;

Strategi Saling Tawar dan Ancaman Tarif

Yoga 14 Jan 2025 Kompas (H)
Perebutan supremasi teknologi untuk energi baru dan terbarukan atau EBT dan kebutuhan semikonduktor merupakan game geopolitik terbaru China-Amerika Serikat. Donald Trump tidak sekadar mengancam China dengan pengenaan tarif 10 persen, tetapi juga pembatasan investasi hi-tech. Sebagai balasannya, China melakukan larangan ekspor mineral strategis seperti germanium, galium, dan antimon ke AS yang dibutuhkan untuk produksi semikonduktor (Niarchos, Januari [2025]) Pelantikan presiden terpilih AS, Donald Trump, baru akan dilakukan pada 20 Januari 2025. Biasanya wewenang implementasi kebijakan baru dapat dilakukan jika sudah resmi menduduki suatu jabatan. Namun, jabatan presiden AS mempunyai bobot sendiri sebagai one of the most powerful office in the World (Brusco [2018]).

Keunikanini membuat aplikasi dari Theory ofGames and Economic Behavior menjadi relevan (Von Neumann dan Morgenstern [1944]). Dalam game theory dikenal keseimbangan Nash, yaitu hasil akhir dari kebijakan adalah interaksinya dengan reaksi dari pihak-pihak yang akan terkena kebijakan (Acocella et al. [2012]). Situasi membuat pihak yang mempunyai bobot pengaruh seperti presiden AS walaupun belum dilantik, dapat memberikan sinyal prospek kebijakan mendatang yang membuat pihak lain bereaksi. Secara paradoks ini juga meningkatkan ketidakpastian karena pihak lain dapat mengambil posisi membalas ancaman. Ancaman merupakan satu strategi tawar-menawar atau negosiasi. Jika kesepakatan dapat tercapai, sifatnya jadi keseimbangan kerja sama (cooperative equilibrium).

Keseimbangan akan berjalan untuk waktu tertentu sampai batas waktunya jika pihak-pihak yang terlibat tetap patuh dengan ketentuan. Untuk itu diperlukan kredibilitas dan reputasi dari pihak-pihak yang terlibat untuk tidak ingkar janji dan tidak melakukan kecurangan (Alt et al. [1988]). Ini juga diperlukan untuk renegosiasi jika perjanjian akan diperpanjang dengan memperhatikan perkembangan terbaru. Keseimbangan tangan gemetar Strategi ancam-mengancam untuk mendapatkan posisi tawar yang lebih baik berisiko membawa ke ”keseimbangan tangan gemetar” atau trembling hand equilibrium. Istilah untuk godaan memasukkan strategi yang tidak sesuai tujuan utama game (Selten [1975]). Ini membuat segalanya menjadi semakin rumit, memerlukan waktu untuk semua kembali ”rasional”. Game of throne EBT ini kemudian melebar ke isu lain dan pihak yang tidak terlibat langsung. (Yoga)

Perkuat Riset Ekonomi Kreatif Sertakan Perguruan Tinggi

Yoga 14 Jan 2025 Kompas
Perguruan tinggi terus digandeng untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk di bidangekonomi kreatif. Selain penyiapan sumber daya manusia yang mendukung industri kreatif, perguruan tinggi juga berperan memperkuat riset-riset untuk memetakan potensi pengembangan ekonomi kreatif di daerah-daerah. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, riset dan inovasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi harus mampu menjawab permasalahan di masyarakat, salah satunya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Produk-produk riset agar tidak hanya berhenti pada prototipe, tetapi bisa dihilirkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

”Riset dan inovasi dari perguruan tinggi, misalnya, untuk mendukung pengurangan bahan baku impor dalam produk-produk terkait ekonomi kreatif. Sekarang kita berkreasi, tetapi masih ada yang menggunakan bahan baku impor. Kalau bisa, kitalah yang mengekspor bahan baku itu nantinya,” kata Satryo, Senin (13/1/2025), di Jakarta. Saat audiensi dengan Menteri Diktisaintek pekan lalu, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto mengajak perguruan tinggi bekerja sama melalui Kementerian Diktisaintek terkait dengan riset multiplier effect dari festival musik Indonesia dalam bidang ekono-mi kreatif. ”Kami saat ini sedang mencoba untuk masuk ke perguruan tinggi karena kami sudah beberapa kali mencoba melakukan kerja sama riset, bagaimana multiplier effect sebuah festival musik di Indonesia dalam bidang ekonomi kreatif,” katanya.

Menurut Yovie, melalui riset bersama, perguruan tinggi diharapkan ada akurasi data yang bagus per lokasi daerah atau yang menjadi tempat penelitian dari kampus-kampus. Pelibatan kampus-kampus sejak awal ini juga diharapkan dapat menggelorakan penguatan ekonomi kreatif sehingga bermanfaat bagi masyarakat. ”Mungkin dari sini kita bisa kembangkan untuk bekerja sama sebagai program Kementerian Diktisaintek,” ujarnya. Kreativitas daerah Satryo mengatakan, di kampus ada bermacam unit kesenian. Di Indonesia ada beberapa institut seni dan budaya yang memiliki program studi yang berfokus pada musik. ”Kampus-kampus bisa membuka peluang bekerja sama dan berkolaborasi. Yang terpenting kerja sama dapat bermanfaat bagi keduanya, yakni bagi masyarakat dan kampus,” ujarnya. (Yoga)

Polemik Investasi Apple Senilai 1 Miliar Dollar AS

Yoga 14 Jan 2025 Kompas
Pemerintah Indonesia berpendapat bahwa kontribusi Apple dalam bentuk pengembangan perangkat lunak dan keterampilan digital melalui AppleAcademy belum cukup memenuhi aturan tentang tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Setelah pelarangan, Apple mengajukan proposal investasi senilai 10 juta dollar AS, yang kemudian ditingkatkan menjadi 100 juta dollar AS. Terkini, Apple telah mengajukan proposal investasi senilai 1 miliar dollar AS untuk membangun pabrik AirTag di Batam. Namun, pemerintah masih tetap menolak proposal tersebut. Pemerintah menganggap bahwa AirTag bukanlah komponen dari produk handphone, komputer, dan tablet (HKT) dan oleh karena itu pemerintah belum bisa memberikan sertifikasi TKDN agar Apple bisa menjual produk di Indonesia. Di balik berbagai polemik ini ialah kebijakan TKDN yang mengharuskan penggunaan komponen lokal dalam produksi.

Kebijakan yang sudah dijalankan sekitar 10 tahun terakhir ini diharapkan bisa menciptakan permintaan untuk komponen dalam negeri dan mendorong dunia usaha untuk mengembangkan produksinya di Indonesia Namun, apakah kebijakan TKDN sudah memberikan hasil yang diharapkan untuk membangun industri komponen nasional? Apakah kebijakan tersebut sudah mendukung pembangunan industri Indonesia? Dampak ekonomi TKDN Sebenarnya kebijakan TKDN ini bukanlah hal baru dan telah lama diterapkan sebagai bagian dari strategi industri Pemerintah Indonesia. Kebijakan ini dahulu pernah dijalankan melalui berbagai inisiatif, seperti Program Benteng (1950-1957), Program Penghapusan (1974-1993), Program Mobil Nasional (1996), dan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri/P3DN (2009-saat ini). Pemerintah mengklaim bahwa kebijakan TKDN akan memperkuat kapasitas industri nasional, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketergantungan pada impor, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan pelindungan dari guncangan eksternal.

Namun, bukti empiris malah menunjukkan bahwa kebijakan TKDN cenderung bertentangan dengan kepentingan dunia usaha dan pembangunan industri nasional. Thee (1997) serta Aswicahyono, Basri, dan Hill (2000) menunjukkan bahwa kebijakan TKDN berhasil mendorong perkembangan industri sepeda motor,tetapi tidak untuk kendaraan roda empat karena perbedaan struktur pasar, skala ekonomi, dan kompleksitas teknologi. Kedua studi tersebut juga menemukan bahwa kebijakan TKDN mengakibatkan biaya produksi dan harga konsumen yang tinggi, kemampuan R&D yang rendah, serta ekspor yang minim dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Lebih baru lagi, studi CSIS (2022)menemukan bahwa kebijakan TKDN berdampak negatif terhadap produktivitas, output, ekspor, tenaga kerja, dan nilai tambah perusahaan manufaktur di Indonesia. (Yoga)

Rumah Ekonomi untuk Indonesia

Yoga 14 Jan 2025 Kompas
Fondasi pembangunan ekonomi adalah memilih dan menancapkan sumber daya (endowment factor) sebagai akar tunjang ekonomi. Lantai pembangunan ialah aturan main (kelembagaan) di lapangan ekonomi yang dijejali semua pelaku ekonomi, baik produsen, konsumen, maupun pemangku kepentingan (pekerja, distributor, dan sebagainya). Tiang pembangunan tak lain perkakas ekonomi untuk meninggikan nilaitambah dan perluasan skala ekonomi. Atap pembangunan adalah payung yang melindungi agar keseluruhan kegiatan ekonomi bisa bergerak serentak berkesinambungan, termasuk memastikan semua warga negara memperoleh kesejahteraan setara. Perkakas sumber daya Tak ada formula baku jangka waktu untuk menuntaskan tiap-tiap fase. Sejarah memberikan pembelajaran, pada umumnya proses mencapai kemajuan ekonomi butuh sekitar satu abad.

Jika periode itu dibagi dalam empat tahapan, secara rata-rata tiap periode pembangunan perlu 25 tahun. Indonesia merdeka sejak 1945, tetapi sebetulnya pembangunan dikerjakan secara sistematis pasca-1965 (karena instabilitas politik) sehingga saat ini umur pembangunan hampir menginjak 60 tahun. Artinya, Indonesia hari ini dalam urutan pembanguna ekonomi baru memulai tahap ketiga, yakni meninggikan tiang pembangunan. Periode 1965-1990 menggali fondasi pembangunan, 1990-2015 meratakan lantai ekonomi, 2015-2040 menegakkan tiang pembangunan, dan 2040-2065 menuntaskan atap pembangunan ekonomi. Sumber daya ekonomi sebagai fondasi pembangunan bisa dilacak dalam dua isu. Pertama, sumber daya ekonomi dalam pengertian kekayaan intrinsik yang dipunyai negara sebagai akar pembangunan.

Analisis kuantitatif ekonomi yang dibuat sejak puluhan tahun silam menunjukkan secara solid bahwa pertanian dan sumber daya alam lain merupaka sektor basis perekonomian yang memiliki keunggulan komparatif (Nofrian, 2023). Para teknokrat Orde Baru telah menyusun fondasi yang lumayan kokoh pada aras ini. Pelita 1-3, secara determinatif meletakkan pertanian sebagai sektor basis sehingga aktivitas pembangunan membenam kukuh di bumi ekonomi. Kedua, sumber daya ekonomi dalam konteks perkakas penopang untuk menstimulasi sektor basis menggelinding dalam arena ekonomi, dari mulai kebijakan, anggaran, teknologi, riset, pendidikan, hingga keterampilan. Di masa itu, kebijakan dan strategi jelas diarahkan untuk mendukung fondasi pertanian berdiri dengan kokoh, demikian juga anggaran. Rencana pembangunan jangka menengah dan panjang dirumuskan secara integratif dan dieksekusi dengan efektif. Di periode ini banyak diinisiasi lembaga riset pertanian yang masih eksis sampai kini. (Yoga)

Gejolak Hidro-iklim Cuaca Ekstrim yang Dipicu Pemanasan Global

Yoga 14 Jan 2025 Kompas
Tahun 2025 dibuka dengan kebakaran hutan dan lahan terburuk yang menghancurkan perumahan mewah di kota Los Angeles, Amerika Serikat, karena api berkobar di lanskap yang kering setelah kekeringan berbulan-bulan. Bencana kebakaran terdahsyat di kawasan ini dalam sejarah tak bisa dilepaskan dari gejolak hidro-iklim, kontras cuaca ekstrem yang dipicu pemanasan global. Tahun 2024 telah terlewati dengan serangkaian bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Dimulai dari kekeringan berkepanjangan di Afrika bagian selatan dan Amerika Tengah di awal tahun. Bahkan, kekeringan berkepanjangan selama nyaris setahun itu telah menyebabkan permukaan air Sungai Amazon di Amerika Selatan mencapai titik terendah sepanjang masa.mKondisi kering di California Selatan itu pula yang memicu serangkaian kebakaran hutan dan lahan mematikan.

Kombinasi antara angin kencang dan kekeringan parah itulah yang kemudian membakar ribuan rumah dan bangunan lain di Los Angeles pada awal Januari 2025. Data National Integrated Drought Information System (NIDIS) di bawah Badan Atmosfer dan Kelautan AS (NOAA) menunjukkan, di awal tahun ini, tingkat kelembaban tanah di sebagian besar California Selatan berada di kisaran 2 persen terendah dalam catatan historis. Ming Pan, ahli hidrologi dari University of California-San Diego, dalam tulisannya di The Conversation pada Jumat  (10/1/2025) menunjukkan, wilayah California Selatan hanya mendapat sedikit hujan dari bulan Mei hingga September 2024. Sejak Oktober 2024, hujan yang diterima kurang dari 10 persen curah hujan rata ratanya. Wilayah ini seharusnya bisa memanen air dari hujan dan salju di akhir musim gugur dan musim dingin.

California Selatan selama ini bergantung pada lapisan salju Sierra untuk sekitar sepertiga pasokan air tawarnya. Namun, nyatanya mereka hanya mendapat guyuran salju lebih sedikit. Hal ini menyebabkan wilayah ini mengawali tahun air 2025 dengan cukup kering. Saat udara hangat dan kering, transpirasi, serta penguapan juga menyedot air dari tanaman dan tanah. Maka, ketika angin musiman Santa Ana yang kering berembus kencang di awal tahun ini melalui vegetasi kering itu, percikan api pun menyebar cepat sehingga memicu kebakaran hutan dan lahan terbesar sepanjang sejarah. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Reviews Earth & Environment pada Kamis (9/1) menjelaskan tentang fenomena  hydroclimate whiplash atau ”gejolak hidro-iklim” yang memicu kebakaran hebat di California Selatan. (Yoga)

BKSDA Pertimbangkan Opsi Pelepasliaran

Yoga 14 Jan 2025 Kompas
Setelah satu bulan dievakuasi ke Lembaga Konservasi Lembah Hijau, harimau betina yang dibawa dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan hingga kini masih menjalani perawatan secara eksitu. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu tengah mempertimbangkan untuk melepasliarkan satwa dilindungi tersebut. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Hifzon Zawahiri mengatakan, saat ini kesehatan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) tersebut dalam kondisi stabil. Saat pertama kali dievakuasi, harimau yang diberi nama Putri Sentani itu menunjukkan tanda-tanda stres. ”Saat ini, harimau itu sudah mampu beradaptasi terhadap lingkungan barunya. Seiring waktu, perilakunya mulai lebih tenang, dengan pola makan dan aktivitas yang lebih teratur. Tim pengelola masih mengamati adanya tanda-tanda kewaspadaan tinggi dan sensitivitas terhadap suara atau aktivitas di sekitar kandang,” kata Hifzon, Senin (13/1/2025).

Harimau itu dievakuasi ke Lembah Hijau setelah masuk kandang jebak yang dipasang petugas gabungan dan masyarakat di Kabupaten Lampung Barat pada Jumat (13/12/2024). Sejak Februari 2024, konflik perebutan ruang hidup antara manusia dan harimau memang terjadi di kawasan itu. Setidaknya sudah ada tiga warga yang diterkam harimau, dua orang di antaranya tewas. Selain menimbulkan korban jiwa, konflik antara manusia dan harimau juga berimbas pada pembakaran kantor Resort Suoh TNBBS (Kompas.id, 14/12/2024). Selama ini, kata Hifzon, tim kesehatan dari Lembaga Konservasi Lembah Hijau dan petugas BKSDA melakukan pendekatan berbasis rehabilitasi perilaku untuk menjaga agar harimau itu tidak stres. Sekeliling kandang ditutup agar harimau tidak dapat melihat kehadiran manusia. Petugas lebih banyak memantau kondisi harimau dari CCTV.

Makanan yang diberikan untuk harimau itu juga berupa ternak hidup untuk menjaga naluri liarnya. ”Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa harimau tersebut tidak mengalami luka serius, tetapi memerlukan perawatan lebih lanjut. Saat ini, harimau tersebut berada dalam pengawasan ketat untuk memastikan pemulihan optimal,” kata Hifzon. BKSDA telah menyiapkan rencana strategis untuk harimau yang mencakup rehabilitasi, monitoring, dan rencana pelepasliaran ke habitat aslinya. Saat ini, proses rehabilitasi terus dilakukan dengan pemberian nutrisi dan pengondisian perilaku liar. BKSDA bekerja sama dengan lembaga konservasi lain untuk mengidentifikasi kawasan pelepasliaran yang aman, bebas ancaman perburuan, dan konflik untuk harimau tersebut. Kawasan pelepas liaran mesti dipastikan memiliki ketersediaan mangsa yang cukup. (Yoga)

Pengembangan Energi Terbarukan Kian Masif

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Investor Daily (H)

Pengembangan energi terbarukan kian masif seiring dengan dibentuknya Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Satgas ini diberi kewenangan secara  cepat memutuskan permasalahan dan hambatan yang menjadi kendala. Adapun bauran energi terbarukan hingga akhir 2024 baru mencapai 14%.  Satgas ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Beleid yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 3 Januari 2025 itu juga memberi wewenang kepada satgas untuk mengindentifikasikan dan merekomondasikan proyek strategis guna mendapatkan pembiayaan dari perbankan maupun lembaga keuangan non bank dalam negeri.

Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES) Surya  darma mengapresiasi langkah Prabowo membentuk Satgas Percepatan. Menurutnya pengembangan energi terbarukan kian masif dengan dibentuk satgas tersebut. "(Satgas) Sangat diperlukan yang bisa melakukan  terobosan jika ada kendala karena langsung bertanggung jawan kepada Presiden," kata Surya. Dengan wewenang yang diberikan kepada satgas, lanjut Surya, maka pengembangan energi terbarukan direncanakan dengan baik. Hal itu dimulai dengan kajian jenis energi, besaran kapasitas pembangkit, hingga jadwal operasi komersial. (Yetede)

PT Unilever Akan Lepaskan Bisnis Ice Cream

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Investor Daily (H)
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) hari ini akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana melepas bisnis es krim perseroan, agar dapat lebih fokus ke bisnis inti. Keputusan besar tersebut menjadi sorotan banyak pihak, di tengah kerja kesar perseroan untuk kembali membangkitkan kejayaan Unilever didalam negeri yang terus melemah dalam beberapa tahun terakhir. Harga sahamnya telah terkoreksi dalam pun, diharapkan bisa kembali terangkat. Perseroan bakal menggelar RUPSLB di Jakarta dengan tiga agenda, yakni persetujuan rencana perubahan susunan direksi perseroan, persetujuan perubaan remunerasi direksi perseroan untuk tahun buku 2025, dan persetujuan melakukan penjualan atas bisnis es krimnya kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia senilai Rp 7 triliun. Manajeman Unilever Indonesia menyebut, penjualan bisnis es krim ini akan meningkatkan laba bersih perseroan sebesar Rp3,51 triliun. Selain itu, kas setara kas perseroan kemungkinan naik Rp7.73 triliun menjadi Rp8,27 triliun setelah transaksi, atau naik 15,3x lipat. (Yetede)

Bukalapak Stop Penjualan Produk Fisik. Apa Dampaknya terhadap Persaingan E-Commerce

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Tempo
DI tengah tekanan persaingan e-commerce di Tanah Air, Bukalapak memutuskan mengubah strategi bisnisnya. Platform yang didirikan pada 2010 itu berencana menghentikan layanan penjualan produk fisik mulai Februari 2025. Bukalapak akan berfokus pada penjualan produk virtual, seperti pulsa prabayar, paket data, token listrik, dan layanan pembayaran. Head of Media and Communication Bukalapak Dimas Bayu menjelaskan, keputusan itu dibuat demi menjaga pendapatan perusahaan yang berkelanjutan. "Perubahan ini adalah langkah yang diperlukan untuk berfokus pada lini bisnis yang telah kami kembangkan dan yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 13 Januari 2025.

Penjualan produk fisik melalui platform Bukalapak berkontribusi hanya sekitar 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Dimas mengatakan penutupan layanan tersebut dilakukan demi mencapai earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang positif. EBITDA menghitung pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. Pada kuartal ketiga 2024, EBITDA perusahaan berkode saham BUKA ini tercatat minus Rp 168 miliar. CEO Bukalapak Willix Halim, dalam keterangan resmi pada 30 Oktober 2024, menyatakan kondisi itu tidak sejalan dengan target profitabilitas pada 2024. 

Pendapatan Bukalapak pada Januari-September 2024 meningkat 2 persen secara tahunan menjadi Rp 3.400 miliar. Karena itu, EBITDA membaik, meski masih minus Rp 68 miliar. Adapun menurut laporan keuangan kuartal ketiga 2024, Bukalapak mencatatkan kas, setara kas, dan investasi yang likuid setara dengan Rp 19 triliun.  Bukalapak mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk BUKA sebesar Rp 597,34 miliar atau lebih kecil dibanding periode sebelumnya pada 2023 yang sebesar Rp 776,22 miliar. Namun Bukalapak masih mencatatkan rugi usaha Rp 1,32 triliun atau naik 2,12 persen secara tahunan dibanding pada 2023 yang sebesar Rp 1,28 triliun. (Yetede)


Beberapa Alasan Mengapa Indonesia Masih Juga Impor Minyak

Yuniati Turjandini 14 Jan 2025 Tempo
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara kaya akan sumber daya alam, termasuk minyak dan gas bumi. Namun, Indonesia tercatat menjadi salah satu negara yang melakukan impor minyak. Fenomena ini sering memicu pertanyaan, mengapa negara dengan cadangan minyak melimpah masih bergantung pada impor BBM? Berikut deretan alasan yang mendasari kondisi tersebut.  1. Kapasitas kilang minyak yang terbatas. Salah satu alasan utama adalah kapasitas pengolahan kilang minyak di Indonesia yang tidak mencukupi. Kilang-kilang minyak yang ada saat ini, seperti di Cilacap, Balikpapan, dan Balongan, sebagian besar dibangun pada era 1970-an hingga 1990-an. Teknologi yang digunakan pun sudah cukup tua, sehingga kapasitasnya terbatas dalam memenuhi kebutuhan konsumsi domestik.  

Data menunjukkan bahwa kilang minyak nasional hanya mampu mengolah sekitar 700-800 ribu barel minyak mentah per hari. Padahal, kebutuhan BBM dalam negeri mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari. Kekurangan inilah yang memaksa Indonesia mengimpor BBM untuk menutupi kebutuhan konsumsi domestik.   2. Konsumsi BBM yang terus meningkat Seiring dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi, konsumsi BBM di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM, mengingat tingginya jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah.  Dilansir dari esdm.go.id, konsumsi BBM meningkat rata-rata 4-5 persen per tahun. Hal ini tidak sebanding dengan peningkatan produksi minyak mentah dan kapasitas pengolahan kilang, sehingga kebutuhan impor menjadi tidak terhindarkan.  

3. Penurunan produksi minyak mentah. Meskipun Indonesia memiliki cadangan minyak, produksi minyak mentah dalam negeri cenderung menurun selama beberapa dekade terakhir. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya cadangan di sumur-sumur minyak yang sudah tua, terutama di wilayah seperti Riau, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.   Dilansir dari esdm.go.id, kurangnya investasi dalam eksplorasi dan pengembangan sumur baru juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Akibatnya, kemampuan produksi minyak mentah Indonesia tidak mampu mengejar kebutuhan konsumsi domestik.  4. Keterbatasan infrastruktur energi. Selain kapasitas kilang yang terbatas, infrastruktur pendukung seperti pipa distribusi dan fasilitas penyimpanan BBM juga belum mencukupi. Kondisi ini menyebabkan distribusi BBM dari kilang ke konsumen akhir tidak efisien, sehingga impor menjadi solusi jangka pendek yang lebih praktis.  (Yetede)


Pilihan Editor