;

Mengapa Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi Mewabah Lagi

Yuniati Turjandini 15 Jan 2025 Tempo
TRI Wahyuni, peternak asal Dukuh Kutu, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, terpaksa menjual sapi-sapinya dengan harga murah. Perempuan berusia 56 tahun ini melego dua sapinya yang masih hidup dengan harga sekitar Rp 23 juta kepada tukang jagal. Padahal, dalam kondisi normal, harga tersebut berlaku untuk seekor sapi. Selain merugi, kini Tri yang mulai menjadi peternak pada 2020, sudah tidak punya sapi barang satu ekor. Tri buru-buru menjual sapinya karena khawatir bakal mengalami kerugian lebih besar jika sapinya mati mendadak akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali merebak. Apalagi ada satu sapi miliknya yang terjangkit penyakit tersebut. "Saya terpaksa menjual semua sapi daripada nanti ikut mati terkena penyakit (PMK) itu, termasuk yang sedang hamil," ujarnya kepada Tempo pada Senin, 13 Januari 2025.

Sebelumnya, sapi milik Tri terus mengeluarkan busa dan kakinya pincang. Petugas Dinas Peternakan setempat juga sempat mengobati dan memvaksin sapi tersebut. Namun Tri mengatakan, pada sore harinya, sapinya mati. Tak berhasilnya pengobatan dan vaksin terhadap salah satu ternaknya itu lantas mendorong Tri menjual sisa sapi yang ia punya. Kondisi serupa terjadi di Jawa Timur. Muhammad Arif, 36 tahun, salah satu peternak asal Kabupaten Malang, mengatakan 20 domba miliknya terkena PMK dalam sebulan terakhir. Ia segera memisahkan domba-domba yang terkena penyakit dari domba yang sehat. Hingga saat ini 20 domba miliknya yang terkena PMK masih dalam tahap pengobatan.

Saat tahu ternaknya terkena PMK, Arif segera melapor ke Dinas Peternakan melalui mantri hewan. Ia sudah menginformasikan kondisi dombanya yang terkena PMK agar Dinas bisa segera memberikan vaksin. Namun Dinas Peternakan belum merespons laporannya. Bahkan, kata Arif, Dinas juga sama sekali belum menyurvei soal penyebaran PMK tersebut.  Pemilik PT Kelompok Ternak Hutan Rakyat (KTHR) Indonesia itu menyayangkan lambatnya tindakan pemerintah terhadap kasus ini. “Vaksin didatangkan biasanya paling cepat, ya, seminggu-dua minggu. Kalau lama, bisa berbulan-bulan, seperti tahun lalu,” ucap Arif kepada Tempo, Selasa 14 Januari 2025. Vaksin cavac penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk disuntikkan ke sapi ternak di peternakan Desa Jatisura, Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, 7 Januari 2025. (Yetede)

Es Krim Tak Lagi Dijual PT Unilever Indonesia

Yoga 15 Jan 2025 Kompas
Perusahaan produk konsumsi rumah tangga PT Unilever Indonesia Tbk resmi melepas bisnis es krimnya. Keputusan bisnis yang sebelumnya juga dilakukan Unilever Global ini diterapkan di Indonesia untuk penyehatan kinerja keuangan perseroan. Manajemen Unilever Indonesia mengumumkan aksi korporasi itu dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) danRUPS Independen di Jakarta, Selasa (14/1/2025). Acara itu beragendakan penyetujuan penjualan bisnis es krim perseroan dan pembaruan susunan direksi. Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan, pemegang saham telah menyetujui divestasi bisnis es krim kepada perusahaan afiliasi mereka, yakni PT Magnum Ice Cream Indonesia. Keputusan tersebut, menurut dia, bertujuan untuk memperkuat posisi perseroan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

”Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham independen atas dukungan dan persetujuannya terhadap rencana perseroan untuk mendivestasikan bisnis es krim,” kata Benjie dalam siaran pers. Perseroan menjual unit bisnis es krim dengan nilai total Rp 7 triliun, di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Aset yang akan dialihkan ke pihak pembeli, antara lain, berupa pabrik dan peralatan, kabinet es krim, tanah dan bangunan pabrik di Indonesia, aset penelitian, dan pengembangan. Ini juga termasuk pelepasan hak kekayaan intelektual baik terdaftar maupun tidak terdaftar yang dimiliki perseroan. Dengan demikian, es krim berbagai merek, seperti Magnum, Walls, Cornetto, Feast, dan Paddle Pop, yang dikenal publik tidak lagi dimiliki Unilever. Benjie menyampaikan hasil dari penjualan unit bisnis itu akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai. Selain itu, transaksi ini diharapkan dapat memperkuat posisi kas perseroan dan mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan eksternal.

Fokus ke bisnis inti Kinerja penjualan Unilever pada semester I-2024 yang sebesar Rp 19,04 triliun tercatat lebih besar dikontribusi penjualan produk segmen rumah tangga dan perawatan tubuh yang sebesar Rp 12,28 triliun. Penjualan produk makanan minuman, termasuk es krim, sebesar Rp 6,76 triliun. ”Unilever Indonesia bermaksud merampingkan pengoperasian, meningkatkan efisiensi, dan mendorong inovasi dengan mengembalikan fokus pada area bisnis inti kami. Pendekatan strategis ini memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih baik, memperkuat posisi kami di pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja keuangan,” ujarnya. Setelah transaksi ini selesai, Benjie melanjutkan, PT Unilever Indonesia akan berfokus pada bisnis inti, yaitu produk perawatan diri dan rumah tangga, serta produk nutrisi. Sementara itu, General Manager The Magnum Ice Cream Indonesia Amaryllis Esti Wijono menuturkan, aksi korporasi ini membuka babak baru bagi bisnis es krim mereka di Indonesia. (Yoga)

Dividen Naik Imbal Hasil IHSG Turun

Yoga 15 Jan 2025 Kompas
Penurunan harga saham mayoritas perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia hingga awal 2025 tidak selalu menjadi kabar buruk. Investor masih dapat menemukan peluang keuntungan melalui dividen saham dari berbagai sektor industri dengan kinerja fundamental yang solid. Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Handika Soetoyo, dalam acara Media Day, di Jakarta, mengungkapkan, saat ini banyak saham di bawah harga wajar atau undervalued karena nilai fundamentalnya yang lebih baik. IHSG terus turun setelah mencetak rekor di level 7.900 pada September 2024. Pada Selasa (14/1/2024), IHSG bahkan kembali terjerumus ke bawah level 7.000, tepatnya 6.981 pada penutupan perdagangan sesi pertama. Situasi ini disebabkan keluarnya dana investor asing karena sentimen global, terutama dari Amerika Serikat. Penurunan harga saham, menurut data yang dipaparkan Handika, bahkan telah terjadi dalam lima tahun terakhir. Tren ini terbaca dari indikator price earning ratio (PER) dari rata-rata harga saham di IHSG yang sudah berada di angka 11, lebih rendah dari rasio wajar di 16.

Semakin rendah angka PER artinya harga saham semakin turun. Sebaliknya, indikator imbal hasil dividen atau dividend yield terus meningkat ke level sekitar 4 persen, atau dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Dividend yield mengukur keuntungan yang diterima investor melalui pembagian laba perusahaan. Indikator ini membagi nilai dividen per lembar saham dengan harga suatu saham. ”Kalau harga sahamnya naik, otomatis dividend yield-nya mengecil. Kalau harga sahamnya turun, otomatis dividend yield-nya besar,” kata Handika. Pada musim pembagian dividen 2024, perusahaan energi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencetak dividend yield sebesar 49,9 persen. Selain ADRO, besaran dividend yield saham di jajaran sepuluh besar beragam dari rentang 12,2-20,5 persen. Sektor energi menjadi mayoritas emiten yang memiliki dividend yield tertinggi.

Dengan memperhatikan besaran dividend yield suatu saham, investor bisa mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen, selain daripada capital gain atau kenaikan hargasuatu saham. Investor akan mendapat dividen jika membeli saham maksimal saat cum dividend date (cum date) atau tanggal di mana seorang investor masih berhak mendapatkan dividen dari perusahaan. Cum date suatu saham biasanya akan diumumkan jelang masa rapat umum pemegang saham (RUPS). Pembagian dividen bisa dilakukan dua kali, yaitu dividen interim dan dividen tahunan. Tahun 2025 ini, musim pembagian dividen tahunan dari tahun buku 2024 akan dilakukan mulai sekitar Maret. Kemudian, pembagian dividen interim tahun buku 2025 akan menyusul jelang akhir tahun. Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat, pada konferensi penutupan bursa pada akhir 2024, juga melaporkan bahwa sektor energi menjadi penyumbang dividen terbesar dengan nilai Rp 75,60 triliun per 24 Desember 2024. (Yoga)

Diusulkan Oleh Pengusaha Transisi Core Tax Agar Diperpanjang

Yoga 15 Jan 2025 Kompas
Implementasi sistem Core Tax masih menghadapi berbagai kendala sejak resmi berlaku dua pekan lalu. Pelaku usaha meminta pemerintah untuk memperpanjang masa transisi dan melonggarkan sanksi keterlambatan penyetoran faktur pajak sampai sistem dipastikan benar-benar sudah siap.Masukan itu disampaikan pengusaha dalam audiensi terbatas antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (13/1/2025). Dalam pertemuan itu, pelaku usaha menyampaikan keluh kesah terkait penerapan sistem Core Tax. Core Tax atau Sistem Inti Administrasi Perpajakan (SIAP) adalah sistem perpajakan terpadu berbasis digital yang mulai diterapkan pada 1 Januari 2025. Sistem ini mengintegrasikan berbagai proses bisnis yang terkait dengan urusan penyetoran dan pelaporan pajak oleh wajib pajak. Untuk saat ini, Core Tax masih melayani fitur layanan administrasi pajak bagi wajib pajak berstatus pengusaha kena pajak (PKP) yang bertugas menyetorkan dan melaporkan pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Meski demikian, selama dua pekan terakhir, pelaku usaha menghadapi macam-macam kendala untuk mengakses sistem. Mulai dari kesulitan mendaftar dan mengakses (log in), kapasitas bandwidth yang terbatas sehingga situs gagal dimuat, sampai ketidaksesuaian data pajak dalam sistem. Berbagai kendala itu membuat pengusaha kesulitan menjalankan kewajibannya melaporkan dan menerbitkan faktur pajak sebagai bukti pemungutan PPN di awal tahun. Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar mengatakan, berkaca dari masalah yang masih banyak ditemukan di lapangan, pengusaha meminta agar pemerintah bisa memperpanjang masa transisi dari awalnya tiga bulan menjadi enam bulan, sampai sistem benar-benar sudah matang dan siap diterapkan. ”Bahkan, kalau bisa satu tahun. Sebab, ini perubahan sistem yang masif. Selain kesiapan infrastruktur digital pemerintah yang perlu dibenahi, perusahaan juga butuh waktu untuk menyiapkan sistem dansumber daya manusia mengelola sistem yang baru ini,” kata Sanny saat dihubungi di Jakarta, Selasa (14/1).

Ia mengatakan, usulan tersebut sudah disampaikan pengusaha dalam sesi audiensi. Pejabat DJP akan mempertimbangkan jika masa transisi perlu diperpanjang dari awalnya tiga bulan. ”Saya yakin pemerintah harusnya cukup bisa memahami. Apalagi, sosialisasi sistem baru jalan setelah pemerintah set up sistemnya. Itu butuh proses, tidak bisa sekaligus. (DJP) perlu berkeliling juga untuk melakukan sosialisasi,” katanya. Masa transisi menjadi penting karena pengusaha berstatus PKP dapat dikenai sanksi denda jika terlambat menyetorkan pungutan PPN dan menerbitkan faktur pajak. Batas waktu pelaporan faktur pajak paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya sejak transaksi barang dan jasa dan pembuatan faktur pajak. Berhubung sistem belum siap, pemerintah telah menetapkan waktu transisi selama tiga bulan dari Januari-Maret 2025. Selama masa transisi itu, pengusaha yang terlambat membuat faktur pajak tidak akan dikenai sanksi apa pun. (Yoga)

Perlu Evaluasi untuk MBG

Yoga 15 Jan 2025 Kompas
Program yang dijanjikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di masa kampanye pemilu presiden dan wakil presiden 2024 itu awalnya diberi nama Makan Siang Gratis. Sejak Mei 2024 Makan Siang Gratis berubah nama menjadi Makan Bergizi Gratis (MBG), menyesuaikan jam belajar siswa. Adapun MBG menyasar 19,47 juta penerima. Selain anak balita jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), serta anak sekolah hingga jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, program ini juga menyasar ibu menyusui dan ibu hamil. Tahun ini pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menyiapkan anggaran Rp 71 triliun, dengan harga per porsi MBG Rp 10.000. Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu untuk pemenuhan gizi nasional Rp 63,36 triliun dan sisanya untuk pengoperasian.

Pemerintah menetapkan empat target dalam program ini, mulai dari mendorong akses makanan bergizi dan pola makan sehat, meningkatkan prestasi dan kehadiran siswa, memanfaatkan bahan pangan lokal, hingga mengurangi kemiskinan. Yang perlu segera diintervensi pemerintah melalui program MBG ialah pemenuhan gizi. Meski banyak anak dan orangtua merasa terbantu, tak sedikit yang memberi masukan terkait menu MBG belum sesuai pedoman gizi seimbang. Di sejumlah daerah, menu MBG secara kuantitas belum memenuhi 40 persen total kalori sehari dan mutunya belum sesuai. Selain tanpa sayuran dan susu, lauk yang jadi sumber protein hewani terlalu sedikit. Ada juga siswa yang mencium aroma tak sedap dari tempe goreng dalam menu MBG.

Sementara target program MBG untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM pun belum terwujud. Nama UMKM belum ada dalam daftar satuan pelayanan pemenuhan gizi yang menjadi jantung program itu. Sejumlahsyarat yang ditetapkan sulit dipenuhi pelaku usaha kecil. Terkait hal itu, pemerintah perlu mengevaluasi pelaksanaan program MBG secara berkala terkait ketersediaan dan mutu makanan sesuai sasaran dan kandungan gizi pada menu. Aspek lain adalah tingkat kepuasan penerima program MBG, terutama dari anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Evaluasi juga menyangkut tingkat penerimaan siswa terhadap rasa dan variasi makanan, kepuasan guru, siswa, dan orangtua, serta keluhan terkait distribusi makanan dan persentase makanan termakan atau terbuang oleh siswa. Dampak program MBG juga perlu dievaluasi mulai dari status gizi pada anak, prestasi akademik dan kesehatan, serta kesadaran gizi. (Yoga)

Bekas Bupati Kukar Simpan Uang Suap di Rekening hingga Rp 476,9 Miliar

Yoga 15 Jan 2025 Kompas
Bekas Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari menyimpan uang suap perizinan batubara di 52 rekening miliknya dan pihak terkait lainnya. Uang gratifikasi hingga Rp 476,9 miliar itu kini disita Komisi Pemberantasan Korupsi. Uang yang diduga merupakan hasil gratifikasi dan suap perizinan produksi batu-bara yang disita tim penyidik KPK itu bukan hanya dalam mata uang rupiah, melainkan juga dollar AS dan dollar Singapura. Sebanyak Rp 350,87 miliar di antaranya tersimpan di 36 rekening atas nama Rita dan pihak terkait lainnya. Adapun 6,28 juta dollar AS tersimpan di 15 rekening dan 2 juta dollar Singapura berada dalam satu rekening. Apabila dikonversi, keseluruhan uang suap yang disimpan Rita dan disita KPK mencapaiRp 476,9 miliar. Juru bicara KPK,Tessa Mahardhika Sugiarto, Selasa (14/1/2025), menjelaskan, tim penyidik KPK menyita 52 rekening beserta isinya itu pada 10 Januari 2025. Penyitaan dilakukan karena uang senilai Rp 476,9 miliar itu diduga berkaitan dengan suap dan gratifikasi perizinan produksi batubara di Kutai Kartanegara
(Kukar).

Selanjutnya, KPK akan mengembangkan perkara dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat. ”Penyitaan dilakukan karena diduga uang yang tersimpan dalam rekening tersebut diperoleh dari hasil tindak pidana terkait dengan perkara tersebut di atas,” ujarnya lewat keterangan tertulis. Rita telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi dan suap perizinan produksi batubara di Kukar. Penyidikan oleh
KPK ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya. Pada 2018, Rita divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Rita terbukti menerima gratifikasi senilai Rp 110 miliar terkait dengan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar dan suap Rp 6 miliar terkait dengan pemberian izin lokasiperkebunan kelapa sawit.

Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima ta-
hun setelah menjalani pidana pokok. Rita mencoba melawan vonis tersebut. Namun, upaya itu kandas setelah Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali (PK) pada 2021. Selama ini, ia menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu, Jakarta.Sementara itu, selain uang ratusan miliar rupiah, KPK juga menyita 91 kendaraan, barang berharga, lima bidang tanah yang mencapai ribuan meter persegi, dan 30 jam tangan mewah. Barang-barang itu disimpan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) KPK di Cawang, Jakarta Timur, dan di Samarinda, Kalimantan Timur, untuk dirawat. Dinasti Kukar Rita merupakan putri kedua dari Syaukani Hasan Rais, yang mulai menjadi bupati Kukar pada 19 Oktober 1999. (Yoga)

Dividen Berlimpah Menanti Pemegang Saham

Hairul Rizal 15 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)

Musim pembagian dividen untuk tahun buku 2024 yang akan dilakukan pada 2025 diperkirakan akan mengalami penurunan, meskipun tetap menarik untuk dicermati oleh investor. Pembagian dividen pada 2024 diperkirakan mencapai Rp322,4 triliun, turun 11,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh tidak adanya dividen spesial seperti yang terjadi pada PT Alamtraya Resources Indonesia (ADRO) di 2024.

Namun, sektor finansial dan energi, terutama emiten besar seperti ADRO, Bank BRI (BBRI), Bank BCA (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI), masih diperkirakan akan memberikan dividen yang cukup menarik. Selain itu, perusahaan BUMN juga tetap diharapkan memberikan dividen besar, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap kas negara.

Felix Darmawan, Equity Research Analyst dari Panin Sekuritas, menambahkan bahwa dividen dapat menjadi faktor yang menggairahkan pasar modal, terutama dalam kondisi ketidakpastian global, karena memberikan pengembalian langsung kepada investor. Investor disarankan untuk memilih emiten dengan fundamental yang kuat dan arus kas yang stabil, yang menjamin pembagian dividen berkelanjutan.

Rekomendasi saham dividen tinggi dari Mirae Asset Sekuritas dan Panin Sekuritas mencakup emiten-emiten seperti BBRI, BMRI, PTBA, PGAS, dan TPMA, yang diperkirakan dapat menjadi pilihan menarik di musim pembagian dividen ini.




Perbankan Ambil Bagian dalam Program 3 Juta Rumah

Hairul Rizal 15 Jan 2025 Kontan
Program pembangunan tiga juta rumah diproyeksikan mampu mendongkrak bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR), meskipun sektor perbankan menghadapi tantangan seperti suku bunga tinggi dan pelemahan daya beli. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mencatat penyaluran KPR pada November 2024 mencapai Rp 781,7 triliun, tumbuh 10,3% secara tahunan, meskipun pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Dian mengingatkan pentingnya menjaga likuiditas perbankan agar tetap stabil dalam menghadapi risiko.

Pemerintah, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), mengusulkan perubahan skema pendanaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari 25% menjadi 50% tanggungan perbankan. Budi Permana, Subsidized Mortgage Division Head Bank BTN, menyatakan bahwa skema baru FLPP masih dalam tahap pembahasan dan diharapkan dapat meningkatkan realisasi unit rumah subsidi. Bank BTN telah membuat simulasi bersama stakeholder untuk memastikan skema ini tetap menguntungkan, termasuk melibatkan Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk mendukung likuiditas.

Sementara itu, Teddy Kurniawan, Pimpinan Divisi Kredit Retail Bank Sumsel Babel, menyebut banknya masih mengkaji kemampuan untuk ikut menanggung 50% pendanaan FLPP. Bank Sumsel Babel telah menyalurkan 23 unit FLPP sejak awal Januari 2025 dari kuota 2.781 unit tahun ini.

Inovasi seperti penggunaan Efek Beragun Aset – Surat Partisipasi (EBA-SP), dengan total nilai Rp 2,21 triliun menurut data BEI, juga disebut Dian sebagai opsi pendanaan untuk mendukung penyaluran KPR. Skema ini bertujuan agar perbankan tetap memiliki margin keuntungan sekaligus mendukung keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah.

Distribusi Kuat Menahan Margin Tetap Stabil

Hairul Rizal 15 Jan 2025 Kontan
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), meskipun menghadapi tantangan seperti kenaikan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) dan ketatnya persaingan pasar, tetap mempertahankan kinerja positif berkat strategi pemasaran dan distribusinya. Abdul Azis Setyo Wibowo, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut bahwa kebijakan kenaikan cukai dapat meningkatkan biaya produksi, namun optimis kinerja CMRY masih bisa tumbuh karena strategi distribusi yang kuat melalui modern trade, general trade, Miss Cimory, serta penjualan langsung ke hotel, restoran, dan kafe.

Rifdah Fatin Hasanah dari Ina Sekuritas menyoroti kontribusi program Miss Cimory terhadap pendapatan yang meningkat dari 9,5% pada 2023 menjadi 13% pada 2024. Model penjualan ini dinilai hemat biaya dan mendukung pertumbuhan pasar. Selain itu, pemasaran digital, termasuk melalui Tiktok dan kolaborasi dengan influencer, turut memperkuat merek CMRY seperti Kanzler, yang kini berada di peringkat ketiga Top Brand Index.

Menurut Rifdah, pendapatan CMRY pada 2025 diproyeksikan mencapai Rp 10,34 triliun dengan laba bersih Rp 1,93 triliun, menghasilkan laba per saham Rp 243,5. Vita Lestari, analis Sinarmas Sekuritas, menambahkan bahwa produk baru, pemulihan yogurt, dan kenaikan harga susu UHT akan mendorong kinerja CMRY, meski persaingan harga di segmen yogurt cukup ketat.

Analis berbeda dalam rekomendasi saham CMRY. Rifdah menyarankan "buy" dengan target harga Rp 6.150, Vita merekomendasikan "add" dengan target Rp 6.100, sementara Patricia Gabriela dari BNI Sekuritas merekomendasikan "hold" dengan target harga Rp 5.000. Hal ini mencerminkan optimisme terhadap potensi pertumbuhan, meski dengan kewaspadaan terhadap tantangan pasar.

Raih Peluang dari Kenaikan Harga Minyak

Hairul Rizal 15 Jan 2025 Kontan
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan pada awal 2025, dengan minyak Brent mencapai US$ 80,7 per barel (naik 8%) dan WTI di level US$ 78,6 per barel (melonjak 9,6% dalam sebulan terakhir). Sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia, yang melibatkan perusahaan seperti Gazprom Neft dan Surgutneftegas, menjadi salah satu penyebab utama kenaikan ini. Analis Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dari Indo Premier Sekuritas memprediksi, jika sanksi terus berlanjut, harga Brent dapat mencapai US$ 90 per barel.

Namun, terdapat tiga faktor yang berpotensi mengubah dinamika harga minyak, yaitu pelonggaran sanksi Rusia oleh pemerintahan Donald Trump, peningkatan kapasitas produksi OPEC+, dan rekonsiliasi antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, M. Thoriq Fadilla dari Lotus Andalan Sekuritas menyoroti bahwa potensi stimulus ekonomi dari China juga dapat mendukung kenaikan permintaan energi global.

Meski kenaikan harga minyak menjadi peluang ekspor bagi emiten migas, Indonesia tetap rentan terhadap kenaikan harga minyak karena ketergantungannya pada impor, yang dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan migas domestik.

Rekomendasi saham, Christian Sitorus dari MNC Sekuritas memproyeksikan harga Brent di kisaran US$ 82–US$ 84 per barel pada kuartal I-2025 dan merekomendasikan strategi trading jangka pendek. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menyarankan trading buy pada saham-saham seperti ENRG, ELSA, MEDC, dan RAJA. Thoriq Fadilla merekomendasikan buy untuk MEDC (target harga Rp 1.290) dan ELSA (Rp 458–Rp 476).

Namun, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap fluktuasi harga minyak dan mempertimbangkan strategi wait and see, mengingat volatilitas pasar saham dan ketidakpastian global.

Pilihan Editor