FORUM TJS INDUSTRI HULU MIGAS 2023 : SKK Migas Ajak Perusahaan Migas Kelola PPM Berbasis Keberlanjutan
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengajak para pelaku industri migas menyiapkan beragam program pengembangan masyarakat agar memberikan dampak positif yang lebih berkelanjutan. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Rikky Rahmat Firdaus mengatakan bahwa selama beroperasi di wilayah Sumbagut, SKK Migas telah menyelenggarakan sejumlah program pengembangan masyarakat (PPM) di lima provinsi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah. Pengembangan UMKM menjadi salah satu materi PPM yang dilaksanakan di wilayah Sumbagut. Masyarakat difasilitasi pengembangan batik, kerajinan, hingga kuliner sesuai dengan potensinya.
Sebagai bagian dari upaya mengajak para pelaku industri migas agar semakin giat mengembangkan program PPM, SKK Migas menggelar Forum Tanggung Jawab Sosial (TJS)/Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Industri Hulu Migas 2023. Forum ini menjadi wadah semua elemen berbagai ide dan inovasi tentang implementasi program pengembangan masyarakat (PPM). Menurut Rikky, Forum TJS menjadi ajang refleksi pelaku usaha di industri migas, sekaligus sebagai wadah mengimplementasikan aspirasi dari stakeholder agar program PPM terus berjalan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rikky melanjutkan, ada tiga milestone penting yang belum ada di tempat lain dan hanya dilakukan oleh SKK Migas - KKKS Wilayah Sumbagut. Ketiganya mencakup Forum Stakeholder - Northern Sumatra Forum, Karya Buku Etnografi “Dinamika Masyarakat” yang telah terbit untuk referensi sosial investor/praktisi migas, dan Penghargaan PPM Award bagi Program Unggulan dan CDO Terbaik.SKK Migas juga menggelar Anugerah Program Pengembangan Masyakarat Terbaik dalam Forum Tanggung Jawab Sosial (TJS)/Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Industri Hulu Migas 2023.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yanin Kholison, mengatakan bahwa praktik yang baik dan tidak baik dari program TJS harus disaring. Program yang baik dapat menjadi inspirasi dan percontohan, sedangkan yang kurang baik musti diperbaiki.Dalam Forum TJS/PPM Industri Hulu Migas 2023, SKK Migas juga menggelar agenda Photo dan Reels Competition. Lomba ini diikuti oleh 241 pendaftar, dengan total 216 peserta yang berpartisipasi melalui 456 karya yang dikumpulkan.
Suntik Mati PLN Batal, target NZE Terancam Meleset
Pupuk di Indonesia Alami Problem Multidimensi
Joe Biden: Menduduki Gaza Adalah Kesalahan Besar
Divestasi Vale Dikukuhnya Dalam HoA
Film "Di Ambang Kematian" Pecahkan Rekor, Tripar Multivision Incar Laba Bersih Rp 100 M
JAKARTA,ID-PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mengincar bersih tahun 2023 sebesar Rp 100 miliar, alias terbang 96% jika dibandingkan raihan laba bersih perseroan pada kuartal III-2023 sebesar Rp 51 miliar. Target tersebut kian realistis salah satunya berkat sokongan pendapatan dari film berjudul "Di Ambang Kematian" yang telah memecah rekor sebagai film terlaris kedua tahun ini. Menurut manajemen RAAM, film "Di Ambang Kematian" telah mencetak box office dengan total 3,3 juta penonton yang masih akan terus bertambah. Catatan mentereng film yang tayang sejak 28 September 2023 tersebut sekaligus memecah rekor sebagai film terlaris kedua pada tahun ini. Karena itu, emiten yang bergerak dibidang produksi dan distribusi film ini optimistis dapat mengakhiri 2023 dengan performa laba bersih tersebut. (Yetede)
Pemberdayaan UMKM Hadapi Sejumlah Tantangan
Berburu Penumpang Kapal Libur Natal
Kinerja Ekspor Manufaktur Melemah
Kinerja ekspor industri pengolahan atau manufaktur pada
periode Januari-Oktober 2023 menurun 10,30 % dibandingkan dengan periode yang
sama tahun lalu, dikarenakan pelemahan permintaan dunia dan melandainya
sejumlah harga komoditas global. Mengutip data BPS, nilai ekspor industri
pengolahan sesuai harga barang (free on board/FOB) Januari-Oktober 2023
mencapai 155,16 miliar USD, merosot 10,30 % ketimbang periode yang sama tahun
lalu yang sebesar 172,97 miliar USD. Penurunan terbesar dicatat oleh komoditas
produk lemak dan minyak hewani/nabati olahan yang pada periode Januari-Oktober
2023 merosot 19,52 % secara tahunan.
Komoditas besi dan baja juga mencatat penurunan kinerja ekspor.
Pada Januari-Oktober 2023, ekspor besi dan baja bernilai 22,13 miliar USD,
menurun 4,35 % secara tahunan. Komoditas lainnya yang mencatatkan penurunan ekspor
cukup dalam adalah alas kaki. Pada Januari-Oktober 2023 ekspor alas kaki
mencapai 5,33 miliar USD, menurun 18,86 % secara tahunan. Direktur Eksekutif
Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri, Kamis
(16/11) menjelaskan, penurunan kinerja ekspor industri pengolahan itu disebabkan
gabungan dari permintaan ekspor yang melemah dan harga komoditas yang kian melandai.
Hal itu dipicu oleh melambatnya perekonomian negara-negara tujuan ekspor Indonesia.
(Yoga)
KELAUTAN DAN PERIKANAN, Pangan Biru Jadi Solusi Masa Depan
Transisi pangan konvensional ke pangan biru didorong menjadi
solusi pemenuhan kebutuhan pangan masa depan. Indonesia yang kaya potensi
makanan biru (blue food) dinilai belum mengoptimalkan potensi sumber daya yang
ada. Komoditas pangan biru, berupa ikan, alga, dan tumbuhan yang dihasilkan
dari budidaya ataupun perikanan darat dan laut, dipandang sebagai alternatif
sumber pangan berkelanjutan di masa depan.
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim
dan Investasi, M Firman Hidayat, mengemukakan, pangan biru merupakan alternatif
solusi ketahanan pangan yang kaya protein dan nutrisi. Selain itu, pangan biru
juga berperan untuk membantu mitigasi perubahan iklim. ”Pembenahan dan
peningkatan pangan biru juga akan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat
pesisir,” kata Firman dalam ”BlueFood Forum” yang digelar secara hibrida, Kamis
(16/11). (Yoga)









