;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10114 )

Kebijakan Terbaru PPN 2025: Harapan Pemerintah dan Respon Masyarakat

30 Jun 2025

Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan pajak baru melalui PMK Nomor 131 Tahun 2024, PMK Nomor 11 Tahun 2025, dan PER-11/PJ/2025 untuk meningkatkan penerimaan pajak dan kepatuhan di sektor perdagangan, khususnya melalui pemungutan PPN oleh platform marketplace. Dari sudut pandang pemerintah, kebijakan ini memperkuat fiskal nasional, sementara masyarakat umum menunjukkan respons beragam.


Berdasarkan PMK 131/2024, tarif PPN naik menjadi 12% untuk barang/jasa mewah (misalnya, hunian di atas Rp30 miliar, kendaraan mewah) sejak Januari 2025, sementara barang non-mewah tetap efektif 11% melalui perhitungan DPP 11/12. Selanjutnya, PER-11/PJ/2025 mewajibkan marketplace seperti Shopee memungut PPN dari pedagang dengan transaksi di atas Rp600 juta atau traffic lebih dari 12.000, menyederhanakan pemungutan dan memperluas basis pajak e-commerce. PMK 11/2025 menstandarisasi DPP untuk transaksi seperti pulsa dan voucher, sekaligus memudahkan pelaporan. Pemerintah memproyeksikan peningkatan penerimaan PPN untuk mendanai pembangunan dan program sosial. Disamping itu, pemerintah juga memebrikan stimulus Rp38,6 triliun, termasuk insentif PPN 6% untuk tiket pesawat sebagai bentuk upaya menjaga daya beli masyarakat.

Masyarakat umum, khususnya konsumen, menyambut pembebasan PPN untuk kebutuhan pokok dan insentif ekonomi, yang menjaga harga barang dasar tetap terjangkau. Namun, pedagang online mengeluhkan PER-11/PJ/2025 karena PPN meningkatkan harga jual atau mengurangi margin, terutama bagi UMKM mendekati batas Rp600 juta. Kurangnya sosialisasi memicu kebingungan tentang administrasi pajak, meskipun efisiensi pemungutan oleh marketplace diapresiasi sebagian pelaku usaha.

Pemerintah diimbau memperkuat sosialisasi dan mengevaluasi batas transaksi untuk mendukung UMKM, memastikan penerimaan pajak meningkat tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.

Fregat, Kapal Tempur Canggih Karya Anak Bangsa

29 Jun 2025

Di dok kering gigantik galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, Jatim, Rabu (25/6) blok lambung kapal berwarna abu-abu, sebagian sudah tersambung, diselimuti jaring-jaring perancah. Di beberapa sudut terlihatpara pekerja sibuk mengelas tumpukan baja menjadi bangunan fregat yang bakal diberi nama Merah Putih. Fregat Merah Putih itu merupakan pesanan Kemenhan. Pembangunan unit pertama dari dua fregat Merah Putih itu telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari total 161 blok fabrikasi yang membentuk struktur kapal, 103 telah memasuki tahap erection kapal atau penyambungan blok. Artinya, dua pertiga ”kepingan lego” raksasa itu telah menyatu. Pembangunan konstruksi kapal perang jenis fregat itu telah mencapai 66 %. Setelah peletakan lunas (keel laying) pada 2023, PT PAL Indonesia menargetkan fregat pertama diluncurkan akhir 2025, yang menjadi langkah awal sebelum serangkaian penyempurnaan dan uji coba.

Rencananya, kapal perang itu akan diserahkan ke Kemenhan pada Agustus 2026. Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa mengklaim, fregat Merah Putih akan menjadi kapal perang tercanggih di Indonesia kalau sudah berlayar. Fregat Merah Putih merupakan kapal besar dengan panjang 140 meter dan bobot muatan penuh 6.000 ton, jauh melampaui kapal kelas Martadinata andalan TNI AL saat ini, yang berbobot 2.400 ton. Lompatan paling signifikan terletak pada daya gempur dan fleksibilitas persenjataannya. Jika kelas Martadinata dibekali 12 sel peluncur vertikal (VLS), fregat Merah Putih membawa 64 sel VLS Universal Midass, yang memungkinkannya membawa kombinasi maut berbagai jenis rudal, mulai dari rudal pertahanan udara jarak menengah sampai jauh hingga rudal anti kapal (SSM) dari tabung yang sama. Kemampuan pengamatan, mengadopsi sistem radar ganda canggih, 3D Surveillance Radar dan Multi Function Radar, diperkuat meriam utama76 milimeter (mm) dan sistem CIWS 35 mm. (Yoga)


Mendaur Ulang Sampah Plastik sisa Gerai Kopi

29 Jun 2025

Deru mesin pencacah terdengar nyaring di bengkel kerja Daur Baur Micro Factory, awal Juni 2025. Dikha mengambil gelas-gelas plastik bekas dan memasukkan satu persatu ke dalam mesin pencacah. Di ruangan sebelah, Laisa sedang menyiapkan cetakan di atas meja tatakan. Dengan sekop, cacahan plastik berwarna putih dari kontainer kecil dituangkan ke atas pelat dan diratakan dengan tangan. Setelah cacahan plastik merata di atas pelat, potongan kertas koran bekas lalu ditambahkan di atasnya. Proses itu diulang hingga beberapa lapis lalu cetakan cacahan plastik dan kertas koran dipindah ke mesin hot press selama 30 menit sampai satu jam, tergantung ketebalan yang diinginkan. Hasil cetakan nantinya diolah kembali dan dibentuk menjadi beragam produk daur ulang. Bengkel kerja Daur Baur Micro Factory berada satu area dengan kafe Kopi Nakoyang di Baranangsiang, Bogor Timur, Jabar. Daur ulang gelas plastik merupakan inisiatif Kopi Nako, di bawah naungan PT Jendela Kuliner Bersama dan manajemen Kanma Group.

Pengunjung dapat melihat langsung proses daur ulang dari bahan botol dan gelas plastik bekas, juga aktivitas rumah sangrai biji kopi di sini. Produk furnitur yang diproduksi Daur Baur Micro Factory berupa meja, kursi, meja bar dan coffee tray, yang digunakan di gerai Kopi Nako seluruh Indonesia. Ada juga beragam suvenir dan barang hasil kolaborasi dengan jenama lain, seperti jam tangan, kacamata, aksesori dan ruang ATM bank. Kertas bekas koran Kompas dan pelat bekas cetakan koran Kompas juga digunakan dalam proses daur ulang. Beberapa suvenir ada yang ditambahkan dengan ampas kopi. Sebagian besar material gelas plastik bekas ini dikumpulkan langsung dari gerai-gerai Kopi Nako, yang dikumpulkan saat truk ekspedisi mengantar biji kopi dan bahan lain ke seluruh gerai Kopi Nako. Inovasi daur ulang sampah plastik pada sektor bisnis kuliner yang berjalan konsisten dalam jangka panjang akan berkontribusi pada berkurangnya volume sampah plastik ke TPA) dan mengurangi pencemaran lingkungan. (Yoga)


Harga yang Patut untuk Kemewahan Mobil Hyundai Palisade

29 Jun 2025

Di lini mobil mewah keluaran PT Hyundai Mo-tors Indonesia (HMID) di Indonesia, model Palisade adalah kasta tertinggi, walau belakangan, keelokannya seolah disalip model dibawahnya. Pada generasi kedua yang baru meluncur, superioritas itu direbut kembali dengan harga makin tinggi. AS adalah pasar terbesar mobil SUV. Di ajang pameran otomotif New York Auto Show 2025, April silam, Hyundai Palisade generasi kedua diperkenalkan. Perubahan Paling terlihat adalah bentuk gril, lampu utama dan pelek rodanya yang membesar, jadi 20 dan 21 inci. Peluncuran resminya di Indonesia dilakukan pada Jumat (13/6) di kawasan elite Dharmawangsa, Jaksel. Tema acara itu ”Premium Has Its Shape”, menegaskan posisi Palisade baru di kelas atas. ”Berbekal kepercayaan dari generasi sebelumnya, model ini memenuhi kebutuhan keluarga modern yang terus berkembang dengan performa hybrid yang efisien,” kata Ju Hun Lee, Presdir PT HMID. Generasi kedua Palisade inidijual dalam tiga varian.

Ketiganya memakai powertrain sama, yakni hibrida mesin Smartstream G2.5T dan motor listrik berbaterai litium1,65 kWh.  Varian terendah adalah Signature dengan harga Rp 1,105 miliar. Di atasnya ada varian Calligraphy dengan harga Rp 1,274 miliar. Varian tertingginya adalah Calligraphy AWD seharga Rp 1,359 miliar. Harga berlaku on the road Jakarta. Hilang sudah Palisade dibawah Rp 1 miliar. Tapi pemesannya sudah cukup banyak. ”Ada sekitar seratusanlah. Padahal, baru dibuka dua minggu,” cetus Uria Simanjuntak, Head of PR PT HMID. Tenaga mobil Palisade sangat menggoda, berkubikasi 2.497 cc diperkuat dengan turbo. Motor listriknya bertorsi besar, 264 Nm. Paduan mesin dan motor listrik itu menghasilkan tenaga maksimum 334 PS dan torsi puncak 460 Nm. Yang paling canggih adalah fitur autentifikasi sidik jari. Selama sidik jarinya sudah terdaftar, pengemudi tak perlu lagi membawa kunci mobil, cukup dengan sidik jari saja. Benar-benar harga yang patut untuk sebuah kemewahan.  (Yoga)


60 Tahun, Kompas Merekam Sejarah

28 Jun 2025

Media cetak memainkan peran penting dalam membentuk narasiawal sejarah. Sejak lahirnya 60 tahun lalu, Kompas ikut serta membentuk narasiawal sejarah Indonesia. Saat kelahirannya, 28 Juni 1965, pada halaman utama, Kompas sudah merekam peristiwa utama di dunia dan Tanah Air. Delapan wajah halaman pertama Kompas menampilkan perjalanan tonggak penting sejarah yang direkam, termasuk perjalanan Kompas dari sisi jurnalistik dan aspek visual.  Kompas terbit menjelang dibukanya Konfrensi Asia Afrika II di Aljazair. Simboliknya, kita menentang penindasan yang bernama Nekolim bersama kekuatan-kekuatan progresif sedunia dengan poros Afrika Asia. Kesetia kawanan Afrika Asia perlu dipupuk dengan meluaskan saling pengertian melalui karangan tentang Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Dari sisi jurnalistik, Tajuk Rencana menggariskan, Kompas sebagai sebuah harian terikat oleh sifat jurnalistik yang wajib dipenuhi jika tugasnya hendak berhasil baik. Sesuai dengan kecerdasan rakyat yang terus meningkat, bentuk jurnalistik yang dijanjikan Kompas adalah dialog, yang menggugah pikiran dan menyegarkan perasaan dengan gaya yang mudah dipahami dan enak dibaca. Kompas merekam dokumen penting dalam sejarah Orde Baru, yaitu Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) di halaman 1 pada edisi 14 Maret 1966. Berita utama dihalaman 1 mengutip dua butir isi Surat Perintah Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, Sukarno kepada Menteri Panglima Angkatan Darat, Letjen Suharto dengan tambahan harapan kepada rakyat.

Pemerintah Orde Baru di bawah Presiden Soeharto memulai pembangunan berkesinambungan dengan program Rencana Pembangunan Lima Tahun. Berbagai proyek besar dikerjakan, salah satunya, proyek telekomunikasi yang dikenal sebagai proyek Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa. Indonesia tercatat sebagai negara keempat yang memiliki satelit sendiri setelah Rusia, Kanada, dan AS. Gaya investigasi Kompas khas, menitik beratkan pada pengungkapan persoalan, bukan pada personal yang terlibat di persoalan itu. Dalam jurnalisme data, Tim Kompas bekerja mencari fakta baru dengan mengolah dan menganalisis data pendukung. Targetnya, mendapat perspektif baru setelah menemukan fakta di balik data. (Yoga)


Bullion Bank Beroperasi, Pemerintah Didorong Optimalkan Potensi Pajak dan Pengawasan Keuangan

27 Jun 2025

Pemerintah meresmikan dua bullion bank pertama di Indonesia, yakni Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), pada Februari 2025. Kehadiran bank emas ini digadang-gadang mampu memanfaatkan potensi cadangan emas nasional yang besar serta memperkuat ekosistem keuangan berbasis logam mulia.

Namun demikian, di balik peluang ekonomi tersebut, muncul sorotan terhadap aspek perpajakan dan keamanan finansial. Saat ini, regulasi perpajakan yang berlaku, seperti PMK No.48/PMK.03/2023, hanya mengatur pajak penghasilan atas penjualan emas batangan. Sementara itu, skema imbal hasil dari simpanan, pembiayaan, dan penitipan emas di bullion bank belum sepenuhnya tercakup dalam ketentuan pemotongan pajak (withholding tax).

Ketiadaan kewajiban pelaporan rekening bullion kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga dinilai menjadi celah penghindaran pajak. Laporan transaksi bullion baru diwajibkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara akses DJP masih terbatas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan rekening bullion untuk menyamarkan dana dari tindak pidana perpajakan atau pencucian uang.

Pakar kebijakan fiskal mendorong pemerintah untuk segera memperbarui regulasi akses data keuangan dan objek sita dalam pemulihan kerugian negara, serta menyusun aturan perpajakan yang relevan dengan kegiatan usaha bullion. Jika dikelola dengan pengawasan yang tepat, bullion bank diyakini dapat menjadi sumber penerimaan negara sekaligus memperkuat stabilitas keuangan nasional.

Menyulap Sampah Jadi Bernilai Tambah dengan Kolaborasi

26 Jun 2025

Kesadaran dan andil semua pihak jadi kunci dalam menghadapi persoalan sampah di Indonesia. Itulah yang dilakukan Kopi Nako bersama Kompas dalam daur ulang sampah dengan mesin press di Kota Bogor, Jabar, Rabu (11/6) siang. Mesin-mesin tersebut menekan cacahan sampah plastik bekas kopi dari puluhan gerai Kopi Nako di seluruh Indonesia. Gelas plastik jenis polypropylene (PP) yang digunakan para pelanggan Kopi Nako dibersihkan, lalu dikumpulkan. Dengan mesin pencacah, gelas bekas pakai dicacah menjadi jauh lebih kecil. Cacahan diberi warna biru. Lalu, dibawa ke mesin press dan ditebar pada cetakan berukuran 1 x 1 meter. Dalam 45 menit sampai 1 jam dalam mesin pressing, kotak biru itu diubah menjadi materi berbagai karya Kopi Nako dan Daur Baur. Dengan tambahan potongan koran Kompas, cetakan plastik biru dan koran itu menjadi beberapa produk spesial, seperti Tumbler Daur Baur X Kompas 60 Tahun, Capslock Running Cap Daur Baur X Kompas 60 Tahun dan Jam Tangan C/Time Daur Baur X Kompas 60 Tahun.

Chief Marketing Officer and Creative KANMA Group Robert Wanasida menjelaskan, Kopi Nako dan Daur Baur berada di bawah manajemen Kanma Group, unit usaha kuliner dengan 60 gerai Kopi Nako di seluruh Indonesia. Produk-produk spesial hasil kolaborasi Kopi Nako dan Kompas itu akan dijual di beberapa gerai Kopi Nako dan Kompas. Pelanggan juga bisa memesannya lewat official store Kopi Nako di lokapasar Tokopedia.  Kopi Nako dan Kompas punya gagasan dan keresahan bersama soal sampah, terutama sampah yang mereka hasilkan sendiri. Untuk itulah tercipta kolaborasi. Dan, momen yang tepat itu adalah saat ulang tahun ke-60 Harian Kompas pada 28 Juni 2025. ”Utamanya, kami ingin mengajak teman-teman, baik yang bergerak di industri bisnis FNB (makanan dan minuman) maupun teman-teman generasi muda, komunitas maupun kelompok lainnya supaya lebih aware terhadap lingkungan, terutama soal sampah plastik,” kata Robert, Rabu (25/6). (Yoga)


Mengurangi WNI Berobat ke Luar Negeri dengan KEK Kesehatan

26 Jun 2025

Presiden Prabowo, Rabu (25/6) meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital. Kawasan yang menghadirkan layanan kesehatan bertaraf internasional itu diharapkan mengurangi jumlah warga negara Indonesia yang berobat ke luar negeri, sekaligus mengembangkan wisata medis. KEK Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital berada di Pantai Sanur dan Pantai Segara Ayu, Denpasar, Bali. Dikawasan seluas 41,26 hektar itu ada fasilitas kesehatan bertaraf internasional, untuk kulit, gigi, mata dan bedah plastik. Sebelumnya, Presiden meresmikan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center (NSWAC) RSUP Prof dr IGNG Ngoerah, Denpasar. NSWAC merupakan unit pengembangan usaha RSUP Ngoerah yang memiliki empat layanan unggulan, yakni pemeriksaan kesehatan (MCU), poli gigi estetik, dermaesthetic (estetika kulit) dan bedah plastik.

Presiden Prabowo mengapresiasi pembangunan kawasan yang khusus dibuat untuk mengembangkan kesehatan bertaraf internasional itu. Inisiatif pembangunan kawasan ini dimulai sejak pemerintahan Presiden ke-7 RI, Jokowi. ”Saya mewarisi kebaikan dar ikepemimpinan presiden sebelum saya. Ini yang saya tangkap dan harus berani untuk meneladan,” ujar Prabowo. Ia berharap, KEK Sanur bisa mengurangi jumlah WNI yang berobat ke luar negeri. Merujuk catatan Kementerian BUMN, ada 2 juta WNI yang berobat di luar negeri per tahun. Dana yang dihabiskan untuk pengobatan tersebut mencapai Rp 150 triliun per tahun. ”Begitu banyak WNI yang mencari pengobatan di luar negeri, yang mengakibatkan pengeluaran devisa yang sangat besar. Dengan inisiatif ini, kita bisa memberi pelayanan yang tidak kalah dengan yang terbaik di dunia,” tutur Prabowo. Pemerintah juga akan memperkuat sistem asuransi kesehatan agar layanan kesehatan bertaraf internasional bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. (Yoga)


Tanpa Abaikan Seniman, Jakarta Menuju Kota Global

26 Jun 2025

Kota Jakarta sedang berambisi menuju 50 besar kota global dunia, tanpa meninggalkan budaya Betawi sebagai identitas kota ini, termasuk dengan memperhatikan nasib seniman Betawi. Global Power City Index menempatkan Jakarta pada peringkat ke-45 dari 48 negara. Posisinya lebih rendah daripada kota sekawasan, seperti KualaLumpur (41), Bangkok (40), dan Singapura (5). Walau berupaya masuk dalam jajaran kota global dunia, Pemprov DKI Jakarta memastikan kebudayaan Betawi tak akan ditinggalkan. ”Budaya tetap menjadi penanda kekhasan Jakarta, sekaligus daya tarik untuk mem-perkenalkan wajah Indonesia kepada dunia,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat perayaan HUT Ke-498 Jakarta di kawasan Monas, Jakpus, Minggu (22/6). Pramono juga merespons upaya menyejahterakan seniman ataupun melestarikan kebudayaan Betawi. Tampak dari tema ulangtahun Jakarta, yaitu ”Jakarta Kota Global dan Berbudaya”.

Pemprov DKI Jakarta mendorong dirampungkannya revisi Perda No 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi menjadi Rancangan Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi. Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, Rabu (25/6) mengatakan, Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan Betawi sebagai sokoguru untuk kesejahteraan dan regenerasi kebetawian ataupun budaya lainnya. ”Saya ingatin, Jakarta ini bukan hanya milik Betawi. Kita harus adil kepada semua kebudayaan yang ada di Jakarta. Itu yang sedang kami siapkan,” ujar Rano. Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin memastikan komitmennya, memprioritas-kan revisi Perda No 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi menjadi Pemajuan kebudayaan Betawi. Politisi PKS ini juga mengusulkan agar kebudayaan Betawi tak hanya hadir dalam perda atau sekadar seremonial. Kebetawian harus masuk dalam matapelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, untuk mendorong perubahan sosial, termasuk menjaga sekaligus melestarikan budaya Betawi.

Berdasarkan catatan Laporan Keuangan Pemda DKI Jakarta 2021-2024, Alokasi anggaran pengembangan kebudayaan tahun 2024 mencapai Rp 117 miliar dengan realisasi 88,35 %. Sekdis Kebudayaan DKI Jakarta, Imam Hadi Purnomo mengakui, pihaknya telah memberi pendampingan untuk meningkatkan manajemen sanggar, termasuk mendorong legalitas perizinan, berbarengan dengan menyusun naskah akademik Pemajuan Kebudayaan Betawi dengan memperkuat narasi kebudayaan Betawi dalam dokumen perencanaan daerah guna menjawab tantangan Jakarta sebagai kota global, melalui penguatan pengalaman budaya, peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK), serta Obyek Pemajuan Kebudayaan (OPK) melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan agar tetap terjagadan lestari. (Yoga)


Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri

26 Jun 2025

Bank Mandiri berkomitmen mendukung agenda strategis pemerintah dalam mengakselerasi transformasi ekonomi kerakyatan, termasuk penguatan koperasi desa agar dapat menciptakan nilai tambah secara optimal dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Mandiri mewujudkan dukungan tersebut pada kickof/pelatihan Capacity Buildin SDM dan Penguatan Kelembagaar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar Rabu-Kamis (25-26/6). Kegiatan yang diinisiasi Kemenko Bidang Pangan ini menjadi langkah awal penting dan menentukan dalam mendorong Kopdes sebagai pilar penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif, adaptif dan berdaya saing tinggi. Bank Mandiri menyediakan fasilitas pelatihan di Gedung Nawasena, Mandiri University, KawasanMandiri Wijayakusuma, Jakbar, bagi 1.300 peserta yang merupakan pengurus dan perwakilan 150 KDKMP yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 348 peserta hadir secara langsung (luring), sedang 1.000 peserta lainnya bergabung secara daring melalui platform digital. "Bank Mandiri percaya bahwa Kopdes memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Melalui sinergi ini, kami berharap dapat membantu Kemenko Pangan memperkuat fondasi kelembagaan koperasi dan mengakselerasi kapasitas SDM-nya agar lebih adaptif terhadap tantangan dan kebutuhan zaman," kata Dirut Bank Mandiri, Darmawan Junaidi di sela acara di Jakarta, Rabu (25/6). Acara ini juga dihadiri Menko Pangan sekaligus Kerua Satgas KDKMP, ZulkifliHasan, menteri dan wakil menteri terkait, serta beberapa direktur BUMN. Bank Mandiri tak hanya menyediakan fasilitas dan dukungan logistik, tapi juga berkontribusi dalam pengisian materi pelatihan mengenai pemahaman keuangan serta sharing sesion agar kchadiran KDKMP memberi dampak yang lebih optimal dalam memperkuat ekonomi desa dan kemandirian bangsa. (Yoga)