Daerah Belum Tetapkan Upah Minimum
Tantangan Optimalkan Kekayaan Bengkulu
Dengan segala potensi sumber daya alam, baik perkebunan,
pertanian, dan perikanan tangkap maupun budidaya, provinsi berpenduduk 2,06
juta jiwa itu masih tergolong sebagai daerah miskin di Sumatera. Data BPS pada Maret
2023, jumlah penduduk miskin di Bengkulu sebanyak 288.460 jiwa atau setara
14,04 %. Persentase penduduk miskin di Bengkulu menjadi terbesar kedua di Sumatera,
setelah Aceh. Pada triwulan III tahun 2023, perekonomian Bengkulu tumbuh 3,96 %
secara tahunan dengan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) Rp 23,76
triliun. Struktur perekonomian Bengkulu didominasi lapangan usaha pertanian,
kehutanan, dan perikanan sebesar 28,9 %, Namun, laju pertumbuhan PDRB di sektor
penopang utama ekonomi di Bengkulu masih tergolong kecil, hanya 2,76 % secara
tahunan, lebih rendah dibandingkan beberapa sektor lain, di antaranya sektor penyediaan
akomodasi yang tumbuh 10,05 %, serta sektor informasi dan komunikasi yang
tumbuh 9,91 %.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu,
Kamaludin berpendapat, lambatnya pembangunan di Bengkulu tidak semata karena factor
aksesibilitas yang sulit. Ia menilai belum ada terobosan pemda yang menghasilkan
lompatan bagi kemajuanBengkulu. Pergerakan ekonomi di Bengkulu lebih banyak terjadi
secara alami. Semestinya ada rancangan besar pengembangan ekonomi Bengkulu dari
sektor utamanya yang kemudian terdiferensiasi membentuk sektor baru. Hasil dari
sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi bahan baku sektor
perindustrian. Selanjutnya, hasil dari sector perindustrian menjadi barang utama
sektor perdagangan. Di sektor pariwisata, kekayaan alam berupa pantai, ombak, gunung,
hingga bunga Rafflesia arnoldii yang jadi ikon Bengkulu menjadi daya tarik yang
dapat dijual kepada wisatawan domestik dan mancanegara. ”Dibutuhkan jalan tol
dari Bengkulu menuju Lubuk Linggau, Sumsel, sehingga aksesnya menjadi lebih
cepat,” katanya. (Yoga)
Pengusaha Perikanan Minta PNBP Dikurangi
Buruh Minta UMP Jakarta Naik 15 Persen
Serda Mugiyanto, Manis Kelengkeng untuk Memberdayakan Petani
Pernah terpuruk karena kehilangan kaki kanannya saat
bertugas, Serda Mugiyanto (45) berhasil bangkit. Selain bertugas sebagai Bintara
Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 19/Borobudur, Magelang,
Jateng, Mugiyanto juga mengelola perkebunan kelengkeng di Desa Borobudur, Magelang.
Perjalanan hidup Mugiyanto berada di titik nadir tatkala dia kehilangan kaki
kanan saat bertugas di Ambon, Maluku, pada 27 November 2001. ”Di sana saya kena
ranjau antipersonel. Langsung kena kaki saya, langsung hilang kakinya,”
ujarnya, Rabu (25/11). Mugiyanto harus menjalani perawatan di rumah sakit
selama empat sampai enam bulan. Dia juga dibuatkan kaki palsu agar bisa kembali
beraktivitas. Pada 2004, Mugiyanto mengikuti pelatihan vokasi yang digelar
Pusat Rehabilitasi Kemenhan. Setelah itu, dia mulai menggeluti aktivitas
pertanian dengan mengembangkan kebun kelengkeng. Mulanya, Mugiyanto menyewa
lahan 0,25 hektar di Desa Borobudur untuk membudidayakan kelengkeng bersama
warga setempat.
Budidaya itu berhasil sehingga kebun kelengkeng yang ia kelola
terus bertambah luas. Saat ini Mugiyanto mengelola kebun kelengkeng seluas 40
hektar. Lokasinya bukan hanya di Magelang, melainkan juga di Pemalang, Jateng. Saat
ini ada lebih dari 100 petani yang bekerja di kebun kelengkeng yang dikelola
Mugiyanto. ”Saya tidak mau sugih (kaya) sendiri. Saya ingin masyarakat ikut
andil. Kebun itu dikelola dengan sistem ekonomi kemasyarakatan. Jadi, ada bagi
hasil untuk masyarakat,” katanya. Menurut Mugiyanto, budidaya kelengkeng
berpotensi mendatangkan pendapatan yang lumayan. Apalagi, kelengkeng bisa berbuah
di luar musim. Satu hektar lahan bisa ditanami 230 batang pohon kelengkeng
dengan jarak per pohon 7 meter. Dengan asumsi ada 200 batang pohon yang
berhasil berbuah dan menghasilkan 75 kg kelengkeng sekali panen per tahun,
hasil panen per tahun per hektar mencapai 15 ton.
Dengan harga Rp 50.000 per kg, satu hektar kebun kelengkeng
bisa menghasilkan uang Rp 750 juta per tahun. Selain membudidayakan kelengkeng,
Mugiyanto juga melakukan pembibitan. Ia juga mengembangkan wisata petik buah. Mugiyanto
kerap diundang ke banyak daerah untuk membina para petani. Keberhasilannya
mengembangkan kebun kelengkeng dan membina para petani itu membuatnya dijuluki ”Jenderal
Lengkeng”. Atas sejumlah prestasi tersebut, Mugiyanto diganjar sejumlah penghargaan.
Pada 2019, dia mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Kepala Staf TNI Angkatan
Darat. Dari semula kopral kepala, kini ia menyandang pangkat sersan dua. Pada
Juni 2023, Mugiyanto mendapat penghargaan sebagai petani yang sukses dalam
pengembangan komoditas buah kelengkeng dan pembinaan terhadap 10.000 petani
se-Indonesia dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. (Yoga)
BOROBUDUR MARATHON, BERLARI SAMBIL MEMAJUKAN EKONOMI
Salah satu ajang wisata olahraga (sport tourism) yang
ditunggu masyarakat Indonesia ialah Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng,
yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jateng. Borobudur Marathon
tahun ini, yang bertajuk ”Voice of Unity”, dipastikan lebih semarak dengan
peserta yang semakin banyak. Pada tahun ini, Borobudur Marathon melombakan kategori
10 km, half marathon (21,0975 km), dan maraton (42,195 km). Dengan semakin
banyak kategori lomba yang dibuka, jumlah pesertanya pun kian bertambah.
Borobudur Marathon tahun 2023 ini diikuti lebih dari 10.000 pelari, dimana Borobudur
Marathon 2022, hanya menjaring 8.000 pelari. Jumlah pelari yang tembus 10.000
ini mirip dengan penyelenggaraan Borobudur Marathon tahun 2019 atau sebelum
pandemi Covid-19.
Tingginya animo pelari yang mengikuti Borobudur Marathon
2023 ini akan berdampak secara langsung bagi perekonomian daerah setempat. Banyaknya
peserta yang berasal dari daerah-daerah tentu akan berimbas pada belanja sektor
jasa di wilayah Magelang, terutama menjelang Borobudur Marathon 2023.
Setidaknya akan terjadi lonjakan jumlah pengunjung hotel atau penginapan,
konsumen rumah makan atau restoran akan meningkat, permintaan jasa transportasi
bertambah untuk mobilitas para peserta, dan obyek wisata kian ramai pengunjung.
Hal tersebut tentu akan berdampak bagi perekonomian di wilayah Magelang dan
sekitarnya. Apalagi, hampir semua peserta sudah mempersiapkan alokasi anggaran pribadinya
untuk mengikuti event lari di Magelang itu. Berdasarkan hasil survei Borobudur
Marathon tahun 2022, rata-rata uang yang dibelanjakan pelari berkisar Rp 4 juta
per peserta, untuk biaya pendaftaran peserta, biaya transportasi ke wilayah Magelang,
biaya rekreasi, biaya penginapan, konsumsi harian, transportasi selama di Magelang,
hingga belanja oleh-oleh. (Yoga)
NELAYAN BENGKULU KALAH BERTARUNG DI LAUT YANG KAYA
Dengan susah payah, Zulkoto (50) dibantu 30 tetangganya di kampung
nelayan Malebero, Kota Bengkulu, mendorong perahu motor dari daratan ke bibir
pantai, Rabu (15/11) sore. Dibutuhkan 30 menit untuk mendorong perahu berukuran
20 gros ton tersebut hingga sampai di pinggir laut. ”Kami biasanya melaut sejauh
30-40 mil ke arah utara menuju perairan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara,” ucap ayah
dua anak itu. Saat ini laut masih bersahabat. Para nelayan di Bengkulu sedang
panen ikan tuna, layur, dan tongkol. Dalam sehari melaut, nelayan bisa mendapat
ikan 700-800 kg. Sayangnya, meski ikan melimpah, nelayan tetap tidak dapat
menikmati untung banyak karena harga ikan di pasaran anjlok. Ikan tongkol
paling tinggi dibeli Rp 13.000 per kg, tuna Rp 22.000 per kg, dan layur Rp 30.000
per kg. Harga jual itu bisa lebih rendah jika kualitas ikan hasil tangkapan
nelayan rusak karena terlalu lama di darat atau kekurangan es batu. Ikan
tongkol bisa jatuh pada harga Rp 10.000, tuna Rp 18.000, dan layur hanya Rp
20.000 per kg.
Tempat pelelangan ikan di kawasan Pulau Baai, yang
seharusnya menjadi tempat negosiasi harga, juga tak terpakai. Setelah mendarat,
sebagian besar nelayan menjual hasil tangkapan kepada tengkulak, karena ratusan
nelayan telah meminjam perahu untuk modal melaut. Mereka juga meminjam uang
sayur untuk keluarganya pada tengkulak. Bos nelayan adalah pemilik kapal yang
juga membeli semua ikan hasil tangkapan nelayan. ”Kami bagi hasil dengan bos. Kalau
sedang musim panen, alhamdulillah bisa dapat Rp 500.000 setelah dua hari melaut.
Itu setelah dipotong modal dan utang,” kata Setrayandi (43), nelayan asal
Sumbar, yang merantau ke Bengkulu sejak lima tahun lalu. Kekayaan laut di
Bengkulu membawa Setrayandi merantau ke provinsi di pesisir barat Sumatera itu.
Ia berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun, nyatanya nasib
nelayan tradisional sama saja. Hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Syafriandi
mengakui potensi perikanan di Bengkulu belum tergarap secara optimal karena
keterbatasan sarana dan prasarana. Selain ukuran kapal nelayan yang masih di
bawah 30 GT, nelayan juga belum mempunyai fasilitas cold storage untuk
menyimpan ikan agar tetap segar. Bahkan, Bengkulu juga masih kekurangan es untuk
mengawetkan ikan. Saat musim panen ikan seperti sekarang, kebutuhan es untuk
nelayan di Bengkulu bisa mencapai 300 ton per hari. Namun, kapasitas produksi
es baru 175 ton per hari. Pemprov Bengkulu tengah membangun Pelabuhan Perikanan
Nusantara di Kabupaten Seluma. Pelabuhan itu ditargetkan selesai pada 2024 dan diharapkan
dapat mendukung usaha nelayan, khususnya yang berasal di luar Kota Bengkulu.
Pemerintah juga mengupayakan pembangunan pabrik es di Pulau Enggano, untuk
memenuhi kebutuhan es untuk nelayan di Enggano dan nelayan lain yang sedang
mencari ikan di perairan sekitar pulau tersebut. (Yoga)
Cuan Konser Musik Makin Memikat
Seiring normalnya aktivitas masyarakat paska pandemi Covid-19, keriuhan pertunjukan musik pun kembali hingar bingar. Bisa dibilang, 2023 menjadi tahun kembalinya festival musik dan konser setelah pandemi.
Sepanjang tahun ini tercatat tidak kurang dari 45 pertunjukan festival dan konser musik digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Bukan saja musisi lokal, pentas musik itu juga banyak menghadirkan musisi papan atas dunia.
Terlebih banyak konser dan festival musik juga diwarnai dengan
line up
artis internasional. Terbaru, grup band ternama asal Inggris, Coldplay yang sukses menggebrak Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu malam (15/11). Konser musik paling ditunggu ini berhasil menyedot 70.000 penonton.
Potensi perputaran uang dari pertunjukan band yang digawangi Chris Martin dan kawan-kawan ini disebut mencapai triliunan rupiah. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menargetkan, keuntungan hingga US$ 75 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,16 triliun (asumsi kurs Rp 15.503/Dolar AS) dari konser Coldplay
Music of the Spheres World Tour
tersebut.
Legitnya bisnis pertunjukan musik ini tentunya turut dinikmati para promotor musik yang berperan sebagai penyelenggara pertunjukan. Kendati berada di belakang panggung, peran mereka sangat penting di balik megahnya penyelenggaraan konser musik.
Salah satunya PK Entertainment yang sukses mendatangkan Coldplay ke Jakarta. Ketua Umum Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Dino Hamid mengakui, persaingan bisnis promotor musik semakin ketat. "Tapi (tetap sehat) karena masing-masing punya
captive market,"
ujarnya kepada KONTAN, Jumat (17/11).
Ia mencontohkan, saat digelarnya pertunjukan festival musik Soundrenaline dan Synchronize Festival pada hari yang sama. Pertunjukan tetap berlangsung ramai karena memiliki segmen penonton yang berbeda. Yang pasti, bisnis ini terus bertumbuh seiring permintaan pasar yang terus meningkat paska pandemi. Sehingga, membuka peluang pemain baru untuk terus bertumbuh menjadi semakin besar. Kondisi ini diprediksi terus berlanjut hingga tahun depan.
Mirna Gozal,
Corporate Secretary
PT Dyandra Media International Tbk menambahkan, pendapatan dari konser musik menyumbang sekitar 20%-30% terhadap total pendapatan perusahaan di segmen penyelengaraan acara/pameran di kuartal III 2023.
Upaya Menjadikan Saham Rokok Tetap Ngebul
Emiten rokok masih bakal menghadapi tantangan di tahun politik. Penyebabnya bukan lantaran memanasnya suhu politik, tapi terutama terkait kenaikan cukai rokok. Setelah tahun ini cukai rokok 10%, di tahun 2024 nanti, pemerintah bakal mengerek kembali tarif cukai rokok sama besar yakni 10%.
Kenaikan cukai rokok 10% tahun ini langsung menjadi pukulan bagi industri rokok. Berdasarkan data APBN Kita, kenaikan tarif cukai rokok belum mampu mendongkrak setoran ke kas negara. Penerimaan cukai rokok akhir September 2023 mengalami penurunan 5,37% secara tahunan jadi Rp 144,84 triliun. Penurunan ini lantaran rendahnya pemesanan pita cukai. Selain itu, penurunan ini disebabkan melorotnya produksi rokok sampai Juli 2023 sebesar 3,6% tahunan dan tarif rata-rata tertimbang yang hanya naik 1,0% secara tahunan. Kenaikan ini lebih rendah dari kenaikan tarif normatif sebesar 10%.
Dian Widyanarti,
Head of External Affairs
PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) menyatakan, kebijakan cukai
multi years
tersebut bisa membuat industri rokok menyusun strategi bisnis ke depan.
Selain itu, industri tembakau saat ini tengah menghadapi tantangan berupa rencana pelarangan dan pembatasan produk hasil tembakau yang termuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Kesehatan yang merupakan turunan Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023.
Sedangkan
Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division
Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan menilai, dampak kenaikan cukai terhadap emiten rokok tergantung pada beberapa faktor. Yakni daya beli konsumen, strategi harga, dan persaingan pasar. Memang secara umum kenaikan cukai akan menurunkan volume penjualan rokok. Terutama segmen rokok mesin yang punya tarif cukai lebih tinggi.
Dengan syarat tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memberikan peringkat
overweight
untuk sektor rokok, termasuk saham HMSP dan GGRM, dengan target harga masing-masing adalah di harga Rp 1.000 dan Rp 31.300 per saham.
Kenaikan Suku Bunga Terindikasi Sudah Usai
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan. Hal itu tercermin dari pengajuan klaim baru tunjangan pengangguran sepanjang pekan pertama November meningkat ke level tertinggi dalam tiga bulan.
Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS, klaim baru tunjangan pengangguran secara mingguan yang berakhir pada 11 November 2023 mencapai 231.000, meningkat 13.000 dari klaim baru pada pekan sebelumnya.
Klaim baru ini jadi data mingguan tertinggi sejak Agustus lalu. Sebelumnya, ekonomi yang disurvei
Reuters
memprediksi 220.000.
Pasar tenaga kerja melambat menjadi penanda kenaikan suku bunga The Fed telah membatasi permintaan. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa siklus pengetatan kebijakan The Fed telah usai.
Sementara secara total, klaim tunjangan pengangguran di AS baik baru maupun lanjutan pada sepekan yang berakhir di 4 November mencapai 1,87 juta. Angka ini naik 32.000 dari pekan sebelumnya dan data mingguan terbesar dalam hampir dua tahun.
Para ekonom berpendapat bahwa klaim terus naik karena banyak dari orang-orang yang menganggur mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan. Hal itu mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja lebih longgar dibandingkan era pasca pandemi.
"Kemajuan sederhana telah dicapai dalam menurunkan inflasi dan menyeimbangkan kembali pasar tenaga kerja," kata Conrad DeQuadros, Penasihat Ekonomi Senior Brean Capital seperti dilansir dari
Reuters,
Jumat (17/11).
Nancy Vanden Houten, Ekonom Oxford Economics melihat data klaim tersebut konsisten dengan pasar kerja yang cukup tenang untuk menahan kenaikan suku bunga, namun terlalu kuat untuk jadi pertimbangan penurunan suku bunga dalam waktu dekat









