Meraup Cuan dari Ingar Bingar Konser Musik
Ingar bingar konser musik Coldplay terasa sejak beberapa hari
sebelum band asal Inggris itu tampil di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Rabu
(15/11) malam. Gaungnya menggema di seantero media sosial. Hari yang di tunggu-tunggu
telah tiba. Keriuhan penonton berbanding lurus dengan potensi ekonomi dan
dampak berganda (multiplier effect) dari helatan festival musik semacam ini.
Industri ini diprediksi masih akan terus tumbuh di masa mendatang. Data
Statista Market Insights (Agustus 2023) menunjukkan, industri pergelaran musik
secara global diproyeksikan menghasilkan pendapatan 30,14 miliar USD atau Rp
467,3 triliun dengan kurs Rp 15.503 per USD pada Rabu. Angkanya masih akan
terus meningkat, setidaknya hingga 2027 dengan nilai 36,71 miliar USD yang
setara Rp 569,1 triliun. Pertumbuhannya
pun sekitar 5 % per tahun.
Pengamat musik, Wendi Putranto, menilai, Indonesia berpotensi
besar menggelar konser-konser musik berkelas internasional. Sejauh ini, acara
musik yang diadakan di Indonesia sudah berjalan sesuai rencana, baik dalam
bentuk konser tunggal maupun festival dengan bintang tamu artis-artis
internasional ternama. ”Konser internasional, potensi perputaran uangnya bisa mencapai
puluhan miliar rupiah hingga ratusan miliar rupiah, bergantung popularitas
artis dan kapasitas venue-nya,” ujar Wendi saat dihubungi dari Jakarta, Rabu
(15/11). Ia memperkirakan, perputaran uang konser Coldplay di Jakarta hanya
dari penjualan tiket tembus Rp 200 miliar. Festival musik itu akan dinikmati
70.000 penonton secara langsung. Di luar penjualan tiket, penjualan suvenir
konser, makanan dan minuman, serta sponsorship mendongkrak perputaran uang
selama penyelenggaraan konser. Festival musik, apalagi bertaraf internasional,
memancarkan daya tarik bagi banyak orang. Pergelaran itu tak hanya mampu mendatangkan
wisatawan luar kota, tetapi juga wisatawan asing. (Yoga)
Kinerja Ekspor Nonmigas RI Terus Menurun
Kinerja ekspor nonmigas Indonesia terus turun sejak akhir
2022. Penurunan kinerja itu lebih dipengaruhi turunnya nilai ekspor ketimbang
volume.Halitu tidak terlepas dari tren penurunan harga komoditas ekspor unggulan
RI, terutama batubara dan CPO. Kendati demikian, Indonesia tetap perlu terus
menjaga kinerja ekspor di tengah perlambatan pertumbuhan perdagangan yang
diperkirakan terjadi hingga akhir tahun ini. Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia
Pasifik (APEC) menyebutkan, inflasi, konflik geopolitik, perubahan iklim, dan
restriksi dagang masih menjadi penghambat pertumbuhan perdagangan kawasan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji
Ismartini, Rabu (15/11) mengatakan, sejumlah lembaga dan organisasi
internasional memprediksi tren penurunan ekspor barang dan jasa bakal terjadi
di negara-negara berkembang. Hal ini sudah tergambar di Indonesia. Salah satu
indikasinya adalah tren penurunan ekspor barang nonmigas Indonesia yang terjadi
sejak akhir 2022. Pada Januari-Oktober 2023, total ekspor nonmigas Indonesia
senilai 201,25 miliar USD, turun 12,74 % dibandingkan periode sama 2022.
Komoditas penyumbang penurunan ekspor tersebut adalah bahan bakar mineral,
terutama batubara, serta lemak dan minyak hewani/nabati, terutama minyak sawit.
”Penurunan kinerja itu lebih dipengaruhi turunnya nilai ekspor ketimbang
volume. Nilai ekspor turun disebabkan penurunan harga batubara dan CPO,”
ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. (Yoga)
KELAUTAN DAN PERIKANAN, Kebijakan Minim Kajian Picu Masalah Baru
Persoalan data yang lemah dan minimnya kajian yang melandasi
sejumlah kebijakan di sektor kelautan dan perikanan berpotensi memicu bias kebijakan
dan persoalan baru. Sejumlah kalangan menyerukan pembenahan tata kelola di
tengah tantangan pangan masa depan. CEO dan Founder Ocean Solutions Indonesia
Zulficar Mochtar mengemukakan, perlu pembenahan data sebagai landasan
pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Apalagi, Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KKP) gencar mengusung isu perikanan berkelanjutan dan ekonomi biru. Data yang keliru
dinilai berpotensi memicu persoalan baru.
Ia menyoroti rencana kebijakan ekspor benih bening lobster
yang minim kajian dan akurasi data. Keberadaan data yang solid dinilai sangat
penting. Saat ini, rencana kebijakan itu juga menuai polemik di publik terkait
ancaman keberlangsungan stok sumber daya benih, dan nasib pengembangan budidaya
lobster di dalam negeri. ”Mengingat kebijakan (ekspor benih lobster) bisa
berdampak luas secara ekologis, sosial, dan ekonomi, KKP perlu disiplin dalam
menyiapkan kajian ilmiah agar nantinya (kebijakan) tidak bablas, serta
mengurangi potensi masalah di kemudian hari,” katanya, Rabu (15/11). (Yoga)
Prospek Bisnis Batu Akik
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Masih Solid
Antam Klaim Implementasikan Tambang Baik
PT Aneka Tambang atau Antam mengklaim telah menerapkan praktik
pertambangan yang baik dan sesuai dengan regulasi, dalam operasi Unit Bisnis Pertambangan
Nikel Maluku Utara. Pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi tambang juga diklaim sesuai standar KLHK.
Corporate Secretary Division Head PT Antam Syarif Faisal Alkadrie melalui keterangan
tertulis, Selasa (14/11) mengklarifikasi pemberitaan berjudul ”Perairan
Halmahera Tercemar Logam Berat” dan ”Ikan Sekarang Su Lari Jauh Tergusur Tambang”,
di Kompas dan Kompas.id pada 7 November. Dalam pemberitaan disebutkan, hasil
uji air laut di Teluk Buli, Halmahera Timur atau dekat operasional tambang UBP
Nikel Maluku Utara, mengindikasikan perairan tercemar logam berat. Kandungan
krom heksavalen (Cr), nikel (Ni), dan tembaga (Cu) melebihi ambang baku mutu
yang diatur PP No 22 Tahun 2021. Indikasi pencemaran juga dirasakan oleh
nelayan karena mereka harus melaut lebih jauh. Tak hanya itu, indikasi pencemaran
juga terlihat dari warna air laut yang keruh di areal dekat lokasi beroperasinya
tambang.
Menurut Syarif, selain regulasi yang berlaku bagi praktik
pertambangan, Antam juga memiliki kebijakan Antam Green Standard (AGS) sebagai pedoman
pengelolaan lingkungan, untuk memberikan arahan, meningkatkan kinerja
lingkungan yang efektif dan efisien untuk menjaga kelestarian lingkungan, serta
terciptanya standardisasi dan konsistensi penerapan pengelolaan lingkungan di
seluruh unit bisnis, unit proyek pengembangan, dan entitas anak perusahaan. Terkait
pengelolaan lingkungan di Maluku Utara, Antam melalui UBP Nikel Maluku Utara
terus berupaya meningkatkan efisiensi air dan penurunan beban pencemar air
dalam proses produksi bijih nikel. ”Kehadiran geotekstil yang dipasang pada
kolam sedimentasi berhasil secara signifikan mereduksi nilai padatan
tersuspensi sebesar 98 %, menurunkan kandungan TSS pada air limpasan sebesar
101,6 ton TSS pada 2022,” katanya. Pengelolaan lingkungan yang dilakukan Antam
juga ditegaskan Syarief telah sesuai standar KLHK, tecermin dari capaian
peningkatan Proper Biru pada 2022 atas kinerja tahun 2021-2022. (Yoga)
Peluang Setelah Kocok Ulang Indeks MSCI
Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali merombak Indeks Saham MSCI Global Standard dan MSCI Small Cap. Ada tiga saham yang masuk dan enam saham yang tergusur sebagai konstituen indeks MSCI.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) masuk ke dalam daftar MSCI Global Standard Index. Emiten big caps pendatang baru itu menggeser posisi PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Di kategori Small Cap Index, MSCI menambahkan PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Lantas PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tersingkir MSCI Small Cap Index.
Pelaku pasar merespons positif saham-saham yang menjadi konstituen Indeks MSCI Global Standard maupun MSCI Small Cap. Tengok saja pergerakan harga AMMN yang kembali menanjak, naik 1,05% ke level Rp 7.225 pada Rabu (15/11).
Saham EMTK dan ARTO melaju lebih kencang, masing-masing 7,41% dan 12,20%. Membawa harga EMTK ke Rp 580 dan ARTO ke Rp 2.300 per saham.
Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai,
rebalancing
indeks MSCI cukup sesuai ekspektasi mempertimbangkan market cap, free float dan nilai rata-rata transaksi harian. Head of Equity Research
Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menambahkan, masuk menjadi anggota indeks MSCI dapat memoles prospek saham.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sepakat, masuk ke indeks MSCI membawa angin segar bagi pergerakan harga saham. Namun, investor tetap perlu cermat menilai kondisi fundamental, prospek bisnis dan valuasi emiten tersebut. Sementara Analis dan Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Solo, Robin Haryadi mengingatkan, manager investasi yang menjadikan MSCI sebagai referensi akan ikut me-rebalancing
portofolio
fund
. Situasi ini menyetir harga saham yang terkena kocok ulang.
Beda lagi
Research Analyst
Erdikha Elit Sekuritas, Ika Baby Fransiska yang menilai saham AMMN layak koleksi. Namun, dia menyarankan strategi
buy on weakness
pada Rp 7.000, dengan target Rp 7.500.
Surplus Neraca Dagang Menciut dari Tahun Lalu
Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada Oktober 2023. Namun, surplusnya mengecil dibandingkan Oktober 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan barang pada bulan lalu sebesar US$ 3,48 miliar. Angka tersebut lebih rendah dari US$ 5,59 miliar pada Oktober 2022.
Ekonom Bank Danamon Irman Faiz melihat, ini sebagai bukti bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia perlahan menipis. "Pergerakan ini menegaskan bahwa tren penurunan surplus neraca perdagangan Indonesia sedang berlangsung," terang dia kepada Kontan, Rabu (15/11).
Di sisi lain, data BPS memperlihatkan, nilai ekspor barang Indonesia pada bulan lalu US$ 22,15 miliar atau naik 6,76% mom. "Kenaikan nilai ekspor pada Oktober 2023 didorong oleh peningkatan ekspor non minyak dan gas," tutur Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, Rabu (15/11). Pudji memerinci, ekspor non migas Oktober 2023 sebesar US$ 20,78 miliar atau naik 7,42% mom. Kenaikan terutama pada golongan bahan bakar mineral (HS 27) yang naik 24,61% mom, kemudian logam mulia dan perhiasan atau permata (HS 71) naik 43,1%, serta alas kaki (HS 64) naik 39,55%. Sedangkan ekspor migas pada Oktober 2023 turun 2,38% mom menjadi US$ 1,37 miliar, yang didorong penurunan nilai ekspor minyak mentah sebesar 11,85% mom.
Di saat yang sama, BPS mencatat, secara total impor Indonesia pada Oktober tahun ini US$ 18,67 miliar atau naik 7,68% mom.
Aktivitas impor memang lebih besar pada Oktober 2023. Hal itu tecermin dari peningkatan impor barang modal dan impor barang konsumsi. Pada bulan lalu, impor barang modal tercatat US$ 1,82 miliar atau naik 11,08% secara tahunan (yoy). Sedangkan impor barang konsumsi sebesar US$ 3,42 miliar atau naik 3,83% yoy.
Sedangkan dari sisi ekspor, Fiaz melihat koreksi harga komoditas berkontribusi pada penurunan pendapatan ekspor. Dia meyakini, pola tersebut akan bertahan setidaknya hingga akhir 2023. Ini pun akan mempengaruhi pergerakan neraca transaksi berjalan. Dari kalkulasi Faiz, transaksi berjalan di sepanjang 2023 akan mencatat defisit di kisaran 0,4% produk domestik bruto (PDB). Bahkan, ada kemungkinan melebar menjadi 1,0% PDB pada 2024.
Mobilitas, Kunci Kinerja Emiten Tol
Kinerja emiten jalan tol diproyeksi masih prospektif di periode kuartal IV 2023 ini. Meski, kinerja sejumlah emiten jalan tol terbilang beragam.
Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian menyatakan, secara umum, emiten jalan tol per Juni 2023 masih mencatatkan pertumbuhan kinerja. Sentimen penggeraknya terkait mobilitas masyarakat yang sudah semakin normal.
Namun Fajar memperkirakan, kinerja emiten jalan tol pada kuartal IV 2023 dan tahun 2024 masih prospektif. Terlebih tahun depan konsumsi masyarakat diprediksi melonjak seiring dengan hajatan pemilu 2024. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto juga sependapat, melihat kinerja rata-rata emiten jalan tol sejauh ini positif dari sisi
top line. Ini seiring semakin tingginya lalu lintas masyarakat.
Maka Pandhu melihat prospek jalan tol cenderung positif seiring pembangunan yang terus berlanjut. Namun, Pandhu mengingatkan, proyek jalan tol adalah padat modal, sehingga sulit melakukan balik modal secara cepat.
Sentimen utama positif dari kinerja emiten jalan tol tentu masih pada proyek infrastruktur yang akan dibangun oleh pemerintah.
Berbeda, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana yang merekomendasikan
buy if break
untuk JSMR dengan target harga Rp 4.800 - Rp 5.000 per saham. Serta
speculative buy
untuk CMNP dengan target harga Rp 1.650 - Rp 1.700 per saham.
Disokong Laba yang Tumbuh Kuat
Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dalam sembilan bulan pertama tahun ini ciamik. Pertumbuhan kinerja BBRI yang diprediksi terus berlanjut bakal memoles prospek saham emiten bank pelat merah ini.
Hingga akhir kuartal III-2023, laba bersih BBRI tumbuh 12,4% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 43,9 triliun. Kenaikan laba bersih ini didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,9% yoy.
Analis NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi mengatakan, penyaluran kredit BBRI secara konsolidasi mencapai Rp 1.250,7 triliun, naik 12,5% yoy.
Kredit BBRI masih bertumbuh di semua segmen. Total kredit di segmen mikro menjadi penyumbang utama, dengan pertumbuhan 11,6% yoy menjadi Rp 61,5 triliun.
Porsi terbesar kredit mikro BBRI diisi oleh Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam riset 26 Oktober 2023, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Handiman Soetoyo dan Abyan H. Yuntoharjo mengatakan, adanya perubahan substansial pada program KUR, membuat BBRI menggeser fokusnya dengan mengembangkan pinjaman Kupedes.
Sedangkan
net interest margin
(NIM) secara konsolidasi terkerek lebih tinggi menjadi 8,05%, didukung oleh margin yang lumayan besar dari Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pegadaian. BBRI menjaga NIM secara konsolidasi berada di 7,7%-7,9% di akhir tahun 2023.
Menurut Mirae Asset Sekuritas, sinergi yang tercipta dari
holding
ultra-mikro mulai membuahkan hasil. Pendapatan non bunga tumbuh cukup kuat, yakni 12,7% yoy. Mirae Asset menilai, sinergi dari perusahaan ultra-mikro terbukti penting dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam aset, pendapatan, dan profitabilitas.
Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya dan Ryan Santoso dalam riset 26 Oktober 2023 mengatakan, kredit BBRI yang direstrukturisasi akibat Covid-19 turun 15% yoy menjadi Rp 70,9 triliun per September 2023. BBRI kemungkinan lebih agresif menghapus pinjaman yang direstrukturisasi akibat Covid-19.
Namun, BBRI sendiri meyakini berkeyakinan hal tersebut tidak akan meningkatkan
cost of credt
karena bank sudah mengalokasikan rasio cakupan NPL
coverage
yang besar mencapai 228% pada September. Dengan membaiknya situasi perekonomian, BBRI meyakini rasio cakupan NPL siap kembali ke level sebelum pandemi, yakni 175%-200%.









