;
Tags

Ekspor

( 1057 )

Kekurangan Pasokan Kelapa Tua - Potensi Ekspor Bahan Baku VCO Menjanjikan

Sajili 15 Jan 2021 Banjarmasin Post

Potensi akan Virgin Coconut Oil (VCO) yang bahan dasarnya terbuat dari biji kelapa punya potensi yang cukup baik di Kalsel. Karena kini, bahan baku VCO tengah dicari untuk diekspor.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani menjelaskan bahwa memang potensi ekspor akan VCO baik. “Malah ini bahan bakunya kekurangan, “ kata Birhasani, Kamis (14/1).

Dijelaskan dia, setelah kunjungan ke PT Daxen Banjarbaru, diketahui bahwa perusahaan ini telah memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan kapasitas 10.000 biji kelapa dengan produksi 600 kilogram VCO per hari.

Mengingat saat ini produksinya masih dibawah kapasitas maksimal, sementara permintaan importir luar negeri semakin meningkat, maka pihak perusahaan tentunya memerlukan pasokan kelapa sebagai bahan bakunya.

 


UMKM RI Diajak Buka Lapak di Arab Saudi

Sajili 14 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Pemerintah sedang berupaya menggenjot ekspor non migas ke Arab Saudi dengan mengajak UMKM berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan para Jemaah Haji dan Umroh Indonesia, misalnya dengan mengekspor produk makanan hingga pakaian.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dengan mendorong ekspor produk UMKM ke Arab Saudi, kesempatan untuk UMKM menjadi pemain global sangatlah besar. Apalagi, jumlah Jemaah Haji dan Umroh Indonesia sangatlah besar.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, pada tahun 2019 saja Jemaah Haji Indonesia tembus 221.000 orang, dan Jemaah Umroh sebanyak 1 juta orang per tahun.

Khususnya untuk kegiatan Haji, Kemenag mencatat kebutuhan makan Jemaah Indonesia sangatlah besar. Oleh sebab itu, menurutnya hal ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM memasok kebutuhan Jemaah Haji Indonesia ke Arab Saudi.

 


Celah Ekspor Timah Mentah Ditutup Rapat

Sajili 14 Jan 2021 Kontan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat aturan pelarangan ekspor raw material atau konsentrat timah. Regulasi itu demi menekan kebocoran ekspor tinah ke luar negeri.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengungkapkan, saat ini tata niaga timah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 25/2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara. Ada pula Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 53/2018 juncto Permendag No 33/2015.

Melalui aturan itu, timah yang dapat dijual ke luar negeri harus melalui proses pengolahan dan pemurnian di dalam negeri sampai mencapai batasan minimum kadar Sn>99,9%. “Dan dalam bentuk timah murni batangan dengan ukuran dan bentuk tertentu, “ ungkap Yunus.

Kedua beleid itu juga memuat ketentuan di mana ekspor konsentrat timah dilarang karena belum memenuhi batasan dan ketentuan di atas. jika ada indikasi atau praktik ekspor pasir timah, maka pelanggar akan dikenakan sanksi hukum.


Harga Rekor, Permintaan Batubara China Menggunung

Sajili 13 Jan 2021 Kontan

Permintaan batubara dari China mendorong batubara menyentuh rekor harga tertinggi sejak Mei 2019. Secara fundamental, analis memprediksi penguatan harga batubara akan berlanjut selama kuartal l-2021.

Senin (11/1), per pukul 16.38 WIB, harga batubara Newcastle kontrak pengiriman Maret 2021 naik 1,41% jadi USS 86,5 per metrik ton. Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, pembelian dari China masih bisa bertambah. “China masih memiliki sisa kuota impor, “ kata Wahyu, Selasa (12/1).

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, reformasi tambang di China juga mempengaruhi harga batubara. China mengurangi produksi batubara 50%. Padahal kebutuhan batubara di China naik, seiring pemulihan industri yang sudah lebih dulu terjadi, karena negara ini berhasil mengatasi pandemi lebih dulu dibanding negara lain. Kebutuhan batubara juga meningkat saat musim dingin.


Revitalisasi Tambak Topang Target Ekspor

Sajili 11 Jan 2021 Kompas

Revitalisasi tambak udang menjadi kunci peningkatan produksi udang dan nilai ekspor udang yang ditargetkan meningkat 250 persen secara bertahap pada 2019-2024. Agar revitalisasi tambak ini berjalan, investasi yang didukung dengan kemudahan perizinan dibutuhkan.

Ketua Umum Forum Udang Indonesia Budhi Wibowo optimistis target itu dapat tercapai dalam lima tahun nanti. Apalagi, per November 2020, volume dan nilai ekspor udang Indonesia masing-masing 219.000 ton dan sebesar 1,86 miliar dollar AS. Hingga akhir 2020, nilai ekspor udang diperkirakan tumbuh 20 persen dari 2019.

Saat ini terdapat 300.000 hektar (ha) tambak tradisional, 16.000 hektar tambak semi-intensif, dan 6.000 ha tambak intensif. Pada 2024, ditargetkan terdapat 286.000 ha tambak tradisional, 30.000 ha tambak semi-intensif, dan 7.000 ha tambak intensif.


Ikan Hias Turut Topang Ekspor Perikanan

Sajili 11 Jan 2021 Kompas

Pada 2012-2019, ekspor ikan hias meningkat dari 21 juta dollar AS menjadi 33 juta dollar AS. Negara tujuan ekspor antara lain China, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Australia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto, Minggu (10/1/2021), mengatakan, bisnis budidaya ikan hias termasuk salah satu peluang usaha baru yang banyak dilirik masyarakat di tengah pandemi. Tahun ini KKP akan menyalurkan 150 paket bantuan budidaya ikan hias, seperti benih, pakan, wadah, obat-obatan, serta instalasi air dan listrik, kepada pembudidaya.


Pasca Evaluasi Bisnis 2020, GPEI Tetapkan 5 Opsi untuk Proyeksi Peningkatan Ekspor 2021

Sajili 06 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Kalangan dunia usaha di sektor ekspor yang terhimpun dalam Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) menetapkan lima opsi sebagai agenda yang akan diajukan kepada pemerintah sebagai pertimbangan dan dorongan dalam proyeksi peningkatan prospek maupun volume ekspor dari Indonesia pada tahun 2021 ini.

“Kelima opsi atau agenda yang ditetapkan GPEI itu sebenarnya merupakan masalah krusial yang sudah terjadi selama ini, bahkan terasa semakin serius dan perlu perhatian khusus selama masa pandemi Covid-19. Kelima hal itu meliputi 1. Masalah standar kontainer di Indonesia. 2. Alokasi subsidi untuk sektor UMKM. 3. Target ekspor jangka menengah hingga 2023. 4. Daya saing dan kompetisi produk berkualitas ekspor, dan 5. Masalah kemudahan regulasi atau birokrasi,” ujar Ketua Umum GPEI Provinsi Sumut Khairul Mahalli kepada pers di kantornya, jalan Setiabudi Medan, Senin (4/1).


Ekspor Fero Nikel Sultra Capai Rekor Tertinggi

Sajili 05 Jan 2021 Kompas

Ekspor komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel dari Sulawesi Tenggara, mencatatkan nilai tertinggi pada November lalu. Nilai ekspor komoditas ini mencapai 406 juta dollar AS, atau lebih dari Rp 5,7 triliun, yang merupakan nilai tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Di tengah pandemi Covid-19, nilai ekspor Sultra melejit dari periode sebelumnya. Nilai ekspor Sultra pada November 2020 lalu mencapai 409,97 juta dollar AS (Rp 5,78 triliun). Nilai ini didominasi komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel, dengan angka 406,33 juta dollar AS (Rp 5,73 triliun) atau mendominasi sebanyak 99,11 persen.

Surianto Toar, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sultra, dalam pernyataan pers virtual di Kendari, Senin (4/1/2021), menyampaikan, total ekspor November merupakan capaian tertinggi selama 2020.

Dari sektor industri pengolahan ini, ia melanjutkan, komoditas besi dan baja, utamanya fero nikel, mencapai kontribusi sebesar 406,33 juta dollar AS. Jumlah ini mendominasi sebesar 99,11 persen. Sisanya, sebesar 0,89 persen, adalah gabungan olahan ikan dan udang, cengkeh, mete, dan rumput laut. Sebagian besar komoditas tersebut dikirim ke China.


Peraturan Devisa Ekspor Impor Diperlonggar

Sajili 04 Jan 2021 Kontan

Bank Indonesia (Bl) melonggarkan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Devisa Pembayaran Impor (DPI). Kebijakan bank sentral ini menjadi insentif bagi dunia usaha yang terdampak pandemi Covid-19.

Pelonggaran aturan itu tertuang di Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/21/PBI/2020 yang berlaku mulai 1 Januari 2021. Beleid ini merupakan perubahan dari PBI Nomor 21/14/PBI/2019.

Ada tiga poin perubahan aturan. Pertama, perubahan aturan selisih kurang nilai DHE. Kedua, perubahan tentang pengkreditan penerimaan DHE. Ketiga, perubahan pengenaan sanksi administratif yang mulai berlaku pada 1 Januari 2022.

Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro menyambut baik relaksasi ini. Ia meminta Bl lebih getol melakukan sosialisasi kepada eksportir. Sebab, ada permasalahan di lapangan.

Toto berharap, pelonggaran aturan ini terus dibarengi dengan mempermudah proses dan arus ekspor barang. Dengan demikian, ekspor mampu menopang proses pemulihan ekonomi nasional sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik.


Ekspor Kolang Kaling Raya Simalungun Naik 100 Persen

Sajili 22 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Pertumbuhan ekspor kolang-kaling Raya, Kabupaten Simalungun kian membaik. Permintaan dari luar negeri naik 100 persen.

“Kami tetap jaga kualitas kolang-kaling. Nilai ekspor dalam sebulan terakhir melebihi target pemasaran, naik dari 20 ton menjadi 40 ton,” kata Reno Karno Saragih, agen pengumpul kolang-kaling di Raya, Senin (21/12).

Kolang-kaling Raya pada mulanya diekspor ke Filipina dan Vietnam. Guna memaksimalkan pemasaran, diperluas ke Singapura dan Thailand. Untuk bisa mencukupi permintaan luar negeri, pihak Reno berusaha mengumpulkan kolang-kaling dari berbagai daerah bahkan dari luar Kabupaten Simalungun.

Masuknya komoditi kolang-kaling Raya ke luar negeri setelah dijalin kerjasama dengan PT Furnindo Sagala Perkasa yang berkantor pusat di Tanah Tinggi-Jakarta. Kualitas kolang-kaling Raya tidak diragukan lagi sehingga diminati konsumen dari luar negeri.