;

Kalangan Pengusaha Butuh Kepastian Hukum dan Politik

Yuniati Turjandini 23 Aug 2024 Investor Daily (H)
Kalangan pengusaha membutuhkan kepastian hukum dan politik dalam menjalankan bisnis dan berkontribusi ke ekonomi. Itu sebabnya, kondisi politik yang memanas belakangan ini sangat disayangkan, lantaran bisa menimbulkan keraguan dunia usaha untuk berekspansi, berinvestasi, hingga memacu produksi. Banyak kalangan khawatir,  kembali panasnya politik nasional malah akan kontraproduktif ke ekonomi. Pengusaha dan konsumen akan wait and see, seperti yang terjadi pada Pilpres Februari 2024, sehingga roda ekonomi tidak berputar. Sebagai catatan, motor utama pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 bukanlah konsumsi rumah tangga, melainkan belanja parpol dan pemerintah yang naik tajam. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga di periode itu masih di bawah 5%, yang terus berlanjut sampai kuartal II. Adapun mesin pertumbuhan ekonomi kuartal II adalah investasi. (Yetede)

Kebijakan The Fed Menurunkan Suku Bunga

Yuniati Turjandini 23 Aug 2024 Investor Daily (H)
The Fed tampak sudah memastikan bahwa suku bunga acuan akan diturunkan pada pertemuan kebijakan September 2024. Sebagaimana pandangan yang berkembang belakangan ini, bank sentral Amerika Serikat tersebut menyatakan aktivitas ekonomi akan terganggu jika suku bunga terlalu lama dipertahakan di level tinggi. Risalah hasil pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC pada 30-31 Juli 2024 menyebutkan, sebagian besar pejabat The Fed mengatakan bahwa langkah penurunan suku bunga mungkin diambil pada pertemuan 17-18 September 2024. Risalah yang dirilis pada Rabu (21/08/2024) pada setempat itu juga bahkan memperlihatkan ada beberapa pembuat kebijakan yang bersedia mulai memangkas suku bunga pada pertemuan di akhir Juli tersebut. Tapi FOMC memutuskan untuk mempertahankan fed funds rate dikisaran 5,25%-5,50%. (Yetede)

BNI Siap Perkuat Anak Usaha

Yuniati Turjandini 23 Aug 2024 Investor Daily (H)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melakukan limited review laporan keuangan semester I-2024 sebagai bagian dari rencana bisnis bank (RBB) tahun ini untuk melakukan aksi korporasi. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, publikasi laporan keuangan saat ini dalam bentuk limited review masih sesuai dan sudah sesuai dengan regulasi yang ada, yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 37/2019 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Keuangan. Review laporang keuangan tersebut juga dilakukan oleh KAP Rintis Jumadi dan Rekan bagian global dari PWC. "Pelaksanaan aksi limited review laporan keuangan ini adalah bagian dari aksi korporasi, bertujuan untuk memperkuat anak perusahaan kami, dan tentunya masuk dalam bisnis bank tahun ini," ujar Novita. (Yetede)

Penyusunan RUU EBET

Yuniati Turjandini 23 Aug 2024 Investor Daily (H)
Nasib skema power wheeling di tangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia. Skema ini akan dibahas pemerintah dengan  DPR dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET). Penyusunan RUU EBET ditargetkan rampung paling lambat akhir September 2024. Power Wheeling merupakan  skema pemanfaatan bersama jaringan transmisi PLN. Artiannya pengembangan listrik swasta dapat menggunakan  jaringan transmisi  tersebut untuk mendistribusikan daya langsung ke pelanggan. Adapun mekanisme  yang berlaku saat ini yakni PLN membeli daya yang dihasilkan produsen listrik dan kemudian mendistribusikan ke pelanggan. Dalam rapat perdana dengan jajaran ESDM pada Selasa (20/8/2024), Bahlil mendorong agar rancangan EBET segera disahkan. Namun belum ada pembahasan detil mengenai power wheeling. Pasalnya, hal itu akan diulas lebih mendalam pada rapat berikutnya. (Yetede)

Pertumbuhan Pasar Modal Tergantung Stabilitas Politik

Yuniati Turjandini 23 Aug 2024 Investor Daily (H)
Kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat beberapa waktu terakhir, kini menghadapi tantangan serius dari kondisi politik dalam negeri yang mulai memanas. Polemik peraturan Pilkada antara keputusan Mahkamah Konstitusi dan DPR yang memicu reaksi keras dari berbagai kalangan di masyarakat, turut menyeret turun IHSG hingga 65,92 poin atau 0,87% ke level 7.488. Ini menunjukkan stabilitas politik sangat krusial bagi keberlangsungan pertumbuhan investasi di pasar modal Indonesia. Founder Stocknow.id Hendra Whardana mengingatkan bahwa stabilitas politik menjadi perhatian utama dalam menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Dalam beberapa bulan terakhir, aliran dana asing masuk ke pasar  saham Indonesia, terutama di sektor perbankan, menunjukkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. (Yetede)

Bursa Tetap Bersinar

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 22 Agustus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali menguat di sisa tahun 2024. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di level 7.554,59. Penurunan sebesar 0,87% yang terjadi pada Kamis ini disebabkan oleh aksi ambil untung dan situasi politik yang memanas, terkait demonstrasi besar-besaran menolak pengesahan RUU Pilkada. Namun, para pelaku pasar tetap optimistis bahwa tren positif IHSG akan berlanjut, didorong oleh masuknya aliran dana investor asing.

Menurut Satria Sambijantoro, Head of Research Bahana Sekuritas, "Aksi beli investor asing ke pasar saham Indonesia berpotensi berlanjut karena masih banyak katalis positif." Ia menambahkan bahwa meskipun IHSG sempat tertekan akibat demonstrasi, stabilitas politik Indonesia dinilai masih lebih kondusif dibandingkan negara-negara lain.

Fath Aliansyah Budiman, Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas, menambahkan bahwa IHSG masih dapat reli dan mencapai level 7.800-8.000. Menurutnya, "Masuknya arus modal asing membuat pasar percaya diri sehingga IHSG kerap mencapai rekor baru."

Sementara itu, Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, juga melihat peluang akumulasi saham oleh investor asing yang masih terbuka, dengan target IHSG mencapai 7.640-7.720 di akhir tahun 2024.

Demokrasi dan Potensi Ledakan Ekonomi

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Pasar saham Indonesia mencapai rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Agustus, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.554,59. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mengalami penguatan, menunjukkan stabilitas ekonomi. Namun, euforia ini hanya berlangsung sementara. Aksi massa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, yang terjadi pada hari berikutnya mengakibatkan IHSG turun 1,11% ke level 7.470. Aksi ini merupakan respon terhadap keputusan DPR yang dianggap melawan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait revisi UU No. 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Keputusan DPR yang tidak sejalan dengan putusan MK dianggap sebagai "bentuk pembangkangan terhadap konstitusi" dan memicu reaksi massa yang meluas. Aksi ini juga berdampak pada psikologi pasar, di mana investor khawatir bahwa ketidakstabilan politik dapat mengganggu perekonomian negara.

Stabilitas politik untuk menarik investasi. Jika tatanan politik dan ekonomi yang demokratis dipertahankan, kepercayaan publik terhadap perekonomian akan terus tumbuh. Namun, jika hukum dan konstitusi terus diabaikan, ada kekhawatiran bahwa masyarakat akan mulai kehilangan kepercayaan pada sistem.

Impor Logam: Anomali di Negeri Kaya Nikel

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Lonjakan impor bijih nikel pada Juni 2024 menjadi sorotan karena Indonesia, yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia, justru mengalami peningkatan impor nikel. Berdasarkan riset PT UBS Sekuritas Indonesia, impor bijih nikel mencapai 896.000 wet metric ton (wmt), meningkat 62% dari bulan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh penurunan cadangan dan kadar bijih nikel dalam negeri, terutama di kawasan industri nikel Morowali.

Emilia Bassar, Communications Director PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), mengakui bahwa importasi bijih nikel dilakukan untuk memenuhi spesifikasi produksi tertentu. Ia menyatakan, "Hal ini dilakukan guna memastikan kelancaran operasional smelter dengan spesifikasi nikel yang sesuai dengan kebutuhan produksi kami." Namun, Emilia juga memastikan bahwa mayoritas kebutuhan nikel di IMIP masih dipasok dari dalam negeri.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa produksi bijih nikel dalam negeri sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik. "Kita ini lebih [produksi]. Jadi, yang diizinkan [diproduksi] ini lebih daripada yang diperlukan," jelasnya. Meski demikian, kekhawatiran terhadap cadangan nikel nasional, terutama nikel berkadar tinggi, tetap ada.

Energi Terbarukan: Ekspansi Ekosistem Hidrogen

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Pertamina bekerja sama dengan Hyundai Motor Company untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Pertamina telah mengidentifikasi 17 lokasi pasokan hidrogen di Indonesia, salah satunya adalah proyek percontohan di Ulubelu yang ditargetkan memproduksi 100 kilogram hidrogen hijau per hari.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Salyadi Dariah Saputra, menyatakan bahwa pengembangan hidrogen akan menjadi bagian dari portofolio bisnis energi bersih di masa depan dan memiliki potensi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di kawasan. "Pengembangan hidrogen akan menjadi salah satu portofolio bisnis energi bersih di masa depan," ujarnya.

Selain itu, Hyundai juga optimis bahwa kerja sama ini akan mempercepat implementasi hidrogen di sektor transportasi. Sunny Kim, Presiden Hyundai Motor Asia Pasifik, mengatakan bahwa teknologi hidrogen telah dikembangkan Hyundai selama dua dekade dan berharap bisa mencapai masa depan berkelanjutan bersama Pertamina. "Kami berharap dapat mencapai masa depan yang berkelanjutan dan dapat berkontribusi pada transisi energi di kawasan bersama-sama," ungkap Sunny Kim.

Demokrasi Lemah Menggerus Kepercayaan Pasar

Hairul Rizal 23 Aug 2024 Kontan (H)

Memanasnya suhu politik di dalam negeri menyebabkan pasar keuangan Indonesia kembali dihantui kecemasan. Hal inilah yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal usai bergerak menanjak dalam empat perdagangan beruntun. IHSG berbalik arah dengan bergerak di zona merah sepanjang Kamis (22/8). Di akhir sesi, IHSG ditutup turun 0,87% ke level 7.488,67. Kisruh peraturan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) antara keputusan Mahkamah Konstiusi (MK) dan Dewan Perwakilan rakyat (DPR) menyulut aksi unjuk rasa. Demokrasi yang buruk juga menghempaskan rupiah dari posisi di bawah Rp 15.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda melemah 0,64% ke Rp 15.600 per dolar AS. Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, rupiah Jisdor melemah 0,79% ke Rp 15.579 per dolar AS. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin melihat, kejatuhan rupiah menyusul ketegangan politik dalam negeri yang memanas. Akibatnya, banyak investor terpantau melakukan aksi ambil untung ( profit taking ) terhadap rupiah. Investor terlihat melakukan perburuan dolar di tengah aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh di depan Gedung DPR/MPR, kemarin. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mengatakan, kembalinya dana asing belakangan ini membuat IHSG berkali-kali menembus rekor baru. Sejatinya, pasar saham sudah cukup kondusif usai Federal Reserve semakin memberikan kepastian terkait pemangkasan bunga acuannya. 

Founder Stocknow.id Hendra Wardana juga bilang, capital inflow menjadi faktor penting bagi IHSG, yang sekaligus mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Namun, tensi politik yang memanas dalam polemik aturan Pilkada membuka potensi tekanan ke pasar. Menurut Hendra, sentimen eksternal secara umum sebenarnya cenderung positif. Terutama dengan adanya ekspektasi The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September, yang kemungkinan besar akan diikuti oleh Bank Indonesia. Namun, Hendra mengingatkan kebijakan moneter dan makro ekonomi bukan menjadi satu-satunya sentimen. Sebab, pada akhir tahun ini faktor politik punya peran krusial, khususnya saat transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto pada bulan Oktober, lalu Pilkada Serentak pada bulan November. Sedangkan, Audi melihat selama IHSG masih bergerak di atas 7.425, maka penurunan yang terjadi masih tergolong wajar. Jika bertahan, IHSG berpotensi menguat menuju resistance di 7.630 hingga akhir Agustus 2024 nanti.

Pilihan Editor