Pemilu AS
Menggenjot Pangsa Pasar Syariah Lebih Meningkat
AFLN Meningkat Didorong Peningkatan Investasi
Program Hilirisasi Batu Bara Beroperasi pada 2030
GoTo Angkat Koper dari Vietnam
Ponten Merah Jatuhnya Kelas Menengah
Proyek Riset Restorasi Mangrove
Manuver Partai Politik dalam Pemilihan Anggota BPK
Teladan Kesederhanaan Paus Fransiskus
Setelah turun dari pesawat komersial berwarna biru, Paus Fransiskus naik mobil dan duduk di samping pengemudi sambil membuka jendela agar dapat melambaikan tangan. Bagi sejumlah tokoh di Indonesia, sikap Paus tersebut merupakan contoh nyata kesederhanaan. Paus Fransiskus tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/9). Paus Fransiskus tidak menggunakan tangga utama yang telah dipasang pada sisi depan A330-900 ITA Airways. Dia turun dari sisi kanan pesawat dengan bantuan lift, yang membantu Paus Fransiskus yang duduk di kursi roda untuk turun ke landasan. Didorong oleh salah satu anggota Garda Swiss, Paus Fransiskus menemui sejumlah pejabat yang menyambutnya. Saat menuju mobil yang akan membawanya, Paus Fransiskus disambut jajaran pasukan kehormatan dengan tetap duduk di kursi roda.
Ketika naik mobil Kijang Innova, dia memilih duduk di depan, di samping pengemudi. Jendela di bangkunya tampak terbuka sepanjang jalan. Dia kerap melambaikan tangannya sambil menatap ke luar jendela. Menurut Menag, Yaqut Cholil Qoumas, sikap Paus Fransiskus yang memilih naik mobil Kijang dapat dicontoh pejabat Indonesia. ”Luar biasa kesederhanaan beliau (Paus Fransiskus). Beliau contohkan bagaimana menjadi pemimpin agama dan pemimpin negara. Dengan kesederhanaannya, beliau tunjukkan. Beliau memilih kendaraan pun dengan cara yang sangat sederhana dan ini patut kita contoh,” tuturnya saat wawancara cegat setelah menyambut Paus Fransiskus. Mobil yang dinaiki Paus Fransiskus melaju menuju Kantor Kedubes Takhta Suci Vatikan di Indonesia, Jakpus, tempat Paus menginap.
Bukan di hotel. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti pilihan Paus untuk terbang ke Indonesia dengan pesawat komersial serta tidak menginap di hotel. ”Hal itu menunjukkan keteladanan yang menjadi inspirasi penting bagi para pemimpin bangsa di tingkat nasional dan ranah global,” ujarnya, Selasa. Suharyo berpendapat, Paus Fransiskus tak ingin dipandang sebagai pejabat tinggi yang harus dilindungi dan harus disediakan segala macam hal, beliau juga tak pernah khawatir terhadap keselamatannya. ”Beliau itu, kan, pewarta damai. Jadi tidak berpikir macam-macam tentang keselamatan. Beliau ingin menjadi sesama, termasuk salah satu syaratnya minta mobil yang bisa dibuka lebar jendelanya, untuk menyapa masyarakat yang hadir menyambut beliau,” tuturnya. (Yoga)
Strategi Indonesia Menembus Pasar Afrika dengan Transfer Teknologi
Pupuk berbahan batubara buatan warga Indonesia, Raden Umar Hasan Saputra, diminati di Afrika. Enam negara di Afrika telah meminta transfer teknologi pembuatan pupuk tersebut, diikuti pembangunan pabrik berkapasitas jutaan ton per tahun. Transfer teknologi dinilai sebagai celah besar untuk masuk pasar Afrika yang saat ini dikuasai China. Tingginya minat Afrika terhadap pupuk batubara itu terlihat dalam ajang Forum Indonesia Afrika (IAF) 2024. Dari lima kepala negara yang hadir di IAF, dua di antaranya langsung menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk transfer teknologi pembuatan pupuk batubara tersebut. Kedua negara itu adalah Liberia dan Zimbabwe. Adapun Eswatini langsung meminta pembangunan pabrik di lokasi. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kementan Liberia, PT Saputra Global Harvest sebagai produsen pupuk batubara, dan Dubes RI untuk Nigeria, Selasa (3/9) di Nusa Dua, Badung, Bali.
Kerja sama ini merupakan bagian dari IAF 2024 yang berlangsung 1-3 September 2024. ”Potensi nilai kesepakatan bisnis dari IAF ini 5 juta USD,” kata Saputra, pencipta pupuk batubara sekaligus Komisaris Utama PT Saputra Global Harvest. Di Indonesia, pupuk batubara itu menggunakan merek Futura. Sementara di luar negeri, pupuk yang telah dipatenkan di AS itu disebut coal fertilizer. Pupuk ini hasil penelitian tentang aktivasi unsur hara dalam batubara yang dilakukan Saputra selama tujuh tahun. Pupuk itu disebutkan mempunyai keunggulan memperbaiki unsur hara. Saat ini, pabrik pupuk batubara telah berjalan di tiga negara di Afrika, yaitu Nigeria, Botswana, dan Malawi. (Yoga)









