengan target harga Rp 7.750.

Beda Nasib Investor Raup Cuan di Bisnis Perbankan

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Kontan
Tidak semua pemodal asing bisa menunaikan keinginannya meraup cuan dari bisnis perbankan di Indonesia. Sebab sejumlah bank domestik yang kepemilikan sahamnya dikuasai investor asing masih membukukan kinerja negatif di sembilan bulan pertama tahun ini 2023. Ini terutama dialami oleh bank yang mayoritas sahamnya dikempit pemodal asing asal negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang. Salah satunya Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), yang 67% sahamnya digenggam Kookmin Bank Co Ltd, gergasi keuangan asal Korea Selatan. Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, Bank KB Bukopin masih dibekap kerugian sebesar Rp 3,37 triliun, naik 28,14% secara tahunan. Hasil tersebut sejalan dengan beberapa indikator keuangan bank milik investor Negeri Gingseng ini yang kompak turun. Misal, pendapatan bunga turun 36% secara tahunan jadi Rp 560 miliar. Wakil Direktur Utama Bank KB Bukopin Robby Mondong menyadari, kerugian yang terjadi saat ini adalah bagian dari tantangan perusahaan. Ini sejalan dengan proses transisi ke era digital. "Investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia memang memerlukan komitmen jangka panjang," terang Robby, kemarin. Toh tak semua pemodal asing gigit jari. Beberapa investor dari kawasan Asia Tenggara masih menikmati cuan dari kepemilikannya di bank dalam negari. Bank CIMB Niaga Tbk yang dimiliki investor asal Malaysia, misalnya, membukukan laba Rp 4,9 triliun pada akhir September 2023. Laba bank ini naik 27,6% secara tahunan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan memaparkan, kinerja positif bank ini tak lepas dari peran induk usaha, yaitu CIMB Group. "Terutama dengan dukungan modal yang kuat," ujar Lani, Selasa (7/11). Tak mau kalah, Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) yang juga dimiliki investor Malaysia mencatatkan kinerja positif. Per akhir September 2023, laba BNII tumbuh 17,92% secara tahunan menjadi Rp 1,25 triliun. Salah satu penopang laba adalah melejitnya pendapatan non bunga sebesar 8,33% secara tahunan jadi Rp 1,43 triliun. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, selama ini induk usaha Maybank melihat Indonesia sebagai home country, dengan tingkat strategis setara Malaysia dan Singapura.

MEMPERTEBAL TAMENG RUPIAH

Hairul Rizal 08 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pelemahan rupiah yang terjadi bulan lalu betul-betul memukul sendi-sendi ekonomi nasional, utamanya pasar keuangan. Pemangku kebijakan pun berjibaku menjaga stabilitas mata uang Garuda.Otoritas terkait juga telah unjuk gigi dalam melakukan intervensi agar rupiah tak terus kalah melawan dolar Amerika Serikat (AS). Dalam konteks ini, Bank Indonesia (BI) terpantau amat aktif melakukan stabilitas.Aksi otoritas moneter cukup gesit terutama melalui intervensi di pasar valuta asing. Hasilnya tak bisa dibilang gagal, meski tak dapat pula dikatakan sukses.Buktinya, pada perdagangan kemarin, Selasa (7/11), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah melemah 0,62% atau 97 poin ke level Rp15.636. Pemerintah dan BI pun perlu menguatkan kuda-kuda untuk menopang mata uang Garuda.Di sisi lain, masifnya intervensi di pasar valuta asing menguras cadangan devisa yang per akhir bulan lalu parkir di angka US$133,1 miliar, terendah sepanjang warsa ini. Adapun, instrumen tambahan yang disediakan BI yakni Sekuritas Valas BI (SVBI) dan Sukuk Valas BI (SUVBI) baru diimplementasikan 21 November 2023. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto, menegaskan bahwa posisi cadangan devisa masih sangat aman meski berada pada tingkat yang rendah setidaknya pada tahun ini.Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Atas dasar itulah pemerintah melakukan evaluasi terhadap implementasi DHE SDA yang telah diterapkan sejak tiga bulan lalu. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, mengatakan ada beberapa poin yang menjadi bahan evaluasi dari kebijakan DHE.Beberapa di antaranya yakni pemasukan DHE ke rekening khusus, penempatan DHE pada instrumen yang ditetapkan, evaluasi atas komoditas, pemanfaatan instrumen, serta integrasi sistem informasi. Sementara itu, kalangan pelaku usaha mendukung evaluasi DHE itu menyusul realisasi yang masih jauh dari potensi.Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi, mengatakan pemerintah juga perlu mengkaji adanya insentif tambahan bagi dunia usaha. Di sisi lain, tekanan cadangan devisa pada sisa tahun ini diprediksi lebih berat. Pasalnya, Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan terakhir tahun ini. Kalangan ekonom pun tak menampik cadangan devisa berisiko terus menyusut apabila pemerintah dan BI tidak mengoptimalisasi instrumen yang ada.Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia Teuku Riefky, tekanan cadangan devisa muncul dari penurunan ekspor akibat pelemahan komoditas. Kemudian, implementasi DHE SDA dan SRBI masih belum optimal, sementara pada saat bersamaan bank sentral negara maju menerapkan kebijakan higher for longer.

Pilihan Editor