;

Harga Cabai Berangsur Turun

Mohamad Sajili 09 Apr 2021 Banjarmasin Post

Pengamat pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso mengatakan, dalam waktu dekat ini kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur turun.

Kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi. Siklus di mana setiap puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

Di sisi lain Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengaku, selama ini pemerintah sudah melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.

“Begitu iuga dengan komoditas cabai yang naik karena faktor cuaca. Kami intervensi sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga yang murah. Dan kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabai akan turun, “ jelas Agung.


Manfaatkan Nira Sawit jadi Gula Aren

Fadilla Anggraini 09 Apr 2021 Sriwijaya Post

Selama ini, tanaman sawit cenderung dimanfaatkan untuk membuat minyak dengan mengambil buahnya. Namun  siapa sangka, ditangan Yakup Supriyanto seorang petani asal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba ini satu batang sawit mampu menghasilkan gula aren. Pemanfaatan nira sawit jadi gula aren ini ia lakukan bersama 10 orang pekerja masyarakat setempat. Tentu saja berkat ide ini sampai membuka peluang usaha baru sekaligus menjadikan tanaman sawit lebih bermanfaat tidak hanya buahnya saja.

Yakup menjelaskan, ia sendiri mengelola 3 hektar kebun sawit dengan jumlah yang 300 batang sawit yang ada di dalamnya. Menurutnya gula aren dari nira ini merupakan yang pertama di Sumsel, sedangkan di luar Sumsel terdapat di Medan. "Dalam pengemasan kita membuatnya jadi dua, yakni 1/2 sampai 1 kg. Untuk 1/2 kg kita jual dengan harga Rp 20.000 dan 1 kg kita jual dengan harga Rp 40.000," katanya.

Bisnis tersebut pertama kali ia lakukan ketika diajak oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi untuk study banding ke Medan mengenai pengolaan batang sawit menjadi nira. "Saya kita pohon sawit hanya diambil buah dan briketnya saja. Tetapi setelah dipelajari air sari pohon bisa menjadi gula merah setelah dilakukan pengolaan," ujar Yakup.

Disinggung sudah sejauh mana ia menjual gula aren tersebut, Yakup menyebutkan masih seputar wilayah Sumsel dan masih dibagikan untuk promosi. "Saya sudah mengirim ke Palembang 300 kg. Dari pengiriman yang dilakukan respon dari konsumen baik karena kata mereka mempunyai rasa yang sedikit beda," katanya. Bisnis yang baru berjalan kurang lebih satu bulan ini, sudah menunjukkan sisi positif dimana permintaan kerjasama sudah banyak seperti dari Tanggerang dan Jakarta. "Kemarin ada satu perusahaan kopi ternama mau menjajaki kerja sama tapi belum sempat. kedepan kita terus meningkatkan produksi gula aren agar bisa memenuhi kebutuhan permintaan konsumen," tutupnya.

Sukses Jadi Pengusaha Pupuk Bokasi Usai Berhenti Dari PETI

Fadilla Anggraini 09 Apr 2021 Sriwijaya Post

BAK kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Mungkin pepatah tersebut tepat disematkan  kepada Juardi, eks pekerja pertambangan  tanpa izin (PETI) yang kini banting stir dan sukses jadi pengusaha pupuk Bokasi dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah. Titik balik hidup Juardi bermula pada tahun 2013 lalu, ketika ia memutuskan berhenti menjadi pekerja PETI dan merintis usaha pupuk Bokasi. Memang sekilas kelihatannya jauh sekali, dari yang sebelumnya mengolah batu bara jadi harus berjibaku dengan kotoran ternak. Banyak pertimbangan Juardi untuk benhenti dari PETI, mulai dari resiko keselamatan serta faktor lainnya.

"Toh, kalau ada kesempatan untuk mendapat rezeki lenih baik dan lebih aman, kenapa tidak dijalani," ujar Juardi yang berupakan warga Talang Jawa Tanjungenim, Kabupaten Muaraenim.

Menurutnya, ia memulai usahanya dengan memanfaatkan bantuan modal kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Tak hanya mendapatkan suntikan modal, ia pun mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk Bokasi dari tim CSR PTBA yang ia ikuti dengan tekun. Dari pelatihan tersebut, dia bisa mengetahui prosedur dan tata cara yang benar pembuatan Bokasi yang layak jual dan bernilai jual tinggi, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Bahkan, untuk pemasaran pupuk Bokasi pun dibantu CSR PTBA yang membantu pemasaran sebanyak 1.000 ton pupuk Bokasi yang dipasarkan ke beberapa perusahaan di sekitar Kabupaten Muaraenim.

Setelah bertahun-tahun menekuni dan berjibaku dengan kotoran ternak, kini ia menjadi pengusaha yang memiliki 12 pegawai. Artinya, pupuk Bokasi tak hanya mendatangkan rezeki bagi dirinya namun juga bisa membuka kesempatan lowongan kerja bagi warga sekitar.

Dijelaskan Juardi, bahwa pupuk Bokasi sendiri terdiri dari 60 % pupuk kandang, 25 % rumput, dan sekam bakar 15% serta menggunakan E4 sebagai bakteri pengurainya. Setelah itu di fermentasikan dengan jangka waktu 7 -14 hari di ruangan kedap udara. Pada saat fermentasi, dilakukan pengadukan berkala setiap 3 hari nya agar komposisi pupuk menjadi merata dan halus.

"Alhamdudlillah, perekonomian saya jauh lebih baik dan berubah. Saya juga bisa membantu lingkungan sekitar saya dengan usaha ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada PTBA yang peduli dan cepat tanggap terhadap masyarakat di risng 1. Semoga kedepan khususnya kami sebagai pengusaha pupuk Bokasi terus dibimbing agar dapat mengembangkan dan memajukan usaha," Ucap Juardi. Sementara itu, Senior Manajer CSR PTBA melalui AM Bina Mitra CSR, Mustafa Kamal juga menginginkan kemandirian masyarakat terkhusus yang menetap di area sekitar perusahaan. Salah satu program yang dilakukan PTBA yaitu meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sesuai dengan regulasi dari Kementerian BUMN. Dengan peningkatan pelaku UMKM juga memperluas lapangan pekerjaan di Kabupaten Muara Enim khususnya.

Incar Segmen Industri

Fadilla Anggraini 09 Apr 2021 Sumatera Ekspres

Palembang - Tren bekerja dari rumah (WFH) kini menjadi sesuatu yang lumrah seiring pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Teknologi  buat pekerjaan lebih mudah dikerjakan di manapun, tanpa harus datang ke kantor. Namun kadang kendala banyak dokumen kerja berbentuk fisik hanya ada di kantor.

Mengatasi itu, solusinya mengubah dokumen fisik menjadi digital dengan perangkat pemindai dokumen. Canon melalui PT Datascrip sebagai authorized distributor nya di Indonesia hadirkan 2 seri pemindai dokumen atau document reader terbaru, yaitu image Formula DR-S150 dan R40. Kedua pemindai dokumen ini ditujukan untuk mendukung produktivitas tinggi, memindai dalam jumlah banyak dan cepat.

Canon image Formula DR-S150 dan R40 mudah dioperasikan serta punya kecepatan dan kualitas tinggi. Ideal digunakan di berbagai industri, termasuk keuangan, kesehatan, hukum, asuransi. Selain itu, kedua scanner ini dapat terintegrasi software pengelolaan dokumen sehingga pengguna mudah mengelola dokumen digital.

"Dokumen digital membuat proses kerja menjadi lebih mudah dan praktis. Kedua pemindai dokumen terbaru Canon dibekali teknologi terkini," singkat Monica Aryasetiawan, Director of Canon Business Unit pt Datascrip.

Kurangi Ketergantungan Pupuk Subsidi

Fadilla Anggraini 09 Apr 2021 Sumatera Ekspres

Palembang - Ketergantungan petani pada pupuk bersubsidi pelan-pelan bakal dikurangi. Salah satunya dengan menerapkan Program Agro Solution. Petani nantinya akan dibekali kemampuan dalam mengatur ketepatan waktu pemberian pupuk, dosis yang diberikan, cara pemupukan yang baik dan benar serta memperhitungkan proyeksi harga pupuk dengan produksi yang bakal dihasilkan. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pembelian non-subsidi bisa tertutupi.

Wakil Mentri Pertanian RI, Harvick Hasno Qolbi mengatakan, kebutuhan pupuk petani di Indonesia mencapai 24 juta ton. Sementara produksi yang dihasilkan tahun ini di tergetkan bisa mencapau 13 juta ton. Untuk pupuk bersubsidi mencapai 9 juta ton. Kebutuhan subsidi tersebut pelan-pelan bakal dikurangi. “Kita ingin petani mandiri. Sehingga ketergantungan pada pupuk bersubsidi bisa berkurang,” katanya saat berkunjung ke Palembang.

Harvick mengatakan, distribusi pupuk bersubsidi selama ini selalu menjadi polemik. Banyak permasalahan dalam prosesnya. Untuk itulah, penggunaan pupuk non-subsidi akan ditingkatkan. “Sebenarnya jika petani bisa mengatur penggunaan dan dosis yang sesuai, mereka tidak perlu lagi membutuhkan subsidi untuk pupuk. Makanya, inilah yang ingin kita kejar. Subsidi pupuk juga saat ini sangat tergantung dengan anggaran pemerintah,” katanya.

Dijelaskan, Kementerian Pertanian saat ini terus memonitor ketersedian pupuk di seluruh rakyat Indonesia. Terutama untuk memenuhi kebutuhan musim tanam kedua. “Kami melihat ketersedian pupuk di seluruh  perusahaan BUMN produsen pupuk di seluruh daerah. Mungkin tingga Aceh yang belum. Sejauh ini ketersedian cukup. Petani tidak perlu khawatir. Tingkat distribusi harus tepat sasaran agar bisa sampai ke petani sesuai dengan aturan,”bebernya,

Menurutnya, produksi pupuk tahun ini terus digenjot hingga 13 juta ton. Untuk mendukung target panen raya Agustus mendatang. Produksi pupuk tidak hanya disuplai dari perusahaan pupuk plat merah saja. Peran swasta akan ditingkatka. “Kita bangun pabrik produksi baru. Bukan hanya BUMN saja tapi juga swasta,” tuturnya.

Harvick menuturkan, produksi pangan juga terus ditingkatkan. Salah satunya dengan memanfaatkan komunitas seperti pondok pesantren dan komunitas lainnya. “Ini juga untuk mendorong regenerasi petani. Agar milenial bisa terdorong untuk menjadi petani,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur sumsel H Herman Deru menuturkan, sinergitas santri merupakan salah satu terobosan di bidang pertanian. Selama ini, mereka hanya mendapat ilmu di dalam ruangan. Mengenal cara bercocok tanam yang baik dan benar. “Tapi ini kita lakukan kegiatan ekstrakurikuler. Hasilnya diharapkan bisa menunjang operasional pesantren. Selain itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar pesantren,” ungkapnya.

Direktur PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pihaknya terus mendorong penggunaan pupuk non-subsidi melalui program Argo Solution. Sehingga menghilangkan ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi. “Kita tawarkan pola pendampingan Agro Solution. Agar penggunaan pupuk non-subsidi bisa efektif dan efisien,” ucap Tri.

Menurutnya, selisih harga antara pupuk subsidi dan non-subsidi sekitar Rp 2 ribu. Selisih tersebut sebenernya bisa tertutupi saat petani bisa mengatur jumlah pupuk yang digunakan. Varian pupuk non-subsidi juga saat ini terus dikembangkan. Disesuaikan dengan jenis tanaman. Seperti pupuk NPK khusus singkong yang sudah digunkan oleh petani di kawasan Pati.

“Selama ini, produksinya 20 ton. Setelah menggunakan NPK singkong, produksinya bisa mencapai 40 ton per hektar. Selisis produksi yang cukup besar kan bisa menutupi biaya pembelian pupuk non-subsidi,” terangnya.

Tri menuturkan, PT Pusri tahun ini menargetkan produksi pupuk urea dan NPK sebanyak 1,9 juta ton.  Dari yang awalnya hanya 1,4 juta ton. Peningkatan produksi tersebut lantaran bertambahnya wilayah kerja. Selain di Sumbagsel dan Bangka Belitung, PT Pusri juga mendistribusikan pupuk hingga sebagain wilayah Jawa Timur seperti Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Probolinggo. “Kami jug menyuplai Provinsi Bali dan NTT,” bebernya.

Penyaluran pupuk subsidi di awal tahun sempat tersendat. Pasalnya, PT Pusri selaku produsen baru bisa menyalurkan pupuk bersubsidi jika persyaratan bagi petani sudah lengkap. “Penerima harus tergabung dalam kelompok tani. Lalu Gapoktan harus mengajukan RDKK. Nah, di awal tahun ini, pendataan masih di lakukan,” terangnya.

Terkait program Agro Solution yang dijalankan di lingkungan pondok pesantren, Tri mengaku, PT Pusri bakal mendukung penuh. Baik untuk suplai pupuk, benih dan lainnya. Untuk permodalan, sudah ada bank daerah dan Himbara. “ Kenapa di Pondok Pesantren. Sebab kita ingin membangun petani milineal. Kita berharap santri bisa menyukai bidang pertanian. Ini juga mendukung program Pak Guberbur untuk meningkatkan produksi hasil pertanian,” pungkasnya.


Insentif PPnBM Ikut Pacu PAD

Fadilla Anggraini 09 Apr 2021 Sumatera Ekspres

Palembang - Tak hanya bagi industri otomotif. Program PPnBM 0% juga ikut mengkerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumsel. Kepala UPTB Samsat Palembang 3 Bapenda Sumsel, Ir Deliar Rizqon MM, mengatakan, pada triwulan I tahun 2021 ini, realisasi penerimaan  over target.

“Seharusnya target 15 %. Tapi kita mampu merealisasikan 32,5 %,” kata Deliar usai Donor Darah di Samsat Palembang 3 yang dibuka langsung oleh Ketua PMI Provinsi Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru.

Dia mengakui, imbas insentif PPnBM memberikan dampak tersebut. Apalagi, kedepan pemerintah memperluas cakupan mobil yang mendapat fasilitas diskon PPnBM, yaitu dengan melakukan relaksasi persyaratan localpurchase menjadi paling sedikit 60 % dan menambah segmen kendaraan 4x2 dan 4x4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.

“Ini kesempatan bagi masyarakat membeli mobil baru dimana dengan insentif PPnBM ini, harga mobil baru ada pengurangan harga Rp 30 juta - Rp 50 juta, bebernya.

Deliar yakin, ke depan penerimaan di Samsat Palembang 3 akan lebih positif lagi. Hal itu seiring mulai adanya kesadaran dari masyarakat untuk membayarkan kewajiban. Kemudian, penerimaan pajak akan membuat pembanguan juga lebih baik. Pemerintah memperluas cakupan mobil yang mendapatkan fasilitas diskon PPnBM, yaitu dengan meakukan relaksasi persyaratan localpurcase menjadi paling sedikit 60 % dan menambah segmen kendaraan 4x2 dan 4x4 dengan kapasitas mesin diatas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.

Untuk kegiatan sosial donor darah, Deliar mengatakan ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Selain melihatkan seluruh pegawai Samsat Palembang 3, juga  beberapa instansi lainnya, seperti Raider, Sat Pol-PP dan lainnya.

Temanya, kata Deliar, Indahnya Berbagi Setetes Darah Selamatkan Sejuta Jiwa. “Kedepan kegiatan sosial seperti ini akan kita lakukan lagi, apalagi hadirnya kantor kita di sini bertujuan mendekatkan pelayanan ke masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Febrita Lustia Herman Deru menberikan apresiasi atas donor darah yang dilakukan Samsat Palembang 3. Menurutnya, hal tersebut amat penting dilakukan di tengah pandemi Covid-19. “Saya bangga dengan Samsat Palembang 3. Mudah-mudahan yang lain ikut juga bakti sosial seperti ini. Apalagi jelang Ramadhan ini, Samsat Palembang 3 juga membagikan sembako kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.


Stimulus Bebas Ongkir Memantik Bisnis Logistik

Mohamad Sajili 08 Apr 2021 Kontan

Pemerintah akan mengguyur stimulus senilai Rp 500 miliar untuk subsidi transaksi belanja online di marketplace. Dana subsidi tersebut berupa gratis ongkos kirim alias ongkir bagi pembelian produk pada saat belanja online menjelang H-10 dan H-5 Lebaran.

Co-founder Paxel, Zaldy Ilham Masita mengatakan Paxel belum bisa memproyeksikan berapa kenaikan transaksi dengan adanya subsidi tersebut. Hal itu lantaran belum ada detail rencana stimulus tadi. Namun yang pasti, menjelang Lebaran biasanya transaksi online akan meningkat hingga 40%.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), pengelola ekspedisi Antareja, Selama ini, pada momentum bulan puasa Anteraja mencatatkan pertumbuhan volume pengiriman barang sekitar 30% dari bulan biasa.

Hingga akhir tahun 2021, Anteraja menargetkan rata-rata pengiriman bisa mencapai 400.000 parsel per hari. Saat ini, rata-rata volume pengiriman Anteraja berkisar 300.000 - 350.000 per hari.


IMF : Laju Kasus Covid-19 Ganjal Ekonomi Indonesia

Mohamad Sajili 08 Apr 2021 Kontan

International Monetary Fund(IMF) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 4,3%. Angka ini lebih rendah dari proyeksi IMF sebelumnya sebesar 4,8%.

Padahal, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini sebesar 6%, naik dari proyek sebelumnya sebesar 5,5%. Tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sebesar 5,8% dan pertumbuhan ekonomi global sebesar 4,4%.

Dalam laporan bertajuk World Economic Outlook, Managing Divergent Recoveries edisi April 2021, IMF melihat pemulihan ekonomi negara emerging dan negara Asia berkembang pada tahun ini cukup kuat dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,6%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 8%.

Namun, kuatnya pemulihan ini tidak terjadi pada Malaysia dari Indonesia. Penyebabnya: angka kasus Covid-19 yang masih tinggi. Melansir data Satgas Covid-19, hingga Rabu (7/4) kemarin, ada tambahan 4.860 kasus baru yang terinfeksi korona di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.547.376 kasus positif korona.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Hidayat Anir menilai, kasus Covid-19 di Indonesia sudah menurun signifikan sejak akhir Januari 2021 dari kisaran 13.000 tambahan kasus per hari menjadi 5.000 kasus per hari.



Banyak Startup RI Bakal Merger dan Akuisisi untuk Raih Untung di 2022

R Hayuningtyas Putinda 08 Apr 2021 Katadata

EY memperkirakan banyak startup di Indonesia merger dan akuisisi tahun ini untuk mengejar untung pada 2022. Ini juga didorong oleh banyaknya perusahaan yang beralih ke digital saat pandemi corona.  Perusahaan jasa profesional asal Inggris, Ernst & Young (EY) memperkirakan bahwa startup Indonesia masif merger dan akuisisi tahun ini. Ini bertujuan mendapatkan untung pada 2022. Dalam laporan berjudul EY Global Capital Confidence Barometer, 98% perusahaan meninjau strategi dan portofolio secara komprehensif selama pandemi corona. Mereka bakal berfokus pada investasi.

EY mencatat, upaya konsolidasi pada awalnya banyak dilakukan oleh perusahaan sektor mineral dan gas (migas). Namun, korporasi beralih ke digital selama pandemi corona. Oleh karena itu, tren merger dan akuisisi bergeser ke perusahaan teknologi termasuk startup.  "Industri 4.0 akan menjadi sasaran selanjutnya," ujar David. Alasan perusahaan mempertimbangkan merger dan akuisisi saat pandemi yakni meningkatkan profit. Langkah konsolidasi dinilai membantu mereka untuk pulih. "Menarik melihat perusahaan melakukan transformasi selama pandemi Covid-19," ujar Strategy and Transaction Leader EY Asean Vikram Chakravarty.  Laporan EY tersebut sejalan dengan riset PwC bertajuk Global M&A Industry Trends yang dirilis Maret lalu. PwC mencatat, volume merger dan akuisisi perusahaan teknologi global meningkat 34% secara tahunan (year on year/yoy) pada semester II tahun lalu. Dari sisi nilai, meningkat 118%.
 

 (Oleh - HR1)

Data Ekspor dan Tenaga Kerja Buktikan Industri Sawit Kebal Pandemi

R Hayuningtyas Putinda 08 Apr 2021 Katadata

Industri kelapa sawit terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19 tahun lalu. Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut kelapa sawit masih menjadi komoditas yang mempunyai peran strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, industri ini menyerap 16 juta tenaga kerja Indonesia. Selain itu, di tengah pandemi Covid-19, ekspor produk kelapa sawit masih tumbuh 13,6% hingga mencapai US$ 22,97 miliar.

Pertumbuhan ekspor diprediksi masih berlanjut karena tren penguatan harga minyak sawit. “Tren ini terus berlanjut di tahun 2021,” kata Airlangga dalam webinar Sustainable Palm Oil Development in Indonesia, Rabu, (7/2).

Airlangga mengatakan industri kelapa sawit memprioritaskan keseimbangan berbagai aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam melaksanakan rencana pembangunan jangka menengah Indonesia tahun 2020-2024. “Pembangunan berkelanjutan harus diutamakan dengan tujuan memberikan akses pembangunan yang adil dan inklusif serta menjaga lingkungan hidup. Sehingga mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari generasi ke generasi,” kata Menko Airlangga.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor