;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Terkikisnya Asa di Pasar Kerja

KT3 20 May 2024 Kompas

Hasil olah data Survei Angkatan Kerja Nasional BPS Agustus 2022 oleh Tim Jurnalisme Data Kompas menunjukkan, peluang lulusan perguruan tinggi berhasil mendapat pekerjaan di sektor formal sebesar 47,2 persen dari total lulusan perguruan tinggi, turun dibanding tahun 2017 yang mencapai 55,5 %. Penurunan ini tak hanya berlaku di jenjang pendidikan tinggi. Secara keseluruhan, pada 2022, jumlah lulusan dari semua jenjang pendidikan selama periode September 2021 hingga Agustus 2022 mencapai 7,1 juta orang. Namun, hanya 967.806 orang atau 13,6 % di antaranya yang diterima bekerja di sektor formal, yang terdiri dari lulusan perguruan tinggi 525.481 orang (54,3 %), SMA/sederajat 413.142 orang (42,7 %), dan SD/SMP 29.183 orang (3 %).

Pada 2017, dari 5,8 juta orang yang lulus selama September 2016 hingga Agustus 2017 dari semua jenjang pendidikan, sebanyak 1,2 juta orang atau 21,9 % di antaranya diterima kerja sebagai pegawai/buruh di sektor formal, yang berasal dari kelompok lulusan perguruan tinggi (54,4 %), SMA/sederajat (41,9 %), dan SD/SMP (3,7 %). Di kelompok perguruan tinggi, jurusan kependidikan dan keguruan adalah jurusan yang paling banyak mengantarkan lulusannya menjadi pegawai, yakni 65 % (tahun 2022) dan 72,5 % (2017). Jurusan ini juga menghasilkan lulusan terbanyak, yakni 441.660 orang (2022). Meski begitu, gaji awal para pencari kerja fresh graduate untuk jurusan pendidikan dan keguruan di bawah rata-rata lulusan jurusan lain, yakni Rp 1,4 juta per bulan pada tahun 2022. Adapun rata-rata semua jurusan Rp 3,3 juta per bulan.

Lima bulan sebelum lulus sarjana, Resy Aprianty (24) sudah ditawari mengajar di SMA Negeri 1 Sukabumi untuk mengisi kekosongan posisi guru Matematika. Teman-teman seangkatan dan sejurusan Resy juga sudah bekerja. Paling lama, setahun setelah lulus mereka sudah mendapat pekerjaan. Terjadinya penurunan penyerapan di sektor formal juga diiringi dengan bertambahnya durasi mendapat pekerjaan. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, danTeknologi Kemendikbudristek Abdul Haris mengatakan, lulusan dari jurusan yang spesifik relatif lebih cepat terserap, namun latar belakang jurusan sebenarnya bukanlah faktor utama seseorang diterima bekerja, melainkan lebih pada kecakapan kerja. Faktor lain yang berpengaruh adalah dinamika sosial, politik, dan ekonomi. Haris mengakui, fakta bahwa 80 % mahasiswa di Indonesia bekerja tidak sesuai jurusan kuliahnya. (Yoga)


Lesu Darah Industri Sepatu

KT1 20 May 2024 Tempo
Letak Toko Olsa tergolong strategis karena dekat dengan kantong parkir pengunjung sentra sepatu di Jalan Cibaduyut, Kota Bandung, Jawa Barat. Tapi posisi strategis itu tidak serta-merta membuat pengunjung ramai. Pemilik Toko Olsa, Santi Nurhani, 39 tahun, menyebutkan angka penjualan sepatu produksi bengkel rumahan di tempatnya terus menurun. "Turun sejak menjelang pemilihan umum lalu. Omzet hilang hampir 70 persen," katanya kepada Tempo, Ahad, 19 Mei 2024. Toko Olsa menjual berbagai macam sepatu dan sandal yang terbuat dari kulit hewan. Produk termurahnya berupa sandal dari kulit dengan harga Rp 25-35 ribu per pasang. Untuk sepatu, harganya mulai Rp 150 ribu per pasang.

Santi berdagang di Cibaduyut sejak 15 tahun lalu. Ia mengaku bisnis sepatu tidak lagi semoncer pada masa sebelum pandemi Covid-19. Dulu tokonya bisa menjual lebih dari 50 pasang sepatu sehari. Ketika wabah mereda, bisnis tidak ikut pulih. Rata-rata penjualan sepatu hanya 10 pasang per hari dengan omzet sekitar Rp 2 juta. Tahun ini Santi berharap situasi akan menjadi lebih baik. Namun, menjelang Pemilu 2024, penjualan tiba-tiba anjlok. "Dapat Rp 500 ribu atau Rp 300 ribu sehari sudah lumayan banget," ujarnya. Momentum Idul Fitri pun tak mampu mendongkrak angka penjualan. "Biasanya pada pekan kedua puasa sudah dapat uang lumayan. Sekarang malam takbiran saja tidak dapat duit, padahal kami buka sampai jam 12 malam."

Santi mengatakan banyak penyebab yang membuat sentra sepatu Cibaduyut makin redup. Dari jalanan yang selalu macet hingga penutupan Bandar Udara Husein Sastranegara. Pengalihan penerbangan ke Bandara Kertajati di Majalengka menjauhkan turis dari Cibaduyut. Dia ingat kawasan ini dulu ramai dikunjungi wisatawan, salah satunya dari Malaysia. Kini Santi menggantungkan penjualan kepada wisatawan lokal. Penurunan angka penjualan juga dirasakan Restu Ramdani, 32 tahun, yang memiliki bengkel sepatu rumahan di Blok Lumbung, Cibaduyut, bernama Woship Division. Sejak berdiri pada 2021, Woship tak pernah berhenti berproduksi. Bengkel itu banyak mengerjakan pesanan sepatu dari beberapa perusahaan pemegang merek sepatu lokal sekaligus mengembangkan merek dagangnya sendiri bernama Chila. (Yetede)

Bima Sakti Alterra Sukses Digitalisasi 100 Perusahaan Air Minum

KT1 20 May 2024 Investor Daily
Perusahaan anak Bima Sakti Alterra menciptakan beragam solusi teknologi yang sukses membantu lebih dari 100 perusahaan air milik pemerintah dan swasta. Dengan teknologi yang ditawarkan, mampu meningkatkan prokdutivitas, efisiensi kerja, dan pelayanan, sehingga  menjadi solusi yang sangat diandalkan dalam transformasi industri air minum. "Di tengah era Revolusi Industri 4.0, banyak perusahaan air minum mengadopsi transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional, layanan, kolektibilitas, dan meminimalisasi tingkat kehilangan air. untuk itu, kami berkomitmen menyediakan banyak solusi untuk berbagai tantangan teknis dan operasional administratif. Dengan inovasi teknologi yang terus ditingkatkan, sudah lebih dari 100 PDAM di Indonesia yang mengadopsi teknologi dari perusahaan kami dalam 14 tahun terakhir," kata Direktur Bima Sakti Alterra Putri Respati. (Yetede)

Wacana Empat Hari Kerja dalam Sepekan

KT3 18 May 2024 Kompas

Kementerian BUMN ramai diperbincangkan publik karena menjadi instansi pertama di Indonesia yang mencetuskan sistem kerja empat hari dalam sepekan. Dalam skema sistem kerja tersebut, pegawai Kementerian BUMN yang selama empat hari telah bekerja lebih dari 40 jam dapat mengambil jatah libur pada hari Jumat sehingga total libur menjadi tiga hari selain Sabtu dan Minggu. Deputi Bidang Manajemen SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata mengatakan, saat ini lembaganya tengah melakukan sejumlah persiapan untuk menerapkan skema empat hari kerja. Dua hal yang perlu dimatangkan adalah regulasi dan kesiapan platform digital terkait sistem kerja.

”Dari segi regulasi sedang kita matangkan. Selain itu, secara sistem juga perlu dipersiapkan untuk kemudian dapat diselaraskan,” ujarnya. Gagasan penerapan sistem kerja empat hari seminggu muncul sebagai jalan tengah upaya meningkatkan produktivitas pegawai. Namun, di saat bersamaan, pegawai juga memiliki keseimbangan dalam menjalankan kehidupan dan pekerjaan (work-life balance). Apa yang dicanangkan Kementerian BUMN dalam dunia bisnis global lazim disebut pemampatan jam kerja (compressed work schedule). Skema kerja ini sudah lumrah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di AS, Uni Eropa, Inggris, Kanada, Australia, hingga Jepang. Mengutip situs resmi Department of Commerce (DOC) AS, compressed work schedule merupakan jadwal kerja ketika seorang pegawai dapat menyelesaikan target kerja dua minggu dalam waktu kurang dari sepuluh hari.

Terdapat beberapa skema pemampatan waktu kerja. Umumnya terdapat dua skema yang diterapkan perusahaan-perusahaan di dunia, yakni skema 4/10 yang berarti 4 hari kerja dengan 10 jam kerja per hari, atau skema 9/80 yang berarti karyawan dituntut bekerja selama 9 hari dalam dua pekan untuk memenuhi 80 jam kerja. Sedikitnya ada 21 negara yang menjadi lokasi beroperasinya perusahaan yang mengimplementasikan sistem empat hari kerja sepekan. Belgia menjadi negara pertama di Uni Eropa yang membuat UU atuaanr bekerja empat hari dalam seminggu. Sejak Maret 2022, karyawan di Belgia berhak memutuskan untuk bekerja empat atau lima hari dalam sepekan, dengan konsekuensi jika memilih bekerja empat hari dalam sepekan, jam kerja harian akan bertambah untuk mengejar target mingguan. (Yoga)


Persaingan Mencari Kerja di Bursa Kerja

KT3 18 May 2024 Kompas

Seorang pencari kerja, terlihat mencari informasi tentang lowongan pekerjaan dengan memindai kode QR yang tersedia dalam Mega Career Expo Jakarta di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Jumat (17/5/2024). Bursa kerja seperti ini menjadi harapan bagi pencari kerja, walau persaingan diantara para pencari kerja sangat ketat karena banyaknya pencari kerja tak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang ada. (Yoga)

ARAL KINERJA ANAK BUMN KARYA

HR1 18 May 2024 Bisnis Indonesia (H)

Anak usaha BUMN karya belum kehilangan asa untuk memperbaiki kinerja bisnis yang lesu pada awal tahun ini. Anggaran infrastruktur yang meningkat, rencana konsolidasi BUMN karya, dan strategi internal perusahaan menjadi tumpuan harapan untuk meredam dampak pandemi yang belum mereda. Meski kondisi ekonomi cenderung membaik usai pandemi, kelompok usaha ini membutuhkan waktu lebih panjang untuk bangkit. Namun, sektor ini bukannya tanpa harapan sama sekali. BUMN karya beserta anak usahanya masih menjadi ujung tombak dalam membangun proyek-proyek infrastruktur ambisius pada tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Anggaran infrastruktur yang naik 5,8% menjadi Rp423,4 triliun pada 2024 berpeluang memberikan dampak positif bagi kinerja mereka. Di sisi lain, Kementerian BUMN telah menunjukkan upaya serius untuk menyelamatkan kelompok usaha ini. Terbaru, Kementerian BUMN menargetkan proses perampingan BUMN karya akan selesai pada September 2024 mendatang. Pemerintah akan merampingkan jumlah BUMN karya dari 7 perusahaan menjadi 3 perusahaan.

Rencananya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) akan menjadi induk bagi PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero). Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) akan bergabung ke PT Hutama Karya (Persero). Adapun, PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) dipasangkan dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA). Langkah ini diharapkan bisa menopang proses pemulihan bisnis kelompok usaha ni. Hanya saja, tantangan pemulihan sektor ini memang tidak mudah. Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, mengungkapkan proyek sektor infrastruktur kurang cerah tahun ini karena masih memiliki segudang pekerjaan rumah, yakni restrukturisasi secara fundamental.

Sementara itu, ada enam emiten anak usaha BUMN karya yang tercatat di pasar modal mengalami penurunan laba pada kuartal I/2024. Perusahaan-perusahaan itu adalah anak usaha WIKA, yakni PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE). Selain itu, PT PP Properti Tbk. (PPRO) dan PT PP Presisi Tbk. (PPRE) yang merupakan anak usaha PTPP. Ada pula, PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) yang merupakan anak usaha ADHI. Terakhir, ada PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP), yang merupakan anak usaha WSKT. Dari keenam anak usaha BUMN karya itu, tiga di antaranya bahkan berbalik rugi, yakni WSBP, PPRO, dan PPRE. Presiden Direktur WSBP, FX Poerbayu Ratsunu, menyatakan perseroan berkomitmen untuk mengakselerasi pemulihan kinerja dan kondisi keuangan melalui implementasi program transformasi bisnis. Di sisi lain, Direktur Utama PPRE, I Gede Upeksa Negara, menyatakan perusahaan membidik kenaikan pendapatan sebesar 30% pada 2024. Hal ini seiring dengan arah program penghiliran pemerintah di sektor pertambangan.

Sementara itu, Kementerian BUMN meyakini langkah perampingan BUMN karya dapat membantu mengakselerasi pemulihan kinerja sektor ini, termasuk bagi anak usahanya masing-masing. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga, mengatakan peleburan 7 BUMN karya menjadi 3 entitas akan membuat perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah berjalan sesuai spesialisasinya. Di pasar saham, kinerja anak usaha BUMN karya masih terpuruk dan berada di bawah Rp100. Sebagai gambaran, saham PPRO sudah anjlok 78% year-to-date (YtD) ke level Rp11. Demikian juga WSBP yang turun 77,78% ke level Rp14. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa saham anak usaha BUMN karya tidak cukup menarik untuk dilirik karena fundamental keuangan perusahaan masih di jalur negatif. Head Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, juga memandang bahwa prospek saham anak usaha BUMN karya belum memperlihatkan adanya peluang perbaikan ke depan.

Saratoga Berburu Aset Healthcare

KT1 17 May 2024 Investor Daily (H)
Sektor kesehatan (healthcare) masih menjadi salah satu primadona bagi investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbl (SRTG) pada tahun ini. Dana investasi tahunan senilai US$ 100-150 juta atau setara Rp2,39 triliun telah siap diperseroan, salah satunya untuk berburu aset potensial di sektor tersebut. Portfolio aset emiten milik Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno ini memang tersebar di berbagai industri. Mulai dari energi, energi baru terbarukan (EBT), konstruksi, media,  infrastruktur digital, logistik, industri, dan tanpa terkecuali sektor healthcare. Setahun belakangan bisa dibilang menjadi episode paling agresif bagi Saratoga. Disatu sisi perseroan melakukan divestasi atas  aset data center Atria DC dan saham Prima Hospital, namun pada saat bersamaan juga gencar berinvestasi di industri healthcare, yaitu klinik kecantikan ZAP. Bahkan teranyar perseroan resmi mengakuisisi mayoritas  saham rumah sakit Brawijaya dari perusahaan asal Singapura, Falcon House Partner. (Yetede)

Mesin Pertumbuhan Baru Chanadra Asri

KT1 15 May 2024 Investor Daily (H)

Emiten petrokimia terintegrasi milik Taipan Parjogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) optimistis akan mencatatkan kinerja cemerlang setelah mengakuisisi aset Shell Energy and Chemical Park (SECP). Aset kilang minyak mentah dengan kapasitas pemrosesan sebanyak 237.000 barel per hari, ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta aset kimia hilir di Pulau Jurong, Singapura ini, diyakini akan membantu meningkatkan  pendapatan Chandra Asri hingga lima kali lipat dalam tiga tahun mendatang. Chandra Asri bersama Glencore Plc telah membentuk perusahaan patungan (joint venture/ JV), CAPGC Pte Ltd, untuk mengaukisisi 100% Ltd.

Dengan kepemilikan bisnis kilang ini TPIA dapat mengolah minyak mentah secara langsung dan menghasilkan produk-produk bahan baku seperti bensin, solar, avtur, dan aspal yang belum dapat di produksi oleh fasilitas TPIA sebelumnya. Sementara itu, dengan adanya Glencore, salah satu trader komoditas terbesar di dunia, sebagai mitra strategis dapat meningkatkan daya saing TPIA di level global melalui jaringan distribusi serta stabilitas suplai minyak. (Yetede)

Tantangan Mengatasi Pengangguran Terbuka

KT3 14 May 2024 Kompas

Berdasar hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakermas) yang diselenggarakan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2024 sebesar 4,82 %. Angka ini terus menurun sejak Februari 2021 dan sudah lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19 di 4,99 % pada Februari 2020. Meski demikian, jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup banyak, yaitu 7,20 juta orang dari total 149,38 juta angkatan kerja. TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap angkatan kerja. Pengangguran terbuka tidak hanya terdapat di perkotaan, tetapi juga perdesaan. Pada Februari 2024, baik di perkotaan maupun perdesaan, TPT sudah mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi Februari 2023. Menurunkan tingkat pengangguran masih menjadi tantangan berat.

Dalam membuat kebijakan untuk mengatasi pengangguran, penting juga memperhatikan sektor-sektor ekonomi apa saja yang memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja. Diversifikasi ekonomi dan peningkatan investasi pada sektor-sektor yang memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja juga dapat menjadi langkah strategis. Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2024, tiga lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan (28,64 %); perdagangan besar dan eceran serta reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor (19,05 %); serta industri pengolahan (13,28 %). Pengembangan terhadap sektor-sektor ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menghadapi tantangan pengangguran. Berbagai inovasi dalam menciptakan peluang pekerjaan baru dan memanfaatkan teknologi juga perlu dilakukan.

Oleh karena itu, selain diperlukan inovasi peluang pekerjaan baru, program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja juga perlu diberikan kepada kelompok usia muda ini agar mereka mendapat pekerjaan dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian. Tidak hanya itu, pendekatan yang inklusif dalam memberikan edukasi kewirausahaan juga perlu dilakukan kepada anak-anak muda sejak di bangku sekolah, terutama bagi mereka yang duduk di bangku SMK, karena pada Februari 2024 TPT tamatan SMK masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan dengan tamatan jenjang pendidikan lain, yaitu 8,62 %. Padahal, SMK merupakan pendidikan vokasi yang diharapkan mampu menyiapkan lulusannya menjadi lulusan yang siap terjun ke dunia kerja. Sistem pendidikan harus terus disempurnakan agar sesuai dengan tuntutan pasar kerja modern dan mampu menjembatani kesenjangan (mismatch) antara keterampilan yang dimiliki para lulusan pendidikan dan kebutuhan. (Yoga)


Mengubur Cita-cita Karyawan Hebat

KT3 14 May 2024 Kompas

Saat menjadi pemimpin sebuah perusahaan dan memiliki anggota tim yang hebat, mereka selalu mencapai kinerja puncak, membuat inovasi, tak pernah melewati tenggat kerja, dan juga selalu bisa memuaskan keinginan klien apa yang akan dilakukan ketika mereka ingin pindah departemen? Laman Gallup merangkum perasaan pimpinan dalam tim yang kehilangan karyawan hebat itu. Kehilangan karyawan favorit menciptakan tantangan emosional dan pribadi dalam tim. Semangat tim dapat menurun, produktivitas juga turun, dan meningkatnya kebingungan di antara karyawan lain.

Data yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar pemimpin pernah menimbun talenta. Dalam sebuah penelitian yang dikutip MIT Sloan Management Review menyebutkan, 75 % lebih pemimpin secara terbuka mengakui bahwa mereka pernah menimbun talenta alias tidak meloloskan keinginan mereka untuk berkembang di tempat baru. Penimbunan talenta dapat menghambat karier karyawan dan berdampak negatif pada bisnis. Di antara perusahaan-perusahaan yang disurvei itu, organisasi berkinerja tinggi akan dua kali lebih mungkin memprioritaskan perpindahan talenta.

Sementara organisasi berkinerja rendah 2,5 kali lebih mengatakan bahwa perpindahan talenta tidak penting dan mati-matian mempertahankan talenta dalam tim dan tak pernah memberi kesempatan untuk pindah. Laporan Penelitian Mobilitas Bakat pada 2015 yang ditulis Lee Hecht Harrison me- nemukan bahwa 24 % dari 257 organisasi yang disurvei mengatakan, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman organisasi tentang mobilitas bakat dan bagaimana pemanfaatkannya. Banyak pemimpin perusahaan tak mengetahui pentingnya mobilitas bakat di internal perusahaan agar kinerja perusahaan meningkat. Director at No Bull Financial Darren S di akun Linkedin miliknya memberi saran untuk menghadapi situasi seperti ini dan mengakhiri penimbunan talenta yang berkait dengan kultur perusahaan.

Pengembangan harus menjadi bagian dari budaya perusahaan dan pemimpin harus melihatnya sebagai bagian penting dari pekerjaan mereka. Dari situasi seperti ini, perusahaan perlu mendorong pegawai untuk lebih mandiri dengan menciptakan budaya kerja yang lebih dinamis yang seharusnya tak hanya menjadi tanggung jawab pemimpin saja. Karyawan membutuhkan kesempatan untuk menerapkan keterampilan dan menunjukkan kepada pemimpin tentang kemampuan mereka. Langkah itu harus dikombinasikan dengan keinginan karyawan. Di sinilah seorang pemimpin perlu mengetahui cita-cita karyawan sehingga bisa legawa untuk melepas mereka ke tempat yang diinginkan. (Yoga)