Perusahaan
( 1089 )Ancaman Pekerja Platform
Sesuai laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) Indonesia termasuk dalam daftar 15 negara yang memiliki jumlah pekerja platform dalam jaringan (daring) terbanyak di dunia. Persentase porsi pekerja platform daring terhadap total pekerja di Indonesia mencapai 1,5 %. Laporan ILO yang bertajuk ”Realizing Decent Work in The Platform Economy” yang dirilis baru-baru ini menyoroti, kegiatan ekonomi yang dihasilkan dari platform teknologi merupakan salah satu manifestasi digitalisasi industri yang menimbulkan problem kerja layak yang serius. Misalnya, dugaan akses jaminan sosial yang rendah dan pengelolaan tenaga kerja manusia yang dominan berbasis algoritma (Kompas.id, 8/5/2024).
Sejak beberapa waktu lalu, isu ketenagakerjaan di industri digital mulai disorot. Di negara lain, isu ini diawali dengan masalah hak-hak pekerja yang berujung pada keinginan mereka di sejumlah perusahaan teknologi untuk membentuk serikat pekerja, yang memunculkan konflik internal dan mencuat ke publik. Beberapa di antaranya bisa diselesaikan. Namun, tidak sedikit yang masih menggantung, antara lain diberikan izin, tetapi serikat pekerja belum optimal. Laporan ILO di atas lebih banyak menyoroti pekerja yang tidak langsung bekerja di platform. Mereka seperti berada di pasar sekunder industri digital, seperti pengemudi daring, pengantar barang, pengantar makanan, dan penjual daring.
Masalah mereka, terutama yang berada di negara dengan aturan tenaga kerja yang minim, semakin berat karena nyaris tanpa perlindungan formal. Melihat jumlah pekerja yang bergantung pada industri digital itu tinggi, maka tuntutan akan memunculkan masalah. Mereka pasti akan meminta perlindungan yang memadai dan tentu penghasilan yang makin layak. Mereka terkena dampak kenaikan harga kebutuhan pokok sehingga kenaikan pendapatan harus menyertai mereka. Masalahnya, perusahaan teknologi tidak memiliki dana tunai yang memadai. Mereka masih merugi, sementara kenaikan harga layanan masih sulit dilakukan. Perusahaan teknologi kini di simpang jalan. (Yoga)
UMN Career Day 2024
Terlihat refleksi pengunjung saat berkonsultasi di stan PT Inti Berkat Jaya dalam acara UMN Career Day di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten, pada hari Rabu (8/5/2024). Acara
UMN Career Day ini menawarkan berbagai lowongan magang dan pekerjaan untuk para mahasiswa baik yang masih kuliah di tingkat akhir maupun mereka yang sudah lulus kuliah. (Yoga)
Pasca penutupan Pabrik, Bata Lakukan Penyesuaian Bisnis
Pihak PT Sepatu Bata Tbk mengakui, pasca-pandemi Covid-19, perusahaan menghadapi banyak tantangan selama empat tahun terakhir, termasuk perubahan perilaku konsumen yang cepat. Dampaknya adalah penutupan pabrik yang ada di Purwakarta, Jabar, sejak 30 April 2024. Bata merasa perlu untuk bertransformasi guna melayani konsumen dengan lebih baik. ”Perusahaan tidak lagi dapat melanjutkan produksi di pabrik di Purwakarta, sebagai gantinya perusahaan akan menawarkan produk-produk baru yang menarik yang dirancang dan dikembangkan oleh Bata serta produsen lokal dari pabrik mitra kami di Indonesia. Banyak di antaranya yang sudah bekerja sama dengan kami sebelumnya,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Sepatu Bata tbk Hatta Tutuko melalui siaran pers, Kamis (9/5).
Hatta menambahkan, hal ini bukan keputusan yang mudah dan Bata sudah melakukan evaluasi mendalam melalui persetujuan di antara pihak-pihak yang terkait. Penyesuaian-penyesuaian ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkembang dan beradaptasi di masa-masa perubahan ini. Untuk menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang, lanjut Hatta, Bata mengambil inisiatif yang bertujuan mengoptimalkan operasionalisasi perusahaan guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang melalui pemasok lokal dan mitra lainnya. Bata akan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia dengan memenuhi permintaan pelanggannya. Bata akan terus berinovasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan melalui berbagai cara, baik daring di laman bata.co.id maupun mengintegrasikan pengalaman langsung dari toko fisik. (Yoga)
Chandra Asri Group dan Glencore akan Akuisisi Aset Shell Energy and Chemical Park di Singapura
Perusahaan Solusi Kimia dan Infrastruktur di Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dan Glencore plc (Glencore) menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Shell Singapore Pte. Ltd (SSPL) untuk mengakuisisi seluruh kepemilikannya di Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP). Diketahui, Glencore merupakan salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di dunia. Setelah melalui proses lelang yang kompetitif, CAPGC Pte. Ltd. (CAPGC), perusahaan patungan yang mayoritas dimiliki dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group dan minoritas oleh Glencore melalui anak perusahaannya masing-masing, sepakat untuk mengakuisisi SECP yang terdiri dari kilang minyak mentah dengan kapasitas pemrosesan sebesar 237.000 barel per hari, ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom dan aset kimia hilir di Pulau Jurong. Presiden Durektur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan, akuisisi ini merupakan keberhasilan dari strategi M&A terprogram untuk menjadi pemain kimia dan infrastruktur terkemuka dan akan semakin memperkuat ketahanan bisnis Chandra Asri. (Yetede)
Presiden: Penutupan Pabrik Bata Tak Gambarkan Ekonomi Nasional
Presiden Joko Widodo menekankan bahwa tutupnya pabrik PT Sepatu Bata Tbk tidak menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 tumbuh 5,11% secara tahunan (year on year/yoy). Dia menilai, pertumbuhan ekonomi nasional 5,11% menumbuhkan optimisme di tengah resesi global yang terjadi saat ini. Tapi yang jelas secara makro, perkembangan ekonomi kita sangat baik 5,11%, kata Presiden. Presiden menilai tutupnya pabrik sepatu tersebut karena pertimbangan perusahaan yang harus melakukan efisiensi atau kalah bersaing dengan barang-barang baru. Banyak hal," kata dia. Di tempat terpisah, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penutupan pabrik sepatu milik PT Sepatu Bata Tbk adalah upaya perusahaan untuk melakukan transformasi bisnis, hingga perseroan dapat kembali sehat dan efisien. "Mereka sedang melakukan transformasi bisnis dan menyesuaikan kegiatan bsinisnya agar lebih efisien. Kita ketahui bersama mereka telah menjual aset dalam rangka menjadikan perusahaan kembali sehat dan efisien," kata dia. (Yetede)
Gelar Private Placement, Merdeka Copper Berpotensi Raup Rp 6,26 Triliun
PT Merdeka Cooper Gols Tbk (MDKA) berpotensi menghimpun dana segar sehingga US$ 385,68 juta atau setara Rp6,25 triliun dari rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD III) atau private placement sebanyak 2,44 miliar saham atau maksimum 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis perseroan. Secara umum, pelaksanaan PMTHMETD III akan memberikan dampak secara langsung terhadap struktur permodalan dan likuiditas perseroan. Dengan asumsi harga penutupan saham perseroan per tanggal 3 Mei 2024 sebebsar Rp 2.560 dan kurs tengah bank Indonesia sebesar Rp16.202 per dolar AS, kondisi keuangan dan ekuitas perseroan setelah pelaksanaan PMTHMETD III akan mengalami peningkatan sebesar US$ 386,68 juta," tulis manajemen Merdeka Copper. Manajemen Merdeka Copper mengungkapkan, dalam rangka mengembangkan kegiatan usaha perusahaan serta upaya memiliki kesempatan untuk melaksanakan potensi ekspansi, perseroan memandang perlu untuk memperkuat struktur permodalannya. (Yetede)
Indofarma Harus Dibenahi Besar-Besaran
Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas PT Indofarma Tbk (INAF) 'turun gunung' untuk menyampaikan sengkarut keuangan yang membelit perseroan. Keuangan emiten farmasi itu saat ini, mengalami difisit alias tekor untuk membiayai kebutuhan operasional, salah satunya gaji karyawan. Bahkan, kondisi itu berujung pada gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). PKPU dilayangkan perusahaan outsourcing, PT Forensight Global, kepada Indofarma pada 29 Februari 2024 dan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkannya pada 28 Maret 2024. Mengatasi permasalahn ini, alih-alih menyelesaikannya perkorporasi, Kementrian BUMN justru berinisiatif untuk mengambil langkah radikal dengan melaksanakan transformasi besar-besaran secara grup farmasi. "Kami mencoba menyelesaikan secara grup karena Indofarma sedang kami lakukan rasionalisasi dan perbaikan keuangan. Cuma, holding yang akan melayani secara keseluruhan. Jadi kami akan menyelesaikan (permasalahan Indofarma ) secara holding," ungkap Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. (Yetede)
Kemilau Emas Bikin HRTA Cemerlang
Permintaan dan harga emas yang semakin berkilau menyebabkan kinerja PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) cemerlang selama tiga bulan pertama 2024. Top line dan bottom line emiten perdagangan emas ini kompak tumbuh. Merujuk laporan keuangan, HRTA meraih laba bersih sebesar Rp 102,69 miliar pada kuartal I-2024. Keuntungan ini melonjak 47,05% dibandingkan hasil di periode yang sama tahun lalu. Kala itu sebesar Rp 69,83 miliar. Penjualan HRTA pada kuartal I-2024 hampir seluruhnya dari segmen perhiasan dan logam mulia senilai Rp 4 triliun, melonjak 90,47% secara tahunan.
Seiring lonjakan penjualan, beban pokok pendapatan HRTA melejit 96,33% secara tahunan menjadi Rp 3,75 triliun. Walhasil, laba bruto HRTA Rp 258,6 miliar, tumbuh 26,05% dari Rp 205,15 miliar pada Maret 2023.
Direktur Hubungan Investor Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda menerangkan, lonjakan pendapatan HRTA didorong lonjakan volume penjualan emas murni. Yakni meningkat 73,92% dari sebelumnya 2,16 ton menjadi 3,76 ton pada kuartal I-2024.
"Sebanyak 82,96% dari penjualan dilakukan grosir, termasuk ekspor. Diikuti penjualan ritel 16,66% dan bisnis pegadaian 0,32%," terangnya ke KONTAN, Senin (6/5).
Chandra Asri Group Gapai Pendapatan US$ 472 Juta Per Kuartal I -2024
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), dengan kode saham: TPIA, menggapai pendapatan bersih US$ 427 juta per kuartal I-2024. Pendapatan itu diperoleh dari bisnis kimia dan infrastruktur yang masing-masing sebesar US$ 24,7 juta. Perseroan juga mencapai EBITDA posisi sebesar US$ 1,1 juta pada kuartal I-2024. Direktur Chandra Asri Group, Suryandi mengatakan Chandra Asri Group mencatat liquidity pool yang kuat per 31 Maret 2024 dengan total liquidity pool terbesar US 2,38 miliar. "Hal ini terdiri dari kas dan setara kas sebesar US$ 1.030 juta, surat berharga senilai US$ 1.121 juta, dan fasilitas commited revolving credit yang tersedia sebesar US$ 226 juta," kata Suryandi, dalam keterangan resminya. Dia menyebutkan, selama kuartal pertama tahun 2024, Perseroan berhasil menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan praktik tata kelola yang kuat.(Yetede)
Di Balik Rekor Serapan Tenaga Kerja
Dalam percakapan sehari-hari serta obrolan di linimasa, keluhan masyarakat sering berseliweran mengenai semakin sulitnya mencari kerja akhir-akhir ini, terutama selepas pandemi Covid-19. Pemerintah mengakui kekurangan itu. Bahlil berkali-kali berdalih, pemerintah fokus menarik investasi padat teknologi dan padat modal demi mengerek pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang lebih masif. Di sisi lain, investasi padat karya semakin sulit dicari di tengah maraknya tren otomasi di dunia industri. ”Kalau kita hanya berpikir padat karya, sampai ayam tumbuh gigi pun negara ini tidak akan maju, karena padat karya itu, mohon maaf, gajinya terukur. Kalau kita hanya ciptakan lapangan kerja dengan gaji Rp 4 juta-Rp 5 juta terus, bagaimana mau naik kelas?” ucap Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers kinerja investasi 2023, awal tahun ini.
Pada konferensi pers kinerja investasi triwulan I tahun 2024, Senin (29/4) Bahlil akhirnya datang dengan kabar baik. Kinerja investasi mencetak rekor serapan tenaga kerja tertinggi sepanjang sejarah. Investasi senilai Rp 401,5 triliun sepanjang Januari-Maret 2024 itu mampu menyerap 547.419 tenaga kerja. Sebagai perbandingan, secara bulanan, investasi pada triwulan IV-2023 menyerap 457.895 tenaga kerja. Sementara secara tahunan, investasi pada triwulan I-2023 menyerap lebih sedikit tenaga kerja, yakni 384.892 orang. ”Ini rekor paling tinggi, penciptaan lapangan kerja paling banyak dalam sejarah realisasi investasi kita,” kata Bahlil. Peneliti Center for Investment, Trade, and Industry di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, berpendapat, setelah sempat turun signifikan, penyerapan tenaga kerja dari investasi perlahan mulai membaik, tampak dari indikator rasio realisasi investasi terhadap tenaga kerja yang trennya semakin kecil. Pada triwulan I-2024, rasio investasi per tenaga kerja atau nilai investasi yang dibutuhkan untuk menyerap satu pekerja pada periode tersebut senilai Rp 733,44 juta.
Pada triwulan I-2023, nilai investasi untuk menyerap seorang tenaga kerja adalah Rp 854,5 juta. Namun, menurut Heri, rekor angka penyerapan tenaga kerja tertinggi itu belum tentu berkesinambungan. Ada indikasi tenaga kerja yang terserap lebih banyak dipakai untuk proses konstruksi pabrik, serta finalisasi pembangunan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang sifatnya sementara. Belum ada jaminan penyerapan tenaga kerja yang tinggi itu akan berlanjut sampai ketika perusahaan resmi beroperasi. Pada tahap operasional, biasanya ada spesifikasi kebutuhan tertentu yang diminta dari pekerja. Pada tahap ini, ada isu klasik kesenjangan (gap) antara kualifikasi yang dibutuhkan dan tenaga kerja yang tersedia. Oleh karena itu, Heri menegaskan, perlu strategi jangka panjang untuk memastikan penyerapan tenaga kerja yang banyak di awal masuknya investasi itu bisa benar-benar berkesinambungan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Suap Pelayanan Publik Meningkat
16 Jun 2021 -
Konglomerat Kuasai 20% Aset di Bursa Saham
15 Jun 2021 -
Revitalisasi Tambak dan Pakan Jadi Tantangan
15 Jun 2021









