;

PERMINTAAN PEMBIAYAAN : KREDIT BANK LAWAN KELESUAN

Hairul Rizal 09 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Potensi pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini diprediksi tak seagresif pada 2022. Dinamika internal yang memasuki tahun politik dan perkembangan global yang kian tak menentu, menjadikan lambatnya permintaan pembiayaan. Proyeksi terakhir yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit bank sebesar 10,7% year-on-year (YoY). Angka itu lebih optimistis dibandingkan dengan perkiraan awal yang disusun lembaga itu yang memproyeksikan kredit tumbuh tahun di kisaran 8,9% YoY.Dalam tiga kuartal terakhir 2023, bank sentral mematok rentang pertumbuhan kredit bank di kisaran 10,4%—10,9%. Pada 2022, pertumbuhan kredit perbankan tercatat 11,4%.Hingga kuartal III/2023, outstanding kredit perbankan senilai Rp6.803,4 triliun atau tumbuh 8,7% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. Menurut Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan, pertumbuhan kredit masih melaju positif. Namun, pertumbuhannya diperkirakan terbatas di kisaran 7% hingga 9%.Dia menuturkan, pertumbuhan kredit yang diprediksi hanya akan menyentuh single digit, lantaran adanya tren kenaikan suku bunga hingga 25 basis poin ke level 6%. Sementara itu, peneliti dari Lembaga ESED Chandra Bagus Sulistyo mengatakan, pertumbuhan kredit terdorong lantaran aktivitas perekonomian yang menunjukkan kondisi pemulihan sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang pemilu. Head of Emerging Business Banking PT CIMB Niaga Tbk. Tony Tardjo menyatakan sejumlah alasan di balik sikap optimistis terhadap laju pembiayaan untuk tumbuh lebih tinggi.Emiten dengan kode saham BNGA itu mematok target penyaluran kredit, khususnya kepada sektor usaha mikro kecil dan menengfah (UMKM) pada sisa tahun ini dapat mencapai digit ganda atau sekitar Rp25 triliun di tengah tren suku bunga yang tinggi. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Agustya Hendy Bernadi mengaku optimistis menghadapi situasi yang akan berkembang pada tahun depan. Bahkan, menurutnya, Pemilu cenderung memberikan dampak positif terhadap perekonomian, sehingga berdampak pada penjualan pelaku UMKM yang merupakan core business BRI. Adapun, Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sigit Prastowo mengatakan, hal ini didasarkan capaian Bank Mandiri yang mencatatkan kinerja, di mana kredit perseroan tumbuh 12,71% secara tahunan, melampaui industri 8,96% YoY. Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memproyeksikan penyaluran kredit akan tetap konservatif di 9% hingga 10% pada akhir tahun ini.Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) Jahja Setiaatmadja memproyeksikan kenaikan suku bunga memang tidak akan secara langsung memberi dampak kepada sejumlah segmen.

INDUSTRI NIKEL : MENEPIS CADANGAN YANG MENIPIS

Hairul Rizal 09 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Kenyataan yang menunjukkan bahwa cadangan nikel nasional mulai menipis membuat banyak pihak gundah. Dengan cadangan yang diperkirakan hanya cukup hingga 7 tahun ke depan, asa Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik bisa terancam. Kerja keras penghiliran, termasuk kepada nikel, ternyata memunculkan beragam persoalan. Salah satunya adalah menipisnya cadangan nikel nasional, karena masifnya kegiatan pertambangan untuk memasok kebutuhan smelter tidak disertai dengan aksi eksplorasi yang memadai. Alhasil, cadangan nikel kadar tinggi atau saprolite yang menjadi bahan baku stainless steel mengalami penurunan secara drastis. Djoko Widajatno, Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), mengatakan, masifnya pembangunan smelter sebagai dampak dari penghiliran dan pelarangan ekspor bijih mentah telah menyedot komoditas tersebut. Djoko pun meminta pemerintah untuk mengambil langkah cepat guna mengantisipasi realitas menipisnya cadangan nikel nasional. Setidaknya ada tiga upaya yang bisa dilakukan pemerintah agar bisa menyiasati cadangan nikel saat ini. Pertama, mengimpor bijih nikel dari negara produsen komoditas tersebut, seperti Australia, dan Filipina. Kedua, melakukan moratorium pembangunan smelter agar bisa menahan kebutuhan umpan bijih nikel untuk fasilitas pemurnian dan pengolahan. “Ketiga, melakukan eksplorasi di green field untuk mineral kritis atau mineral strategis dengan tujuan menambah cadangan nikel,” katanya. Kegelisahaan serupa juga sempat disampaikan oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), yang memaparkan bahwa cadangan nikel kadar tinggi di Indonesia kemungkinan akan habis dalam kurun waktu 6 tahun. Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menepis anggapan yang menyebut bahwa cadangan nikel Indonesia mulai menipis. Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ing Tri Winarno mengatakan bahwa sampai dengan saat ini, cadangan nikel di Indonesia masih berada di angka 5 miliar ton. Angka tersebut terbagi atas dua jenis, yaitu nikel saprolite sebanyak 3,5 miliar ton, dan nikel limonite 1,5 miliar ton. Selain itu, pemerintah juga memberikan penawaran kepada lembaga riset untuk melakukan penelitian eksplorasi terkait dengan cadangan nikel. Bahkan, Tri menyampaikan bahwa wilayah Indonesia bagian timur diperkirakan masih menyimpan potensi cadangan nikel yang cukup besar. Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan bahwa kegiatan eksplorasi membutuhkan investasi yang tidak sedikit, sehingga pemerintah bakal berupaya lebih keras untuk meningkatkan kegiatan tersebut. Beberapa wilayah yang memiliki kandungan nikel, tetapi belum dieksplorasi (green field) diketahui tersebar di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Melihat wilayah green field nikel yang masih luas dan menjanjikan dengan potensi cadangan yang besar, serta peluang industri hilir nikel yang masih dibutuhkan, Indonesia adalah pilihan yang menarik untuk dilakukan pengembangan investasi pada sektor pertambangan nikel.

FENOMENA EL NINO : Produksi Garam Jatim Siap Melompat

Hairul Rizal 09 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Produksi garam Jawa Timur pada tahun ini diproyeksi bakal menyentuh 900.000 ton. Angka ini melompat dua kali lipat dari capaian tahun lalu yang berkisar 450.000 ton.Hal tersebut diungkapkan oleh Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Jawa Timur. HMPG memperkirakan bahwa produksi garam wilayah ini akan berkisar 850.000—900.000 ton. Angka ini setara dengan produktivitas rata-rata 90—100 ton per hektare.Ketua HMPG Jawa Timur M. Hasan menjelaskan bahwa proyeksi awal garam di wilayah ini hanya bakal mencapai 750.000 ton. “Dibandingkan dengan produksi tahun lalu, produksi tahun ini juga termasuk lebih tinggi, karena cuaca yang lebih bagus, dan ada kemarau panjang. Meskipun saat ini beberapa daerah sudah mulai hujan deras,” katanya, Rabu (8/11). Dia mengatakan bahwa produksi garam dari Jatim pada 2022 hanya mampu mencapai 450.000 ton. Selain itu, Hasan mengatakan bahwa harga jual garam di tingkat petani masih tergolong cukup bagus dan termasuk berada pada rentang harga normal, yakni Rp1.500—Rp1.700 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut juga masih berada di atas biaya produksi atau HPP petambak garam, sehingga para petambak masih mendapatkan keuntungan. Kendari demikian, HMPG Jawa Timur masih akan terus berjuang untuk mendorong pemerintah agar menetapkan HPP garam petambak yang diusulkan sebesar Rp1.500—Rp2.000 per kilogram.Kementerian Perindustrian mencatat bahwa kebutuhan garam nasional saat ini sekitar 4,9 juta ton per tahun.

Salah Resep Atasi Pengangguran

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Tempo
MASA jabatan Presiden Joko Widodo tinggal setahun lagi, tapi tingkat pengangguran di Indonesia masih belum kembali ke level sebelum masa pandemi Covid-19. Pada Agustus 2019, ada sedikitnya 7,1 juta orang Indonesia tanpa pekerjaan. Empat tahun kemudian, pada Agustus 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Indonesia masih bertengger di angka 7,86 juta orang atau setara dengan 5,32 persen dari total 147,71 juta angkatan kerja kita. 

Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi yang telah kembali ke level normal belum berhasil menyerap tenaga kerja secara optimal. Korelasi antara investasi serta pertumbuhan ekonomi dan penguatan industri dalam negeri yang bisa menyerap tenaga kerja tampaknya terputus. Tengok saja pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2023 yang mencapai 4,94 persen year-on-year. Lalu bandingkan dengan jumlah pengangguran tahun ini yang hanya berkurang 0,56 juta orang dibanding pada setahun lalu. Jelaslah bahwa pemerintah perlu memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi kita. 

Terlebih, berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja di sektor informal masih mendominasi total tenaga kerja Indonesia. Pada Agustus 2023, tercatat 59,11 persen tenaga kerja kita bekerja di sektor informal. Hanya 40,89 persen yang merupakan pekerja di sektor formal. Artinya, perlu ada reorientasi kebijakan ekonomi dalam satu tahun terakhir pemerintahan Jokowi. Dari semula berfokus mengejar pertumbuhan dari kucuran investasi semata, kini Jokowi perlu menitikberatkan pemerataan kesejahteraan dan perluasan lapangan kerja. Tanpa mengubah orientasi kebijakan ekonomi, angka pengangguran kita terancam terus naik. (Yetede)

2024, Pembangunan Infrastruktur Dikebut

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Tahun 2024 menjadi tahun terakhir periode pemerintahan Joko Widodo-Ma'aruf Amin. Karenanya, pemerintah dituntut mampu menyelesaikan program serta proyek-proyek strategis yang telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir.  Hal ini penting, untuk memastikan  agar transisi pemerintahan yang akan datang dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. Untuk mengerjakan proyek infrastruktur pada 2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam APBN 2024 sebesar Rp 422,t triliun atau tertinggi dalam lima tahun ke belakang. Nilai ini naik 5,8% dari proyeksi realisasi anggaran infrastruktur 2023 sebesar Rp 399,6 triliun. tahun 2022 anggaran infrastruktur  sebesar Rp373,1 triliun. Tahun 2021  mengalami kenaikan tertinggi yakni 31,2% dengan jumlah anggaran Rp 403,3 triliun setelah sebelumnya tahun 2020 mengalami pelandaian atau susut 22% menjadi Rp307,3 triliun dibanding tahun 2019 yang dipatok Rp394,1 triliun. (Yetede)

Hipmi-in Journey Kolaborasi Optimalkan Bisnis Pariwisata

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau inJourney sepakat untuk berkolaborasi guna mengoptimalkan potensi industri pariwisata Tanah Air. InJourney merupakan holding badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak industri aviasi dan pariwisata. Kolaborasi ini berangkat ini dari pemahaman dan kesadaran bersama bahwa Indonesia memiliki potensi pariwisata yang begitu besar. Sebagai gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan pelancong asing ke Indonesia mencapai 5,19 juta pada semester I-2023, meningkat 250,33% secara year on year (yoy). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekratf) bahkan optimistis, kunjungan turis asing bisa mencapai September 2023. Sebab, hingga September 2023, sudah  tercapai 10 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Sedangkan wisatawan domestik pada periode yang sama mencapai 626,09 juta. (Yetede)

Menarik Modal Asing Masuk dengan Instrumen di Pasar Sekunder

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Tingginya ketidakpastian perekonomian dunia berdampak pada fluktuasi minat investor asing untuk  menyimpan dana di pasar keuangan domestik. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) terus berupaya meningkatkan gairah investor baik dalam  maupun luar negeri untuk menyimpan dana di perbankan nasional, dengan meluncurkan sejumlah intrusmen. Dalam hal ini, BI menyiapkan intrusmen Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) agar investor asing bisa berpartisipasi lebih di pasar keuangan domestik khususnya bagi investor yang ingin menyimpan dalam termin pendek. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, peningkatan  imbal hasil (yield) surat utang di negara maju mengakibatkan keluarnya modal asing dari negara berkembang. Hal tersebut mempengaruhi perekonomian dan nilai tukar mata uang di negara berkembang. "Fenomena ini yang mendasari kami di BI untuk meng-introduce yang namanya sekuritas valas BI untuk yang konvensional dan sukuk valas untuk syariah. Ketika volume likuiditas bertambah investor tidak langsung masuk ke spot market," kata Edi. (Yetede)

Pertumbuhan Laba Perbankan Melambat

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Industri perbankan terus mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melambat hingga posisi Agustus 2023. Laba bersih yang dikantongi perbankan tembus Rp 160,7 triliun, tumbuh 19,21% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 134,8 triliun. Dari data yang dihimpun Investor Daily, jika dibandingkan bulan sebelumnya, laba bersih per Juli 2023 tumbuh 20,42% secara year on year (yoy). Ini menunjukkan adanya perlambatan dari sisi profitabilitas  perbankan. Bahkan, pada Juni 2023 perbankan mencatatkan pertumbuhan cuan 23,42% (yoy). Lebih jauh lagi apabila  dibandingkan posisi Maret 2023, pertumbuhan laba bersih mencapai 33,68% (yoy). Perlambatan ini diprediksi terus terjadi hingga akhir tahun. Ini lantaran basis kinerja pada 2021 yang rendah akibat dampak Covid-19, sehingga terlihat pertumbuhan tinggi pada realisasi kinerja perbankan 2022. Dengan basis 2022 yang tinggi, sulit untuk bisa mencetak pertumbuhan setinggi itu dalam kondisi yang menantang saat ini. (Yetede)

Pasar Modal Indonesia Ukir Sejarah, Jumlah Emiten Tembus 900

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pasar Modal Indonesia mengukir sejarah baru dengan jumlah perusahaan  tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus 900 emiten, setelah PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS), PT Mastersystem Indonesia Tbk (MSTI), dan PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) resmi melantai di bursa pada 8 November 2023. Jumlah ini diyakini terus bertambah sampai akhir tahun, menyusul masih ada 27 calon emiten yang telah masuk pipeline pencatatan saham perdana di BEI. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan, total perusahaan tersebut menjadi sejarah baru sekaligus membawa BEI masuk lima besar global dari segi perusahaan tercatat, dan ketujuh global dari segi fundraising yakni Rp54 triliun. "Ini menunjukkan pasar modal kita  dapat diandalkan dan dipercaya  sebagai sumber modal alternatif untuk bertumbuh besar," kata Iman di BEI, Jakarta, Rabu (8/11/2023). (Yetede)

Hidrogen Berpotensi Jadi Energi Andalan Otomotif

Yuniati Turjandini 09 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Indonesia memiliki kapasitas pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang begitu besar, salah satunya hidrogen hijau. Hidrogen hijau menjadi potensi baru  sumber energi bersih yang bisa menjadi andalan  industri transportasi yang mengusung target reduksi emisi. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menjelaskan, Hidrogen hijau menjadi potensi baru sumber energi bersih yang hanya mengeluarkan uap air dan tidak meninggalka residu di udara atau menambah emisi  karbon gas rumah kaca. Hal ini sangat mendukung pencapaian target dekarbonasi. Dia mengatakan, pemanfaatan multi  teknologi dari berbagai sumber energi yang berfokus pada reduksi emisi, menjadi suatu keniscayaan untuk mengejar target Net Zero Emission (NZE) demi masa depan  hijau bagi seluruh generasi. "Sebagai bagian dari solusi transportasi masyarakat Indonesia, publik advokasi melalui aktivitas seminar nasional ini akan memaparkan tantangan sosial-ekonomi dan transformasi digital dalam pengembangan energi alternatif disektor transportasi menuju NZE 2060 di Indonesia yang memfokuskan pada teknologi hidrogen," ujar Nandi. (Yetede)

Pilihan Editor