;

Refol Malimpu, ”Ngotot” Mengajar di Pedalaman

Yoga 06 Jun 2024 Kompas

Refol Malimpu (34), guru asal Poso, Sulteng, tidak menyangka bakal ditempatkan di pedalaman Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Refol mengabdi di Papua pada 2013, setahun setelah menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis di Universitas Negeri Manado. Ia mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal atau SM3T dari Kemendikbudristek. Bersama empat rekannya, Refol ditempatkan di Kampung Anawi, Distrik Anawi, Kabupaten Tolikara. ”Saya tidak membayangkan akan ditempatkan di sana. Ada ragu bisa bertahan mengajar,” kata Refol di Jayapura, Papua, Rabu (15/5). Ia langsung bergelut dengan masalah pendidikan dasar, seperti ketiadaan aktivitas belajar-mengajar di sekolah lantaran tidak ada guru yang mau ditempatkan di pedalaman.

Padahal, anak-anak antusias untuk belajar. Mereka mau bersusah payah berjalan kaki hingga berhari-hari melewati hutan, bukit, dan lembah dari kampungnya menuju sekolah. Namun, program SM3T yang ia ikuti hanya berlangsung satu tahun. Pada 2014, Refol terpaksa kembali ke Poso dan menuntaskan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Manado. Pada akhir 2015, Refol dan teman-teman kembali ke Tolikara secara sukarela. Pada 2016, Refol mendapat program Gerbang Emas dari Pemprov Papua., yang membuka jalan bagi Refol dan temannya mengajar di Kampung Anawi, Tolikara. ”Program Gerbang Emas hanya bertahan setahun. Pada 2017, karena kontrak habis, teman-teman kembali ke kampung halaman masing-masing,” tutur Refol. Refol memutuskan tetap bertahan dan mengajar di Kampung Mamit.

Selama beberapa bulan ia mengajar tanpa gaji. Dia bisa bertahan karena dukungan penuh orangtuanya untuk mengabdi di Tolikara. Pada 2018, Pemkab Tolikara memberi kontrak dan ia berstatus sebagai guru honorer. Tahun itu, ia menginisiasi taman baca, yang ia unggah di akun media sosial miliknya. Ia mulai mendapat bantuan buku dari para dermawan. ”Awalnya yang kirim dari dosen saya di Manado. Waktu demi waktu, makin banyak yang mengirim buku, bahkan mengirim pakaian, susu, hingga makanan kemasan,” ujar Refol yang semangatnya berlipat ganda ketika kakak perempuannya turut menyusul untuk mengajar di sekolahnya pada 2018. Refol makin gencar membagikan kegiatan bersama anak didiknya di kanal media sosialnya bertajuk ”Diary Guru Pedalaman”. Refol tak hanya memberi pelajaran dan kegiatan, ia juga ingin membentuk anak-anak didiknya memiliki karakter yang kuat.

”Kata misionaris di kampung, jangan mengajari anak-anak mental ’gratisan’. Makanya, mereka harus bersih-bersih rumah atau kerja bersama di lingkungan untuk mendapat makanan atau buku donasi,” katanya. Refol mengalokasikan donasi untuk kebutuhan kecukupan gizi anak-anak didiknya. Apalagi, ia menyaksikan kondisi ekonomi yang sulit membuat anak-anak tersebut tidak cukup gizi. Padahal, gizi berpengaruh dalam proses pendidikan anak-anak. Refol akhirnya diangkat sebagai ASN pada 2021. Berkat dedikasi selama bertahun-tahun mengabdi di pedalaman Papua, Refol mendapat anugerah Guru Dedikatif Nasional dari Kemendikbudristek, bertepatan dengan perayaan Hari Guru Nasional 2023 di Jakarta. Refol berharap para guru mau mendedikasikan diri untuk anak-anak di pedalaman Papua. (Yoga)


Raih Antusiasme Pasar, Sukuk ESG BSI Rp 9 Triliun atau Oversubscribed Tiga Kali Lipat

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Investor Daily (H)
Sustainability Sukuk BSI atau Sukuk Mudharabah Keberlanjutan yang rencana diterbitkan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk meraih antusiasme yang tinggi dari pasar. Diluncurkan pada rabu (15/52024), BSI mencatatkan pemesanan (booking) dari investor untuk Sukuk Sustainability BSI sudah mencapai 300% atau sekitar Rp 9 triliun. BSI berencana menerbitkan Sustainability Sukuk sebanyak Rp3 triliun dengan kisaran imbal hasil 6,40%-7,20% untuk jangka waktu 1,2, dan 3 tahun dengan masa penawaran, yaitu awal sejak 14-30 Mei 2024, yaitu seri A dengan jangka waktu 1 tahun, seri B jangka waktu 2 ahun dan seri C jangka waktu 3 tahun. Saat ini dalam proses peizinan tahap akhir OJK. Dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk mendukung pembiayaan dalam katagori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial. (Yetede)

Pelaksanaan HGTB Harus Sesuai Perpres

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Investor Daily (H)
Regulasi mengenai pemberlakuan harga gas khusus untuk industri tertentu (Harga Gas Bumi Tertentu/HGBT) seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.121/2020 memberikan dampak positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional, baik dari sisi perpajakan maupun penyerapan tenaga kerja.Namun, hasilnya belum optimal, karena dalam pelaksanaannya belum dilakukan secara penuh. Untuk diketahui Peraturan Presiden (Perpres) No 121/2020 menyebut harga gas bumi tertentu berlaku sebesar US$ 6 per MMBTU untuk 7 subsektor industri yakni pupuk, pertokimia, eleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Menteri Perindustrian (menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkann, bahwa regulasi tersebut masih aktif dan seharusnya diterapkan. (Yetede)

Jokowi: Keppres IKN Bisa Ditandatangani Presiden Terpilih

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Investor Daily (H)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, keputusan presiden tentang pemindahan Ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bisa saja ditandatangani Presiden terpilih Prabowo Subianto. Presiden Jokowi mengaku hingga kini belum menandatangani beleid itu. "Belum. Bisa saya yang menandatangani, bisa saja presiden terpilih pemerintahan baru yang menandatangani," kata Presiden Jokowi. Saat ini Kota Jakarta masih menyandang Ibu Kota Negara, meskipun Undang-Undang No 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) telah diundangkan pada tanggal 25 April 2024. Namun demikian, Ibu kota negara masih berkedudukan di Jakarta sampai dengan penetapan keputusan presiden mengenai pemindahan ibu kota negara dari Provinsi DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara, berdasarkan pasal 63 UU tersebut. (Yetede)

Pasar Berharap Kebijakan FCA Dikaji Ulang

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Investor Daily (H)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi dalam sehingga-2,14% pada perdagangan Rabu (5/6/2024) ke level 6.947, akibat tekanan aksi jual di sejumlah saham. Salah satunya terjadi pada saham PT Barito Renewables Enery Tbk (BREN) yang kembali mencatatkan auto reject bawah (ARB) setelah batal masuk FTSE Global Equity Index Series akibat diberlakukannya full call auction (FCA) pada saham tersebut. Terkait hal tersebut, para pelaku pasar berharap, bursa dapat mengkaji ulang pemberlakuan kebijakan FCA.

"Pasar tampaknya dipengaruhi kebijakan papan pemantauan khusus dengan skema FCA, yang nama BREN merupakan salah satu emiten yang masuk dalam papan pemantauan khusus tersebut," kata Pilarmas. Selain itu, lanjut Pilarmas, keputusan FTSE Russel yang batal memasuki emiten tersebut dalam FTSE Global Equite Index periode Juni  2024 juga sangat memengaruhi pelaku pasar. Mengingat, BREN merupakan salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, sehingga pergerakannya memberikan pengaruh terhadap pergerakan  indeks saham. (Yetede)

Dorong UKM Mendunia, LPEI Hadirkan KomodoIn

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Investor Daily
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengharapkan aktivitas ekspor dari dalam negeri terus meningkat. Pasalnya, ekspor merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang dapat meningkatkan cadangan devisa  dan juga merangsang pertumbuhan ekonomi. Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso menuturkan, peran pelaku UKM sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini terbukti dari kontribusi UKM yang sebanyak 61% dari pendapatan PDB atau setara dengan Rp 9,5 miliar. "Saat ini ekosistem ekspor di Indonesia butuh dukungan dan dapat mengikuti kemajuan teknologi digital agar semakin kompetitif di global," papar Riyani. Berani mendunia ini merupakan wadah yang mengumpulkan para anggota di ekosistem ekspor Indonesia mulai dari stakeholder yang membidangi ekspor, perbankan, pelaku UKM, dan praktisi eksportir di indonesia.
Karena itu, LPEI melakukan soft launching proyek marketplace bernama KomodoIn atau Komoditas Indonesia Go International. KomodoIn merupakan website yang didesain sebagai sarana edukasi bagi para pelaku UMKM yang ingin masuk ke pasar internasional atau go international dan sebagai jembatan yang mempertemukan buyer dan seller. (Yetede)

Industri Pariwisata Butuh Investasi Rp 325 T

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Investor Daily
Indonesia membutuhkan lebih banyak investasi di sektor pariwisata, investasi yang dibutuhkan adalah Rp 325 triliun untuk mengembangkan produk pariwisata berkelanjutan dan pariwisata berbasis masyarakat yang inklusif. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Menparekrat) Sandiaga Uno mengatakan, pada 2023 Indonesia mencatat realisasi investasi di sektor pariwisata sebesar US$ 3,6 miliar atau sekitar Rp58,64 triliun. Namun, 80% dari investasi tersebut hanya terkonsentrasi pada hotel berbintang, restoran dan kafe, serta pusat kebugaran. "Kita sebetulnya membutuhkan investasi lebih dari US$ 15 miliar (Rp 244 triliun) hingga US$ 20 miliar (Rp325 miliar). Kita butuh lebih banyak investasi di ekosistem, termasuk pengembangan produk pariwisata berkelanjutan dan pariwisata berbasis  masyarakat yang inklusif," ucap dia. (Yetede)

Kemenhub Ajukan Tambahan Anggaran Rp15,75 Triliun

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Investor Daily
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajukan usulan kebutuhan tambahan anggaran untuk kegiatan prioritas yang belum terakomodir di dalam Pagu Indikatif Tahun Anggaran (TA) 2025 sebesar Rp 15,75 triliun. Menteri Perhubungan (Kemenhub) Budi Karya Sumadi, mengatakan, kebutuhan anggaran pada 2025 setidak-tidaknya bisa sama dengan alokasi anggaran 2024 sebesar Rp38,6 triliun. Tahun anggaran 2025 terjadi penurunan untuk anggaran pagu indikatif  dari sebelumnya sebesar Rp 38,6 triliun di 2024 turun menjadi Rp 24,7 triliun. "Ini tentunya akan mengganggu program-program prioritas yang ada di Kemenhub," kata Budi Karya. Menhub menuturkan kebutuhan prioritas  yang belum terakomodir dalam pagu indikatif 2025 meliputi pelayanan keperintisian semua moda basik moda darat, laut, udara, maupun perkeretapian. Di sisi lain pengoperasian dan perawatan prasarana perkeretaapian milik negara atau IMO. (Yetede)

Penyebab Industri Manufaktur Terus Tertekan

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Tempo
DATA S&P Global menunjukkan indeks manajer pembelian atau purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 52,1 per Mei 2024. Capaian ini menandai konsistensi ekspansi industri manufaktur di dalam negeri selama 33 bulan terakhir. Namun lembaga tersebut melihat tanda-tanda pelemahan aktivitas manufaktur. "Meski pertumbuhan masih bertahan positif, terlihat tanda-tanda akan memburuk," ujar Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence Paul Smith dalam keterangan tertulis pada 3 Juni 2024.

Output dan permintaan baru dari pasar melambat selama Mei. Ekspansi manufaktur selama periode tersebut mayoritas didukung dari permintaan pasar domestik. Sementara itu, untuk pesanan ekspor baru tercatat turun selama tiga bulan berturut-turut, menunjukkan pelemahan permintaan global. Itulah sebabnya PMI manufaktur Indonesia bulan lalu tercatat turun dibanding pada April 2024 yang mencapai 52,9. Indeksnya juga tercatat paling rendah sejak November 2023. PMI manufaktur merupakan indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur. Skor PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur sedang ekspansi. Sedangkan jika angkanya di bawah 50, industri berada di fase kontraksi.  

Indikasi pelemahan berlanjut tampak antara lain dari tingkat staf di industri manufaktur yang menurun selama dua bulan berturut-turut. Perusahaan menahan diri untuk menambah tenaga kerja lantaran ketidakpastian industri. Kebijakan untuk merekrut tenaga kerja diambil secara hati-hati. Beberapa perusahaan memutuskan tidak mengganti staf yang berhenti. "Muncul kekhawatiran bahwa tanda-tanda penurunan permintaan pasar akan makin intensif dalam 12 bulan ke depan." Di sisi lain, inflasi harga input menguat di Indonesia. Panelis survei S&P Global melaporkan kenaikan tersebut antara lain dipicu oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang buruk, di kisaran Rp 16 ribu per US$ 1. (Yetede)

Konflik di Papua Makin Membara

Yuniati Turjandini 06 Jun 2024 Tempo
SEKRETARIAT Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Papua luput memasukkan insiden pemerkosaan terhadap dua perempuan di Nabire, Papua Tengah, pada 5 April 2024 ke dalam laporan lembaganya yang dirilis pada dua hari lalu. Padahal pemerkosaan yang disertai kekerasan di Papua Tengah itu menjadi sorotan publik dan Komnas HAM sempat menyatakan insiden tersebut masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia.  “Peristiwa itu luput dimasukkan ke dalam catatan kami yang dirilis kemarin,” kata Kepala Kantor Sekretariat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Papua, Frits B. Ramandey, Rabu, 5 Juni 2024.

Frits mengatakan bisa jadi banyak insiden lain di pelosok wilayah Papua yang luput dalam pemantauan Sekretariat Komnas HAM Papua. “Bisa saja ada kejadian lagi di wilayah pedalaman yang tidak terekspos atau mereka tidak sempat beri tahu ke kami.” Pemerkosaan terhadap dua perempuan, yang berinisial A, 24 tahun, dan RD, 27 tahun, itu terjadi ketika keduanya melintas di lokasi demonstrasi masyarakat di Nabire pada 5 April lalu. Massa yang berunjuk rasa menamakan diri Front Rakyat Peduli HAM Papua.

Awalnya kedua korban itu dengan menggunakan sepeda motor berusaha menghindari kerumunan massa. Mereka memilih Jalan Jayanti di Nabire atau jalan alternatif untuk menghindari massa. Tapi keduanya tetap bertemu dengan massa di jalan. Massa yang berunjuk rasa lantas menghalau kedua korban itu. Kedua korban lantas berusaha melarikan diri, tapi massa terus mengejarnya. Sekelompok orang dari massa itu lebih dulu menganiaya korban, lalu memperkosanya.

Enam hari setelah kejadian itu, Sekretariat Komnas HAM Papua sempat mengirim rilis ke berbagai media, yang isinya lembaga ini akan mengusut kasus pemerkosaan tersebut. Komnas HAM juga meyakini insiden itu sudah masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia. Meski demikian, kasus kekerasan ini luput dimasukkan ke laporan Komnas HAM Papua. Komnas HAM Papua melaporkan sebanyak 41 kasus kekerasan di Papua yang mengarah ke pelanggaran HAM selama semester pertama tahun ini. (Yetede)

Pilihan Editor