;

Dongkrak Produktivitas dengan Pola Baru

Yoga 26 Jul 2024 Kompas

Rendahnya produktivitas kebun masih jadi masalah utama petani kopi di sejumlah daerah. Melalui komunitas, para petani belajar bersama memperbaiki pola budidaya demi mendongkrak produktivitas kopi. Sinergi sejumlah pihak, mulai dari petani hingga pemerintah, menjadi bagian terpenting. Salah satu komunitas yang berkontribusi membagikan pola budidaya kopi itu ialah Kopista Indonesia. Melalui komunitas Kopista, petani kopi asal Kelurahan Sekincau, Lampung Barat, Lampung, berbagi ilmu tentang budidaya kopi yang baik kepada petani. Komunitas yang berdiri pada 2015 ini sudah mendampingi 250 petani kopi di Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, dan Bengkulu. Menurut pendiri komunitas Kopista, Supriyono (48), Kamis (25/7) rendahnya produktivitas kebun disebabkan mayoritas petani masih melakukan pola-pola lama dalam budidaya kopi.

Mereka membiarkan saja kebun kopinya tanpa diberi pupuk dan dibersihkan. Petani biasanya hanya sesekali menengok kebun menjelang masa panen raya. Selain itu, mayoritas petani tidak berani menargetkan hasil panen. Padahal, dari perhitungan Supriyono, produktivitas kopi minimal harus mencapai 2 ton per hektar agar petani bisa menikmati nilai ekonomi dari komoditas tersebut. Pemerintah juga bisa membangun kebun percontohan yang dapat menjadi lahan belajar bersama. ”Pemerintah dapat memulai semua itu dengan membuat kebun demplot di setiap kecamatan yang bisa menjadi laboratorium lapangan bagi para petani,” katanya. Pengolah kopi di Rimba Candi, Pagar Alam, Frans Wicaksono (58), mengatakan, petani harus berani keluar dari zona nyaman.

Sejauh ini, pola pertanian kopi di Sumsel menyadur teknologi budidaya atau pengolahan pascapanen yang diwariskan turun-temurun. Kebiasaan warisan yang menghambat perkembangan kopi Sumsel ialah menjemur kopi di aspal atau jalan dan membiarkan kopi diinjak ban kendaraan bermotor. “Kebiasaan itu berisiko membuat kopi terkontaminasi kotoran dari ternak yang lalu lalang dan polusi kendaraan bermotor. Apalagi, kopi memiliki kemampuan menyerap aroma di sekelilingnya sehingga kopi yang dijemur di aspal berpeluang memunculkan aroma dan rasa yang tak sedap,” ungkap Frans yang bermukim di Rimba Candi untuk mengelola kebun kopi warisan ayahnya sejak 2015.

Karena menerapkan teknologi budidaya dan pengolahan pascapanen sesuai standar ekspor, Frans mampu memasarkan kopinya ke Uni Emirat Arab. Salah satu pola yang diterapkan Frans adalah membangun ruang pengeringan yang bisa menjaga suhu stabil dan terhindar dari perubahan cuaca tiba-tiba, serta menggunakan alas pengeringan setinggi 1-1,5 meter dari permukaan tanah. ”Sekarang, tidak ada alasan untuk tidak bisa meningkatkan kualitas panen karena ilmunya bisa dipelajari dengan mudah dan gratis di ponsel pintar. Melalui internet, kita tak perlu takut dengan akses pasar. Kita bisa promosi sendiri produk kita lewat media sosial. Kalau kualitas terbukti, bukan kita yang mencari pembeli, melainkan pembeli yang mendatangi kita,” kata Frans. (Yoga) 

Perluasan Objek Cukai Hantam Manufaktur

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Investor Daily (H)
Perluasaan objek cukai bakal  menghantam sektor manufaktur nasional yang saat ini sudah menghadapi tantangan berat dari pelemahan daya beli masyarakat dan serbuan barang impor. Betapa tidak, beberapa produk manufaktur masuk daftar perluasan cukai, seperti plastik, minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) serta deterjen hingga MSG yang bisa segera menyusul. Maka tak heran jika ekonom mewanti-wanti pemerintah agar hati-hati dalam menerapkan perluasan cukai. Jika dilakukan secara gegabah tanpa melibatkan para pemangku kepentingan, kebijakan ini bisa kontraproduktif terhadap ekonomi. Asosiasi Industri Ofelin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) menolak keras cukai plastik yang sejatinya diberlakukan tahun ini bersama MBDK. Asosiasi industri petrokimia hulu dan hilir ini akan mengirimkan surat protes ke pemerintah sekarang, bahkan hingga ke pemerintah baru jika kebijakan ini di eskekusi. (Yetede)

Tumbuh Selektif dan Prudent, BRI Cetak laba Rp 29,90 Triliun

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Investor Daily (H)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan entitas perusahaan anak atau BRI Group berhasil mencatatkan kinerja positif dan berkelanjutan hingga akhir Triwulan II 2024. Dengan pertumbuhan yang selektif dan prudent, BRI secara konsolidasi  berhasil mencetak laba Rp29,90 triliun. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada pemaparan press conference kinerja keuangan Triwulan II 2024 di Jakarta (25/7). Sunarso mengungkapkan bahwa kinerja positif BRI Group tersebut tak terlepas  dari pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh double digit.  "Hingga akhir Triwulan II 2024, penyaluran kredit BRI tercatat Rp1.336,78 trriliun atau tumbuh 11,20% year on year (yoy). Segmen UMKM masih mendominasi penyaluran kredit BRI, dengan porsi mencapai 81,96% dari total penyaluran kredit BRI, atau sekitar Rp 1.095,64 triliun," ungkapnya. Penyaluran kredit yang tumbuh double digit tersebut membuat aset BRI tercatat meningkat. Hingga akhir Juni 2024 tercatat aset BRI tumbuh 9,54% yoy menjadi sebesar Rp1.977,37 triliun. (Yetede)

B-Universe Gelar Malam Apresiasi Satu Inspirasi

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Investor Daily (H)

Media nasional Beritasatu.com kembali memberikan apresiasi terhadap para tokoh dan pemimpin bangsa Indonesia atas inovasi dan program mereka yang menginspirasi. Terdapat 24 orang penerima apresiasi Satu Inspirasi 2024 yang telah melalui proses seleksi ketat dan panjang. Malam Apresiasi Satu Inspirasi yang digelar Kamis (25/07/2024) dihadiri oleh para tokoh salah satunya adalah komisaris utama media Disway, Dahlan Iskan hingga Tokoh Muda Inspiratif yaitu Gibran Rakabuming Raka. Selain itu datang tokoh lainnya yaitu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hinga mantan wakil gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Direktur Pemberitaan B-Universe (holding grup Beritasatu.com) Apreyvita Wulansari menjelaskan, Satu Inspirasi 2024 ini merupakan event kali kedua, setelah pada 2023 digelar dengan nama APDI (Apresiasi Pemerintah Daerah Indonesia) Guna melebarkan penerima penghargaan, yang tidak hanya berasal dari kalangan birokrat, maka nama acara tersebut diubah menjadi Satu Inspirasi. (Yetede)

Laba Emiten Sawit Menghijau, Sahamnya Berkilau

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Investor Daily (H)
Kinerja menggembirakan ditunjukkan beberapa emiten sawit yang telah merilis laporan keuangan semester I-2024, dengan pertumbuhan laba bersih hingga 107%. Tak heran, saham-saham emiten sawit dalam beberapa waktu terakhir telah menunjukkan  penguatan, dan diyakini masih akan tetap kokoh ke depannya. Berdasarkan data RTI, saham emiten sawit seperti PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang pada perdagangan Kamis (25/7/2024) menguat 5,93% ke posisi Rp 625, telah naik 7,76% dalam satu pekan ini, dan melesat 11,61% selama satu bulan terakhir. Saham PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) yang merilis laporan keuangan kemarin juga menghijau dengan kenaikan 16,85% ke level Rp 2.150. Saham emiten Group Wilmar tersebut telah meningkat 17,49% selama satu pekan terakhir. (Yetede)

Perang Diskon dan Promo Mobil di GIIAS 2024

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Investor Daily (H)
Para Agen Pemegang Merk (APM) berlomba-lomba memberikan promo dan diskon yang menarik pada GIIAS 2024. Hal itu untuk menggairahkan penjualan mobil yang sedang lesu. Jenama Mitsubishi memberikan diskon sebesar Rp 50 juta untuk kendaraan tipe Mitsubishi Xpander. "SPK saat ini kurang lebih berkisar 160 unit kendaraan," ujar Sales Mitsubishi saat ditemui Investor Daily di GIIAS 2024. Tak kalah menarik, jenewa otomotif asal Jepang Honda juga menawarkan promo diskon yang menggiurkan untuk para pengunjung GIIAS 2024. Akan tetapi diskon yang diberikan saat ini untuk kendaraan roda empat konvensional. Diskon yang ditawarkan mulai dari Rp 5 juta hingga 15 juta. Sales Honda mengatakan Honda memberikan diskon sebesar Rp 5 juta untuk semua tipe Honda Brio Satya dan harga Brio Satya sendiri mulai dari Rp 167 juta sampai Rp 198 juta. Sementara diskon terbesar Rp 10 juta untuk tipe Honda WR-V, dimana harga WR-V mulai dari Rp 274 juta sampai 324 juta. Dan diskon Rp 15 juta  untuk tipe Honda BRV yang harganya dimulai Rp 292 juta sampai 363 juta. (Yetede)

Dagang Sapi Kursi Komisaris BUMN

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Tempo
BELASAN orang dekat Prabowo Subianto dan tim pemenangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden 2024 mulai menduduki posisi penting pada akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dua di antaranya masuk Kabinet Indonesia Maju jilid II serta 15 orang lainnya diangkat sebagai komisaris badan usaha milik negara.

Sebagian besar dari mereka adalah kader Partai Gerindra, yang dipimpin Prabowo. Gerindra menjadi pengusung utama Prabowo-Gibran bersama enam partai lain yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju.Pengamat BUMN dari Datanesia Institute, Herry Gunawan, menilai pengangkatan sejumlah pengurus partai sebagai dewan komisaris BUMN melanggar Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN. Dalam Pasal 18 peraturan ini disebutkan bahwa, untuk dapat diangkat sebagai dewan komisaris, seseorang harus memenuhi persyaratan, antara lain bukan pengurus partai.

Dua pengurus partai yang disorot Herry adalah Burhanuddin Abdullah Harahap dan Andi Arief. Dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-23.AH.11.01 Tahun 2020 tentang Kepengurusan Pusat Partai Gerindra, Burhanuddin tercatat sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra. Sedangkan dalam Surat Keputusan Menteri Hukum Nomor M.HH-15.AH.11.01 Tahun 2020, Andi tercatat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat. (Yetede)

Mimpi Indah Transisi Energi

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Tempo

Ikrar pemerintahan Presiden Jokowi mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai mitigasi krisis iklim sepertinya bakal menjadi angan-angan saja. Kebijakan pemerintah jauh dari target itu karena segera terbangun 12 unit pembangkit listrik tenaga uap batu bara captive hingga enam tahun ke depan. PLTU batu bara 30 gigawatt yang dibuat perusahaan untuk memasok kebutuhan listriknya sendiri itu tersebar di banyak smelter. Di kompleks smelter nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park, telah beroperasi dua pembangkit yang mengkonsumsi 9 juta ton batu bara setiap tahun. Penggunaan pembangkit batu bara di kompleks smelter nikel tersebut bertolak belakang dengan slogan pemerintah soal ekosistem smelter ramah lingkungan.

Di banyak forum, para menteri mempromosikan nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik. Tapi pengerukannya memicu deforestasi dan pengolahannya menghasilkan emisi besar. Deforestasi dan emisi adalah kombinasi maut penyuplai gas rumah kaca penyebab krisis iklim. Data Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030 menunjukkan ketidak seriusan pemerintah dalam mitigasi iklim. Pemerintah merencanakan pembangunan pembangkit berkapasitas 40.967 megawatt dengan 29 % berbahan baku batu bara.  Program itu membuktikan bahwa kebijakan Jokowi hanya manis di bibir, tapi lain di hati. Soalnya, dalam KTT Perubahan Iklim (Conference of the Parties) Ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Desember 2023, Jokowi blakblakan meminta negara maju berinvestasi mengurangi emisi di Indonesia sebanyak US$ 1 triliun.

Analisis Institute for Essential Services Reform mencatat masih ada 86 pembangkit batu bara yang beroperasi di Indonesia. Sebanyak 12 pembangkit layak dipensiunkan untuk mengurangi emisi dan polusi serta meningkatkan kualitas udara. Namun, alih-alih mematikan, pemerintah malah mengizinkan 12 PLTU captive baru. Pembangkit batu bara memang lebih murah dalam menghasilkan listrik ketimbang energi baru terbarukan. Pembangkit batu bara bisa dibangun di mana saja, termasuk di mulut tambang, sehingga menekan harga listrik. Namun harga listrik sesungguhnya bergantung pada pasokan. Makin banyak pasokan listrik dari sumber yang bersih, harga setrumnya akan makin murah. (Yetede)


Bisakah Roti Awet Tiga Bulan

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Tempo
MASA simpan tahan roti Aoka yang mencapai tiga bulan menjadikan makanan ini primadona di pasar. Produk buatan PT Indonesia Bakery Family ini makin menarik lantaran dibalut kemasan premium, tapi hanya dibanderol Rp 2.000-4.000 per bungkus. Sebagai perbandingan, roti dengan kemasan serupa rata-rata hanya bertahan tujuh hari. Harganya pun terpaut jauh, mulai dari kisaran Rp 5.000 per bungkus. Dengan kapasitas produksi 20 ribu bungkus, produk Aoka dengan mudah menguasai pasar, khususnya di kelas harga murah.

Melihat dominasi tersebut, Paguyuban Roti dan Mie Ayam Borneo (Parimbo) berinisiatif menguji kandungan roti tersebut di laboratorium PT SGS Indonesia, bagian dari SGS Group yang merupakan perusahaan multinasional penyedia jasa laboratorium verifikasi, pengujian, inspeksi, dan sertifikasi. Berawal dari keinginan meniru strategi bisnis lawan, mereka justru menemukan bahan berbahaya dalam roti tersebut.

Menurut Ketua Parimbo Aftahuddin, sampel roti Aoka mengandung sodium dehydroacetate dalam bentuk asam dehidroasetat sebanyak 235 miligram per kilogram. Selain menguji roti Aoka, dia bersama koleganya menguji tiga merek roti sebagai pembanding. Ketiganya adalah roti Okko, My Roti, dan Sari Roti. Zat yang sama ditemukan dalam roti Okko sebanyak 345 miligram per kilogram.

Sodium dehydroacetate, yang juga dikenal dengan nama natrium dehidroasetat, merupakan zat aditif yang berfungsi sebagai bahan pengawet karena dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Di Indonesia, zat ini tak tertera dalam daftar bahan pengawet yang boleh digunakan untuk pangan dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan. (Yetede)

Buntut Temuan Pengawet Kosmetik dalam Roti Okko

Yuniati Turjandini 26 Jul 2024 Tempo

Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM mengumumkan hasil uji laboratorium terhadap produk roti Okko dan Aoka. Pada 23 Juli 2024, BPOM menyatakan roti Okko mengandung sodium dehydroacetate atau natrium dehidroasetat, yang biasa digunakan untuk pengawet kosmetik. Zat itu tidak masuk daftar bahan tambahan pangan (BTP) yang diizinkan BPOM. Sedangkan roti Aoka dinyatakan bebas dari kandungan tersebut. Pengumuman BPOM tersebut berbeda dengan pernyataan Plt Deputi Bidang Pengawasan Makanan Olahan BPOM, Ema Setyawati, pada 17 Juli 2024.

Saat itu Ema memastikan hasil uji laboratorium BPOM tidak mendeteksi bahan pengawet berbahaya pada roti Okko ataupun Aoka. "Kami sudah melakukan (tes), hasilnya baik-baik saja. Itu dihasilkan dari laboratorium kami sendiri," ujarnya, Rabu, 17 Juli lalu. Namun, dalam keterangan resmi pada 23 Juli lalu, BPOM menyatakan roti Okko positif mengandung natrium dehidroasetat. Saat jumpa pers pada Kamis, 25 Juli 2024, Ema menuturkan BPOM mulai menyidik PT Abadi Rasa Food, produsen roti Okka, pada 2 Juli lalu.

Awalnya BPOM menginspeksi sarana produksi, lalu mendapati produsen tidak menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dengan benar dan konsisten. "Kemudian dari penemuan ini, BPOM menginstruksikan penghentian kegiatan produksi dan peredaran," ucapnya. Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022 menyebutkan natrium dehidroasetat merupakan unsur kimia yang ditambahkan dalam produk kosmetik dengan batas takaran maksimum 0,6 % sebagai asam. Pengawet seperti zat itulah yang diduga membuat roti Okko awet hingga lebih dari tiga bulan. (Yetede)


Pilihan Editor