;

Tak Cukup Buang Sampah pada Tempatnya

Yoga 19 Nov 2023 Kompas

Pesan buang sampah pada tempatnya sudah tak lagi cukup. Membuang saja tanpa disertai upaya  pemilahan sampah dari hulu, tetap berujung penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Di tengah kondisi ini, sejumlah anak muda bergerak mencari penyelesaian. Rifqi Dwantara (27) dan Yanuardi Satrio (28), alumnus Fakultas Teknik UGM, memilih membantu warga mengurangi limbahnya dengan mengambil sampah plastik untuk didaur ulang. Di bawah bendera Paste Lab atau Plastic Waste Laboratory yang dibangun sejak 2021, Rifqi dan Satrio membangun usaha ekonomi sirkular yang salah satunya menyediakan layanan jemput sampah plastik bagi masyarakat Yogyakarta. ”Kami berharap bisa menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dalam mengolah sampah. Dimulai dari mengklasifikasikan sampah organik dan non-organik dari rumah serta tidak malu menggunakan produk daur ulang.” Ujar Rifqi di Yogyakarta, Rabu (8/11).  

Selain menjemput sampah, mereka bekerja sama dengan bank sampah di Sleman dan para pemungut sampah. Nantinya, sampah plastik yang telah dipisahkan dari hulu akan diubah menjadi produk yang unik dan bernilai. Produk yang dihasilkan Paste Lab, antara lain, top table, meja kafe, kursi, stools, hingga berbagai dekorasi rumah. Ada juga yang bersalin rupa menjadi aneka aksesori, seperti kacamata, jam tangan, jam dinding, tempat gawai, gantungan kunci, asbak, dan tatakan gelas. Setiap bulan, Paste Lab mampu mengolah hingga 540 kg sampah plastik. Ke depan mereka  berusaha mengolah lebih banyak lagi. Selain menyelamatkan lingkungan, Paste Lab juga membuka peluang kerja bagi 19 pemuda setempat dan para mahasiswa yang tengah menjajal pengalaman magang. (Yoga)

Asa Pembelajaran Bangkit BerkatKepedulian Pembaca "Kompas"

Yoga 18 Nov 2023 Kompas (H)

Kepedihan mendalam dirasakan Ema Hermawati, Kepala Sekolah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM Sarbini, saat gempa meluluh lantakkan bangunan sekolahnya, 21 November 2022. Gempa saat itu juga menewaskan ratusan warga dan mengakibatkan ratusan bangunan rusak. ”Bangunan rusak berat sehingga tidak bisa digunakan lagi,” ujar Ema, Jumat (17/11) mengenang bencana hampir setahun silam. Sebersit asa hadir bersama datangnya tim Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) yang melakukan penilaian terhadap kondisi gedung. Yayasan DKK lantas memutuskan membangun gedung baru. PKBM Sarbini di Desa Sukamanah, Cianjur, Jabar, rampung dibangun dan diresmikan Jumat pagi. Bangunan itu sumbangan dari pembaca harian Kompas dan Kompas.id melalui Yayasan DKK. Peresmian gedung baru dilakukan Pj Gubernur Jabar Bey T Machmudin.

”Terima kasih buat pembaca harian Kompas,” ucap Ema saat acara peresmian. Keberadaan gedung baru itu untuk menggantikan gedung lama yang rusak berat akibat gempa yang mengguncang Cianjur, tahun lalu.Gedung baru berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dengan luas bangunan 515 meter persegi, terdiri dari 6 ruang kelas, 1 lab komputer, 1 ruang guru dan ruang ketua yayasan, 1 ruang perpustakaan, mushala, dan 4 toilet, juga terdapat lapangan upacara dan lapangan olahraga. Dalam sambutannya, Bey mengatakan, pendidikan dan kesehatan merupakan pilar utama dalam menentukan kemajuan bangsa. ”Negara yang maju saat ini adalah negara yang cepat responsif terhadap perkembangan dunia, dan itu tentu harus ditopang oleh pendidikan,” katanya. Bey mengapresiasi pembangunan PKBM tersebut. Atas semangat gotong royong itu, ia mengucapkan terima kasih kepada para pembaca harian Kompas dan Kompas.id yang dengan ikhlas telah memberikan sumbangsih melalui Yayasan DKK. (Yoga)

Indonesia Imbangkan Geoekonomi

Yoga 18 Nov 2023 Kompas

Indonesia berupaya menyeimbangkan langkah geoekonominya di antara blok Timur dan Barat. Manuver itu bisa mengoptimalkan pemanfaatan aktivitas ekonomi di Asia Pasifik dan kawasan lain. Indonesia telah memastikan menjadi anggota Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang digagas AS. Pada Kamis (16/11) siang waktu San Francisco atau Jumat pagi WIB, pemimpin 14 anggota IPEF menyepakati dua dari empat pilar IPEF. Kesepakatan dicapai di sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Anggota IPEF juga sepakat memulai perundingan soal pasokan mineral penting. Mengacu pada data Departemen Energi AS, Indonesia punya empat dari 50 mineral penting. Indonesia punya cadangan besar kobalt, bauksit untuk aluminium, tembaga, dan nikel. Dalam pertemuan bilateral Indonesia-AS, ada kesepakatan soal pembentukan kerangka kerja perjanjian mineral penting (CMA). Lewat CMA, Indonesia ingin jadi pemasok industri kendaraan listrik AS.

Indonesia juga meminta dukungan AS soal lamaran menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Mayoritas dari 38 anggota OECD merupakan negara dengan PDB tinggi. Lamaran ke OECD dan keterlibatan di IPEF dilakukan kala Indonesia menolak bergabung dengan BRICS. Pakar politik luar negeri BRIN, Siswanto, mengatakan, Indonesia berusaha menunjukkan keseimbangan hubungan dengan AS dan China. Hal itu tak lepas dari persepsi bahwa Indonesia terlalu dekat dengan China. ”Dalam hampir dua periode pemerintahan terakhir, AS menganggap Indonesia tidak sesuai dengan kepentingannya. Persepsi itu muncul karena kebijakan Indonesia memang lebih ke Timur (China),” ujarnya. Indonesia kini menjadi anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP). AS dan sekutunya melihat RCEP sebagai salah satu blok geeokonomi yang dimotori China. AS berusaha menandingi, antara lain lewat IPEF. Bedanya, RCEP memberikan akses pasar, IPEF tidak. (Yoga)

Daerah Belum Tetapkan Upah Minimum

Yoga 18 Nov 2023 Kompas
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian  Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, Jumat (17/11/2023), di Jakarta, mengatakan, hingga sejauh ini belum ada daerah yang memberikan laporan hasil penetapan upah minimum. Aturan saat ini menyebutkan, batas akhir penetapan upah minimum provinsi (UMP) adalah per 21 November 2023. (Yoga)

Tantangan Optimalkan Kekayaan Bengkulu

Yoga 18 Nov 2023 Kompas

Dengan segala potensi sumber daya alam, baik perkebunan, pertanian, dan perikanan tangkap maupun budidaya, provinsi berpenduduk 2,06 juta jiwa itu masih tergolong sebagai daerah miskin di Sumatera. Data BPS pada Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Bengkulu sebanyak 288.460 jiwa atau setara 14,04 %. Persentase penduduk miskin di Bengkulu menjadi terbesar kedua di Sumatera, setelah Aceh. Pada triwulan III tahun 2023, perekonomian Bengkulu tumbuh 3,96 % secara tahunan dengan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) Rp 23,76 triliun. Struktur perekonomian Bengkulu didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 28,9 %, Namun, laju pertumbuhan PDRB di sektor penopang utama ekonomi di Bengkulu masih tergolong kecil, hanya 2,76 % secara tahunan, lebih rendah dibandingkan beberapa sektor lain, di antaranya sektor penyediaan akomodasi yang tumbuh 10,05 %, serta sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,91 %.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu, Kamaludin berpendapat, lambatnya pembangunan di Bengkulu tidak semata karena factor aksesibilitas yang sulit. Ia menilai belum ada terobosan pemda yang menghasilkan lompatan bagi kemajuanBengkulu. Pergerakan ekonomi di Bengkulu lebih banyak terjadi secara alami. Semestinya ada rancangan besar pengembangan ekonomi Bengkulu dari sektor utamanya yang kemudian terdiferensiasi membentuk sektor baru. Hasil dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi bahan baku sektor perindustrian. Selanjutnya, hasil dari sector perindustrian menjadi barang utama sektor perdagangan. Di sektor pariwisata, kekayaan alam berupa pantai, ombak, gunung, hingga bunga Rafflesia arnoldii yang jadi ikon Bengkulu menjadi daya tarik yang dapat dijual kepada wisatawan domestik dan mancanegara. ”Dibutuhkan jalan tol dari Bengkulu menuju Lubuk Linggau, Sumsel, sehingga aksesnya menjadi lebih cepat,” katanya. (Yoga)

Pengusaha Perikanan Minta PNBP Dikurangi

Yoga 18 Nov 2023 Kompas
Para pengusaha pengolahan ikan di Bitung, Sulut, menuntut konsistensi regulasi perikanan tangkap oleh pemerintah pusat, dimulai dari penerapan penangkapan ikan terukur. Mereka akan taat pada aturan, tetapi meminta pemerintah menurunkan besaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang memberatkan. Abrizal Ang, salah satu pengusaha pengolahan perikanan di Bitung, menyebut pelaku usaha mendukung penangkapan ikan terukur (PIT) sebagai cetak biru usaha yang berkepanjangan. Ia berharap, kebijakan yang berpusat pada penerapan kuota tangkapan tahunan demi melindungi stok 12,01 juta ton ikan ini tak berubah. Namun, PNBP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni 5 % dari total tangkapan untuk kapal di bawah 60 gros ton (GT) dan 10 persen bagi kapal di atas 60 GT, ia sebut terlampau besar. ”Kalau rate-nya sudah 10 %, bagaimana kita mau bersaing dengan dunia luar?” kata Abrizal, Jumat (17/11).

Selaku eksportir ikan kaleng, ia mencontohkan, harga produk asal Bitung sulit bersaing dengan produk Vietnam dan Filipina di Eropa akibat tarif masuk 20 %, yang diperburuk oleh PNBP 5-10 % ketika tangkapan didaratkan. Harga acuan ikan yang ditetapkan dalam Kepmen KKP No 140 Tahun 2023 di Bitung disebut terlalu tinggi, yaitu Rp 15.000 per kg untuk cakalang dan Rp 17.700 per kg untuk madidihang (tuna sirip kuning) sehingga dikeluhkan nelayan. ”Kalau PNBP bisa ditahan ke angka 2-3 %, banyak pelaku usaha yang setuju. Kalau 5-10 %, itu sudah jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain,” kata Abrizal. Wali Kota Bitung Maurits Mantiri mengatakan, sejak Menteri Susi Pudjiastuti menerapkan moratorium izin kapal asing serta melarang pengalihan muatan (transshipping) pada 2014, kinerja industri perikanan Bitung merosot dan belum pernah kembali ke titik optimal hingga hari ini. Pada 2014, volume tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung 140.000 ton sepanjang tahun, dengan produksi unit pengolahan ikan (UPI) 700 ton per hari. Namun, Januari-Oktober 2023, hasil tangkapan baru 43.200 ton dengan tingkat utilisasi UPI 180 ton per  hari. (Yoga)

Buruh Minta UMP Jakarta Naik 15 Persen

Yoga 18 Nov 2023 Kompas
Sidang Dewan Pengupahan DKI Jakarta menggelar rapat pembahasan upah minimum provinsi (UMP) 2024, Jumat (17/11). Sidang akan menghasilkan rekomendasi kepada Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Pada Kamis (16/11), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menuntut kenaikan UMP 15 % atau menjadi Rp 5,6 juta dari Rp 4,9 juta. Kadis Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Hari Nugroho menjelaskan, sidang pembahasan UMP baru dimulai. ”Paling lambat 21 November untuk menyerahkan rekomendasi UMP,” ucap Hari. (Yoga)

Serda Mugiyanto, Manis Kelengkeng untuk Memberdayakan Petani

Yoga 18 Nov 2023 Kompas (H)

Pernah terpuruk karena kehilangan kaki kanannya saat bertugas, Serda Mugiyanto (45) berhasil bangkit. Selain bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 19/Borobudur, Magelang, Jateng, Mugiyanto juga mengelola perkebunan kelengkeng di Desa Borobudur, Magelang. Perjalanan hidup Mugiyanto berada di titik nadir tatkala dia kehilangan kaki kanan saat bertugas di Ambon, Maluku, pada 27 November 2001. ”Di sana saya kena ranjau antipersonel. Langsung kena kaki saya, langsung hilang kakinya,” ujarnya, Rabu (25/11). Mugiyanto harus menjalani perawatan di rumah sakit selama empat sampai enam bulan. Dia juga dibuatkan kaki palsu agar bisa kembali beraktivitas. Pada 2004, Mugiyanto mengikuti pelatihan vokasi yang digelar Pusat Rehabilitasi Kemenhan. Setelah itu, dia mulai menggeluti aktivitas pertanian dengan mengembangkan kebun kelengkeng. Mulanya, Mugiyanto menyewa lahan 0,25 hektar di Desa Borobudur untuk membudidayakan kelengkeng bersama warga setempat.

Budidaya itu berhasil sehingga kebun kelengkeng yang ia kelola terus bertambah luas. Saat ini Mugiyanto mengelola kebun kelengkeng seluas 40 hektar. Lokasinya bukan hanya di Magelang, melainkan juga di Pemalang, Jateng. Saat ini ada lebih dari 100 petani yang bekerja di kebun kelengkeng yang dikelola Mugiyanto. ”Saya tidak mau sugih (kaya) sendiri. Saya ingin masyarakat ikut andil. Kebun itu dikelola dengan sistem ekonomi kemasyarakatan. Jadi, ada bagi hasil untuk masyarakat,” katanya. Menurut Mugiyanto, budidaya kelengkeng berpotensi mendatangkan pendapatan yang lumayan. Apalagi, kelengkeng bisa berbuah di luar musim. Satu hektar lahan bisa ditanami 230 batang pohon kelengkeng dengan jarak per pohon 7 meter. Dengan asumsi ada 200 batang pohon yang berhasil berbuah dan menghasilkan 75 kg kelengkeng sekali panen per tahun, hasil panen per tahun per hektar mencapai 15 ton.

Dengan harga Rp 50.000 per kg, satu hektar kebun kelengkeng bisa menghasilkan uang Rp 750 juta per tahun. Selain membudidayakan kelengkeng, Mugiyanto juga melakukan pembibitan. Ia juga mengembangkan wisata petik buah. Mugiyanto kerap diundang ke banyak daerah untuk membina para petani. Keberhasilannya mengembangkan kebun kelengkeng dan membina para petani itu membuatnya dijuluki ”Jenderal Lengkeng”. Atas sejumlah prestasi tersebut, Mugiyanto diganjar sejumlah penghargaan. Pada 2019, dia mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Dari semula kopral kepala, kini ia menyandang pangkat sersan dua. Pada Juni 2023, Mugiyanto mendapat penghargaan sebagai petani yang sukses dalam pengembangan komoditas buah kelengkeng dan pembinaan terhadap 10.000 petani se-Indonesia dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. (Yoga)

BOROBUDUR MARATHON, BERLARI SAMBIL MEMAJUKAN EKONOMI

Yoga 18 Nov 2023 Kompas

Salah satu ajang wisata olahraga (sport tourism) yang ditunggu masyarakat Indonesia ialah Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng, yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jateng. Borobudur Marathon tahun ini, yang bertajuk ”Voice of Unity”, dipastikan lebih semarak dengan peserta yang semakin banyak. Pada tahun ini, Borobudur Marathon melombakan kategori 10 km, half marathon (21,0975 km), dan maraton (42,195 km). Dengan semakin banyak kategori lomba yang dibuka, jumlah pesertanya pun kian bertambah. Borobudur Marathon tahun 2023 ini diikuti lebih dari 10.000 pelari, dimana Borobudur Marathon 2022, hanya menjaring 8.000 pelari. Jumlah pelari yang tembus 10.000 ini mirip dengan penyelenggaraan Borobudur Marathon tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.

Tingginya animo pelari yang mengikuti Borobudur Marathon 2023 ini akan berdampak secara langsung bagi perekonomian daerah setempat. Banyaknya peserta yang berasal dari daerah-daerah tentu akan berimbas pada belanja sektor jasa di wilayah Magelang, terutama menjelang Borobudur Marathon 2023. Setidaknya akan terjadi lonjakan jumlah pengunjung hotel atau penginapan, konsumen rumah makan atau restoran akan meningkat, permintaan jasa transportasi bertambah untuk mobilitas para peserta, dan obyek wisata kian ramai pengunjung. Hal tersebut tentu akan berdampak bagi perekonomian di wilayah Magelang dan sekitarnya. Apalagi, hampir semua peserta sudah mempersiapkan alokasi anggaran pribadinya untuk mengikuti event lari di Magelang itu. Berdasarkan hasil survei Borobudur Marathon tahun 2022, rata-rata uang yang dibelanjakan pelari berkisar Rp 4 juta per peserta, untuk biaya pendaftaran peserta, biaya transportasi ke wilayah Magelang, biaya rekreasi, biaya penginapan, konsumsi harian, transportasi selama di Magelang, hingga belanja oleh-oleh. (Yoga)

NELAYAN BENGKULU KALAH BERTARUNG DI LAUT YANG KAYA

Yoga 18 Nov 2023 Kompas

Dengan susah payah, Zulkoto (50) dibantu 30 tetangganya di kampung nelayan Malebero, Kota Bengkulu, mendorong perahu motor dari daratan ke bibir pantai, Rabu (15/11) sore. Dibutuhkan 30 menit untuk mendorong perahu berukuran 20 gros ton tersebut hingga sampai di pinggir laut. ”Kami biasanya melaut sejauh 30-40 mil ke arah utara menuju perairan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara,” ucap ayah dua anak itu. Saat ini laut masih bersahabat. Para nelayan di Bengkulu sedang panen ikan tuna, layur, dan tongkol. Dalam sehari melaut, nelayan bisa mendapat ikan 700-800 kg. Sayangnya, meski ikan melimpah, nelayan tetap tidak dapat menikmati untung banyak karena harga ikan di pasaran anjlok. Ikan tongkol paling tinggi dibeli Rp 13.000 per kg, tuna Rp 22.000 per kg, dan layur Rp 30.000 per kg. Harga jual itu bisa lebih rendah jika kualitas ikan hasil tangkapan nelayan rusak karena terlalu lama di darat atau kekurangan es batu. Ikan tongkol bisa jatuh pada harga Rp 10.000, tuna Rp 18.000, dan layur hanya Rp 20.000 per kg.

Tempat pelelangan ikan di kawasan Pulau Baai, yang seharusnya menjadi tempat negosiasi harga, juga tak terpakai. Setelah mendarat, sebagian besar nelayan menjual hasil tangkapan kepada tengkulak, karena ratusan nelayan telah meminjam perahu untuk modal melaut. Mereka juga meminjam uang sayur untuk keluarganya pada tengkulak. Bos nelayan adalah pemilik kapal yang juga membeli semua ikan hasil tangkapan nelayan. ”Kami bagi hasil dengan bos. Kalau sedang musim panen, alhamdulillah bisa dapat Rp 500.000 setelah dua hari melaut. Itu setelah dipotong modal dan utang,” kata Setrayandi (43), nelayan asal Sumbar, yang merantau ke Bengkulu sejak lima tahun lalu. Kekayaan laut di Bengkulu membawa Setrayandi merantau ke provinsi di pesisir barat Sumatera itu. Ia berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun, nyatanya nasib nelayan tradisional sama saja. Hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan.

Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Syafriandi mengakui potensi perikanan di Bengkulu belum tergarap secara optimal karena keterbatasan sarana dan prasarana. Selain ukuran kapal nelayan yang masih di bawah 30 GT, nelayan juga belum mempunyai fasilitas cold storage untuk menyimpan ikan agar tetap segar. Bahkan, Bengkulu juga masih kekurangan es untuk mengawetkan ikan. Saat musim panen ikan seperti sekarang, kebutuhan es untuk nelayan di Bengkulu bisa mencapai 300 ton per hari. Namun, kapasitas produksi es baru 175 ton per hari. Pemprov Bengkulu tengah membangun Pelabuhan Perikanan Nusantara di Kabupaten Seluma. Pelabuhan itu ditargetkan selesai pada 2024 dan diharapkan dapat mendukung usaha nelayan, khususnya yang berasal di luar Kota Bengkulu. Pemerintah juga mengupayakan pembangunan pabrik es di Pulau Enggano, untuk memenuhi kebutuhan es untuk nelayan di Enggano dan nelayan lain yang sedang mencari ikan di perairan sekitar pulau tersebut. (Yoga)

Pilihan Editor