;

DEN Pantau dan Evaluasi Efektivitas MBG Agar Memberikan Manfaat Signifikan

Yuniati Turjandini 10 Jan 2025 Investor Daily (H)
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyebut MBG memberikan manfaat signifikan di berbagai sektor Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memperkuat ekonomi desa melalui perputaran ekonomi lokal. Namun, DEN memastikan akan terus memantau perkembangan pelaksanaan program, termasuk mengevaluasi efektivitas masalah agar bisa menemukan solusi yang tepat sasaran. Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (09/01/2025) mencontohkan, salah satu yang dievaluasi dari MBG adalah upah bagi sumber daya manusia yang terlibat dalam program. Di satu sisi gaji pegawai tidak bisa dipatok terlalu tinggi mengingat kemampuan mitra pemberi kerja. Tetapi, di satu sisi, pegawai juga tidak bisa menerima upah yang terlalu rendah karena kebutuhan ekonomi mereka. Selain itu, lanjut Luhut, produktivitas pegawai juga menjadi salah satu masalah yang perlu diatasi dalam implementasi program MBG. "Jadi ada masalah human capital (modal manusia), dan ini perlu kita perbaiki," ujarnya. (Yetede)

MIND ID Berkomitmen Dukung Pertumbuhan Industri Manufaktur di Indonesia

Yuniati Turjandini 10 Jan 2025 Investor Daily (H)
Holding BUMN Pertambangan MIND ID berkomitmen mendukung pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia Grup MIND ID juga terus mempercepat program hilirisasi yang diamanatkan oleh negara melalui penyelesaian sejumlah proyek strategis. Seluruh proyek tersebut nantinya akan  semakin memperkuat perekonomian bangsa. Ketahanan mineral pertambangan demi mendukung ekosistem industrialisasi Indonesia. Cadangan mineral pertambangan Indonesia harus menjadi fondasi utama dalam penguatan ekosistem industri pertambangan di Indoensia, baik untuk kebutuhan transisi energi, kendaraan listrik, maupun pembangunan Nusantara Baru. Direktur Utama MIND ID Hendi Priyo Santoso mengatakan program hilirisasi menghasilkan bahan baku untuk industri manufaktur. Dengan begitu tidak perlu melakukan impor lagi. "Kami sangat mendukung tumbuhnya iklim perindustrian manufaktur yang membuat barang produk jadi dan kami menyatakan komitman dan kesiapan kami untuk bisa memasok bahan baku bagi industri manufaktur yang akan dibangun di bumi Indonesia," kata hendi. (Yetede)

Perkuat Posisi Indonesia di Perdagangan Global dengan Bullion Bank

Yuniati Turjandini 10 Jan 2025 Investor Daily (H)
Kehadiran ekosistem bank emas (bulion bank) di Tanah Air  akan berdampak positif dalam memperkuat posisi Indonesia di perdagangan logam mulia secara global. Apalagi,  Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia. "Bulion bank juga berperan dalam mendukung transaksi lintas negara, menjadikannya kunci untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagaangan logam mulia global," kata pengamat perbankan  yang juga praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo. Dia mengatakan, bahwa pendirian bullion bank sangat penting, mengingat Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia. Namun, lanjut dia, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk menopang stabilitas ekonomi nasional. Arianto menuturkan, bank emas memungkinkan aktivitas perdagangan emas dalam skala besar, kredit berbasis emas, layanan hedging (mengurangi) resiko harga, serta pengelolaan emas untuk investor institusional maupun pemerintah. Dengan begitu, ia menyatakan, bank emas lebih dapat berkontribusi terhadap pemanfaatan potensi komodutas emas yang banyak ditawarkan para pelaku jasa perbankan saat ini. (Yetede)

Sepanjang 1,7 kilometer menghubungkan Jalan Boulevard BSD City dan Boulevard Gading Serpong Resmi Beroperasi

Yuniati Turjandini 10 Jan 2025 Tempo
Jalan sepanjang 1,7 kilometer yang menghubungkan Jalan Boulevard BSD City dan Boulevard Gading Serpong, Tangerang resmi beroperasi. Pembangunan jalan oleh pengembang Paramount Land dan Summarecon Serpong itu, mengintegrasikan tiga pusat pertumbuhan ekonomi dan bisnis di Kabupaten Tangerang. Direktur Paramount Land Norman Daulay mengatakan, jalan penghubung baru ini merupakan komitmen tiga pengembang yang secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan investasi di Kabupaten Tangerang. Selain itu, bisa menambah nilai tanah di kedua kawasan yaitu Kota Gading Serpong dan BSD City dan sekitarnya. "Terpenting lagi adalah akan memberi kemudahan akses bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut khususnya dan memberikan akses baru untuk mobilitas masyarakat luas yang nyaman dan aman," ujar Norman dalam keterangan tertulis, Jumat 10 Januari 2025. 

Menurutnya, setelah melewati masa pembangunan hampir 30 tahun, kawasan Gading Serpong kini telah menjadi pusat pengembangan bisnis dan magnet centric terhadap kawasan sekitarnya. Gading Serpong dan BSD City merupakan destinasi regional Jabodetabek yang telah berkembang menjadi destinasi berskala nasional. "Untuk menunjang aktivitas bisnis yang semakin pesat, di mana pergerakan masyarakat dan kegiatan komersial juga semakin meningkat, baik menuju Kota Gading Serpong ke dan dari BSD City sekitarnya, diperlukan perluasan akses dan konektivitas," kata Norman. 

Menurut Norman, Paramount Land  bersama Sinar Mas Land dan Summarecon Serpong mengembangkan akses selatan Gading Serpong yang terhubung langsung dengan kawasan BSD City.  Akses jalan ini menghubungkan Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45 dengan BSD City melalui Simpang Pasadena-Symphonia dengan jarak kurang lebih 1,70 km yang dapat ditempuh dari berbagai arah oleh kendaraan dengan kecepatan 40-60 km/jam dalam waktu 3-5 menit. Pembangunan proyek tersebut berlangsung pada Maret-Desember 2024 dan siap beroperasi pada Januari 2025. Jalan Boulevard Gading Serpong ROW 45 dan BSD City ini memiliki lebar total 45 meter, di mana setiap jalur memiliki lebar 13,5 meter dan terdiri atas empat lajur. Di tepi jalan tersedia bahu jalan selebar 4 meter sebagai area pedestrian, landscape, dan utilitas dengan total lebar median jalan 10 meter. Jalan ini  membentang dari area simpang Pasadena - Symphonia hingga ke perbatasan area BSD City. (Yetede)

Penyebab Produktivitas Pekerja Indonesia Rendah Jika Dibandingkan Negara Tetangga

Yuniati Turjandini 10 Jan 2025 Tempo
JUMLAH tenaga kerja Indonesia melimpah, mencapai 144,64 juta orang, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional pada Agustus 2024. Namun produktivitas pekerja di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan negara tetangga, seperti Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, bahkan Thailand. Produktivitas pekerja adalah jumlah output yang dihasilkan setiap tenaga kerja dalam periode tertentu. Produktivitas mencerminkan efektivitas tenaga kerja dalam memproduksi barang dan jasa. Indonesia berada pada posisi kelima di Asia Tenggara dalam hal produktivitas pekerja. Data dari International Labour Organization (ILO) menjadi buktinya. Lembaga tersebut mencatat setiap satu orang pekerja di Indonesia tiap jam kerja menyumbang US$ 14 terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2023. Sedangkan Singapura bisa mencapai US$ 74, Malaysia US$ 26, dan Thailand US$ 15.

ASEAN Studies juga mencatat tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia rendah. Ini terlihat dari angka PDB per tenaga kerja yang hanya US$ 23,87 ribu. Angkanya lebih rendah daripada rata-rata ASEAN yang mencapai US$ 24,27 ribu per tenaga kerja. Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan produktivitas tenaga kerja Indonesia yang rendah ini dipicu beragam faktor. Salah satunya terjadi karena kualitas pekerja yang rendah. Pasalnya, tenaga kerja yang ada didominasi lulusan sekolah menengah pertama ke bawah. Badan Pusat Statistik mencatat, per Agustus 2024, penduduk bekerja terbanyak berpendidikan sekolah dasar ke bawah, yaitu sebesar 35,8 persen. Setelah berpendidikan SD ke bawah, penduduk bekerja terbanyak ada di level sekolah menengah atas sebesar 20,9 persen. (Yetede)


KPPU: Indeks Persaiangan Usaha Sektor ESDM Lemah

Yuniati Turjandini 10 Jan 2025 Tempo
 Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa mengatakan sektor energi dan sumber daya mineral, konstruksi, atau pengadaan air dan pengolahan sampah memperoleh skor terendah dalam Indeks Persaingan Usaha (IPU). Fenomena ini tercatat dalam hasil IPU yang dirilis Center for Economic Development Studies (CESD) Universitas Padjadjaran pada 7 Januari lalu. “Untuk itu KPPU akan terus meningkatkan monitoring, pemberian advokasi, dan jika diperlukan penegakan hukum atas sektor-sektor yang konsisten nilai IPUnya rendah, serta advokasi dan sosialisasi pada provinsi dengan nilai IPU rendah,” kata Asa dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat, 10 Desember 2025. 

Hasil Survei Indeks Persaingan Usaha CEDS mengungkapkan bahwa nilai Indeks Persaingan Usaha (IPU) mengalami kenaikan sebesar 0,04 menjadi 4,95 poin pada 2024. Artinya tingkat persaingan usaha di Indonesia masih di kategori menuju tinggi dan hanya meningkat tipis dibandingkan tahun lalu, yakni dari angka 4,91 poin pada 2023. Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi, makanan, minuman, perdagangan besar atau eceran, dan jasa keuangan serta asuransi ditemukan sebagai sektor dengan nilai IPU tertinggi. Indeks di beberapa sektor seperti energi, pertambangan, air dan pengelolaan sampah, serta konstruksi tidak berubah sebagai sektor dengan tingkat persaingan terendah. 

Provinsi DK Jakarta disimpulkan memiliki IPU tertinggi, sementara dua provinsi terujung Indonesia, Aceh dan Papua Barat tercatat sebagai provinsi dengan IPU terendah. Berdasarkan hasil tersebut, CEDS merekomendasikan KPPU untuk konsisten mengkaji dan intervensi melalui saran dan pertimbangan kepada pemerintah di sektor-sektor yang memiliki IPU rendah. Sekjen KPPU Charles Panji Blak-blakan soal Alasannya Ikut Seleksi Anggota BPK: Banyak Masalah Nonteknis “Ini telah sejalan dengan prioritas KPPU sejak awal tahun lalu, dan kembali akan menjadi fokus kami di tahun ini. Jika perlu, kami juga akan masuk ke sektor pengolahan sampah atau limbah,” kata Asa.  Selain itu, KPPU juga mencatat bahwa tekanan atas IPU 2024 berasal dimensi kinerja dan penawaran. Penyebabnya dapat berupa meningkatnya hambatan keluar masuk maupun potensi kartel dan persekongkolan. (Yetede)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk Gas Pertamina resmi bekerja sama dengan BUMD Papua Barat

Yuniati Turjandini 10 Jan 2025 Tempo
 PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina resmi bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua Barat. Kerja sama ini untuk memanfaatkan alokasi Liquefied Natural Gas milik PT Padoma Lirik Energy (PLE). Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini mengatakan perusahaannya akan memanfaatkan alokasi LNG ini dari Kilang BP Tangguh. “Tentunya juga menjadi wujud upaya keberlanjutan PGN yang secara aktif mencari sumber pasokan alternatif pasokan dari gas regasifikasi di tengah tantangan kondisi pasokan gas pipa,” kata Ratih dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia, dikutip Jumat, 10 Januari 2025. 

Volume LNG yang akan dimanfaatkan ini untuk memenuhi kebutuhan PGN sebesar ± 20 MMSCFD atau setara dengan 2 kargo per tahun dari Kilang BP Tangguh, Papua Barat. Kerja sama PGN dengan BUMD Papua Barat ini diklaim untuk memastikan alokasi LNG dapat dimanfaatkan dengan optimal dengan tetap mematuhi ketentuan pemerintah yang berlaku. PGN: Jargas Bantu Substitusi Ompor LPG Nonsubsidi 83,5 Juta Kilogram “Inisiatif kerja sama ini dalam rangka pemanfaatan alokasi gas yang telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Semoga prosesnya berjalan dengan baik dan memberikan manfaat semua pihak,” ujar Erix Ayatanoi mewakili Gubernur Papua Barat. 

Sementara itu, Direktur Utama PLT T. Heriwansyah mengatakan pemanfaatakan alokasi LNG Tangguh ini akan menjawab ketersediaan pasokan gas pipa di beberapa wilayah strategis. Dia menyebut PGN akan berkoordinasi dengan para stakeholder untuk mendapatkan ketahanan dan swasembada energi seiring permintaan gas juga meningkat. KPK Tetapkan Dua Tersangka Kasus Jual Beli Gas PT PGN, Bagaimana Modusnya? “Pemanfaatan alokasi LNG oleh PGN ini merupakan harapan kami. Setelah ini kami akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah,” kata dia. (Yetede)

Usia Pensiun Pekerja Naik, Jadi 59 Tahun

Yuniati Turjandini 10 Jan 2025 Tempo
USIA pensiun pekerja di Indonesia naik dari 58 menjadi 59 tahun pada 2025. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. Dalam Pasal 15, ditetapkan bahwa usia pensiun akan bertambah satu tahun setiap tiga tahun berikutnya sampai mencapai 65 tahun. Beleid tersebut juga mengatur bahwa pekerja yang telah mencapai usia pensiun dan tetap bekerja dapat memilih untuk menerima manfaat Jaminan Pensiun saat berhenti bekerja. Di sisi lain, pekerja yang telah mencapai usia pensiun dapat tetap dipekerjakan hingga maksimal tiga tahun setelah usia pensiun sebelum berhenti bekerja.

Batas usia pensiun ini menjadi rujukan untuk memanfaatkan program Jaminan Pensiun. Jaminan Pensiun merupakan salah satu program perlindungan yang diberikan kepada peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk mempertahankan kehidupan yang layak ketika kehilangan atau berkurang penghasilannya setelah memasuki usia pensiun Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun menjelaskan bahwa pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kenaikan usia pensiun antara lain meningkatnya angka harapan hidup dan perubahan struktur demografi masyarakat Indonesia. Setiap tahun usia harapan hidup terus naik. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2021, angka harapan hidup di Indonesia rata-rata 71,57 tahun. Angkanya beruntun melonjak menjadi 73,6 tahun pada 2022 dan 73,93 tahun pada 2023.

Selain itu, ujar Oni, penyesuaian usia pensiun sejalan dengan kondisi pekerja saat ini, ketika banyak pekerja masih tetap dipekerjakan meskipun sudah pensiun atau menjalani perpanjangan masa kerja. Ditambah Indonesia masih mengalami bonus demografi hingga puncaknya nanti pada 2042. "Kenaikan usia pensiun merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas untuk menopang perekonomian serta menjaga keberlangsungan program pensiun," tutur Oni kepada Tempo, Kamis, 9 Januari 2025. Terlebih, menurut dia, kenaikan bertahap usia pensiun merupakan hal umum yang juga dilakukan di negara-negara lain yang menyelenggarakan program serupa. (Yetede)

Mengungkap Kelemahan January Effect

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)

Pasar saham Indonesia pada awal tahun 2025 masih menghadapi tantangan besar, terutama karena minimnya sentimen positif baru yang dapat mendorong penguatan pasar. Tekanan jual dari investor asing terus berlanjut dengan akumulasi net sell yang mencapai Rp2,73 triliun hingga 9 Januari 2025. Selain itu, efek musiman seperti January Effect, yang biasa diharapkan sebagai faktor penguat pasar di awal tahun, dinilai kurang berpengaruh tahun ini, mengingat hanya terjadi lima kali dalam sepuluh tahun terakhir.

Pasar saham Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang lesu, dengan ketidakpastian politik di Amerika Serikat terkait kebijakan tarif impor Donald Trump, yang berpotensi mempengaruhi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kepala Pasar dan Layanan Sekuritas HSBC Indonesia, Ali Setiawan, menyoroti bahwa meskipun Indonesia bukan target utama tarif Trump, dampak tetap dirasakan melalui tekanan asing yang keluar. Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menyarankan agar investor fokus pada sektor-sektor tertentu yang potensial, seperti konsumsi, pangan, dan perbankan, meskipun volatilitas pasar diprediksi tetap tinggi.

Para analis pasar, seperti Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas dan Abdul Azis Setyo Wibowo, juga mengingatkan bahwa meskipun ada peluang koleksi saham yang murah, faktor sentimen negatif global harus diperhitungkan. Mereka juga menggarisbawahi pentingnya aksi korporasi dan kinerja laporan keuangan emiten dalam mendorong pergerakan saham.

Secara keseluruhan, meskipun pasar saham Indonesia menghadapi tekanan eksternal, sektor-sektor tertentu tetap memiliki potensi untuk memberikan hasil positif jika didorong oleh kinerja emiten yang baik dan aksi korporasi yang signifikan.


Langkah Awal Menuju Netral Karbon

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh stimulus dari China, pelemahan dolar AS, dan badai musim dingin di Eropa, peluang untuk mewujudkan netralitas karbon pada tahun 2060 semakin terbuka lebar. Pemerintah Indonesia, melalui Peta Jalan Transisi Energi 2060, berencana mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas mencapai 700 gigawatt, memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia, seperti tenaga surya, air, panas bumi, laut, dan nuklir.

Sebagai bagian dari strategi transisi energi, pemerintah juga akan menghentikan secara bertahap pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan mengkonversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi gas. Salah satu langkah strategis besar adalah pembangunan super grid yang akan menghubungkan lima wilayah sentral kelistrikan di Indonesia, memungkinkan distribusi energi yang lebih efisien di seluruh negeri. Super grid ini juga direncanakan terhubung dengan Asean Power Grid, sebuah jaringan listrik antarnegara yang akan memperkuat keamanan energi di Asia Tenggara, dengan fokus pada energi terbarukan.

Namun, keberhasilan dalam mencapai transisi energi dan pengembangan infrastruktur energi terbarukan ini sangat bergantung pada dukungan modal dan teknologi rendah karbon yang canggih. Untuk itu, menarik investasi dan membuka akses pembiayaan berkelanjutan menjadi tantangan penting yang harus dihadapi oleh pemerintah dan pemangku kepentingan sektor energi.

Tokoh yang relevan dalam artikel ini termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengembangkan Peta Jalan Transisi Energi dan merencanakan pembangunan super grid serta interkonektivitas energi di kawasan ASEAN. Upaya ini berfokus pada meningkatkan keamanan energi di Indonesia dan kawasan ASEAN dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan secara maksimal.


Pilihan Editor