Kalangan Pengusaha Butuh Kepastian Hukum dan Politik
Kebijakan The Fed Menurunkan Suku Bunga
BNI Siap Perkuat Anak Usaha
Penyusunan RUU EBET
Pertumbuhan Pasar Modal Tergantung Stabilitas Politik
Bursa Tetap Bersinar
Meskipun mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 22 Agustus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguat di sisa tahun 2024. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di level 7.554,59. Penurunan sebesar 0,87% yang terjadi pada Kamis ini disebabkan oleh aksi ambil untung dan situasi politik yang memanas, terkait demonstrasi besar-besaran menolak pengesahan RUU Pilkada. Namun, para pelaku pasar tetap optimistis bahwa tren positif IHSG akan berlanjut, didorong oleh masuknya aliran dana investor asing.
Menurut Satria Sambijantoro, Head of Research Bahana Sekuritas, "Aksi beli investor asing ke pasar saham Indonesia berpotensi berlanjut karena masih banyak katalis positif." Ia menambahkan bahwa meskipun IHSG sempat tertekan akibat demonstrasi, stabilitas politik Indonesia dinilai masih lebih kondusif dibandingkan negara-negara lain.
Fath Aliansyah Budiman, Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas, menambahkan bahwa IHSG masih dapat reli dan mencapai level 7.800-8.000. Menurutnya, "Masuknya arus modal asing membuat pasar percaya diri sehingga IHSG kerap mencapai rekor baru."
Sementara itu, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, juga melihat peluang akumulasi saham oleh investor asing yang masih terbuka, dengan target IHSG mencapai 7.640-7.720 di akhir tahun 2024.
Demokrasi dan Potensi Ledakan Ekonomi
Pasar saham Indonesia mencapai rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Agustus, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.554,59. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mengalami penguatan, menunjukkan stabilitas ekonomi. Namun, euforia ini hanya berlangsung sementara. Aksi massa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, yang terjadi pada hari berikutnya mengakibatkan IHSG turun 1,11% ke level 7.470. Aksi ini merupakan respon terhadap keputusan DPR yang dianggap melawan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait revisi UU No. 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Keputusan DPR yang tidak sejalan dengan putusan MK dianggap sebagai "bentuk pembangkangan terhadap konstitusi" dan memicu reaksi massa yang meluas. Aksi ini juga berdampak pada psikologi pasar, di mana investor khawatir bahwa ketidakstabilan politik dapat mengganggu perekonomian negara.
Stabilitas politik untuk menarik investasi. Jika tatanan politik dan ekonomi yang demokratis dipertahankan, kepercayaan publik terhadap perekonomian akan terus tumbuh. Namun, jika hukum dan konstitusi terus diabaikan, ada kekhawatiran bahwa masyarakat akan mulai kehilangan kepercayaan pada sistem.
Impor Logam: Anomali di Negeri Kaya Nikel
Lonjakan impor bijih nikel pada Juni 2024 menjadi sorotan karena Indonesia, yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia, justru mengalami peningkatan impor nikel. Berdasarkan riset PT UBS Sekuritas Indonesia, impor bijih nikel mencapai 896.000 wet metric ton (wmt), meningkat 62% dari bulan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh penurunan cadangan dan kadar bijih nikel dalam negeri, terutama di kawasan industri nikel Morowali.
Emilia Bassar, Communications Director PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), mengakui bahwa importasi bijih nikel dilakukan untuk memenuhi spesifikasi produksi tertentu. Ia menyatakan, "Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran operasional smelter dengan spesifikasi nikel yang sesuai dengan kebutuhan produksi kami." Namun, Emilia juga memastikan bahwa mayoritas kebutuhan nikel di IMIP masih dipasok dari dalam negeri.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa produksi bijih nikel dalam negeri sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik. "Kita ini lebih [produksi]. Jadi, yang diizinkan [diproduksi] ini lebih daripada yang diperlukan," jelasnya. Meski demikian, kekhawatiran terhadap cadangan nikel nasional, terutama nikel berkadar tinggi, tetap ada.
Energi Terbarukan: Ekspansi Ekosistem Hidrogen
Pertamina bekerja sama dengan Hyundai Motor Company untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Pertamina telah mengidentifikasi 17 lokasi pasokan hidrogen di Indonesia, salah satunya adalah proyek percontohan di Ulubelu yang ditargetkan memproduksi 100 kilogram hidrogen hijau per hari.
Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Salyadi Dariah Saputra, menyatakan bahwa pengembangan hidrogen akan menjadi bagian dari portofolio bisnis energi bersih di masa depan dan memiliki potensi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di kawasan. "Pengembangan hidrogen akan menjadi salah satu portofolio bisnis energi bersih di masa depan," ujarnya.
Selain itu, Hyundai juga optimis bahwa kerja sama ini akan mempercepat implementasi hidrogen di sektor transportasi. Sunny Kim, Presiden Hyundai Motor Asia Pasifik, mengatakan bahwa teknologi hidrogen telah dikembangkan Hyundai selama dua dekade dan berharap bisa mencapai masa depan berkelanjutan bersama Pertamina. "Kami berharap dapat mencapai masa depan yang berkelanjutan dan dapat berkontribusi pada transisi energi di kawasan bersama-sama," ungkap Sunny Kim.
Demokrasi Lemah Menggerus Kepercayaan Pasar
Memanasnya suhu politik di dalam negeri menyebabkan pasar keuangan Indonesia kembali dihantui kecemasan. Hal inilah yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal usai bergerak menanjak dalam empat perdagangan beruntun. IHSG berbalik arah dengan bergerak di zona merah sepanjang Kamis (22/8). Di akhir sesi, IHSG ditutup turun 0,87% ke level 7.488,67. Kisruh peraturan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) antara keputusan Mahkamah Konstiusi (MK) dan Dewan Perwakilan rakyat (DPR) menyulut aksi unjuk rasa. Demokrasi yang buruk juga menghempaskan rupiah dari posisi di bawah Rp 15.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda melemah 0,64% ke Rp 15.600 per dolar AS. Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, rupiah Jisdor melemah 0,79% ke Rp 15.579 per dolar AS. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin melihat, kejatuhan rupiah menyusul ketegangan politik dalam negeri yang memanas. Akibatnya, banyak investor terpantau melakukan aksi ambil untung ( profit taking ) terhadap rupiah. Investor terlihat melakukan perburuan dolar di tengah aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh di depan Gedung DPR/MPR, kemarin. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mengatakan, kembalinya dana asing belakangan ini membuat IHSG berkali-kali menembus rekor baru. Sejatinya, pasar saham sudah cukup kondusif usai Federal Reserve semakin memberikan kepastian terkait pemangkasan bunga acuannya.
Founder
Stocknow.id Hendra Wardana juga bilang,
capital inflow
menjadi faktor penting bagi IHSG, yang sekaligus mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Namun, tensi politik yang memanas dalam polemik aturan Pilkada membuka potensi tekanan ke pasar.
Menurut Hendra, sentimen eksternal secara umum sebenarnya cenderung positif. Terutama dengan adanya ekspektasi The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September, yang kemungkinan besar akan diikuti oleh Bank Indonesia.
Namun, Hendra mengingatkan kebijakan moneter dan makro ekonomi bukan menjadi satu-satunya sentimen. Sebab, pada akhir tahun ini faktor politik punya peran krusial, khususnya saat transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto pada bulan Oktober, lalu Pilkada Serentak pada bulan November.
Sedangkan, Audi melihat selama IHSG masih bergerak di atas 7.425, maka penurunan yang terjadi masih tergolong wajar. Jika bertahan, IHSG berpotensi menguat menuju
resistance
di 7.630 hingga akhir Agustus 2024 nanti.









